Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Adas (Foeniculum Vulgare Mill) Dengan Metode DPPH Dan FRAP Ahwan Abdul
Pharmed: Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pharmed.v3i2.7456

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam radikal bebas. Tanaman adas (Foeniculum Vulgare Mill) salah satu tanaman yang mengandung senyawa polifenol. Senyawa polifenol yang tinggi diketahui sebagai sumber antioksidan. Ekstraksi daun adas dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dengan metode KLT dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun adas mempunyai kandungan senyawa yang mampu memberikan aktivitas antioksidan menggunakan reaksi penyemprotan dengan DPPH. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (2,2 difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) menggunakan instrumen spektrofotometri UV-Vis. DPPH merupakan uji aktivitas antioksidan berdasarkan transfer atom hidrogen, sedangkan FRAP berdasarkan kemampuan mereduksi ion ferri menjadi ferro. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun adas pada metode DPPH dan FRAP mempunyai aktivitas antioksidan lemah (IC50 >150 μg/mL). Ditunjukan dari nilai IC50 DPPH sebesar 223,61 μg/mL, dan FRAP sebesar 987,84 μg/mL. Sedangkan Vitamin C sebagai pembanding menunjukan aktivitas antioksidan kuat (IC50 >150 μg/mL). Pada metode DPPH dihasilkan nilai IC50 Vitamin C sebesar 3,20 μg/mL dan FRAP sebesar 31,1 μg/mL.
Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik pada Rumah Tangga Kelurahan Cacaban Magelang Tengah Dian Muhammad Rifai; Musta’an Musta’an; Ahwan Ahwan; Anik Suwarni; Sukma Shinta Yuniati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i1.996

Abstract

Kelurahan Cacaban adalah mitra dalamProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu RT yang terdapat di Kelurahan Cacaban di Kota Magelang, dimana lingkungan disekitar RT 03 RW 09 merupakan lingkungan perkampungan padat huni ditengah Kota Magelang. Kendala dalam pengabdian ini masih kurang kesadaran warga tentang potensi sampah organik dan anorganik serta pengetahuan warga dalam pemilahaan sampah organik dan anorganik di lingkungan setempat. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga RT 03 RW 09 Kelurahan Cacaban, sehingga dapat memilah dan mengelola sampah organik daan anorganik. Pemateri menggunakan metode presentasi dalam memberikan informasi tentang konsep pemilahan sampah organik dan anorganik secara interaktif kepada warga RT 03 RW 09. Materi yang dipresentasikan merupakan tentang perbedaan sampah organik dan anorganik serta bagaimana cara memanfaatkan sampah tersebut berdasrkan jenis sampah dan hasil pengelolaan sampah organik. Hasil kegiatan berupa pemaparan materi tentang sampah organik dan anorganik, serta pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan para warga mampu untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya apabila seluruh kendala dapat diatasi.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN SEDIAAN KOSMETIKA TANAMAN OBAT Ahwan hwan; Uswatun Hasana
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.485 KB) | DOI: 10.47942/jpttg.v1i2.707

Abstract

Kosmetika banyak digunakan oleh masyarakat terutama wanita, sehingga menjadi kebutuhan yang pokok oleh wanita dalam mempercantik dan memperindah diri secara fisik dan jasmani. Karena banyaknya kosmetik yang beredar dipasaran merupakan bahan kimia yang mempunyai efek samping berbahaya manusia. Pelatihan pembuatan sediaan kosmetik dari tanaman obat tradisional untuk pegawai Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Kota Pekalongan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill karyawan dalam pembuatan sediaan kosmetika terutama berbahan dasar tanaman obat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui pelatihan cara membuat Kosmetika dan cara pengemasannya, melalui tahapan persiapan alat dan bahan, pembuatan ekstrak dan pengolahan menjadi kosmetik, serta cara pengemasan yang menarik. Pengabdian yang telah dilaksanakan memberikan kemanfaatan kepada pegawai secara khusus dan masyarakat secara umumnya. Mereka mampu membuat sediaan kosmetika yang aman, berkualitas dan dapat bersaing. Dari hasil ini dapat meningkatkan nilai keuntungan dalam segi bisnis dan dapat memberikan wawasan bagi masyarakat dan pengunjung ke PSPJ Kota Pekalongan
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF FENNEL LEAVES ETHANOL EXTRACT (FOENICULUM VULGARE MILL) AGAINST PSEUDOMONAS AERUGINOSA Ahwan Abdul; Fadilah Qonitah; Partonowati _
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v7i2.4873

