Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektifitas Madu Trigona Apicalis Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes Pada Acne Vulgaris Dengan Metode Difusi Demanda, Rizki; Silvia, Eka; Fitriani, Dita; Panonsih, Resati Nando
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20091

Abstract

Cutibacterium acnes adalah bakteri gram positif yang meningkatkan produksi sebum dan menyebabkan peradangan kulit pada Acne vulgaris. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik, terutama Cutibacterium acnes, meningkat di Indonesia, menjadi masalah penting dalam pengobatan. Sifat antibakteri madu muncul sebagai alternatif alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemanjuran madu terhadap Cutibacterium acnes pada konsentrasi 20%, 50%, dan 80% menggunakan metode difusi disk, dan untuk mengevaluasi potensinya sebagai pengganti antibiotik dalam pengobatan Acne vulgaris. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif madu sebagai antibakteri dalam mengisolasi bakteri Cutibacterium acnes, penyebab jerawat vulgaris. Dengan menggunakan metode uji difusi cakram pada media agar Mueller-Hinton, penelitian ini menggunakan desain eksperimental murni untuk melihat bagaimana larutan madu memengaruhi zona penghambatan Cutibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan madu 20% menghasilkan zona penghambatan lemah (4,02 mm), zona penghambatan sedang 50% (8,5 mm), dan zona penghambatan kuat 80% (12,92 mm). Namun, larutan madu dengan konsentrasi 20%, 50%, dan 80% memiliki efek antibakteri pada Cutibacterium acnes. Aquadest, yang berfungsi sebagai kontrol negatif, tidak menciptakan zona penghambatan. Uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara larutan madu (20%, 50%, dan 80%), Tetrasiklin, dan Aquadest, dengan p-value = 0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa, meskipun efektivitas Tetrasiklin 30 mcg lebih rendah, madu dapat menghentikan pertumbuhan Cutibacterium acnes.
Analisis Perkembangan Anak Dengan Sindrom Down Di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Martadinata, Vanila; Pinilih, Astri; Silvia, Eka
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19935

Abstract

Sindrom Down mempengaruhi proses pertumbuhan otak dan fisik anak, yang berakibat pada penundaan dalam perkembangan mereka, keterbatasan kapasitas intelektual, serta meningkatkan peluang terjadinya berbagai masalah kesehatan tertentu. Anak dengan sindrom Down menghadapi kendala fungsional dan organik sistemik, yang mengakibatkan mereka membutuhkan waktu dua sampai tiga kali lebih lama untuk mencapai tingkat perkembangan tertentu dibandingkan dengan anak tanpa gangguan tersebut. Penelitian ini bermaksud melaksanakan analisis perkembangan anak dengan sindrom down di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023. Metode yang diterapkan merupakan penelitian Deskriptif. Kelompok populasi mencakup anak sindrom down di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah 151 orang. Adapun sampel terpilih mencapai 61 responden. Proses pengambilan data tersebut menggunakan instrumen DDST II secara langsung. Metode statistik yang diterapkan ialah uji Chi-Square. Temuan memperlihatkan rangkaian frekuensi anak dengan sindrom down di RSUD Dr H Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai aspek perkembangan motorik kasar menunjukkan kategori Delay sebesar 70,6%, aspek perkembangan motorik halus berada pada kategori Delay mencapai 75,4%, aspek perkembangan bahasa memperlihatkan kategori Delay sebanyak 63,9%, serta aspek perkembangan personal sosial tergolong kategori Delay sejumlah 63,9%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat perkembangan anak dengan sindrom down di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023 termasuk kategori Delay.
Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Folikulitis Dengan Metode Difusi Sari, Ade Clara Nurfitri Permata; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Arivo, Debi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.20622

