Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPROVING SCIENTIFIC LITERACY SKILLS INTEGRATED WITH THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL Idris, Irfandi; Maryam, Andi; Rusni, Rusni; Rakhmiyanti, Rakhmiyanti; Ahmad, Rizky Ekawati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29644

Abstract

Abstract: This study aims to improve elementary school students’ scientific literacy skills through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The research subjects were 28 fifth-grade students at SDN 26 Kota Sorong. The method used was classroom action research conducted in two cycles. Instruments included scientific literacy tests, observation sheets, and interviews. The results showed that the average scientific literacy score increased from 55.6 in the pretest to 79.2 in the posttest, with a total improvement of 42.4%. Improvements occurred across all aspects of scientific literacy, including explaining scientific phenomena, designing and evaluating scientific investigations, and interpreting data and evidence scientifically. The PBL model was proven to encourage active student engagement, foster critical thinking skills, and make the learning process more meaningful. Therefore, PBL is recommended as an effective instructional approach to enhance scientific literacy in elementary school science learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 26 Kota Sorong yang berjumlah 28 orang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi sains, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi sains siswa meningkat dari 55,6 pada pretest menjadi 79,2 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 42,4%. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek literasi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Model PBL terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna. Oleh karena itu, model PBL direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi sains di sekolah dasar
Peran Retorika Bahasa dalam Membentuk Makna dan Opini Publik Nurfaddila Wali Sampo; Abu Sofyan; Ririn Sabriadi; Irfandi Idris; Faisal Eka Mahendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7896

Abstract

Retorika bahasa memiliki peran strategis dalam proses komunikasi publik, khususnya dalam membentuk makna dan opini di tengah masyarakat. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana persuasi yang mampu memengaruhi cara berpikir, sikap, dan penilaian publik terhadap suatu isu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran retorika bahasa dalam membentuk makna dan opini publik melalui berbagai bentuk komunikasi, seperti media massa, pidato publik, dan pesan persuasif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa retorika bahasa berperan penting dalam membingkai realitas sosial, mengarahkan interpretasi publik, serta membangun opini kolektif. Dengan demikian, pemahaman terhadap retorika bahasa menjadi krusial dalam memahami dinamika komunikasi publik di masyarakat modern.
Peran Retorika Bahasa dalam Membentuk Makna dan Opini Publik Nurfaddila Wali Sampo; Abu Sofyan; Ririn Sabriadi; Irfandi Idris; Faisal Eka Mahendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retorika bahasa memiliki peran strategis dalam proses komunikasi publik, khususnya dalam membentuk makna dan opini di tengah masyarakat. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana persuasi yang mampu memengaruhi cara berpikir, sikap, dan penilaian publik terhadap suatu isu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran retorika bahasa dalam membentuk makna dan opini publik melalui berbagai bentuk komunikasi, seperti media massa, pidato publik, dan pesan persuasif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa retorika bahasa berperan penting dalam membingkai realitas sosial, mengarahkan interpretasi publik, serta membangun opini kolektif. Dengan demikian, pemahaman terhadap retorika bahasa menjadi krusial dalam memahami dinamika komunikasi publik di masyarakat modern.
Optimalisasi Kebun Percontohan sebagai Media Pembelajaran Kontekstual IPA bagi Siswa SD di Kampung Saonek Andi Maryam; Rizky Ekawaty Ahmad; Irfandi Idris; Rahmatullah Bin Arsyad; Rinda Hardianti; Jenro P Sijabat; Abu Bakar
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 2 (2026): Juli (On Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i2.5954

Abstract

Pembelajaran kontekstual menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran. Kampung Saonek memiliki kebun percontohan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kebun percontohan sebagai media pembelajaran kontekstual bagi siswa SDN 01 Saonek, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada September 2025 dengan melibatkan 20 siswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, observasi lapangan, dan praktik langsung. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi mengenai budidaya tanaman di Balai Kampung, kemudian peserta mengunjungi kebun percontohan untuk mengamati berbagai teknik budidaya. Hari kedua dilaksanakan praktik penanaman menggunakan media tanah dan sistem hidroponik dengan pendampingan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami tahapan budidaya tanaman, mengenali perbedaan teknik penanaman pada media tanah dan hidroponik, serta berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Optimalisasi kebun percontohan sebagai media pembelajaran kontekstual memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna serta berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pertanian dan lingkungan sejak usia dini.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share terhadap Kemampuan Berkomunikasi Siswa Sekolah Dasar Rizky Ekawaty Ahmad; Andi Maryam; Irfandi Idris; Abdul Mu’thy
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8310

