Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Inverter pada Sistem Wireless Power Transfer untuk IoT Prakasa , Angga Gumilang Dwi; Nur, Levy Olivia; Setiawan, Dhoni Putra
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Power Transfer (WPT) memerlukan sumber arus bolak-balik (AC) berfrekuensi tinggi untuk menginduksi medan magnet pada kumparan pemancar. Pada penelitian ini dirancang inverter berbasis Zero Voltage Switching (ZVS) untuk menghasilkan sinyal AC resonan yang langsung dipasangkan ke kumparan transmitter sistem WPT berbasis Magnetic Resonance Coupling (MRC). Inverter ZVS bekerja dengan prinsip resonansi LC yang memanfaatkan dua MOSFET sebagai saklar daya, memungkinkan proses switching terjadi pada tegangan mendekati nol sehingga meminimalkan rugi daya dan panas. Sistem diuji pada frekuensi resonansi 14 kHz dengan tegangan masukan DC 12 V. Implementasi ini membuktikan bahwa inverter ZVS sederhana efektif digunakan untuk aplikasi WPT jarak dekat untuk perangakat IoT. Kata kunci — inverter, zero voltage switching, wireless power transfer, magnetic resonance coupling, Internet of Things
Implementasi Wireless Power Transfer pada sistem IoT untuk Pengisian Daya Baterai Hasanah, Uswatun; Nur, Levy Olivia; Setiawan, Dhoni Putra
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet of Things (IoT) memerlukan sumber daya listrik yang andal untuk mendukung pemantauan dan pengendalian sistem secara real-time. Penelitian ini mengimplementasikan Wireless Power Transfer (WPT) berbasis Magnetic Resonance Coupling (MRC) sebagai solusi pengisian daya baterai perangkat IoT secara nirkabel. Sistem dirancang menggunakan NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan sensor suhu, kelembaban tanah, serta tegangan dan arus, dan diintegrasikan dengan platform Blynk untuk pemantauan data secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan WPT mampu mengisi baterai dari 38% hingga penuh dalam 13 jam, dengan durasi operasional perangkat mencapai 12 jam sebelum pengisian ulang, sehingga membuktikan efektivitasnya untuk memperpanjang umur operasional IoT berdaya rendah. Kata kunci — Internet of Things, Wireless Power Transfer, Magnetic Resonance Coupling, NodeMCU ESP8266, Blynk
Desain dan Implementasi Kumparan Transmitter-Receiver pada Sistem Wireless Power Transfer untuk Perangkat IoT Amani , Naila Mada; Nur, Levy Olivia; Setiawan, Dhoni Putra
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumparan (coil) merupakan komponen utama pada sistem Wireless Power Transfer (WPT) berbasis Magnetic Resonance Coupling (MRC) yang menentukan efisiensi transfer daya antara pemancar (transmitter) dan penerima (receiver). Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis coil multilayer untuk mendukung suplai daya perangkat Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan meliputi pembuatan coil dengan variasi diameter kawat (0,3 mm dan 0,6 mm) serta jumlah lilitan (50, 100, 300, dan 400 lilitan) pada diameter coil 12,2 cm. Setiap konfigurasi diuji pada jarak transfer 0–20 cm untuk mengukur tegangan output, arus, dan efisiensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi coil transmitter 50 lilitan dan receiver 150 lilitan dengan kawat berdiameter 0,6 mm menghasilkan efisiensi maksimum sebesar 72,6% pada frekuensi resonansi 14,4 kHz dengan daya transfer 6,1 Watt. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan parameter fisik coil berpengaruh signifikan terhadap kinerja sistem WPT, sehingga desain coil yang tepat dapat meningkatkan keandalan suplai daya untuk perangkat IoT. Kata kunci— coil, Wireless Power Transfer, Magnetic Resonance Coupling, Internet of Things
