Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor Minat Laki-Laki Memilih Profesi Guru PAUD Budi Rachman; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Ali Formen
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2701

Abstract

Rendahnya kehadiran guru laki-laki di ranah pendidikan anak usia dini menjadi permasalahan penting bagi perkembangan anak usia dini terkhusus dalam hal perkembangan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat laki-laki memilih profesi guru PAUD. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PAUD laki-laki di Indonesia, sedangkan sampel penelitian adalah sampel tersedia sebanyak lima orang guru PAUD laki-laki dengan status di satuan PAUD dan lama mengajar yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara untuk memperoleh informasi mengenai faktor minat laki-laki memilih profesi guru PAUD. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode coding melalui tahapan open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat laki-laki memilih profesi guru PAUD dapat dilihat melalui tiga sudut pandang. Penelitian ini memberikan informasi kebaharuan prihal pentingnya kehadiran guru laki-laki bagi anak usia dini ditengah rendahnya kehadiran guru PAUD laki-laki di Indonesia, dengan diketahuinya faktor minat guru laki-laki memilih profesi guru PAUD akan mampu memberikan stimulus dan bahan pengambilan kebijakan bagi pemangku kebijakan untuk meningkatkan kehadiran guru PAUD laki-laki.
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DI MASA SOCIETY 5.0 Novianti Amalia Setiawati; Elan Elan; Budi Rachman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.233 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2632

Abstract

AbstrakPada masyarakat era 5.0 sangat erat kaitannya dengan kemajuan teknologi dan informasi yang kompleks, dimana para remaja saat itu juga merasakan pengaruhnya. seperti munculnya banyak kejahatan, kolusi dan otokrasi, ekstremisme, korupsi, kejahatan seks, kehidupan  konsumtif, kehidupan politik yang tidak efektif. Tentu itu akan menjadi bahaya bagi generasi emas Indonesia. Pendidikan karakter merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk membentuk kepribadian generasi muda. Situasi generasi muda Indonesia saat ini dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Banyak kasus yang melibatkan generasi muda berlipat ganda dan menunjukkan kerusakan moral, yang menunjukkan bahwa generasi muda tidak lagi memiliki karakter yang baik, karena itu pendidikan pancasila diperlukan. Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu cara untuk mewujudkannya bagi generasi mendatang. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki fungsi antara lain mengembangkan keterampilan partisipatif yang menjadikan warga negara Indonesia aktif, kritis, cerdas dan demokratis, serta membangun budaya demokrasi yang beradab.Kata Kunci: Pendidikan kewarganegaraan, Era 5.0, Generasi Muda AbstractIn society era 5.0 is very closely related to technological advances and complex information, where teenagers at that time also felt the influence. such as the emergence of many crimes, collusion and autocracy, extremism, corruption, sex crimes, consumptive life, ineffective political life. Of course it will be a danger to Indonesia's golden generation. Character education is one of the right choices to shape the personality of the younger generation. The situation of Indonesia's young generation is currently in a very worrying state. Many cases involving the younger generation multiply and show moral damage, which shows that the younger generation no longer has good character, therefore Pancasila education is needed. Civic education is one way to make it happen for future generations. Citizenship Education has a function, among others, to develop participatory skills that make Indonesian citizens active, critical, intelligent and democratic, and to build a civilized democratic culture.Keywords: Civic education, Era 5.0, Young Generation
Penanaman Nilai Moral Dan Nilai Pancasila Anak Usia Dini Malavini Nur Hasanah; Elan Elan; Budi Rachman
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2022): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.6.2.65-71

Abstract

Penanaman nilai moral dan nilai pancasila bagi anak usia dini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan baik oleh orang tua, guru, maupun lingkungan masyarakat. Pondasi moral anak di era modern ini banyak terdegredasi oleh pengaruh budaya luar dan terasa pesatnya di era modern ini melalui media informasi seiring dengan perkembangannya internet . Ketika anak berada di usia dini orang tua harus mendidik dan mengajarkan tentang banyak hal salah satunya adalah penanaman moral dan nilai pancasila untuk membantu dan mendukung kehidupan anak di masa yang akan datang. Pendidikan nilai dan moral pancasila sejak usia dini di harapkan mampu membentuk anak agar tau mana yang baik buruk , benar salah sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal anak jika sudah dewasa nanti agar tidak terjerumus ke hal yang negatif dan ke norma kehidupan berbangsa. Metode yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa, penelitian dengan menggunakan metode studi literatur adalah sebuah penelitian dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber.
Penanaman Moral dan Karakter Anak Usia Dini dari Nilai-Nilai Pancasila dengan Metode Nyata Belajar di Ranah PAUD Leni Puspita Dewi; Budi Rachman
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 3 No. 3: Desember 2022
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v3i3.100

