Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KARAKTERISTIK AKSEPTOR DAN FASILITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA (KB) DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI DESA SEI TUAN KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2019 Sinaga, Lia Rosa Veronika; Manurung, Jasmen; Bangun, Henny Arwina; Siburian, Rosi Restu Nauli
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik akseptor dan fasilitas pelayanan keluarga berencana (KB) dengan pemilihan metode kontrasepsi di Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah PUS yang menjadi akseptor KB di Desa Sei Tuan sebanyak 74 PUS yang sekaligus akan menjadi sampel pada penelitian ini. Pengambilan data dengan cara membagikan kesioner, analisis hubungan dengan uji statistik Chi Square. Analisis statistik diperoleh pendidikan akseptor (p-value 0,034), pekerjaan (p-value 0,025), paritas (p-value 0,001) dan fasilitas pelayanan KB (p-value 0,014) memiliki hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi, sedangkan umur akseptor (p-value 0,076) dan pendapatan (p-value 0,320) tidak memiliki hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Disarankan bagi instansi kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dengan memberikan pelatihan kepada bidan desa dan menyediakan alat kontrasepsi untuk jangka panjang (Implant dan IUD) disetiap tempat pelayanan kontrasepsi, meningkatkan penyuluhan mengenai MKJP kepada PUS
GERAKAN RUMAH SEHAT : KAMPANYE LINGKUNGAN BERSIH BEBAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SIONGGANG KECAMATAN BUNTU PANE TAHUN 2025 Munthe, Seri Asnawati; Liarosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; K, Yuni
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6209

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases, namely a pathological condition in the form of abnormal function or morphology of an organ of the body caused by human interaction with everything around it that has the potential for disease. The environment greatly influences the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), especially an environmental condition with poor sanitation (Arsyad et al., 2020).. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). For this reason, a clean house movement is needed to eradicate mosquito breeding places. This Community Service aims to increase public awareness of mosquito breeding places and reduce DHF cases. After participating in the Healthy Home Movement, it turned out that the community was enthusiastic about participating and there was an increase in knowledge from an average of 56 before and an average after counseling of 88 so that there was an increase of 32 points. In addition, the mutual cooperation participants were also very enthusiastic, as seen from various parties involved and even the village head provided the necessary equipment. For this reason, it is hoped that the community will be able to prevent the spread of Dengue Fever so that DHF cases decrease and the home environment is clean.
SWAMEDIKASI OBAT: STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN DOLOKSANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2023 Manihuruk, Agatha Cornelia; Handini, Myrnawaty Crie; Sinaga, Taruli Rohana; Wandra, Toni; Sinaga, Lia Rosa Veronika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25836

Abstract

Swamedikasi adalah pengobatan sendiri yang biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan atau gangguan yang ringan. Swamedikasi dapat memberikan dampak negatif terhadap pengenalan gejala, pemilihan obat dan penggunaannya yang keliru. Keuntungan swamedikasi adalah aman apabila obat digunakan sesuai aturan, efektif mengatasi, hemat biaya, hemat waktu, dan berperan dalam pengambilan keputusan terapi. Sebaliknya, kerugian dari praktik swamedikasi antara lain bersifat tidak aman dan bahkan merugikan pemakai apabila aturan pengobatan yang seharusnya tidak dipatuhi. Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan swamedikasi di Apotek Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Landasan pokok penelitan ini adalah fenomenologi desain dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima belas orang yang terdiri informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu pemadatan data, penyajian data dan kesimpulan: gambaran dan verifikasi. Pengetahuan pasien tentang pengertian swamedikasi masih terbatas, walaupun ternyata sudah sering melakukannya. Tindakan swamedikasi umumnya dilakukan karena pengalaman pribadi, saran keluarga, pengaruh iklan dan promosi di media. Swamedikasi diyakini mudah dilakukan, cepat, lebih hemat biaya dan waktu. Rasionalitas penggunaan obat berdasarkan etiket kemasan obat terkait indikasi obat, dosis obat, cara pemakaian dan lama pemakaian obat, cara penyimpanan obat dan efek samping obat. Standar operasional prosedur disusun oleh Apoteker menjadi pedoman untuk memberikan pelayanan swamedikasi. Pengetahuan pasien terkait pelayanan swamedikasi berperan pada pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan swamedikasi. Rasionalitas penggunaan obat diperoleh dari informasi apoteker ataupun Tenaga Teknis Kefarmasian yang bertugas. Standar Operasional Prosedur swamedikasi disusun oleh apoteker dan menjadi pedoman pelayanan swamedikasi.