Abstract

Fennel leaf (Foeniculum vulgare Mill) is an herbal plant that is used for treatment. Flavonoid compounds and essential oils contained in fennel leaves have an antibacterial effect. The purpose of this study was to determine the activity of fennel leaf extract against Pseudomonas aeruginosa bacteria. Testing of antibacterial activity using a pure experimental method with a randomized design with a unidirectional pattern using the extraction method, namely maceration and bacterial activity testing with the diffusion method. The parameter measured is the diameter of the inhibition formed in the paper disc area. The data were measured using the Anova statistical approach. Fennel leaf extract has an inhibitory effect on the growth of Pseudomonas aeruginosa bacteria, namely at concentrations of 15% (11.04 ± 1.59 mm), 25% (13.68 ± 3.54 mm), 50% (18.14 ± 2.04 mm), 75% (20.53 ± 0.88 mm) and 100% (22.82 ± 0.32 mm) compared with 1% Dimethyl Sulfoxide (DMSO) negative control (00.00 ± 0.00 mm), while the test with positive control Gentamicin 1% (22.82 ± 0.32 mm) with a strong category (10 - 20 mm), namely at concentrations of 15%, 25% and 50%, very strong category (>20mm), namely at concentrations of 75% and 100%, the statistical significance value of ANOVA was p<0.05. It can be concluded that the ethanol extract of fennel leaf (Foenicullum vulgare Mill) has antibacterial activity against Pseudomonas aeruginosa. The value of the minimum inhibitory concentration (MIC) of ethanol extract of fennel leaf (Foenicullum vulgare Mill) against Pseudomonas aeruginosa bacteria was 15% w/v.
Comparison of Antibacterial Activities of Ethanol and Methanol Extracts of Early Flower Leaves (Clitoria Ternatea L.) against Escherichia Coli ESBL (Extended Spectrum Beta Lactamase) Susi Rahmawati; Ahwan Abdul; Fadilah Qonitah
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v7i2.237

Abstract

Inappropriate use of antibiotics can lead to bacterial resistance. Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) is a bacterium that is resistant to beta-lactam antibiotics such as penicillins, cephalosporins and monobactams. One example of this bacterium is Escherichia coli which can cause a number of diseases such as urinary tract infections, respiratory infections, sepsis and meningitis. The leaves of the telang flower (Clitoria ternatea L.) contain a number of compounds that have antibacterial activity which are expected to be an alternative for the treatment of infections caused by ESBL Escherichia coli. This study aims to determine the antibacterial activity of ethanol and methanol extract of telang flower leaves against Escherichia coli ESBL and to compare the activities of the two extracts. The test method is experimental, namely measuring the antibacterial activity of the extract using the disk diffusion method. The results of the phytochemical screening test conducted showed that the extract tested positive contained flavonoids, alkaloids, phenolics, saponins, tannins and terpenoids. The results of the research related to the antimicrobial activity of the concentrations of 25%, 50% and 100% methanol extract produced inhibition zone diameters of 7.4 mm, 7.8 mm and 8.1 mm, while the ethanol extracts were 7.3 mm, 7.4 mm. , 7.9 mm. The positive control used, namely gentamicin, produced an inhibition zone of 9.8 mm. These results indicate that the methanol and ethanol extract of telang flower leaves affected the growth of Escherichia coli ESBL and there was a difference in the antibacterial activity of the two extracts based on statistical analysis with the Anova test with p value <0.05.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL JANTUNG PISANG NANGKA, AMBON, DAN TANDUK (Musa Paradisiaca sp.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Ahwan abdul
Duta Pharma Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.983 KB)