Abstract

The Indonesian nation has several rules in its government, regulations or national identity are contained in Pancasila. In Pancasila there are five precepts or five basics that contain national values. These values ??must be applied from early childhood. Moral values ??and character values ??in children can be formed from Pancasila values. The moral of early childhood is the conscience possessed by children to behave in accordance with the rules in society. Moral development is marked by the understanding and awareness of the individual to act in accordance with the rules that are required to be applied since the child reaches an early age. The character of the child is a description of the child's behavior that can be judged from the norms of the community environment. This study aims to analyze children's learning to improve the morality and character of children for the Indonesian nation in the future. Through a literature study research method approach, there are findings that children's moral and character cultivation of Pancasila values ??from this research can use various methods and media. Methods and media that can be used to teach children include playing methods, storytelling methods, demonstration methods, and many other methods.
THE ROLE OF PARENTS IN INSTILLING THE VALUES OF PANCASILA TO YOUNG CHILDREN Ilfiani Alfanisa; Elan Elan; Budi Rachman
Journal of Early Childhood Education (JECE) JECE (Journal of Early Childhood Education) | Vol. 4 No. 1 June 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v4i1.25969

Abstract

This article aims to provide information about the critical role of parents in instilling Pancasila values in early childhood. Pancasila is used as a way of life, the philosophy of the state, the foundation of the state, and also the State Ideology, which needs to be implemented and upheld in a planned manner both by the organizers and by the state. The method used in this study uses a literature study. Researchers conduct a literature study by collecting books or magazines related to the problem and research objectives. The type of data used is secondary data and uses a data collection method, namely a literature study. This study's results explain that parents' role in instilling Pancasila values is significant because early age is often referred to as The Golden Age. Cooperation from several parties, both from the role of the teacher, the family environment, and the role of parents, is very effective in educating and instilling Pancasila values in children to form a just and wise generation of nations in the future.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA ANAK USIA DINI Syifa Faujiyah; Elan; Budi Rachman
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL ABDI MERCUSUAR (JAM)
Publisher : LPPM STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v2i2.340

Abstract

Latar Belakang: Tulisan ini menerangkan tentang media gambar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila yang meliputi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuaan, kerakyatan, dan keadilan, merupakan salah satu media pemelajaran yang efektif, karena dengan gambar anak lebih mudah memahami apa yang terkandung pada gambar tersebut. Metode: Artikel ini telah diulas menggunakan pendekaatan dengan menganalisis berbagai referensi baik dari buku maupun artikel jurnal. Pembelajaaran ini menggunakan metode Picture and Picture, yaitu suatu model pembelajaran menggunakan media gambar yang diurutkan secara logis, jadi dalam metode ini gambar-gambarlah yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru harus sudah menyiapkan gambar yang akan diberikan kepada anak. Dengan menggunakan metode ini anak akan merasa senang dalam melaksanakan pembelajarnnya, dan menganggap bahwa hanya gurulah yang berperan sebagai aktor dikehidupannya dan seolah-olah gurulah sebagai satu-satunya sumber dalam belajar. Hasil: Hasil dari penerapan media gambar pada anak usia dini yaitu meningkatkan konsentrasi belajar pada anak, anak lebih fokus pada indra penglihatannya, berkembangnya imajinasi pada anak, membentuk watak dan karakter anak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Minat Mahasiswa Laki-Laki Program Studi PGPAUD Atau Sejenis Di Indonesia Untuk Menjadi Guru PAUD Budi Rachman; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Ali Formen
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena skala nasional dan global menunjukan guru atau pendidik PAUD di dominasi oleh perempuan. Banyak perguruan tinggi membuka program studi PGPAUD atau sejenis yang dianggap mampu memberikan kompetensi bagi para calon guru PAUD  sebagai syarat minimal pendidikan bagi guru PAUD, akan tetapi fenomena menunjukan hanya terdata 26 mahasiswa laki-laki dari 15 perguruan tinggi dari 9 provinsi dan satu Universitas Terbuka. Dengan populasi yang begitu minim perlu didapatkan fakta bagaimana minat mahasiswa laki-laki Prodi PGPAUD atau sejenis terhadap profesi guru PAUD, sehingga dapat diketahui apakah populasi guru PAUD laki-laki akan bertambah atau justru tetap minimal seperti fenomena saat ini. Pendekatan mixed method digunakan dalam penelitian ini, tahap awal penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan dilanjutkan dengan penelitian survei yang menunjukan hasil 89% responden memiliki ciri-ciri minat, dengan faktor yang paling berkontribusi adalah adanya kemauan bagi para mahasiswa laki-laki Prodi PGPAUD atau sejenis untuk terlibat langsung dengan anak usia dini dalam dunia kerja. Faktor minat intrinsik didapatkan hasil 84,5% memiliki minat menjadi guru PAUD dengan faktor yang paling berkontribusi adalah faktor pendapatan finansial. Adapun dalam variabel faktor minat ekstrinsik didapatkan hasil 76% memiliki minat menjadi guru PAUD dengan faktor yang paling berkontribusi adalah faktor lingkungan keluarga.
Pentingnya Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme dan Patriotisme pada Anak Usia Dini Luthfillah, Nuruzahra; Elan; Budi Rachman
Journal of Education Research Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v3i1.74