The Relationship Between Smoking Habits And Nutritional Status With Ari Incidence In The Working Area Of Onan Hasang Health Center, 2023 Munthe, Seri Asnawati; Agnes N; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2023): TOUR HEALTH JOURNAL
Publisher : Akupun Tour Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA can be caused by three factors, namely the individual's childhood factors, behavioral factors, and environmental factors. Individual childhood factors include: child's age, birth weight, nutritional status, vitamin A, and immunization status. Behavioral factors include behavior to prevent and control CI in infants, or the active role of the family/community in fighting CI. Environmental factors include: indoor air pollution (cigarette smoke and high concentrations of cooking fuel smoke), house ventilation and residential density (Prabu, 2009). The habit of parents smoking inside the house makes babies become passive smokers who are constantly exposed to cigarette smoke. Homes with parents who have smoking habits have the opportunity to increase the incidence of ARI by 7.83 times compared to homes where parents do not smoke in the house. Meanwhile, the number of smokers in the family is quite large (Rahmayatul, 2013). Onan Hasang Medical Center that ISPA is a disease that ranks in the top 10 every year, based on this, researchers are interested in conducting research. This type of research is quantitative with a cross-sectional design which aims to determine the relationship between nutritional status and smoking with the incidence of ISPA at the Onan Hasang Health Center in 2023. The population is all mothers who have toddlers who visit the Onan Hasang Health Center. The data will be processed using a computer and presented in a narrative and tabular manner and then analyzed using univariate and bivariate. The statistical test used is the chi-square test. After conducting research, it was found that there was a relationship between smoking and nutritional status with the incidence of ARI at the Onan Hasang Health Center, for this reason it was suggested that families avoid smoking and maintain the nutritional status of their children.
FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF ADULT HYPERTENSION IN THE WORKING AREA OF THE SATRIA HEALTH CENTER, TEBING TINGGI CITY, 2023 Sundari, Ayu Eva; Lia Rosa Veronika Sinaga
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 3 (2023): TOUR HEALTH JOURNAL
Publisher : Akupun Tour Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension is a disease that has the nickname The Silent Killer, which means a silent killer, where symptoms can vary for each individual. Hypertension is grouped into essential hypertension (no known cause) and secondary hypertension (can be determined by certain symptoms). Purpose: The research objective is to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the work area of ​​the Satria Health Center, Tebing Tinggi City in 2023. Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in the study was 14,684 people. The sampling technique was purposive sampling with the Slovin formula as many as 100 people. Sampling was taken in accordance with the research inclusion criteria using questionnaires and direct blood pressure measurements on respondents. Results: The research results showed that there was a significant relationship between age (0.0001), gender (0.019), working status (0.028), family history of hypertension (0.021) and the incidence of hypertension. Disscusion and Conclusion: relationship between age, gender, working status, family history of hypertension, and the incidence of hypertension. It is recommended that community health centers carry out regular PTM counseling and maximize the role of health cadres.
