Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HEMOGLOBIN, BODY MASS INDEX, AND POSTPARTUM BLUES BASED ON EPDS SCORES: A CLINICAL OBSERVATIONAL STUDY Ummah, Kholifatul; Susila, Ida; Hubaedah, Annah; Kwarta, Cityta Putri; Fathiyyah, Nurul; Pratiwi, Dessy; Novitasari, Prihatini Dini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2927

Abstract

Postpartum blues adalah masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perubahan suasana hati, perasaan sedih, dan gejala depresi.Penelitian ini menganalisis pengaruh kadar hemoglobin (Hb) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap risiko postpartum blues pada ibu postpartum kondisi ini jika tidak dikenali dan ditangani dapat berkembang menjadi gangguan depresi postpartum yang lebih berat. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan di BPM Ida Susila Lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang datang kontrol 1–2 minggu pasca persalinan. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup ibu postpartum usia kehamilan cukup bulan (≥37 minggu), bersalin spontan, tidak memiliki riwayat gangguan mental, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang sedang menggunakan obat psikotropika atau memiliki komplikasi medis berat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan rekam medis pasien, termasuk kadar Hb dan IMT.Hasil: Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara kadar Hb dan skor EPDS (r = -0,781, p < 0,05). Regresi linier menunjukkan bahwa Hb dan IMT secara signifikan mempengaruhi skor EPDS, dengan Hb memiliki pengaruh yang lebih besar.Korelasi Pearson antara BMI dan EPDS menunjukkan hubungan positif sedang (r = 0.573, p < 0.05).Kesimpulan: Tingkat Hb yang rendah dan BMI yang tinggi adalah faktor risiko untuk postpartum blues.Studi ini menekankan pentingnya menjaga kadar Hb dan BMI yang sehat untuk mencegah postpartum blues.
Efektifitas Abon Jantung Pisang Terhadap Kelancaran Asi pada Ibu 2 Minggu Post Partum Di PMB Domingas Sidotopo Wetan Surabaya Ummah, Kholifatul; Khairoh, Miftahul; Nur, Shinta
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.494

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status gizi anak pada 1000 hari pertama kelahiran (HPK). Kementerian Kesehatan RI (2017) melaporkan bahwa perempuan di Indonesia menyusui 96% anaknya namun hanya 42% yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi abon bunga pisang terhadap kelancaran ASI pada ibu 2 minggu nifas di PMB Domingas Sidotopo Wetan Surabaya. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan desain pra-posting tanpa kelompok kontrol. Lembar observasi alat ukur dan checklist pengeluaran ASI. Analisis MC Nemar.Analisis hipotesis data uji Mc Nemar dapat ditafsirkan dengan menentukan nilai signifikansi (2-tailed) < 0,005. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima karena nilai uji Mc Nemar signifikan (2-tailed). Yang Anda dapatkan adalah 0,000. Terdapat efektivitas pemberian abon bunga pisang terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas. Signifikansi (2-tailed) < 0,005. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas ASI sebelum dan sesudah mengkonsumsi abon bunga pisang karena hasil uji hipotesis (2-tailed) Mc Nemar dapat menjamin Ho ditolak dan Ha dapat diterima, artinya terdapat efektivitas pemberian abon jantung pisang terhadap kelancaran ASIpada ibu 2 minggu post partum di PMB Domingas Sidotopo Wetan
PERAN ORANG TUA MELALUI SOTH SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI Badrus, Arkha Rosyaria; Ummah, Kholifatul; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini dirasa diperlukan dikarenakan adanya perubahan kebutuhan yang terus berubah, selain itu dianggap akan berdampak positif pada saat kehidupan remaja (S. Handayani et al., 2019).  Anak usia dini perlu mengetahui tentang dirinya dan alat kelaminnya, apa saja yang perlu dilindungi, dan bagaimana mereka dapat memberikan perlindungan sejak dini dari pihak-pihak yang akan melakukan kekerasan seksual. Selain itu, anak harus memiliki karakter yang kuat agar terhindar dari penyimpangan seksual (Soesilo, 2021). SOTH adalah singkatan dari Sekolah Orang Tua Hebat, yaitu program pengasuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.  hasil penelitian tersebut menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden terhadap Peran Orang Tua dalam Upaya Pengenalan Kesehatan Reproduksi Pada Anak Usia Dini setelah dilakukan Sekolah Orang Tua Hebat yakni sebanyak 78,6% responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yakni sebanyak 6 orang 21,4%.  Adanya kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ini dapat memberikan edukasi seks sejak dini bertujuan untuk memberikan informasi dan mengenalkan kepada anak bagaimana ia harus menjaga dan melindungi organ tubuhnya dari orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
Ontologi Pendidikan Qur’ani dalam Kurikulum SD Plus Tahfizhul Qur’an Annida Salatiga Mujiburrahman, Mujiburrahman; Ummah, Kholifatul
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8561

