Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengabdian Kepada Masyarakat Dengan Asuhan Kebidanan Pada Pasien Retensio Placentadi Puskesmas Pembantu Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai Dionesia Octaviani Laput; Eufrasia Prinata Padeng; Putriatri Krimasusini Senudin; Fransiska Nova Nanur
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4126

Abstract

ABSTRAK Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, persalinan, nifas hal tersebut merupakan proses yang fisiologis. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan yang dapat menimbulkan kesakitan bahkan kematian baik pada ibu dan bayi. Tujuan kegiatan ini untuk mempelajari dan memahami asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonates dan KB  secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tujuh langkah varney. Tehnik pengambilan data melalui wawancara, observasi langsung dan studi dokumen rekam medic. Analisa data dilakukan secara deskriptif berdasarkan tujuh langkah varney. Hasil kegiatan ini adalah Ny. M.G.L umur 26 tahun, G2P1A0, ibu bersalin  dengan retensio placenta dan penatalaksanaan manual placenta sesuai standar SOP di tingkat pelayanan primer, nifas normal, BBL normal  dan ibu menggunakan KB suntik 3 bulanan. Kata kunci  : Asuhan kehamilan, bersalin, Retensio Placenta. ABSTRACT Every woman will go through a process of pregnancy, childbirth, childbirth, this is a physiological process. During this process, there may be health problems that can cause pain and even death to both mother and baby. The purpose of this activity is to learn and understand midwifery care for pregnant women, childbirth, postpartum, neonates, and family planning in a comprehensive manner. The method used is the descriptive qualitative research method with a seven-step Varney case study approach. Data collection techniques through interviews, direct observation, and study of medic record documents. The data analysis was done descriptively based on the seven Varney steps. The result of this activity is Mrs. M.G.L, 26 years old, G2P1A0, a mother giving birth with retained placenta and manual management of the placenta according to SOP standards at the primary care level, normal postpartum, normal LBW, and the mother uses 3-monthly injection contraceptives. Key words: Pregnancy care, childbirth, Retensio Placenta
Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Melalui Penyuluhan Tentang Kegunaan Buku KIA (Kesehatan Ibu Dan Anak) Di Puskesmas Pembantu Gumbang Wilayah Kerja Puskesmas Pagal Eufrasia Prinata Padeng; Fransiska Nova Nanur
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3821

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan Kelas Perempuan Hamil Melalui Bimbingan Penggunaan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Di Pustu Gumbang. Kelas ibu hamil merupakan salah satu kegiatan penting dalam pelaksanaan penjelasan terkait Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah  sebagai upaya belajar dari ibu, suami dan keluarga melalui metode pembelajaran bersama di kelas yang difasilitasi oleh petugas kesehatan. Penyelenggaraan kelas bagi ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Pelaksanaan kelas untuk ibu hamil menggunakan metode penyuluhan dengan menggunakan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)  dan media Slide (Power Point). Pelaksanaan kelas ibu hamil di Pustu Gumbang menunjukkan bahwa penyuluhan membawa perubahan perilaku dan pengetahuan ibu hamil. Untuk itu perlu menjadikan penyuluhan sebagai kegiatan rutin dalam melaksanakan perkuliahan ibu hamil. Kata Kunci: Wanita Hamil, Buku KIA, Pengetahuan  ABSTRACT Implementation of Class for Pregnant Women through Guidance on the Use of the MCH (Maternal and Child Health) Book at Pustu Gumbang. The class of pregnant women is one of the important activities in implementing the explanation regarding the MCH Handbook (Maternal and Child Health) in the community. The purpose of this activity is as an effort to learn from mothers, husbands, and families through collective learning methods in class facilitated by health workers. The implementation of classes for pregnant women aims to increase the knowledge of pregnant women about pregnancy care, childbirth, childbirth, and newborns. Classroom implementation for pregnant women uses the extension method using the MCH Handbook (Maternal and Child Health) and Slide (PowerPoint) media. The implementation of the class for pregnant women at Pustu Gumbang shows that counseling brings about changes in behavior and knowledge of pregnant women. For this reason, it is necessary to make counseling a routine activity in carrying out lectures for pregnant women. Keywords: Pregnant Women, MCH Handbook, Knowledge
Puu teu ( Tepung tete ungu ) sebagai olahan ubi ungu untuk Makanan Pendamping AIR SUSU IBU (MP-ASI) Pascalina Harming Pranova; Priska Nomor; Meltiana Mena; Eufrasia Prinata Padeng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5300