DETERMINE THE EFFECT OF EDUCATION USING MEDIA LEAFLETS ON YOUNG WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA AT SMP NEGERI 2 PANGURURAN, SAMOSIR REGENCY IN 2023 Sinaga, Lia Rosa Veronika; Pakpahan, Nita Ernawati; Manurung, Jasmen; Munthe, Seri Asnawati
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 4 (2023): Tour Health Journal
Publisher : Akupun Tour Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Anemia in young women has a significant impacton the next phase of life. A decrease in productivity andachievement in learning is a short-term impact on adolescents(Nurrahman et al., 2021). Adolescent girls who experienceanemia have the risk of becoming anemic women of childbearingage, and subsequently becoming anemic pregnant women. Thiscondition will increase the risk of mothers giving birth to babieswith low birth weight (LBW), delivery complications and otherpregnancy risks. Babies born with LBW are a risk factor forstunting (Kemenkes RI, 2018).Purpose: This study aims to determine the effect of educationusing media leaflets on young women's knowledge about anemiaat SMP Negeri 2 Pangururan, Samosir Regency in 2023.Method: This type of research is a quasi-experimental withcontrol two group design pretest-posttest. The population andsample in this study were female adolescents at SMP Negeri 2Pangururan, Samosir Regency totaling 69 people.Results: The results of the study after the intervention weretested by Wilcoxon and obtained p = 0.000, which means thatthere is a significant effect on the level of knowledge aboutanemia between before and after being given the intervention.Disscusion and Conclusion: relationship between age, gender,This means that leaflets about anemia at SMP Negeri 2Pangururan, Samosir Regency have proven effective and havehad a positive impact in the form of increasing knowledge ofyoung women about anemia. This study recommends that leafletmedia in learning about anemia can be used as an innovation inincreasing the knowledge of young women about anemia so thatyoung women want to take iron tablets once a week to preventanemia.
Analisis Sanitasi Wisata Aek Sijorni Di Kecamatan Sayur Matinggi Munthe, Seri Asnawati; Sitompul, Aiko Lismawati; Sembiring, Evaria; Ketaren, Otniel; Manurung, Jasmen; Sinaga, Lia Rosa Veronika
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 1 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v1i2.17

Abstract

Latar belakang: Sanitasi tempat wisata merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia hingga saat ini. sanitasi wisata yang buruk dapat berdampak pada lingkungan, masyarakat dan para pengunjung tempat wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanitasi wisata Aek Sijorni. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan desain crossectional. Objek penelitian ini adalah Wisata Aek Sijorni dan petugas pengelola wisata. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Mei – Agustus 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi (ceklis) dan lembar wawancara (pertanyaan pendukung) yang sudah tervalidasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif menggunakan aplikasi STATCAL. Hasil: Kondisi lingkungan wisata Aek Sijorni telah memenuhi syarat kesehatan dengan persentase 100%. Sebanyak 12,6% fasilitas sanitasi tidak memenuhi syarat kesehatan, sebanyak 32,5% kelengkapan lain-lain tidak memenuhi syarat kesehatan. Kesimpulan: Fasilitas sanitasi wisata Aek Sijoni dan kelengkapan lainnya tidak memenuhi syarat kesehatan
SOSIALISASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI PAUD DAN TAMAN KANAK KANAK SEKOLAH SINAR MENTARI DESA PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Bangun, Henny Arwina; Sinaga, Lia Rosa Veronika; Manurung, Jasmen; Asnawati, Seri; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap siswa siswi di sekolah berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan perlu diikutsertakan dalam usaha-usaha kesehatan pemerintah. Hal ini tercantum di dalam Undang-Undang Kesehatan pasal 1 No.9 tahun 1960. Yang dimaksud dengan kesehatan dalam UU Pokok Kesehatan tersebut adalah pengertian sehat yang sesuai dengan ketentuan yang telah di definisikan oleh WHO yaitu sehat adalah suatu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang sempurna dan bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. CTPS merupakan salah satu indikator output STBM. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Permasalahan pemberian penyuluhan kepada siswa siswi PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) Sekolah Sinar Mentari Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, mengenai kesehatan masih kurang. Rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua siswa siswi di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari menyebabkan rendahnya perilaku siswa siswi untuk selalu menerapkan pola hidup sehat terutama untuk melakukan cuci tangan dengan memakai sabun. Sebagai contoh mereka sering kali untuk tidak mencuci tangan sebelum makan dan aktivitas lainnya. Padahal cuci tangan memiliki manfaat yang cukup banyak salah satunya dapat mencegah terjangkitnya penyakit diare. Berdasarkan hal tersebut penulis tertantang untuk memberikan sosialisasi CPTS pada siswa siswi di di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari di Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dari hasil sosialisasi diperoleh antusiasnya siswa siswa untuk bertanya dan mempraaktekan CPTS ini. Dengan sosialisasi CPTS ini diharapkan siswa siswi melakukan CPTS disetiap kegiatan sehingga diharapkan akan terbebas dari segala penyakit yang berhubungan dengan kuman, bakteri pada makanan salah satunya adalah diare, sehingga derajat kesehatan pada siswa siswi akan meningkat.