Rectenna Sebagai Wireless Power Transfer Akmal, Wilda; Siregar, Farhan Alfariz; Ibrahimovic, Tubagus Qadafi; Nur, Levy Olivia; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses listrik dan ketidakstabilan kualitas daya di berbagai wilayah mendorong kebutuhan akan sistem pencahayaan LED yang fleksibel dan ramah lingkungan. Penelitian ini mengembangkan sistem Wireless Power Transfer (WPT) berbasis rectenna untuk mengoperasikan lampu LED tanpa kabel. Sistem rectenna dirancang menggunakan antena mikrostrip yang beroperasi pada frekuensi 1,8-2,4 GHz dan rangkaian rectifier bertingkat dengan dioda Schottky untuk konversi gelombang elektromagnetik menjadi arus DC. Hasil simulasi menunjukkan performa antena yang memadai dengan return loss -16,423 dB (1,8 GHz) dan -15,695 dB (2,4 GHz), serta gain 2,076 dBi dan 2,007 dBi pada masing-masing frekuensi. Namun, realisasi fisik menunjukkan penurunan gain menjadi 1,7131 dBi dan 1,6913 dBi dengan perubahan polarisasi dari linear ke elips. Pengujian rectenna berhasil menghasilkan tegangan output, tetapi belum mencukupi untuk pengoperasian LED yang stabil karena keterbatasan komponen dioda penyearah. Sistem menunjukkan potensi untuk aplikasi transfer daya nirkabel pada pencahayaan LED, namun memerlukan optimasi lebih lanjut pada desain rangkaian rectifier untuk memenuhi kebutuhan daya beban. Kata kunci— Antena, LED, Rectifier, Rectenna, Wireless Power Transfer.
Perancangan dan Implementasi Antena Mikrostrip untuk Sistem Wireless Power Transfer Berbasis Rectenna Siregar, Farhan Alfariz; Nur, Levy Olivia; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan sumber energi fleksibel dan ramah lingkungan mendorong pengembangan teknologi Wireless Power Transfer (WPT) untuk aplikasi beban berdaya rendah seperti Light Emitting Diode (LED). Penelitian ini memfokuskan pada perancangan antena mikrostrip sebagai penerima sinyal Radio Frequency (RF) dalam sistem rectenna yang bekerja pada rentang frekuensi 1,8–2,4 GHz. Antena mikrostrip dipilih karena karakteristiknya yang ringan, biaya fabrikasi rendah, serta kemudahan integrasi dengan perangkat elektronik. Desain antena dioptimalkan menggunakan CST Studio Suite untuk mendapatkan return loss di bawah -10 dB, gain ≥ 2 dBi, dan pola radiasi omnidireksional. Hasil simulasi menunjukkan return loss -16,423 dB pada 1,8 GHz dan -15,695 dB pada 2,4 GHz, dengan gain masing-masing 2,076 dBi dan 2,007 dBi. Realisasi antena menunjukkan penurunan gain menjadi 1,7131 dBi (1,8 GHz) dan 1,6913 dBi (2,4 GHz), serta perubahan polarisasi dari linear menjadi elips. Meskipun demikian, performa antena memenuhi spesifikasi penerimaan WPT. Keterbatasan pada tahap konversi daya di rectifier menyebabkan LED belum dapat menyala stabil, sehingga diperlukan optimasi lanjutan pada rangkaian penyearah. Kata kunci— Antena mikrostrip, Rectenna, WPT, LED, Gain
