Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERAN FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI KEBUN PRAKTEK KELURAHAN KOTA UNENG KECAMATAN ALOK KABUPATEN SIKKA Jara, Sakarias Moa; Apelabi, Gabriel Otan; Noni, Sarlina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40190

Abstract

Hortikultura adalah salah satu sektor pertanian yang sangat penting dalam pembangunan dan ekonomi suatu negara. Budidaya tanaman hortikultura bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga keberlanjutan lingkungan. subyek penelitian sebagai informan, yang artinya orang yang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah Kepala kebun dan karyawan yang bekerja di Kebun Praktek FTP3. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, peran peran Fakultas Tanaman Pangan, Pertanian dan Perikanan dalam pengembangan tanaman hortikultura dikebun praktek Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok sebagai fasilitator, motivator dan edukator dalam pengembangan kelompok tani berada pada kategori baik dengan skor 4,14.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TOMAT (Solanum Iycopersicum) DI KEBUN PRAKTEK FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS NUSA NIPA KELURAHAN KOTAUNENG KECAMATAN ALOK KABUPATEN SIKKA Sulle, Aprilia; Apelabi, Gabriel Otan; Anggriani, Yohana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41532

Abstract

Keberhasilan usaha peningkatan produksi pertanian memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun dari banyak faktor tersebut, ada beberapa faktor yang sangat tergantung pada upaya yang dilakukan sumber daya manusia, diantaranya persiapan lahan, penerapan tata cara budidaya yang benar, cara panen dan perlakuan pascapanen yang tepat. Studi Litelatur: Mengenai budidaya tomat, analisis kelayakan usaha tani, dan kondisi spesifik kebun praktek  Universitas Nusa Nipa. Persiapan Alat dan Bahan: Alat dan bahan yang diperlukan, seperti hand tractor, cangkul, parang, ember, gayung, sendok makan, gembor, tali rafia, benih tomat, pupuk, kalsium, solar. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahawa analisis usahatani tomat di Kebun Praktek Unipa sebagai berikut : total biaya yang dibutuhkan dalam usahatani tomat  di Kebun Praktek Unipa sebesar Rp 15.487.000, penerimaan yang diterima adalah Rp 24.984.000, sedangkan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp Rp 9.497.000, kelayakan usahatani Rp 1,61 Nilai R/C ratio lebih besar dari 1, maka usahatani tomat di Kebun Praktek Unipa layak untuk diusahakan.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Berbasis Ramah Lingkungan Yovita Yasintha Bolly; Yuyun Wahyuni; Gabriel Otan Apelabi
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i1.794

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan pemberdayaan masyarakat di desa Wolorega Kecamatan Mego Kabupaten Sikka dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah berbasis ramah lingkungan. Metode yang diterapkan oleh Tim PKM meliputi, sosialisasi/penyuluhan dan pelatihan/workshop pembuatan pupuk bokasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PKM berlangsung dengan baik dan lancar. Program ini mampu memberi motivasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai media budidaya tanaman dan pemanfaatan bahan organic sebagai pupuk bokasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kendala-kendala yang muncul pada tahap pelaksanaan kegiatan PPM dapat diatasi dengan metode monitoring, evaluasi dan pendampingan. Penerapan teknologi yang dilaksanakan telah menghasilkan pupuk organik sebagai alternatif pupuk anorganik yang ramah ingkungan serta kebun pekarangan contoh di rumah warga.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DI KELOMPOK TANI WIRA WANITA MANDIRI DESA KOLISIA KECAMATAN MAGEPANDA Toka, Oktavianus; Bolly, Yovita Yasintha; Apelabi, Gabriel Otan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2688

Abstract

The intensive and long-term use of inorganic fertilizers has the potential to degrade soil quality and disrupt the balance of agricultural ecosystems, thereby requiring sustainable alternatives based on local resources. This study aims to enhance the knowledge and skills of members of the Wira Wanita Mandiri Farmer Group in Kolisia Village, Magepanda District, in utilizing rice husk as a raw material for organic fertilizer. The methods employed included counseling, training, and hands-on practice in organic fertilizer production involving 15 farmer group members. The fertilizer production process was carried out through the fermentation of rice husk with the addition of bran and microbial activators (EM4/EMA), encompassing material mixing, moisture regulation, and fermentation for approximately 21 days. The results indicated that participants were able to understand and apply organic fertilizer production techniques and successfully produce fertilizer with physical characteristics such as darker color, fine texture, and crumbly structure. Furthermore, the activity had a positive impact on the utilization of agricultural waste and the enhancement of farmers’ capacity in managing local resources. In conclusion, the utilization of rice husk as organic fertilizer represents an effective strategy to support sustainable agriculture and strengthen farmer self-reliance.ABSTRAKPenggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga diperlukan alternatif berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Wira Wanita Mandiri Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, dalam pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani. Proses pembuatan pupuk dilakukan melalui fermentasi sekam padi dengan penambahan dedak dan aktivator mikroorganisme (EM4/EMA), yang meliputi tahapan pencampuran bahan, pengaturan kadar air, dan fermentasi selama ±21 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan pupuk organik, serta menghasilkan pupuk dengan karakteristik fisik berupa warna lebih gelap, tekstur halus, dan struktur remah. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya lokal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai pupuk organik merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian petani.
Pelatihan Pembuatan POC Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) dalam Mewujudkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Kelompok Wanita Tani Sehati Desa Magepanda Kecamatan Magepanda Subirno, Blasius; Apelabi, Gabriel Otan; Bolly , Yovita Yasintha
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026 (Maret 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v6i1.7622