Abstract

Folikulitis merupakan salah satu bentuk dari pioderma yang terdapat pada folikel rambut. Folikulitis dapat disebabkan karena infeksi bakteri, jamur dan virus. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan folikulitis yaitu S. aureus. Tatalaksana dalam mengatasi penyakit ini yaitu dengan menggunakan antibiotik. Tetapi akibat dari penyalahgunaan serta pemakaian antibiotik berlebih, terjadi peningkatan prevalensi resistensi antibiotik. Berdasarkan dengan kondisi tersebut, perlu untuk dilakukan pencarian alternatif antibiotika lain, yaitu menggunakan zat aktif dari tumbuhan herbal, salah satunya adalah kunyit (C. longa). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak rimpang kunyit (C. longa) sebagai antibakteri dalam pertumbuhan bakteri S. aureus penyebab penyakit folikulitis berdasarkan zona hambat yang terbentuk. Studi ini memakai metode eksperimental laboratorik untuk mengkaji pengaruh ekstrak rimpang kunyit terhadap ukuran diameter zona hambat bakteri S. aureus. Hasil studi memperoleh jika kontrol positif (clindamycin) mempunyai rerata zona hambat terbesar, yaitu 19,3 mm, yang menunjukkan efektivitas antibakteri yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus. Kontrol negatif (DMSO) tak menimbulkan zona hambat. Ekstrak rimpang kunyit 30% mempunyai  rerata zona hambat 7,4 mm, sementara itu, ekstrak rimpang kunyit 75% dengan rerata zona hambat 8,6 mm, dan ekstrak rimpang kunyit 100% menunjukkan efektivitas antibakteri lebih tinggi dengan rerata zona hambat 9,6 mm. Uji One-Way ANOVA diperoleh nilai < 0,01 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan antar kelompok uji. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika ekstrak rimpang kunyit konsentrasi (30%, 75%, 100%) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap zona hambat S. aureus, dengan meningkatnya konsentrasi sejalan dengan bertambahnya ukuran zona hambat.
Hubungan Kadar Hba1c Dengan Retinopati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 DI Rumah Sakit Bintang Amin Wilwatikta, Ni Ketut Puspa; Kriswiastiny, Rina; Silvia, Eka; Esfandiari, Firhat
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20045

Abstract

Hiperglikemia yang berlangsung lama pada pasien diabetes melitus akan meningkatkan resiko timbulnya komplikasi mikrovaskular seperti retinopati diabetik. Retinopati diabetik merupakan komplikasi yang disebabkan oleh terhambat suplai nutrisi ke retina yang menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru yang abnormal, mudah bocor, sehingga terjadi gangguan penglihatan bahkan kebutaan permanen. Hiperglikemik tersebut dapat dievaluasi dengan pemeriksaan HbA1c dengan nilai 6,5% sebagai nilai untuk mendiagnosis dini retinopati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA11c dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu diketahui karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami retinopati diabetik di Rumah Sakit Bintang Amin umumnya ditemukan pada rentang usia 46-65 tahun (76,7%), dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (63,3%). Selain itu, sebagian besar pasien tersebut mengalami PDR (70%) dan memiliki kadar HbA1c yang buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2024, terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c diagnostik dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin dengan P=0,048 (<0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c target dengan retinopati diabetik karena nilai P=0,599 (>0,05).
Hubungan pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata Anjani, Dinda Dwi; Silvia, Eka; Effendi, Arif
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.141

Abstract

Pendahuluan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak negara. Dilaporkan bahwa dalam 35 tahun terakhir prevalensi infeksi Human papilloma virus di dunia terus meningkat. Kekurangan ekonomi, pendidikan yang rendah, ketidaksetaraan ekonomi, dan migrasi serta mobilitas yang didorong oleh ekonomi, semuanya terkait dengan risiko penularan IMS termasuk kondiloma akuminata. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pekerjaan dengan kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek provinsi Lampung periode 2018-2020. Metode penelitian: Menggunakan studi observasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan data pekerjaan responden dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian: Didapatkan 102 responden dengan frekuensi pekerjaan terbanyak ialah pada pekerja swasta yaitu 33 orang (32.4%). Hasil uji korelasi spearman diperoleh p=0,033 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan angka kejadian kondiloma akuminata di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (p=0,033)
Gambaran Karakteristik Antara Ibu Hamil Dengan Obesitas Dan Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus Di RS Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2019-2023 Da'iyah, Zahwa; Silvia, Eka; Ladyani, Fasty
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20423

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan insulin, dengan prevalensi yang meningkat pesat. Di Bandar Lampung, prevalensinya tercatat 2,25%. Ibu hamil dengan obesitas atau DM berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti hipertensi, preeklamsia, dan gangguan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik antara ibu hamil dengan obesitas dan ibu hamil dengan DM di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2019-2023.  Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan teknik Total Sampling, melibatkan 30 pasien yang berobat di RS Bintang Amin selama tahun 2019-2023. Data yang dikumpulkan mencakup usia, pekerjaan, pendidikan, riwayat penyakit, dan metode persalinan. Ibu hamil dengan DM paling banyak melahirkan bayi aterm (81,8%), sedangkan ibu hamil dengan obesitas (47,4%). Sebagian besar persalinan dilakukan dengan sectio caesarea pada ibu hamil dengan DM (90,9%) dan obesitas (68,4%). Riwayat penyakit ibu hamil dengan DM didominasi penyakit ginjal (45,5%), sedangkan pada ibu obesitas sebagian besar tidak memiliki riwayat penyakit (73,7%). Mayoritas ibu hamil dengan DM berusia 20-35 tahun (72,2%) dan dengan obesitas (84,2%). Pekerjaan dan pendidikan terakhir ibu sebagian besar ibu rumah tangga dan SMA. Karakteristik ibu hamil dengan obesitas dan DM di RS Bintang Amin meliputi usia, metode persalinan, riwayat penyakit, pekerjaan, dan pendidikan terakhir.
Gambaran Karakteristik Pada Pasien Penderita Epilepsi Di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Haliza, Tsakiyah Sharadeva; Sina, Muhammad Ibnu; Silvia, Eka; Putri, Pratiwi Hendro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16534

