Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Studi In Vivo Ekstrak Etanol 96% Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Pada Hewan Mencit Jantan (Mus musculus) Yang Terpapar Asap Rokok Istikomah, Nabila; Saputri, Gusti Ayu Rai; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.17629

Abstract

Antioksidan yang ditemukan dalam daun asam jawa menjadikan tanaman ini sebagai alat yang potensial dalam melawan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah kandungan antioksidan daun asam jawa dapat secara efektif menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan melindungi tikus jantan (Mus musculus) dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dalam asap rokok. Menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%, daun asam jawa diekstraksi. Setelah mengukur kadar MDA pada tikus, ekstrak daun asam jawa dimasukkan ke dalam uji skrining fitokimia. Hewan secara acak dimasukkan ke dalam salah satu dari enam kelompok: I, kelompok kontrol yang tidak menerima pengobatan apa pun, II, kelompok kontrol negatif yang hanya menerima paparan asap rokok, III, kelompok vitamin E, dan IV–VI, kelompok yang menerima ekstrak daun asam jawa dengan dosis masing-masing 20 mg/kgBB, 28 mg/kgBB, dan 36 mg/kgBB. Pada hari kelima belas, sampel darah diambil dari tikus jantan melalui jantung untuk mengukur kadar MDA mereka. Penurunan kadar MDA yang efektif pada tikus dicapai pada dosis 36 mg/kgBB ekstrak etanol daun asam jawa. Kadar MDA plasma tikus dapat dikurangi dengan pemberian ekstrak etanol daun asam jawa. Rata-rata kadar MDA plasma pada tikus berbeda, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikan p<0,05 dalam uji statistik ANOVA.
Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Saputri, Gusti Ayu Rai; Primadiamanti, Annisa; Andrianti, Windi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10643197

Abstract

Depression can be caused by biological factors, psychological factors and social factors. This study aims to determine the effectiveness of Red Onion Peel Extract (Allium cepa L.)as an antidepressant in mice.The method used for the antidepressant test is TST (Tail Suspension Test) to make mice stress and FST (Forced Swim Test) to see immobility time.The test animals used male mice divided into five treatment groups given orally.The results showed that K+ (Amitriptiline25mg), K-(Na-cmc05%), KU1 (200mg/kgBw), KU2 (250mg/kgBw) and KU3 (300mg/kgBw) had an antidepressant effect by showing the occurrence of immobility time. The result of One Way ANOVA immobility time test is a value of 0.003 which states that shallot skin can affect the immobility time of mice. It can be concluded Giving variant doses of shallot skin extract (Allium cepa L.) gives the effect of immobility time on male white mice (Mus musculus) with the most effective dose as an antidepressant is a dose of 300 mg / kgBB..
Aktivitas Analgetik Kombinasi Daun Dan Buah Ciplukan (Physalis angulata L.) Pada Mencit (Mus musculus) Primadiamanti, Annisa; Saputri, Gusti Ayu Rai; Apriliana, Sukma
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik daun dan buah ciplukan dengan metode maserasi. Metode maserasi lebih efektif karena tidak menggunakan pemanasan sehingga senyawa kimia termolabil yang akan diekstraksi tidak terurai atau rusak. Uji skrining fitokimia untuk mengetahui pada daun dan buah ciplukan terdapat senyawa yang mampu mengatasi analgetik. Dilihat dari jumlah geliat pada mencit yang diinduksi asam asetat 1% 0,2 ml, dilakukan terhadap 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. K- diberi Na-CMC 1%, paracetamol sebagai K+, kombinasi daun dan buah ciplukan diberi dosis KU 1 (25:25 mg/kg BB), KU 2 (25:50 mg/kg BB), KU 3 (50:25 mg/kgBB). Kombinasi ekstrak daun ciplukan dan buah (Physalis angulata L.) dapat memberikan efek analgesik yang ditunjukkan dengan hasil nilai proteksi sebesar 56,34% dan efektivitas analgesik sebesar 82,80% pada dosis kombinasi 2:1 yaitu daun ciplukan 50 mg/kg BB dan 25 buah ciplukan mg/kgBB.
Evaluation of the Use of Antihypertensive Drugs in Outpatients at Bandar Lampung Private Hospitals Natalia, Lusia; Saputri, Gusti Ayu Rai; Wijaya, Satria
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i7.1808