Abstract

ABSTRAK Makanan Pendamping ASI menjadi salah satu kebutuhan bayi yang sangat penting ketika bayi mulai menginjak usia 6-24 bulan. Pada usia ini kebutuhan energi bayi menjadi besar dan tidak tercukupi jika hanya dengan ASI (Air Susu Ibu) saja, sehingga diperlukan sumber dari energi lain seperti contohnya dari ubi ungu . Usia 0-11 bulan bayi mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat hingga mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Periode emas ini dapat tercapai secara optimal dengan ditunjang asupan nutrisi yang tepat sejak lahir.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan pengolahan ubi jalar ungu menjadi Makanan Pendamping ASI yang juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Serta meningkatkan karya kreativitas dari masyarakat untuk memanfaatkan ubi ungu. Bahan baku yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah tepung Tete Ungu (Tepung Ubi jalar Ungu). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan atau pemaparan dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI berbasis bahan lokal yaitu dari tepung ubi ungu secara langsung kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini , Hal ini bisa dilihat saat pelatihan dimana adanya peran aktif dari para peserta. Selama pelatihan pembuatan MP ASI para peserta menunjukan kemampuan mereka dan pada akhirnya berhasil membuat MP ASI berbahan lokal yaitu dari ubi ungu. Para peserta yang ikut kegiatan pengabdian ini mengerti dan paham terkait pembuatan tepung tete ungu (tepung ubi jalar ungu) serta pembuatan Makanan pendamping ASI berbahan pangan lokal yaitu ubi jalar ungu. Perlu diadakan program kesehatan terkait pembuatan MP ASI berbasis pangan lokal secara berkesinambungan Kata Kunci: Air Susu Ibu,Makanan Pendamping ASI, Tepung Ubi Ungu, Ubi ungu ABSTRACT Complementary food is one of the most important baby needs when babies start to reach the age of 6-24 months. At this age the baby's energy needs become large and cannot be met if only with breast milk, so other sources of energy are needed, such as purple sweet potatoes. Age 0-11 months babies experience a period of rapid growth and development until it reaches its peak at the age of 24 months. This golden period can be achieved optimally with the support of proper nutrition from birth. The purpose of this service activity is to introduce the processing of purple sweet potato into a complementary food for breast milk which also has a high nutritional content. As well as increasing the creativity of the community to use purple sweet potato. The raw material used in this service is Tete Ungu flour (Purple Sweet Potato Flour). The implementation of this activity is carried out through counseling or exposure and the practice of making complementary foods based on local ingredients, namely from purple sweet potato flour directly to mothers who have children under five. The participants were very enthusiastic about participant in this service activity, this could be seen during the training where there was an active role from the participants. During the training on making MP ASI (Complementary food), the participants showed their abilities and in the end succeeded in making MP ASI (Complementary food) made from local ingredients, namely purple sweet potato. The participants who took part in this service activity understood and understood the manufacture of tete ungu flour (purple sweet potato flour) and the manufacture of complementary breast milk made from local food, namely purple sweet potato. It is necessary to hold a health program related to the manufacture of MP ASI based on local food in a sustainable manner Keywords: Breast Feeding, Complementary Foods for Breast Milk, Purple Sweet Potato Flour, Purple Sweet Potatoes
THE GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 DI PUSKESMAS BANGKA KENDA Eufrasia Prinata Padeng
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v6i2.2150

Abstract

Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan selain ASI yang diberikan pada bayi usia 6-24 bulan. Namun pada kenyataannya tidak semua ibu memberikan makanan pendamping ASI pada waktu yang tepat. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping ASI oleh ibu antara lain pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) di Puskesmas Bangka Kenda. Penelitian ini di rancang menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian ini berjumlah 73 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari ibu memiliki pengetahuan yang cukup (42,5%). Secara umum, kategori pengetahuan yang cukup ini terjadi karena ibu menganggap bahwa MP-ASI lebih baik diberikan pada usia kurang dari 6 bulan. Saran, berdasarkan hasil penelitian, maka pengetahuan tentang makanan pendamping ASI sangat perlu ditingkatkan dengan pemberian informasi yaitu dengan kegiatan penyuluhan gizi pada anak, pembagian leaflet, diskusi ataupun bentuk kajian bisa menjadi pilihan referensi sebagai upaya untuk terwujudnya peningkatan pengetahuan pada ibu yang masih memiliki tingkat pengetahuan cukup
Edukasi Tumbuh Kembang dan Pelatihan Pijat Bayi Pada Ibu Balita di Desa Dalo Kecamatan Ruteng Imelda Rosniyati Dewi; Maria Conchita Leyla Centis; Putriatri Krimasusini Senudin; Eufrasia Prinata Padeng; Emelinda Desi Saputri; Kristina Farida; Melania Hartati Saul; Mariani Konsita Panggur; Luisa Herlina Jina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12296