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin kompleks, semakin rumit pula permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan karakter bangsa. Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme sangat penting sebagai solusi dalam permasalahan yang berkaitan dan penanaman karakter anak usia dini, karena anak pada masa ini mengalami fase perkembangan yang sangat kritis dan melekat selama masa kehidupan nya. Melalui metode penelitian studi literatur yang menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada pembahasan yang dikaji sehingga mencapai hasil akhir, dengan sumber data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme ini telah terlaksana oleh sebagian satuan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan pada anak yang melalui suatu kebiasaan dan keteladanan yang diterapkan. Metode yang umumnya digunakan oleh tenaga pendidik yaitu : bernyanyi lagu kebangsaan, bercerita, mendongeng dan menari, karyawisata, upacara bendera, dan lain-lain.
Persepsi Masyarakat terhadap Guru Anak Usia Dini Laki-Laki di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Rachman, Budi
Absorbent Mind Vol 4 No 1 (2024): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v4i1.4347

Abstract

This research is motivated by the low population of male early childhood school teachers which results in a low level of masculine roles for children while they are at school. Community assessment of male early childhood school teachers is an inseparable part of the high and low population of male early childhood school teachers in early childhood school units. In line with that, this research aims to look at the public's perception of male PAUD teachers in Kawalu District, Tasikmalaya City. By knowing the public's perception of male early childhood school teachers, it is hoped that this research can be a stimulus to increase the presence of male teachers in early childhood school units. The approach taken in this research is a quantitative approach with a descriptive survey method. The research tool used was a questionnaire with a Likert scale. The research data was processed using descriptive statistics. The results of the research show that the community has a positive perception of the presence of male early childhood school teachers, the community considers that male early childhood school teachers can act as masculine figurs and act as substitutes for fathers while their children are at school. The community also considers that male early childhood school teachers have quite challenges as professional early childhood school teachers. Ultimately, the community hopes that there will be an increase in the population of early childhood school teachers in early childhood school units, especially Kawalu District, Tasikmalaya City.
Model Pembelajaran Sains di Lingkungan Keluarga: Model Pembelajaran Sains di Lingkungan Keluarga Kusumastuti, Narendradewi; Tanto, Octavian Dwi; Rachman, Budi
Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2023): Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : PIAUD Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ra.v7i1.17567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui model pembelajaran sains di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu orang tua dan anak di Kabupaten Ngawi. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu keluarga di kabupaten ngawi mengenalkan pembelajaran sains dengan kategori life science seperti memelihara hewan, mengamati bagian bagian tubuh kucing, pola hidup kucing, pola makan kucing, dan mengamati tanaman buah kesayangan, ecology seperti memandikan hewan peliharaan dan merawat agar hewan peliharaan tetap sehat, menanam padi, menjaga tanaman kesayangan berupa tanaman buah, physical science misalnya membuat es batu, air yang direbus dalam jumlah banyak bisa berkurang volumenya,bermain gelembung sabun, bermain warna, kategori earth and space science misalnya mengenalkan benda langit, mengajak anak pergi ke sawah dan diberikan edukasi atas apa yang anak lihat, seperti air dalam kali, pegunungan yang terpandang dari kejauhan tekstur tanah lumpur, tanah daratan bebatan.