Abstract

Hypertension is one of the diseases that always receives the world's attention because it is the largest cause of morbidity globally. The main problem related to hypertension is the inaccuracy of prescribing antihypertensive drugs that often occurs in developing countries such as Indonesia. This study aims to evaluate the use of antihypertensive drugs in outpatients at Bandar Lampung Private Hospital. The study used a non-experimental descriptive quantitative method with a retrospective approach based on the medical records of hypertension patients for the period March-May 2024 using the JNC 8 guideline. The research sample was 100 hypertensive patients who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the characteristics of patients were dominated by women (58%), age >60 years (48%), and hypertension of degree 1 (73%). The evaluation of the accuracy of the use of antihypertensive drugs showed the correct dosage of 165 patients (91%), the correct disease indication of 100 patients (100%), the correct selection of drugs for 100 patients (100%), the correct diagnosis of 100 patients (100%), the correct way of administering 181 drugs (100%), and the right time interval for giving 172 patients (95.03%). The most drug combination was ACEI + CCB (18%) with amlodipine 10mg as the most commonly used drug (19.34%). It can be concluded that the use of antihypertensive drugs at Bandar Lampung Private Hospital has shown a high level of rationality on most of the evaluation parameters.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN SONGGA (Strychnos ligustrina R.Br) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DIINDUKSI ALOKSAN PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Qhairola, Madury; Saputri, Gusti Ayu Rai; Perangin-Angin, Martinus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17545

Abstract

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Songga (Strychnos ligustrina R.Br) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Yang Diinduksi Aloksan Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus)Penyakit diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh sekresi insulin dan sensitivitas reseptor insulin. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi dan sediaan suspensi dibuat menggunakan Na CMC 0,5% sebagai pensuspensi dan dilarutkan dengan aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 5 hari perlakuan pada tikus yang diinduksi aloksan sebanyak 1ml/gBB dengan cara peroral. Hewan uji coba dibagi menjadi 5 kelompok terdiri dari kelompok (K-), (K+), dosis ekstrak daun songga 50 mg, dosis ekstrak daun songga 100 mg, dan dosis ekstrak daun songga 150 mg. Hasil penelitian ekstrak daun songga (Strychnos ligustrina R.Br) memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus). Dan dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis 150 mg/kgBB tetapi secara statistik tidak ada perbedaan antar kelompok
PENYULUHAN HIDUP SEHAT CERMAT KENDALIKAN HIPERTENSI DI RT 06 LK II KELURAHAN KALIAWI Saputri, Gusti Ayu Rai; Angin, Martianus Perangin; Lusiana, Nengah; Komalasari, Nova; Audia, Nurvika
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.13622

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit tidak menular tertinggi di Provinsi Lampung. Tinggi nya kasus Hipertensi berkaitan erat dengan pola hidup Masyarakat yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Masyarakat dalam melakukan pengendalian hipertensi yang dimulai dari diri sendiri. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan hipertensi yang signifikan setelah penyuluhan yaitu sebelum penyuluhan data yang diperoleh tingkatan pengetahuan tertinggi sebanyak 13 peserta (43.3%) sedangkan setelah penyuluhan diperoleh data pengetahuan tertinggi sebanyak 26 pseerta (86.7%). Sebagian besar peserta program pengabdian masyarakat adalah prempuan, usia 41-50 tahun, berpendidikan akhir SD, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Penyuluhan Kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan hipertensi. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah hipertensi di wilayah tertentu, seperti Kaliawi Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON MARGOYOSO KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS Amalia, Putri; Saputri, Gusti Ayu Rai; Susanti, Dwi; Primadiamanti, Annisa; Noviyanti, Fadhila; Aini, Fadhilah
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14578

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia.  Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak cukup dalam jangka waktu cukup lama yang tidak memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak.  Stunting terjadi antara 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) awal janin dan dua tahun setelah melahirkan. Stunting menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kesehatan anak.  Selain itu, menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit baik menular ataupun tidak menular.  Ibu mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari sebelum kehamilan hingga setelah melahirkan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pekon Margoyoso Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus dilakukan melalui penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuai ibu-ibu terkait pencegahan stunting.  Metode penyampaian materi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar faktor penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting.  Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penyampaian materi efektif dalam peningkatan pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu di Pekon Margoyoso Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus terkait pencegahan stunting.Kata kunci: Stunting, asupan gizi, makanan bergizi
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Amabel, Deby; Primadiamanti, Annisa; Saputri, Gusti Ayu Rai; Meithia, Artha
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20271