Abstract

ABSTRAK Kesehatan anak diperoleh dengan pengupayaan tumbuh kembang yang optimal, diantaranya melalui pengetahuan tentang perkembangan anak sesuai usia dan langkah-langkah stimulasi perkembangan tersebut. Salah satunya melalui pijat bayi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada orangtua khususnya ibu bayi 3-12 bulan sehingga mampu melakukan kegiatan pijat untuk anak-anak di rumah sebagai upaya mendukung program Indonesia sehat dengan mempromosikan upaya promotive dan preventif dengan memberdayakan masyarakat. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah dan demonstrasi melalui pemerian edukasi tumbuh kembang dan pelatihan pijat bayi. Jumlah Partisipan sebanyak 10 ibu bayi usia 3-12 bulan serta 2 orang kader yang didampingi oleh 9 orang tim peneliti. Responden sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir dan hasil evaluasi langsung selama kegiatan menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan stimulasi pijat. Pelatihan pijat bayi diharapkan dapat terus dilaksanakan melalui pemberdayaan lebih banyak orang yang terlibat dalam pengasuhan bayi dan anak. Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan Pijat Bayi, Bayi 3-12 Bulan  ABSTRACT Children's health is achieved through the pursuit of optimal growth and development, including through knowledge of age-appropriate child development and the steps to stimulate that development. One of them is through baby massage. The purpose of this activity is to provide education and training to parents, especially mothers of infants 3-12 months so that they are able to do massage activities for children at home as an effort to support the healthy Indonesia program by promoting promotive and preventive efforts by empowering the community. The methods in this activity were lectures and demonstrations through the provision of growth and development education and baby massage training. The number of participants was 10 mothers of infants aged 3-12 months and 2 cadres who were accompanied by 9 researchers. Respondents were very enthusiastic in participating in the activity from start to finish and the results of direct evaluation during the activity showed that there were changes in the knowledge and skills of mothers in providing massage stimulation. Baby massage training is expected to continue to be implemented through empowering more people involved in the care of infants and children.  Keywords: Education, Baby Massage Training, Infants 3-12 Months Old
Pencegahan Stunting Melalui Pendekatan Keluarga di Desa Lentang Dusun Watu Weri Eufrasia Prinata Padeng; Natalia Damaiyanti Putri Raden; Dionesia Octaviani Laput; Putriatri Krimasusini Senudin; Fransiska Nova Nanur; Maria Conchita Leyla Centis; Maria Fridolin Kawu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11296

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Desa Lentang adalah contoh dari desa yang menghadapi tantangan signifikan terkait stunting, terutama karena akses terbatas terhadap sumber daya kesehatan dan gizi yang memadai. Artikel ini menyoroti pentingnya pendekatan keluarga dalam mengatasi stunting, dengan memperhatikan peran orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam memberikan dukungan serta pemahaman tentang nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam artikel ini, akan diulas berbagai strategi dan pendekatan yang dapat dilakukan oleh keluarga di Desa Lentang untuk mencegah stunting. Edukasi tentang gizi yang seimbang, praktik pemberian makan yang tepat, dan perawatan kesehatan anak secara menyeluruh merupakan beberapa aspek yang akan ditinjau. Selain itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor kesehatan lokal juga akan ditekankan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan efektif.Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman terkait pemberian nutrisi pada anak melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi dan  pelatihan bagi orang tua tentang praktik pemberian makan yang benar dan cara merawat anak secara optimal. Hasil dari kegiatan tersebut adalah dapat menurunkan angka stunting.Top of Form Kata Kunci: Edukasi, Stunting, Pemberian Makanan.   ABSTRACT Stunting is a serious public health problem in many countries, including Indonesia. Lentang Village is an example of a village that faces significant challenges related to stunting, mainly due to limited access to adequate health and nutrition resources. This article highlights the importance of a family approach in overcoming stunting, taking into account the role of parents and other family members in providing support and understanding of proper nutrition for children's growth and development. In this article, we will review various strategies and approaches that families in Lentang Village can take to prevent stunting. Education about balanced nutrition, proper feeding practices, and comprehensive child health care are some of the aspects that will be reviewed. In addition, the importance of collaboration between the government, the community and the local health sector will also be emphasized so that stunting prevention efforts can run effectively. The aim is to provide an understanding regarding providing nutrition to children through health education. The method used is education and tLentangning for parents about proper feeding practices and how to care for their children optimally. The result of these activities is to reduce stunting rates. Keywords : Education, Stunting, Feeding.
Working Mother’s Breastfeeding Experience: A Phenomenology Qualitative Approach Natalia Damaiyanti Putri Raden; Eufrasia Prinata Padeng; Dionesia Octaviani Laput
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v4i2.72525