Abstract

Penyakit degeneratif dapat disebabkan oleh radikal bebas, namun dapat dilawan secara alami oleh tubuh dengan antioksidan. Natural antioxidant dapat diperoleh dari tumbuhan, buah-buahan dan biji-bijian seperti pada jantung buah pisang. Jantung buah pisang yang memiliki kandungan senyawa fenolik, berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan jantung pisang nangka, ambon dan tanduk, serta untuk mengetahui perbedaan nilai aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan bersifat eksperimental dan diuji secara kuantitatif. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 517 nm dan Operating Time (OT) selama 30 menit. Penelitian ini menggunakan kontrol positif vitamin C dengan konsentrasi 5 ppm, 7,5 ppm, 10 ppm, 12,5 ppm dan 15 ppm. Sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol kental jantung pisang nangka, ambon, dan tanduk dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50, pada Vitamin C 8,25±0,05 µg/mL (antioksidan kuat), jantung pisang nangka 276,54±8,19 µg/mL (antioksidan lemah), ambon 136,04±2,30 µg/mL (antioksidan sedang), dan tanduk 111,22±1,76 µg/mL (antioksidan sedang). Hasil uji aktivitas antioksidan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol jantung pisang nangka, ambon, dan tanduk.
Penyuluhan Pembuatan Jamu Dalam Upaya Meningkatkan Imunitas Masyarakat di Desa Sidoharjo Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Ahwan Abdul; Musta’an Musta’an; Anik Suwarni
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.951 KB) | DOI: 10.35814/abdi.v1i1.2013

Abstract

Pandemi Covid 19 menyebabkan masyarakat indonesia terganggu pada sistem kesehatannya, yang dapat membuat derajat kesehatan mengalami penurunan yang sangat signifikan, sehingga perlu dilakukan 5 M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). Selain 5 M masyarakat dapat mencegah dengan cara meningkatkan imunitas tubuh dengan menggunakan suplemen vitamin dan obat tradisional (jamu). Penggunaan obat tradisional merupakan warisan nenek moyang indonesia yang diperoleh secara empiris. jamu merupakan minuman kesehatan yang dapat dimanfaatkan khasiat dan keamanannya dalam meningkatkan imunitas disaat pandemi covid 19. Tanaman obat yang jumlahnya sangat banyak dan dapat dimanfaatkan dilingkungan rumah terurutama di tingkat desa, tetapi masyarakat belum mengetahui menfaat dan cara pengolahan tanaman tersebut dalam meningkatkan imunitas. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kepada masyarakat dan aparat desa, sehingga dapat digunakan dan disebarluaskan ke seluruh masyarakat desa dalam membuat racikan jamu dalam meningkatkan imunitas masyarakat di Desa Sidoharjo. Penyuluhan ini meliputi cara membuat jamu dari tanaman sambiloto, jahe merah, meniran dan temulawak dan lain-lain yang banyak tumbuh di Desa Sidoharjo
Persepsi Masyarakat terhadap Efektivitas Penggunaan Jamu dalam Meningkatkan Imunitas selama Pandemi Covid-19 Syahnaz Sanjiwani Agatha Ruth Mahawikan; Ahwan Abdul; Reni Ariastuti
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Farmasetis: Mei 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.265 KB)