Perancangan Rectifier Pada Rectenna Frekuensi 1,8 – 2,4 Ghz Sebagai Wireless Power Transfer Ibrahimovic, Tubagus Qadafi; Nur, Levy Olivia; Prasetya, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi sistem Wireless Power Transfer (WPT) berbasis rectenna untuk menyalakan beban lampu LED. Sistem terdiri dari antena mikrostrip yang beroperasi pada frekuensi 1,8 GHz dan 2,4 GHz, serta rangkaian rectifier dengan konfigurasi voltage multiplier untuk mengonversi sinyal RF menjadi tegangan DC. Proses perancangan meliputi simulasi, optimasi desain antena, pembuatan rangkaian rectifier, fabrikasi komponen, dan pengujian performa masing-masing bagian sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa antena yang direalisasikan memiliki return loss masing-masing sebesar –16,423 dB (1,8 GHz) dan –15,695 dB (2,4 GHz), dengan VSWR di bawah 1,5, yang menandakan matching impedansi yang baik. Nilai gain sedikit menurun dibandingkan hasil simulasi, diduga akibat rugi-rugi pada substrat FR-4 dan toleransi fabrikasi. Rangkaian rectifier dengan dioda 1N5711 menghasilkan tegangan output lebih tinggi dibandingkan BAS 40-04, terutama pada daya input rendah, meskipun efisiensi konversi masih terbatas. Pengujian beban LED menunjukkan sistem mampu menyalakan lampu, namun intensitas cahaya belum stabil. Secara keseluruhan, sistem rectenna berhasil membuktikan prinsip kerja transfer daya nirkabel, tetapi diperlukan optimasi lebih lanjut pada desain matching network, pemilihan komponen, dan material substrat untuk meningkatkan efisiensi daya. Kata kunci— antena, LED, rectifier, rectenna, wireless power transfer
Implementasi Aplikasi Potura Wearable Posture Monitoring System untuk Mencegah Masalah Kesehatan Tulang Belakang Raharja, Azuan Syahril Kurniadi; Nur , Levy Olivia; Wijayanto, Inung
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan tulang belakang banyak dialami oleh pekerja maupun mahasiswa akibat kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan postur yang kurang tepat, seperti membungkuk atau menyender berlebihan. Kondisi ini sering terabaikan meskipun berisiko menimbulkan nyeri otot hingga gangguan tulang belakang jangka panjang. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Wearable Posture Monitoring System (WPMS) sebagai solusi praktis, nyaman, dan terjangkau untuk memantau serta menjaga postur duduk pengguna. WPMS menggunakan sensor akselerometer ADXL345 yang ditempatkan pada bagian punggung dan terhubung dengan mikrokontroler ESP32 untuk mendeteksi sudut postur tubuh. Data kemudian dikirim melalui Wi-Fi menuju aplikasi Postura yang menampilkan status postur secara real-time, dilengkapi fitur riwayat, notifikasi pengingat, serta edukasi mengenai postur ergonomis. Pengujian menunjukkan sistem mampu membaca sudut postur dengan akurat, sedangkan performa jaringan (delay, jitter, throughput) masih dalam kategori baik sehingga mendukung kinerja real-time. Hasil survei fungsionalitas dan evaluasi UI/UX memperoleh respon positif dengan skor MOS 4,68 untuk aplikasi sehingga menandakan perangkat nyaman digunakan. Secara keseluruhan, WPMS terbukti efektif sebagai alat bantu monitoring sekaligus pencegahan dini masalah tulang belakang bagi pengguna yang beraktivitas duduk dalam durasi lama. Kata kunci— tulang belakang, monitoring sistem, aplikasi mobilea
Perancangan Hardware Wearable Device Berbasis Sensor ADXL345 Untuk Monitoring Postur Tubuh Larasaty, Sakura; Nur, Levy Olivia; Wijayanto, Inung