Abstract

Agar siswa sekolah dasar berhasil secara akademis, mereka harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat, yang sangat penting untuk pembelajaran yang efisien. Namun, banyak siswa kesulitan dengan hal-hal seperti ekspresi verbal dan tertulis dari ide, serta berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Karena masalah ini, perlu dikembangkan cara pengajaran baru agar kemampuan komunikasi siswa dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana siswa kelas empat di SDN Anasappu di Kabupaten Gowa menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif Think Pair Share dan untuk menilai apakah pendekatan tersebut berpengaruh baik terhadap kemampuan komunikasi mereka. Penelitian ini menggunakan desain pre- dan post-test satu kelompok, yang umum dalam penelitian pra-eksperimen. Kemampuan siswa untuk berkomunikasi adalah variabel dependen, sedangkan penggunaan paradigma pembelajaran kooperatif seperti Think Pair Share adalah variabel independen. Siswa dari SDN Anasappu di Kabupaten Gowa merupakan keseluruhan populasi, sedangkan 25 siswa dari kelas IV merupakan sampel. Kami menggunakan strategi pengambilan sampel purposive untuk mendapatkan data kami. Peneliti menggunakan alat survei dan lembar observasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari tes pra dan pasca menunjukkan bahwa siswa kelas empat di SDN Anasappu Kabupaten Gowa meningkatkan kemampuan komunikasi mereka melalui penggunaan paradigma pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share. Kemampuan komunikasi siswa kelas empat secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share di SDN Anasappu, Kabupaten Gowa.
Eksplorasi Potensi dan Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Raja Ampat di Sekolah Dasar Andi Maryam; Irfandi Idris; Ainun Mardiah; Abdul Mu’thy; Rizky Ekawaty Ahmad
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8359

Abstract

Urgensi ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan pesisir sebagai sumber belajar, padahal kearifan lokal memiliki relevansi tinggi dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menegaskan urgensi pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal di SDN 01 Saonek, Raja Ampat.. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan triangulasi data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Data dianalisis menggunakan reduksi tematik dan penyajian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru mengakui potensi kearifan lokal seperti cangkang kerang, rumput laut, dan tradisi nelayan sebagai sumber belajar kontekstual. Namun, implementasinya masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran. Observasi menunjukkan peningkatan antusiasme siswa ketika pembelajaran dikaitkan dengan konteks pesisir, tetapi tidak didukung oleh media pembelajaran yang sistematis. Selain itu, tidak ditemukan integrasi kearifan lokal dalam dokumen rencana pembelajaran. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi dan praktik, sehingga diperlukan pengembangan panduan praktis dan prototipe media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan berkelanjutan di sekolah dasar wilayah pesisir.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Zoom Meeting Terhadap Hasil Belajar Siswa Irfandi Idris; Arief Hasjaya; Sulkipli M.; Andi Maryam; Rizky Ekawaty Ahmad
Madako Elementary School Vol. 1 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/mes.v1i2.55

Abstract

Learning outcomes are the ability to acquire thoughts from the knowledge obtained. Brave or remote learning systems make students increasingly constrained by access to knowledge so one way is to change the pattern of learning models. Problem-based learning or problem-based learning is a learning model that wants to be applied at this time to improve student learning outcomes on goods and services, so a zoom meeting application is also needed to help students regain their knowledge as virtual media. This quantitative research uses a quasi-experimental research method using a non-equivalent design. This research was conducted at Muhammadiyah Elementary School, Sorong City. The population in this study was class IV as many as 60 students. A sample of 30 students in class IVA and 30 class IVB. Data collection techniques using learning achievement tests, observation and documentation. Data analysis used independent sample t test (t test) with a significant level of 0.05 assisted by SPSS 25. The result was an increase in the average value of the class given treatment with the PBL (Problem Based Learning) learning model assisted by zoom meeting on learning outcomes.