Abstract

Meningkatkan imunitas tubuh merupakan salah satu cara untuk menghindari infeksi virus Covid 19. Peningkatan antibodi terhadap patogen dapat dibentuk dengan mengkonsumsi dari jamu yang terbuat dari tanaman empon empon. Jamu tradisional merupakan salah satu pilihan sebagai pengobatan alami untuk memperkuat imun tubuh masyarakat karena bahanbaku yang mudah didapat, murah harganya dan bisa dibuat sendiri.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap efektifitas penggunaan jamu dalam meningkatkan imunitas selama pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental   deskriptif   dengan menggunakan   instrumen   kuisioner.   Sampel   diambil   secara purposive sampling memenuhi kriteria, analisis data dilakukan dengan menurut nilai 81% - 100% amat baik (A), 61% - 80% baik (B), 41% - 60% cukup (C), 21% - 40% kurang (D), <21% sangat kurang (E). Hasil penelitian diketahui mayoritas responden sebelum mengkonsumsi jamu merasa badan tidak segar bugar dan tidak merasa lebih baik dengan rata-rata jawaban Ya dengan kriteria cukup sebanyak 50,3% dan menjawab tidak kriteria cukup sebanyak 49%. Sesudah mengonsumsi jamu secara rutin mayoritas responden merasa badan lebih segar bugar dengan rata-rata jawaban Ya dengan kriteria termasuk baik sebanyak 76,3% dan menjawab tidak dengan kriteria kurang sebanya dengan mengonsumsi jamu efektif meningkatkan imunitas tubuh. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mayoritas warga RW14 Totosari Surakarta memberikan persepi dengan mengonsumsi jamu tradisional secara rutin efektif meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi covid-19.
Formulasi Nanoemulgel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre) Dengan Variasi Gelling Agent Sebagai Antioksidan Raden Roro Karina Pambudi; reni ariastuti; Ahwan Ahwan
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v20i1.1518

Abstract

Antioxidants are compounds that are significant in the body's mechanism against free radicals, namely inhibiting oxidative reactions by binding to free radicals or preventing oxidative damage that can lead to oxidative stress conditions. One of the natural ingredients that have antioxidant activity is robusta coffee beans. Robusta coffee beans contain polyphenol compounds have antioxidant activity. Nanoemulgel s a gel preparation that is incorporated in a basic gel and has nano-sized particles. This study aims to 1) determine the stable formula of robusta coffee bean extract nanoemulgel with a variation of gelling agent 2) determine whether the robusta coffee bean extract nanoemulgel has antioxidant activity. The methods used include 1) extraction with maceration 2) nanoemulsions are made using a low-performance technique (magnetic stirrer) and a high performance technique (sonicator) 3) particle size test used dynamic light scattering 4) stability parameters include pH, dispersibility, adhesion, and viscosity 5) antioxidant activity was analyzed using the DPPH method (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) 6) statistical analysis used SPSS 21 software using Paired T-test and One Way Anova. The results nanoemulsion particle size of robusta coffee bean extract was 12.3 nm and the polydisperse index was 0.274 nm, the most stable nanoemulgel was formula 3 with varying concentrations of gelling agent (1 gram HPMC: 0.5 gram Carbopol) had an average value of pH 5, average adhesion 1.59 seconds ± 0.01, average dispersion 6.7 cm ± 0.1, and the average viscosity value of 2500 cPs. The formula with the strongest antioxidant activity is formula 1 (0.5- gram carbopol) with an average IC50 value of 10.678 ± 0.0346 ppm.
PENENTUAN KANDUNGAN FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG GOROHO (Musa Acuminafe L.) fadilah qonitah; Sulis Fajarwati; Ahwan Ahwan
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i1.2840

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menunda atau mencegah oksidasi dengan cara menghambat terjadinya reaksi rantai oksidatif. Salah satu senyawa yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan adanya flavonoid. Kulit pisang goroho diketahui memiliki senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan flavonoid total serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH pada ekstrak etanol kulit pisang goroho (Musa Acuminafe L.). Proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penentuan kandungan flavonoid total dengan metode spektrofotometri UV-Vis yang dinyatakan dalam mg/g EQ (Ekuivalen Quersetin). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit pisang goroho memiliki kadar flavonoid total sebesar (13,98±0,30) mg/g QE, dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar (265,31±7,63) ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit pisang goroho mempunyai kandungan flavonoid total dan mempunyai aktivitas antioksidan yang lemah.