Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS KEGIATAN MAGHRIB MENGAJI DI DESA KOTO SENTAJO UNTUK MEMBENTUK SIKAP SPRITUAL ANAK Nahwiyah, Sopiatun; Murwindra, Rosa; Adrian, Yogi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i2.3121

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kedesiplinan pada anak-anak,serta mendampingi anak-anak dalam melancarkan bacaan Al-Qur’an untuk membentuk sikap spiritual anak melalui kegiatan maghrib mengaji di desa koto sentajo. Metode pengabdian yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu metode mendongeng . Peserta dari kegiatan ini terdiri dari anak-anak sekolah dasar yang ada di desa koto sentajo, dan penerapan ini dilaksanakan pada minggu kedua dibulan maret tahun 2023. Pada umumnya anak-anak belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar khususnya pada anak-anak sekolah dasar. Ada beberapa anak yang bisa membaca Al-Qur’an , namun masih ada anak-anak yang kurang bisa membaca Al-Qu’an . Hal ini disebabkan karena kurangnya guru mengaji dan masyarakat dalam membina maupun membimbing anak-anak dalam mengaji di desa koto sentajo. Hasil dari pengabdian ini anak-anak yang mulanya belum bisa membaca Al-Qu’an dengan baik dan benar kini perlahan anak-anak sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan hukum tajwid.
RAGAM BUDAYA MELAYU DALAM IMPLEMENTASI NILAI–NILAI SONGKET DAN TANJAK DI TK/KB CEMPAKA DESA KOTO SENTAJO: PKM Tematik ulfa, Haliza; Susanti, Rika; Candra, Candra; Nahwiyah, Sopiatun; Murwindra, Rosa
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3126

Abstract

Salah satu kabupaten yang ada di provinsi Riau adalah Kabupaten Kuantan Singingi. Riau adalah provinsi yang memiliki banyak kebudayaan melayu. Salah satu kebudayaan melayu yang ada di Riau adalah penggunaan kain songket dan tanjak. Pelestarian dan penggunaan kain songket dan tanjak ini masih di jaga oleh masyarakat kabupaten kuantan singingi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kain songket dan tanjak yang masih digunakan oleh kaum laki – laki terkhususnya toko adat Kabupaten Kuantan Singingi pada acara besar seperti pembukaan pacu jalur yang bisanya diselenggarakan pada bulan Agustus. Motif songket sendiri sudah dijadikan icon kuantan singingi. Tak hanya kaum laki – laki saja yang bisa menggunakan kain songket dengan berbagai motif yang begitu banyak. Kaum ibu atau wanita pun juga telah bisa menggunakaan pakain yang bermotif seperti kain songket ini, yaitu baju dengan motif takuluak barembai yang merupakan motif yang saat ini dijadikan icon kuantan singingi. Untuk tetap menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang masih ada di kuantan singingi, mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Kuantan Singingi berupaya memperkenalkan budaya melayu songket dan tanjak beserta nilai – nilai budaya melayu yang ada kepada anak usia dini yakninya peserta didik KB/TK Cempaka Desa Koto Sentajo. Hal ini diharapkan agar generasi penerus mampu menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang ada di kabupaten kuantan singingi dengan seiring berkembang dan maju nya zaman di suatu masa kelak. Kata kunci: Nilai – nilai budaya melayu, Kain songket, Tanjak.
PELATIHAN P5 AKU SIAP MENJADI REMAJA DI SMP ISLAM AQZIA TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Andrizal; Bustanur; Mailani, Ikrima; Alhairi; Nahwiyah, Sopiatun; Akbar, Helbi; Zulhaini; Mualif; Lasmiadi; Prasetiyo, Yoga
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3937

Abstract

Orang tua dan guru disekolah memiliki tugas menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak-anak ini nantinya harus mampu mandiri secara fisik dan psikologis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Urusan memahami anak memang gampang-gampang susah, apalagi anak masuk fase remaja yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tentunya orang tua dan guru harus pandai-pandai dalam memahami karakter dan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Kuantan Singingi hadir untuk memberikan bantuan kepada remaja untuk mengenal konsep diri yaitu, mengenai dirinya (self-image), cara remaja menghargai dirinya dibandingkan dengan orang lain (self-esteem), dan sosok ideal yang remaja ingin capai (ideal self). Untuk sampai ke titik tersebut, remaja sangat membutuhkan bantuan orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan dengan cara, Melakukan aktivitas fisik, Cintai diri sendiri, Fokus pada kelebihan dan Membantu orang lain.
Pola Penggunaan ChatGPT dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Nahwiyah, Sopiatun; Zulhaini, Zulhaini; Mailani, Ikrima; A. Mualif, A. Mualif
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan ChatGPT dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Universitas Islam Kuantan Singingi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa sangat tinggi, namun didominasi oleh pola penggunaan yang pasif dan instan. Mahasiswa menggunakan ChatGPT untuk menyusun makalah, menjawab pertanyaan diskusi, serta memahami materi kuliah, tetapi mayoritas hanya menyalin jawaban tanpa melakukan proses analisis, evaluasi, maupun verifikasi dengan sumber lain seperti buku atau jurnal ilmiah. ChatGPT lebih berfungsi sebagai penyedia jawaban cepat daripada sebagai sarana pembelajaran reflektif. Temuan lain menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih tergolong rendah meskipun mereka menggunakan teknologi AI. Hal ini tampak dari lemahnya kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta menyusun argumentasi yang logis. Mahasiswa cenderung menerima jawaban dari ChatGPT secara utuh tanpa mempertanyakan validitas maupun relevansinya, sehingga tidak terjadi pengolahan informasi menjadi pemahaman yang lebih mendalam. Minimnya pemanfaatan kritis terhadap ChatGPT disebabkan oleh rendahnya literasi digital kritis, motivasi belajar yang kurang, serta terbatasnya arahan dari dosen mengenai penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa lebih berorientasi pada penyelesaian tugas ketimbang proses berpikir mendalam. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran ChatGPT belum mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara otomatis.