Abstract

The Kurikulum Pendidikan Qur’ani (Qur’anic Education Curriculum) is an Islamic education framework that positions the Al-Qur’an as the primary source for formulating educational objectives, content, and learning processes, such that it is oriented not only towards knowledge acquisition but also towards the balanced formation of students’ character and spirituality across intellectual, spiritual, moral, and social dimensions. However, systematic studies on the concept of the Kurikulum Pendidikan Qur’ani and its relevance for the implementation of Islamic education in modern educational contexts remain limited. This article aims to examine the concept of the Kurikulum Pendidikan Qur’ani and its relevance to contemporary Islamic educational practice. The study employed a literature review method with a qualitative approach by analysing various works related to Islamic education and Qur’anic values. The findings show that the Kurikulum Pendidikan Qur’ani emphasises the integration of mastery of scientific knowledge and the internalisation of Qur’anic values in students’ lives by positioning the Al-Qur’an as both a normative and pedagogical foundation. These findings affirm that the Kurikulum Pendidikan Qur’ani is relevant for addressing the challenges of modern education, particularly in character formation and the strengthening of students’ spirituality within a holistic Islamic education framework.
Konsep Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat Sumiran, Sumiran; Ummah, Kholifatul
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8589

Abstract

Philosophy of science is a reflective inquiry into the nature, sources, methods, and purposes of knowledge, while developments in modern science reveal fundamental differences between Western and Islamic traditions in their views of knowledge. This article aims to examine the concept of philosophy of science from Islamic and Western perspectives and to analyse their similarities and differences. The study employs a qualitative method with a library research approach through critical review of relevant works on philosophy of science, Islamic epistemology, and the modern Western intellectual tradition. The findings show that modern Western philosophy of science tends to be grounded in rationalism, empiricism, and secularism, thereby separating knowledge from spiritual values and rendering it autonomous from revelation. In contrast, Islamic philosophy of science is founded on the principle of tauhid, which integrates revelation, reason, and moral values into a single, hierarchical, and mutually complementary unity. The article concludes that integrating the paradigm of Islamic philosophy of science offers an important alternative for responding to the value crisis in the development of modern science, while also opening space for the construction of knowledge that is more ethical, transcendental, and oriented toward human well-being.
Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Khaldun Rosyidah, Fahmi; Ummah, Kholifatul; Mabruroh, Nurul; Amrullah, Riyad; Khoir, Mulyanto Abdullah
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8657

Abstract

Although Ibn Khaldun’s educational thought has been widely discussed in various studies, research that specifically examines its relevance to modern education, particularly in the Indonesian context, remains relatively limited. This study aimed to explore in depth the educational thought of Ibnu Khaldun, describe his intellectual background, and analyze the relevance of his educational concepts to educational practice in the modern era. A qualitative descriptive approach was employed with a library research design and descriptive analysis of Ibnu Khaldun’s works and related literature. The findings show that Ibnu Khaldun’s educational thought has strong relevance to modern Islamic education, including his concept of gradual learning, which aligns with contemporary educational psychology theories; his rejection of coercion and violence, which is consistent with humanistic educational approaches; and his idea of maintaining a balance between religious sciences and rational sciences, which corresponds to the needs of Islamic education in the modern era. These findings affirm that Ibnu Khaldun’s educational thought can serve as an important reference for developing an educational paradigm that is balanced, humanistic, and contextual, while also opening opportunities for further critical exploration of the relevance and application of his ideas in today’s education systems.
ANALISIS TINGKAT TURNOVER INTENTION KARYAWAN DI PT DUTA MERPATI INDONESIA Ummah, Kholifatul; Hidayati, Roziana Ainul
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 08 (2026): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i08.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat turnover karyawan serta faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention di PT Duta Merpati Indonesia selama periode Januari hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan karyawan dan mantan karyawan, serta data sekunder berupa dokumen perusahaan terkait jumlah karyawan masuk dan keluar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat turnover karyawan selama tahun 2024 sebesar 15,92% dan bersifat fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada semester kedua. Meskipun angka tersebut masih berada dalam batas wajar, tingkat turnover ini belum mencapai kategori ideal dan mengindikasikan perlunya perhatian dalam pengelolaan sumber daya manusia. Hasil wawancara menunjukkan bahwa turnover intention dipengaruhi oleh ketidakpuasan terhadap kompensasi, beban kerja yang tinggi, kurangnya penghargaan atas kinerja, gaya kepemimpinan yang kurang komunikatif, serta ketidakjelasan pengembangan karier. Penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kebijakan manajemen sumber daya manusia untuk menekan turnover dan meningkatkan stabilitas tenaga kerja.
Quality Analysis of Congenital Hypothyroidism Screening (CHS) Implementation in Newborns by Independent Midwives: A Review of Sample Collection Time, Specimen Quality, and Speed of Follow-up Results Ummah, Kholifatul; Imeldawati, Rakhmalia; Kustini, Kustini; Susila, Ida
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 17 No 2 (2025): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v17i2.10837

Abstract

This descriptive analytical cross-sectional study assessed the quality of Congenital Hypothyroidism Screening (CHS) implementation by Independent Midwives, a vital program for preventing intellectual developmental delay caused by congenital hypothyroidism (CH). The study involved 60 newborns at BPM Kustini, Lamongan (January-June 2025). Quality was evaluated across three critical points: timeliness of sample collection, quality of Dried Blood Spot (DBS) specimens, and speed of follow-up on results. The findings indicated that 66.67percent of samples were collected on time (48-72 hours), 75percent of DBS specimens were of good quality, and 83.33percent of follow-up results were conducted quickly (less than equals 10 days). Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed significant correlations between the timeliness of sampling and the quality of DBS specimens (p equal 0.002) and between specimen quality and the speed of follow-up results (p equal 0.003). Overall, the quality of CHS in independent midwifery practices was promising. Timeliness of sample collection was found to be key to producing high-quality DBS specimens, which, in turn, affected the speed of result follow-up. The study recommends improving midwives' technical competence and family education, and strengthening the referral system to reinforce CHS's success in community services.