Abstract

Secara global, hampir 8 juta orang meninggal akibat hipertensi setiap tahunnya. Di Indonesia, hipertensi merupakan faktor utama mortalitas dan morbiditas. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di rumah sakit imanuel bandar lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data dilakukan menggunakan dua tahap yaitu tahap pertama mengambil data kepatuhan dengan cara membagikan kuisioner MMAS-8 dan tahap kedua dilakukan secara prospektif berdasarkan rekam medik pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung pada bulan Januari-Maret 2023 sebanyak 83 responden dengan teknik non probabillity sampling dan purposive. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil frekuensi tingkat kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Rumah Sakit Imanuel yaitu 16% dengan kepatuhan tinggi, 35% kepatuhan sedang, 49% responden kepatuhan rendah. Tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pasien hipertensi yang berobat di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung mayoritas termasuk dalam tingkat kepatuhan rendah. Hasil analisis uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa pada hanya data lama menderita yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pasien untuk minum obat antihipertensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 (p 0,05). hal ini menunjukkan bahwa terdapat variabel subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi.
LAPAT (LANSIA PATUH OBAT) PADA PENDERITA HIPERTENSI & PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL JAHE (Zingiber officinale) UNTUK MENDUKUNG PENGOBATAN HIPERTENSI Saputri, Gusti Ayu Rai; Mu’azzarah, Aza; Irawan, Bunga Fisqia; Mahadhiti, Fayza
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19371

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit generatif yang penderitanya sebagian besar lansia, Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi menjadi salah satu faktor penentu dalam mengendalikan tekanan darah. Penyebab ketidakpatuhan lansia dalam minum obat hipertensi karena kesibukan dalam bekerja, menurunnya daya ingat saat waktu pemberian obat dan dosis obat yang benar,.Terapi yang dapat dilakukan pada kasus hipertensi ada dua yakni terapi farmakologi dan non farmakologi Contoh terapi non farmakologi yang bisa menurunkan hipertensi adalah terapi rebusan jahe karena kandungan kalium di dalam jahe berfungsi untuk memperlambat pembebasan renin Angiotensin yang bisa menambah ekskresi air dan natrium sehingga akan menyusut dan terjadilah hipotensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan lansia dalam menggunakan  obat  hipertensi  dan  Meningkatkan  pengetahuan  pengolahan minuman herbal jahe untuk mendukung pengobatan hipertensi. Metode kegitatan ini adalah penyuluhan serta pengisian kuisioner dan demonstrasi pembuatan minuman herbal jahe. Dari hasil analisis terkait dengan posttest dan pretest, diperoleh informasi bahwa sebelum pemaparan meteri ibu-ibu memperoleh skor persentase (80%) Sedangkan setelah pemaparan materi ibu-ibu memperoleh skor (100%) Hasil yang diperoleh menunjukan kenaikan yang menjadi penanda keberhasilan penyusun dalam melakukan penyuluhan
Pemberdayaan Ibu sebagai Agen Perubahan dalam Pengendalian Resistensi Antibiotik di Tanjung Bintang, Lampung Selatan Saputri, Gusti Ayu Rai; Putri, Adelia Sivlia Diana; Aurellia, Aurellia; Aurelia, Calissta Sabrina Salwa; Putra, Dimas Aditya; Tara, Galih Bima
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.24690

Abstract

Penggunaan antibiotik secara irasional masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat, terutama di tingkat rumah tangga. Praktik swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan, pembelian antibiotik tanpa resep, serta ketidaktepatan dosis dan durasi penggunaan berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antibiotik. Ibu sebagai pengelola utama kesehatan keluarga memiliki peran strategis dalam menentukan pola penggunaan obat di rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam pengendalian resistensi antibiotik di Desa Kaliasin 3, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi penggunaan obat, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 30 responden dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 68% menjadi 91,87%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis pemberdayaan ibu efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik secara rasional. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik yang dimulai dari lingkungan keluarga.