Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TAHURI

KREATIVITAS MENULIS KARANGAN PERSUASI SISWA SMP Novita Tabelessy
JURNAL TAHURI Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Tahuri
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tahurivol16issue2page35-46

Abstract

Menulis merupakan serangkaian aktivitas menuangkan ide dan gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Menulis tidak bisa dipaksakan kepada seseorang (siswa), karena hasilnya tidak akan memuaskan. Biarlah proses menulis mengalir sendiri dari kemauan siswa, tugas guru untuk membantu, mengarahkan dan memotivasikan siswa. Bila siswa sudah mulai mencintai kegiatan menulis, pasti ada kreativitas yang muncul secara alami dari diri siswa tersebut. Kreativitas yang dimiliki siswa akan berdampak positif bagi siswa itu sendiri, karena siswa tersebut sudah bisa membuka wawasan dan alam pemikiran lebih luas lagi, karena dengan kreativitas yang dimiliki siswa tersebut, mereka dapat menulis apa saja. Dengan ketrampilan menulis yang dimiliki, siswa dapat mengembangkan kreativitas dan dapat mempergunakan bahasa sebagai sarana menyalurkan kreativitasnya dalam kehidupan sesehari dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, kurangnya kreativitas dari siswa akan berdampak buruk bagi pengembangan diri siswa itu sendiri. Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta, suatu pendirian umu, suatu pendapat/gagasan ataupun perasaan seseorang
KETERAMPILAN BERBICARA BERBASIS METODE EKSTEMPORAN BAGI SISWA SMP Novita Tabelessy
JURNAL TAHURI Vol 17 No 1 (2020): Jurnal Tahuri
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tahurivol17issue1page8-15

Abstract

Nurgiantoro menyatakan bahwa berbicara adalah suatu aktivitas keterampilan berbahasa yang kedua setelah menyimak, yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam mengucapkan kata-kata atau bunyi artikulasi untuk menyampikan buah pikiran atau gagasan. Keterampilan berbicara pada jenjang Sekolah Mengah Pertama, megajarkan siswa bagaimana mereka akan berani tampil untuk berbicara di depan umum. Langkah awal yang harus dilakukan guru adalah menerapkan berbagai ilmu pengetahuan tentang keterampilan berbicara, sehingga siswa memiliki pengetahuan yang luas akan apa yang akan disampaikan kepada orang lain. Informasi-informasi yang aktual dan faktual serta komuniaktif dapat disajikan siswa kepada orang lain, ketika mereka memiliki wawasan yang luas, yang diperoleh dari berbagai sumber. Ada empat metode yang dapat dipakai siswa dalam keterampilan berbicara. Salah satu metode yang paling sering dipakai banyak orang adalah metode ekstemporan. Metode ekstemporan ini, pembicara hanya menyiapkan garis-garis besar dari tema atau materi yang akan disampaikan kepada pendengar. Kemudian garis-garis besar itu, siswa kembangkan sendiri dengan kemampuan intelektual yang dimiliki siswa. Metode ekstemporan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kemampuan keterampilan siswa dalam berbicara. Faktor kebahasaan dan faktor nonkebahasaan juga sangat menunjang keefektifan siswa dalam berbicara. Sehingga faktor-faktor itu harus diperhatikan oleh siswa ketika berbicara di depan banyak orang
FORM OF CODE MIX IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING STUDENTS GRADE VIII SMP NEGERI 1 AMBON Novita Tabelessy; Nancy Umkeketony
JURNAL TAHURI Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Tahuri
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tahurivol18issue1page33-39

Abstract

Code mixing is a form of using other languages besides code over. According to Nababan (in Suandi, 2014:139) that code mixing is the mixing of two or more languages or different languages in a speech act or discourse without anything in the language situation that demands mixing the language. Code mixing occurs when a speaker using a language predominantly supports a speech inserted with other language elements. It is usually related to the characteristics of the speaker, such as social background, level of education, religious sense. The object of research is a form of code mixing that occurs in the interaction of online learning of Indonesian subjects. The study used is Sociolinguistic. This type of research is qualitative by using interview techniques, field recording, and direct observation on the form of code mixing in online learning interactions of Indonesian subjects involving subject teachers and grade VIII students of SMP Negeri 1 Ambon. The results of the study found there were 19 forms of code mixing in the interaction of Indonesian language learning students in grade VIII SMP Negeri 1 Ambon. Data in the field shows, too, that not only do students produce code mixes in interactions, but teachers also produce fragments of code mix in communicating. Code mixing that occurs unconsciously is generated more by students, than subject teachers
CAUSES OF CODE MIXING IN INTERACTION LEARNING INDONESIAN FOR CLASS VIII SMP NEGERI 1 AMBON Novita Tabelessy; Sarleoky Umkeketony
JURNAL TAHURI Vol 19 No 1 (2022): Jurnal Tahuri
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tahurivol19issue1page55-59

Abstract

Code mixing occurs when a speaken using a language predominantly supports a speech inserted wih other language elements. This is usually related to the characteristics of the speaker, such as social background, education level, religious taste, this is what experienced by class VIII students of SMP Negeri 1 Ambon. Factors causing code mixing in Indonesian language learning interactions are object of research. The type of research used is descriptive qualitative research, by using the method of observation, field notes and interviews. The data validity technique used by the researcher is the triangulation of sources and theories, and to analyze the factors causing code mixing in Indonesian language learning interactions, the researcher used three stages, namely data presentation, data description process, and verification or making conclusions. The research results found by the researcher were three factors that caused code mixing in the interaction of Indonesian language learning by class VIII students of SMP Negeri 1 Ambon, and the results prove that it is not only students who produce mixed codes in the learning process, but the teacher also produces mixed codes when communicating with students. The process of mixing codes produced by the teacher and students was apparently done unconsciously