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN ANC PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARLILITAN KECAMATAN PARLILITAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2021 Hasugian, Lilis Enjelina; Zuska, Fikarwin; Sitorus, Mido Ester J.; Dachi, Rahmat Alyakin; Brahmana, Nettietalia Br; Sinaga, Liarosa Veronika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1666

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat terhadap penularan virus Corona. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional Study. Data dikumpulkan dengan besar sampel 74 perawat rawat inap dan 18 perawat ruang isolasi Covid-19 di Ruang Rindu B  Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Dari hasil penelitian kecemasan terhadap penularan dari 92 perawat sebanyak 10 perawat (10,9%)  cemas berat, 27 perawat (29,3%)  cemas sedang, 49 perawat (53,3%) cemas ringan dan 6 perawat (6,5%) tidak cemas. Sedangkan frekuensi penularan virus Corona dari 92 perawat, 58 perawat (63%) tertular Covid-19 dan 34 perawat (37%) tidak tertular. Hasil tabulasi silang pengaruh kecemasan terhadap penularan virus Corona diperoleh 10 perawat (10,9%) cemas berat paling banyak mengalami penularan Covid-19, 9 perawat (9,8%), dari 27 perawat (29,3%) yang mengalami cemas sedang paling banyak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 21 perawat (22,8%), dari 49 perawat (53,3%) yang mengalami cemas ringan paling banyak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 26 perawat (28,3%) dan dari 6 responden (6,5%) yang tidak mengalami cemas paling banyak tidak mengalami penularan Covid-19 sebanyak 4 responden (4,3%). Dari hasil uji regresi sederhana diketahui nilai t hitung diperoleh 11,518 sedangkan t tabel 0,05.Dengan demikian t hitung 11,518>t tabel 1,987 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05, sehingga gejala cemas terhadap penularan Covid-19 pada perawat berpengaruh signifikan terhadap penularan Covid-19 . Sehingga jika perawat mengalami kecemasan maka penularan terhadap virus Corona sebesar 0,124 satuan. Kata Kunci : Perawat, Kecemasan, Penularan Covid-19
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KUALITAS PELAYANAN KB DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KLINIK KESUMA BANGSA KECAMATAN PERBAUNGAN TAHUN 2020 Veronika Sinaga, Lia Rosa; Widati, Sri; Siregar, Ronni Naudur
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan sangat kurang. Kurangnyapemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan terkait dengan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB.Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis hubungan pengetahuan dan kualitas pelayanan KB dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan pada bulan Januari s/d Desember 2019 berjumlah 132 orang dan sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistikChi Squaredengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan kualitas pelayanan KB (ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,000) dan ketersediaan tenaga terlatih (p=0,000) berhubungan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan. Disarankan bagi akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan dan mencari informasi tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), bagi tenaga yang bertugas melayani akseptor KB di Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan perlu meningkatkan pemahaman akseptor KB tentang kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan bagi Klinik Kesuma Bangsa Kecamatan Perbaungan agarlebihmeningkatkan ketersediaan alat kontrasepsi dan ketersediaan tenaga terlatih khususnya bidan sebagai tenagayang bertugas untuk melayani akseptor KB.