Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Partisipasi Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak: Studi Kasus pada Anak Usia 5–6 Tahun di RW 09 Desa Sukakarsa Kecamatan Sukarame Ulpiyati, Alin; Elan, Elan; Mulyadi, Sima
Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Vol. 1 No. 1 (2021): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro’

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.673 KB) | DOI: 10.53754/edusia.v1i1.38

Abstract

Parental participation is very basic in the development of a child's character, one of which is intelligence. Intrapersonal intelligence is very important for children, if someone has a high level of intelligence, he will be able to control his emotions so that the actions taken are based on the correct knowledge. Therefore, in developing this intrapersonal intelligence, a stimulus from parents is needed. The purpose behind this research is to describe the role of parents in developing intrapersonal intelligence of children aged 5-6 years. The researcher uses a case study approach approach, the type of instrumental case study approach. The selection of research subjects was carried out by purposive sampling, which consisted of two families. This information collection method is carried out using interviews, observation, and documentation. This study uses data analysis techniques created by Miles and Huberman. The results showed that parents play a role in providing support, parents play a role in providing guidance, parents play a role in uniting children's activities, parents play a role in providing understanding for children, parents teach children in emotions, parents play a role in habituation to children.
Analisis Pola Interaksi Guru Dalam Membangun Karakter Kemandirian Anak Usia dini Oktaviana, Sovia; Elan, Elan; Purwati, Purwati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi guru dalam membentuk karakter kemandirian pada anak usia dini melalui tinjauan literatur. Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dan mengambil inisiatif secara mandiri. Melalui analisis terhadap literatur yang relevan, artikel ini mengidentifikasi berbagai pola interaksi guru yang efektif dalam membantu anak usia dini membangun karakter kemandirian. Data yang diperoleh dari literatur akan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola-pola interaksi guru dalam membentuk karakter kemandirian pada anak usia dini. Dari hasil tinjauan literatur ini, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara guru dan anak usia dini memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter kemandirian. Pola-pola interaksi yang efektif dan edukatif, seperti memberikan dukungan, memberikan tanggung jawab, dan membangun hubungan yang positif dengan anak-anak, memiliki dampak yang signifikan dalam membantu anak-anak mengembangkan kemandirian. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pendidik dan praktisi dalam merancang strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan kemandirian anak usia dini.
Pengaruh Aktivitas Auditorik Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Pada Lingkungan Masyarakat Fiar Nadiah, Fiar; Sianturi, Risbon; Elan, Elan; Azkia, Syifa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18873

Abstract

Aktivitas auditorik, seperti mendengarkan musik, cerita, atau percakapan yang bermakna, memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendukung perkembangan sosial-emosional individu di tengah kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengalirkan dampak aktivitas auditorik terhadap aspek sosial-emosional, terutama dalam hal empati, kemampuan komunikasi interpersonal, dan pengendalian emosi. Penelitian dilakukan melalui observasi serta wawancara dengan para pendidik di Taman Kanak-Kanak (TK) yang menerapkan metode auditorik dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aktivitas auditorik secara terencana dan rutin dapat meningkatkan sensitivitas sosial anak, membantu dalam mengelola emosi, dan memperkuat hubungan sosial antara sesama. Selain itu, aktivitas ini juga terbukti mampu mereduksi tingkat stres serta menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan mendukung. Temuan ini menunjukkan bahwa program berbasis auditorik dapat dijadikan strategi yang efektif untuk membangun karakter serta kesejahteraan emosional dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan pengembangan program pendidikan berbasis audio sebagai bagian dari kebijakan pendidikan dan sosial dalam rangka menciptakan komunitas yang lebih empatik, komunikatif, dan harmonis. Kata Kunci: aktivitas auditorik, sosial-emosional, masyarakat, komunikasi, empati
The role of special schools in providing services and fulfilling the right to education for children with special needs Fauzian, Mochammad Fiqry; Kania, Delila; Elan, Elan
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v2i3.928