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beraktivitas dengan posisi duduk yang buruk dalam waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan seperti nyeri otot bahkan masalah kesehatan tulang belakang. Seringkali perilaku tersebut dihiraukan karena sudah menjadi pola kebiasaan sehari-hari yang akan membuka peluang masalah kesehatan jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan wearable posture monitoring system (WPMS) berbasis sensor ADXL345 untuk membaca pergerakan kemiringan postur tubuh supaya meningkatkan awareness terhadap penjagaan postur yang baik saat beraktivitas duduk dalam jangka waktu yang lama. Sensor ADXL345 akan membaca data yang akan dihasilkan menjadi sudut derajat untuk dikirim dan ditampilkan di aplikasi mobile pendukungnya. Beberapa pengujian dilakukan untuk mengevaluasi keakuratan dan kekonsistenan untuk mewujudkan nilai fungsionalitas yang baik. Berdasarkan hasil pengujian ini, perancangan wearable device memiliki tingkat akurasi 90,16% dan presisi ≤1°, data menunjukkan akurasi yang tinggi terhadap nilai sebenarnya dari alat busur pembanding yang digunakan serta menampilkan kekonsistenan data yang tinggi sehingga wearable device mampu memberikan performa fungsionalitas yang baik dalam memantau postur tubuh sebagai langkah preventif meminimalkan dari gangguan kesehatan tulang belakang yang berpeluang terjadi. Kata kunci— masalah kesehatan tulang belakang, wearable device, ADXL345, fungsionalitas, pemantauan postur
Pengembangan Frontend Sebagai Antarmuka Pengguna Dalam Perancangan Aplikasi Wearable Posture Monitoring System Mastrawan, Achyar; Nur, Levy Olivia; Wijayanto, Inung
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan postur duduk yang tidak ergonomis merupakan salah satu faktor penyebab Low Back Pain (LBP) yang sering dialami oleh individu yang bekerja dalam posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Untuk mengurangi risiko tersebut, dibutuhkan sistem monitoring yang tidak hanya mendeteksi kebiasaan postur secara real-time, tetapi menyajikan wadah monitoring dalam bentuk antarmuka yang mudah dipahami. Penelitian ini berfokus pada pengembangan frontend aplikasi untuk Wearable Posture Monitoring System menggunakan framework Flutter. Metode yang digunakan meliputi studi kasus dan wawancara guna identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan fungsionalitas, perancangan menggunakan Low-Fidelity Design, dilanjut dengan perancangan mockup laman menggunakan High-Fidelity Design, hingga implementasi antarmuka. Evaluasi dilakukan melalui survei fungsionalitas terhadap 23 responden menggunakan kuesioner tertutup dangan skala Likert. Hasil pengujian menunjukkan bahwa antarmuka frontend aplikasi mampu menampilkan aspek-aspek penting yang disajikan berdasarkan perancangan. Perhitungan Mean Opinion Score (MOS) dari sepuluh pertanyaan menghasilkan nilai rata-rata 4,68 dari 5,0 yang berada pada kategori “Sangat Setuju”. Penelitian ini menunjukkan bahwa frontend antarmuka aplikasi yang dikembangkan telah memenuhi ekspektasi pengguna baik dari sisi tampilan maupun interaksi, menandakan bahwa pengembangan frontend antarmuka layak digunakan sebagai media monitoring postur ergonomis. Kata kunci— Frontend, Flutter, Firebase, Posture Monitoring, Wearable, Low Back Pain