Abstract

Epilepsi adalah keadaan yang ditandai bangkitan berulang karena terganggunya fungsi otak karena muatan listrik abnormal pada neuron otak. Prevalensi kasus epilepsi di Indonesia mencapai 8,2 kasus per 1000 penduduk dengan insidensi 50 per 100.000 penduduk. Kasus baru ditemukan sebanyak 2,4 juta kasus setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian dan kekambuhan epilepsi, seperti usia, riwayat kejang demam, gangguan keseimbangan elektrolit, dan lainnya. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien penderita epilepsi di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini memakai teknik consequtive sampling pada pasien RSPBA Bandar Lampung yang yakni 59 sampel. Hasil penelitian dari 59 sampel kategori frekuensi paling banyak adalah pada kelompok usia dewasa awal (57.6%), jenis kelamin laki-laki (57.6%), pekerjaan pelajar dan wiraswasta (37.3%), suku bangsa Jawa (45.8%), bangkitan kejang umum (55.9%), penggunaan Obat Anti Epilepsi (OAE) golongan fenitoin (50.8%), dan pasien epilepsi idiopatik (86.4%). Dari seluruh yang didapatkan bahwa frekuensi penderita epilepsi paling banyak di usia dewasa awal, laki-laki, pekerjaan wiraswasta dan mahasiswa, suku bangsa Jawa, jenis bangkitan umum, OAE fenitoin, dan etiologi idiopatik.
Pengembangan Produk Nugget Berbasis Ayam Sebagai Inovasi Pmt (Pemberian Makanan Tambahan) Untuk Upaya Pencegahan Stunting Silvia, Eka; Nabila, Anisa Putri; Suryani, Qori Ramadani; Saputra, Arjuna Anugrah; Rivaldo, Rivaldo
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23404

Abstract

Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan kronis dalam jangka panjang, yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar usianya. Salah satu cara pencegahan stunting pada balita adalah melalui pemberian makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pemahaman serta peran mahasiswa KKL-PPM di Pekon Tala Gening bersama bidan dan kader desa dalam upaya mengatasi stunting pada balita. Pendekatan yang dilakukan meliputi kegiatan penyuluhan serta pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan dasar nugget ayam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk mengembangkan variasi olahan pangan lokal menjadi makanan tambahan sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Efektivitas Madu Trigona Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylcoccus aureus Pada Penyakit Folikulitis Dengan Metode Difusi Prasasti, Aura Marselia; Silvia, Eka; Utami, Deviani; Syukri, Dwi Marlina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20576

Abstract

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri, seperti Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak tepat dapat mendorong terjadinya resistensi bakteri, dan Staphylococcus aureus diketahui telah mengembangkan ketahanan terhadap berbagai antibiotik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas madu trigona terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20%, 50%, dan 80% menggunakan metode difusi, dan untuk menilai potensinya sebagai pengbatan alternatif pada folikulitis. Dengan menggunakan metode uji difusi cakram pada media agar Mueller-Hinton, penelitian ini menggunakan desain eksperimental untuk melihat bagaimana larutan madu memengaruhi zona penghambatan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan madu 20% menghasilkan zona penghambatan lemah (5,6 mm), zona penghambatan sedang 50% (6,06 mm), dan zona penghambatan sedang 80% (6,5 mm). Namun, larutan madu dengan konsentrasi 50% dan 80% memiliki potensi yang lebih tinngi sebagai antibakteri pada pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan konsentrasi 20%. Aquadest, yang berfungsi sebagai kontrol negatif, tidak menunjukkan adanya zona hambat.  
Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Furunkel Dengan Metode Difusi Ariza, Fadhila Naila; Syukri, Dwi Marlina; Silvia, Eka; Warganegara, Efrida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20632

Abstract

Furunkel, atau bisul, merupakan peradangan akut pada folikel rambut beserta jaringan sekitarnya yang umumnya berawal dari folikulitis superfisial dan dapat berkembang menjadi abses yang nyeri. Penatalaksanaan medikamentosa furunkel meliputi pemberian antibiotik topikal maupun sistemik. Namun, tingginya penggunaan antibiotik menjadi ancaman kesehatan global, terutama akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi antibakteri alami sebagai alternatif terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab furunkel. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menilai pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,16 mm dan termasuk kategori kuat. Sementara itu, ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 98% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,16 mm dan termasuk kategori sedang. Mupirosin sebagai kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,90 mm dan termasuk kategori kuat. Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dengan pelarut etanol 70% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai alternatif terapi pada furunkel.