Abstract

The role of special schools in serving and fulfilling the right to education for children with special needs is very important. special schools provide PKPBI (Development of Communication Perception Sound and Rhythm) learning materials for children with special needs. This study aims to determine the planning, constraints, and ways to overcome obstacles to the role of special schools in serving the fulfillment of the right to education for children with special needs at SLB-B Tut Wuri Handayani Bandung City. This research approach uses a qualitative research approach with a case study research method. Data collection interviews, observation and documentation. In this study, the research subjects were the principal, teachers, administration, and students with special needs. The results showed that the role of special schools in serving and fulfilling the right to education for children with special needs has been well fulfilled. Children with special needs as students also get their rights fulfilled, grants from the government that have been registered in Dapodik (Basic Education Data). Obstacles to children with special needs as students cannot get financial assistance from the government because the documents in Dapodik are incomplete. The way to overcome this is to remind parents to collect complete documents.
Analisis Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Usia Dini Mulia, Hana Syifatia; Mulyadi, Sima; Elan, Elan
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1292

Abstract

Keterlambatan bicara menjadi salah satu gangguan perkembangan bahasa yang sering di temukan pada anak. Dengan peneletian ini, penulis bertujuan untuk menganalisa gambaran umum anak dengan keterlambatan bicara, apa yang menjadi faktor penyebab anak mengalami keterlambatan bicara, jenis - jenis dari speech delay serta upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dan pendidik dalam meningkatkan keterampilan bicara pada anak speech delay. Pelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Dengan sumber data merujuk pada buku, jurnal, maupun artikel yang berkaitan, menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab speech delay diantara faktor kesehatan dan faktor lingkungan. Dalam upaya memberikan penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan Hal ini dilakukan agar anak tetap mendapatkan penanganan yang tepat dalam meningkatkan kemampuan sesuai apa yang diharapkan.
Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Seksual Untuk Anak Usia Dini Elan, Elan; Loita, Aini; Wijayanti, Ira
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan pemahaman orang tua terhadap Pendidikan seks untuk anak usia dini serta peran orang tua terhadap penerapan pendidikan seks. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara untuk mengungkap pemahaman orang tua dalam pendidikan seks untuk anak usia dini. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian : (1) Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini (3) Peran Orang tua dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia dini yaitu (a) Memberikan pemahaman tentang seks kepada anak berdasarkan nilai agama serta nilai moral. (b) Beri rasa aman terhadap anak dengan adanya komunikasi yang hangat antar anggota keluarga, (c) Sesuaikan penjelasan mengenai seks dengan usia dan tingkatan pemahaman anak.
STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA DITINJAU DARI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Santoso, Tantri Sundari; Muplihah, Risa; Sianturi, Risbon; Elan, Elan
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v8i2.5005

Abstract

Penanaman nilai-nilai keagamaan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter anak, khususnya dalam perkembangan sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan nilai-nilai agama di lembaga pendidikan anak usia dini dan mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di salah satu TK di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi kemudian dianalisis dengan langkah-langkah analisis kualitatif yang meliputi proses penyederhanaan data, penyajian hasil temuan, dan penarikan makna atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi yang diterapkan di sekolah tersebut, meliputi integrasi pembelajaran agama dalam kegiatan harian, pendekatan personal emosional, dan pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung. Strategi ini berkontribusi dalam membangun fondasi spiritual sekaligus meningkatkan sikap sosial positif anak, seperti empati, kedisiplinan, dan kerja sama. Penerapan berbagai strategi tersebut dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai keagamaan terbukti efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dan teori perkembangan sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.
Implementasi Permainan Tradisional Congklak Dalam Membangun Karakter Kejujuran Anak Usia Dini Di RA Darul Falah Kabupaten Tasikmalaya Hidayanti, Agil; Elan, Elan; Purwati, Purwati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i2.8513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang tereksposnya permainan tradisional, khususnya congklak, di kalangan anak-anak. Tanpa disadari, permainan congklak memiliki banyak manfaat yang dapat membangun karakter anak usia dini, terutama karakter kejujuran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menggali manfaat yang muncul dalam proses bermain congklak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas anak kelompok B RA Darul Falah serta guru kelas RA Darul Falah sebagai narasumber. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain congklak mampu membangun karakter anak usia dini, khususnya karakter jujur pada anak kelompok B usia 5–6 tahun. Penggunaan permainan tradisional congklak dapat dijadikan strategi dalam membentuk karakter kejujuran pada anak usia dini. Oleh karena itu, guru diharapkan lebih kreatif dalam menciptakan media pembelajaran serta memanfaatkan permainan tradisional congklak sebagai sarana penguatan karakter kejujuran.
Development of an Electronic Student Worksheet on Perimeter and Area for Elementary School Students Nurani, Siti; Elan, Elan; Karlimah, Karlimah
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v7i2.29444