Co-Authors A, Ikhwanul Arif Qhalbina Aan Sahat M P Turnip Achmad Ali Muayyadi Achmad Munir Achmad Munir Adha Suhariyono Adit Kurniawan Ahmed, Raka Abid Kholish Aisyah Novfitri Ajie, Lenggana Bayu Akmal, Wilda Aksanul Amin Alhafizh, Dzaki Aloysius Adya Pramudita Alvian Raharjo Aji Amanda Nurul Islam Ali Amani , Naila Mada Analisa Nadhira Lestari Anastasia Vera Ruth ANGGELINA, IRSANDI Annam, Imam Chairul Annisa Safira Rachman Arfan Ridwan Hartawan Arfan Ridwan Hartawan Arif, Ikhwanul Ash-Shiddiq, Haniifah Arif Astuti , Rina Pudji Austin Bengeth I. Tambunan Auzano Rabyndra Zhafiri Ayu Safitri Bagus Aditya Bambang Setia Nugroho Bengawan Alfaresi Budi Prasetya Budi Syihabuddin Damayanti, Nabila Rizqa Daniel Christian Sianipar Darmawan, Raihan Putra Degit Refniawan DHONI PUTRA SETIAWAN Dwi Banyu Prawito Dwiyanto Dwiyanto, Dwiyanto Dzecky Dzackwan Hady Edwar EDWAR EDWAR EDWAR Fabrianto, Muhammad Nahlidzan Fadiel, M. Gani Fajar Gunawan FARDAN FARDAN Fauziah, Regita Nurul Fikana, Zahara Nur Ghazwa Azizul Asdhar Gilang Dewangga Gilda Priscilla Gina Hapshah Arrahmah Gurning, Shanty Ezra Rianauli Hafizha, Syahna Hafshin Habibie Tanjung Hamsy, Muhammad Daffa Haniifah Arif Ash-Shiddiq Harfan Hian Ryanu Hawary Siddik Hendro Fransniko Situmeang Heroe Wijanto Hsb, Umar Muaz`zad I Made Santanu Wiryawan Ibrahimovic, Tubagus Qadafi Ikbar, Naufal Ikhwan Muzzaki Iman Hedi Santoso Inung Wijayanto Irhamni, Robby Iriyanto, Alderheza Putra Iwan Iwut Tritoasmoro Izzan Radhi Mafazi Jamal, Muh. Arham Jones A.S., Kevin Jumria, Ummi Karimafikri, Aisha Aulia Kevin, Raymondus Khairani, Hania Silva Khoirul Anwar Larasaty, Sakura Lazuardi Rea Rizkina Liska Ammai Lumbantobing, Ferdi Kurniawan Lutfianne Rafasari M Eiqko Eiqko M Fitriansyah Eka Putra M. Maulana Nugraha Macho Revelino Siahaan Maesharoh, M Imas Masna, Haris Azmil Mastrawan, Achyar Maulani, Azka Mochamad Ryan Fajar Nurdin Muhammad Agy Ramdhan Muhammad Daffa Hamsy Muhammad Fadhil Muhammad Fathan Hizbuddin Muhammad Rustiyarso Mutia, Syifa Nabila Rizqa Damayanti Nabilah, Nisrina Nachwan Mufti A Nawawi, Zainudin Ngurah Pratyusa Dharma Cretrya Nopian Teguh Susyanto Nopian Teguh Susyanto Nugroho, S.T., M.T, Dr. Bambang Setia Nurhaliza, Salwa Pandu Andika Darmawan Paramitha, Camilla Pradnya Phaksi Ghagono Awang Murti Prakasa , Angga Gumilang Dwi Prasetya, Rizky Aris Putra, Ari Yanuar Putri Indra Wahyuningsih Putri Indra Wahyuningsih Putri, Azahra Meidira Nur Suryana Rachfaizi , Rendhy Radial Anwar, Radial Raeida Widyananda Raharja, Azuan Syahril Kurniadi Raihan Anshari Raihan, Mochamad Alif Raihan, Muhammad Wildan Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rasheed Abdurrahman Mulyadi Rayhan Almahdy Regita Nurul Fauziah Rendy Anugerah Reza Firsandaya Malik Reza Firsandaya Malik Riansyah, Aldi Rina Pudji Astuti Ruben Samuel Marojahan Purba Sahara, Ghehena Latipah Adha Salim, Akhmad Raihan Salsabila, Salwa Salwa Salsabila Saputra, Yusuf Eka Sarbrani, Athalah Rafif Irsyach Sendyartha, Aurellia Fieldza Sevierda Raniprima Siddik, Hawary Siregar, Farhan Alfariz Sitepu, Karolina Sitorus, Saidhatul Munawaroh Sudung Parjuangan Parhusip Sugihartono Sugihartono Susanto, Rizky Bayu Susilawati Susilawati Tarigan, Stepen Martinus Tri Cahyani, Kenita Ummi Jumria Uswatun Hasanah Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wenda Adi Irawan Winala, Isra Putri Windi Andaresta Nurul Hakim Wirahilm, Muhammad Fuad Yannisa, Alfia Zahra YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yustina Wahyu Andika Yustina Wahyu Andika Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zainudin Nawawi Zamardah , Putri Arinis Zuchra Latifah Zulfi Zulfi