Abstract

This community service activity aimed to empower the Sehati Women Farmers Group in Magepanda Village through training on the production of Liquid Organic Fertilizer (LOF) derived from Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata). The activity was motivated by farmers' high dependence on chemical fertilizers, which are relatively expensive and can degrade soil fertility over the long term. Meanwhile, Kirinyuh weeds, which are abundantly available in the surrounding environment, have not been optimally utilized. The implementation method consisted of preparation, material dissemination, practical demonstrations of LOF production, and evaluation. The LOF production process involved fermenting Kirinyuh leaves with the bioactivator EM4 and molasses. The results indicated an 80% increase in the partners’ knowledge and skills in processing weeds into value-added fertilizer. The participants were able to carry out all stages of liquid organic fertilizer production, from material chopping to fermentation, in accordance with established procedures. The training on producing Kirinyuh leaf-based LOF proved effective as an alternative for providing an economical and environmentally friendly fertilizer, while also supporting the implementation of sustainable agricultural systems in Magepanda Village.
Pelatihan Perbanyakan Massal Trichoderma sp. Menggunakan Media Dedak di Kelompok Tani Diat Dokang, Desa Tilang Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka Sute, Maria Konstansia; Beja, Henderikus Darwin; Apelabi, Gabriel Otan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6906

Abstract

Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam sistem pertanian modern menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta menurunkan kualitas dan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Residu bahan kimia yang terakumulasi dapat mencemari air dan tanah, mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi petani maupun konsumen. Salah satu alternatif ramah lingkungan adalah pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai agen pengendali hayati yang mampu menghambat pertumbuhan patogen tular tanah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan perbanyakan massal Trichoderma sp. menggunakan media sederhana berbahan dedak dan beras melalui pelatihan pada Kelompok Tani Diat Dokang, Desa Tilang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan partisipatif, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Tahapan kegiatan mencakup persiapan alat dan bahan, sterilisasi media melalui pengukusan, inokulasi starter, inkubasi, serta pengamatan pertumbuhan selama 14 hari. Hasil menunjukkan pada hari ke-4 terbentuk miselium putih, hari ke-7 berubah hijau akibat pembentukan konidia, dan hari ke-14 pertumbuhan mencapai 80% dengan warna hijau merata sehingga siap dipanen. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan kemandirian petani dalam memproduksi agens hayati secara berkelanjutan, sekaligus mendukung penerapan pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara penyuluh dan petani, mendorong adopsi teknologi sederhana, serta membuka peluang pengembangan usaha pupuk hayati skala rumah tangga yang bernilai ekonomis dan berdaya saing. Sebagai langkah awal pertanian berkelanjutan desa. Berbasis kearifan lokal masyarakat setempat.
The Potency of Obtained Clean Water from Rainwater Harvesting in Sikka District Mbarep, Daniel Putra Pardamean; Apelabi, Gabriel Otan; Bolly, Yovita Yasintha; Nurhidayat, Agus
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.237-245

Abstract

Sikka District is one of the areas experiencing a clean water crisis because only 5.23 % of people have access to clean water in 2020. Therefore, rainwater management will be carried out to obtain clean water using roof top rainwater harvesting technology. This study aims to calculate the potency of clean water that can be obtained from rainwater harvesting. Comparative descriptive analysis method was used to compare the data of clean water potency that can be obtained from rainwater harvesting with the data of clean water needs from the people in Sikka District in 2020. The results show that the potency of clean water that can be obtained from rainwater harvesting is 3,593961.6 m3/year or 3,593,961,600 liters/year and clean water needs of all the people is 17,626,927 m3/year or 17,626,927,000 liters/year. The people that gets clean water from rainwater harvesting is 20.38 % or as many as 65,615 people from the total population in Sikka District. This shows that the use of rainwater cannot meet the clean water needs of all people in Sikka Distric. There is a need for other sources of clean water that are bigger and can be used to meet the needs of all people.