Abstract

Banyak siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam mengukur keliling dan luas bangun datar. Pemecahan ini terkait dengan kesalahpahaman, penekanan pada menghafal rumus, dan pengalaman belajar yang bermakna terbatas di berbagai ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan lembar kerja elektronik siswa tentang keliling dan luas untuk siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan tahap analisis dari model pengembangan ADDIE. Data dikumpulkan melalui wawancara guru dan analisis dokumen, termasuk dokumen kurikulum dan lembar kerja elektronik yang ada. Temuan menunjukkan bahwa lembar kerja elektronik saat ini memberikan peluang untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsepisasi; namun, lembar kerja tersebut belum secara sistematis mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan kerja sama. Hasil penelitian menyoroti urgensi pengembangan lembar kerja elektronik siswa yang lebih konstruktif yang mengintegrasikan konsep pengukuran matematika dengan pengembangan karakter. Analisis kebutuhan ini memberikan landasan teoritis dan praktis untuk tahap desain dan pengembangan selanjutnya. 
Persepsi Guru terhadap Materi Mitigasi Perubahan Iklim yang Diaplikasikan melalui Pengintegrasian Visi II Literasi Sains dan Pendekatan STEM Nursofa, Risma; Hamdu, Ghulam; Elan, Elan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107429

Abstract

Climate change mitigation is a crucial subject that needs to be well understood. However, many elementary school students still lack adequate climate change mitigation skills. This study aims to explore teachers’ perceptions of climate change mitigation education for children by integrating the STEM approach and Vision II of Scientific Literacy. The background of this research is Indonesia's commitment to the Paris Agreement to combat climate change, despite the fact that the country remains one of the largest contributors to greenhouse gas emissions. Therefore, climate change mitigation education needs to be taught contextually through STEM and scientific literacy approaches. This research employed a qualitative method with data triangulation through questionnaires, semi-structured interviews, and document analysis. Thematic analysis was conducted using Braun & Clarke’s (2006) model. The findings indicate that teachers perceive terms such as greenhouse effect, greenhouse gases, and global warming as difficult for students to understand, thus hindering meaningful comprehension of climate change mitigation. Furthermore, there is a lack of instructional media that simplifies these concepts for easier student understanding. Learning materials, student worksheets (LKPD), and media that connect climate change mitigation to socio-scientific issues rooted in environmental and social contexts are also currently unavailable.Mitigasi perubahan iklim merupakan materi yang penting untuk dipahami. Namun masih banyak siswa sekolah dasar yang memiliki kemampuan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran mitigasi perubahan iklim pada anak dengan mengintegrasikan pendekatan STEM dan Visi II Literasi Sains. Latar belakang penelitian ini adalah komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris untuk mengatasi perubahan iklim, meskipun nyatanya Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Oleh karena itu, pembelajaran mitigasi perubahan iklim perlu diajarkan secara kontekstual melalui pendekatan STEM dan literasi sains. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan triangulasi data melalui angket, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik berdasarkan model Braun & Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menganggap istilah-istilah seperti efek rumah kaca, gas rumah kaca, dan pemanasan global sulit dipahami siswa, sehingga menghambat pemahaman bermakna tentang mitigasi perubahan iklim. Selain itu, belum ada media pembelajaran yang menyederhanakan konsep tersebut agar mudah dipahami siswa. Pembelajaran, LKPD, dan media yang mengaitkan mitigasi perubahan iklim dengan isu sosiosaintifik berbasis lingkungan dan sosial juga belum tersedia.