Abstract

Breast milk is a diet that satisfies all of a baby’s physical, psychological, social and spiritual needs because it contains nutrients, hormones, immunological components and growth factors. Unfortunately, many working mothers choose to stop breastfeeding due to various factors. The purpose of this study was to explore the experiences of working mothers in exclusive breastfeeding. This study used a qualitative research design with a phenomenological descriptive approach. Data were collected using in-depth interviews and then analyzed using the Colaizzi method. The study results show that children who receive exclusive breastfeeding are healthier and have adequate nutrition. However, working mothers have difficulty in breastfeeding. So, support from partners, family members, supervisors and colleagues influences a mother’s decision to breastfeed. In addition, leave regulations and child care facilities at work affect breastfeeding ability of working mothers. This study provides information about breastfeeding challenges and the support needed by breastfeeding mothers working to formulate better policies that support breastfeeding. Policies covering employee rights and privileges, such as extended maternity leave, support facilities and child care services, are critical to the success of exclusive breastfeeding by working mothers.
The Factors Associated With The Use Of Personal Protective Equipment By Midwives During Delivery Assistance During The COVID-19 Pandemic Padeng, Eufrasia Prinata
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 7 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61720/jib.v7i3.388

Abstract

Penyakit Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV2). Penyakit ini ditularkan melalui manusia kemanusia melalui kontak erat. Individu yang paling rentan dan beresiko terinfeksi virus corona ini adalah mereka yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID-19 atau tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Adapun Populasi dalam penelitian adalah sekelompok subjek yang menjadi sasaran penelitian. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang melakukan pertolongan persalinan dengan jumlah responden sebanyak 23 orang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden selalu menggunakan masker medis yaitu 23 orang (100%) dalam melakukan pertolongan persalinan . selalu menggunakan tutup kepala 19 orang (82.6%), Selalu menggunakan Handscoon 22 orang (95.6%), Selalu menggunakan Kaca Mata 10 orang (43.5%), Selalu menggunakan Hazmat 6 orang (26%) dan selalu menggunakan Sepatu Boot 20 orang (87%). Kesimpulan penelitian ini adalah bidan mengalami kendala saat menolong persalinan , dimana bidan kesulitan dalam pemenuhan APD dan bahan pencegahan infeksi lainnya karena sulit didapatkan serta harga yang tidak terjangkau. Sehingga Penggunaan APD pada persalinan level 2 tidak terlaksana secara maksimal
Hubungan Antara Jenis Kontrasepsi Terhadap Tingkat Kecemasan Pengguna Kontrasepsi di Puskesmas Pagal Kabupaten Manggarai Padeng, Eufrasia Prinata
Wawasan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2018): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.584 KB)

Abstract

Perkembangan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Tanpa adanya usaha-usaha pencegahan perkembangan laju peningkatan pertambahan penduduk yang terlalu cepat, usaha-usaha di bidang pembangunan ekonomi dan sosial yang telah dilaksanakan dengan maksimal akan tidak berfaedah. Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 yang menjelaskan tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebutkan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak, kemudian usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan dengan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Penelitian ini merupakan penelitian analisis korelasi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi 489 akseptor dan sampel 242. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi terhadap tingkat kecemasan dengan nilai p=0,000 (p<0,05).
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS) PADA SISWI KELAS XI IPS 1 DI SMAK SETIA BAKTI RUTENG Padeng, Eufrasia Prinata; Saputri, Elisabeth Isabela
Wawasan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Wawasan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju ke dewasa, bukan hanya dalam arti psikologis tetapi juga dalam arti fisik. Perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja, sedangkan perubahan psikologis muncul sebagai akibat dari perubahan fisik. Batasan usia remaja adalah 11-24 tahun dan belum menikah. Proses dalam penyesuian diri menuju kedewasaan ada tiga tahap perkembangan remaja, yaitu: remaja awal (early adolescence ), remaja madya (middle adolescence), remaja akhir (late adolescence).menurut data WHO, 2010 diketahui 75% perempuan WUS (Wanita Usia Subur) di dunia pasti akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidupnya, 45% akan mengalami dua kali atau lebih. Masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja juga dikenal dengan istilah pubertas . Sasaran dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI di SMAK Setia Bakti Ruteng yang mengalami keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang keputihan pada siswi Kelas XI IPS 1 Di SMAK Setia Bakti . Penelitian ini dilaksanakan di SMAK Setia Bakti dengan 37 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar dari remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang (46.0%). Simpulan secara umum, kategori pengetahuan yang kurang ini terjadi karena hampir seluruh remaja putri belum pernah mendapatkan informasi mengenai keputihan