Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pola Pernapasan Dan Faktor Lingkungan Dalam Pengendalian Gejala Asma Bronkial Pada Anak-Anak Santoso, Eko Budi; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Iswati, Ning; Waladani, Barkah; Mastuti, Siti; Susilowati, Yuli
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v17i2.1783

Abstract

Asma bronkial pada anak-anak merupakan masalah kesehatan yang meningkat secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara paparan debu, bulu hewan, frekuensi pernapasan, dan polutan udara dengan kejadian asma berulang pada anak-anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan survei longitudinal pada anak-anak dengan asma bronkial. Metode pengumpulan data melibatkan pemantauan pola pernapasan, seperti frekuensi napas, analisis lingkungan di rumah dan lingkungan sekolah. Pengumpulan data juga akan melibatkan wawancara dengan anak-anak dan orang tua mereka untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pola pernapasan dan faktor lingkungan sehari-hari. Sampel dalam penelitian ini yaitu anak sekolah dasar usia 6-12 tahun yang mengalami asma berjumlah 38 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan debu (p=0,007) dan bulu hewan (p=0,002) meningkatkan risiko asma berulang pada anak-anak, dengan anak-anak yang memiliki pola pernapasan (p=0,000) yang tidak teratur memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami serangan. Paparan polutan udara juga meningkatkan risiko dan keparahan asma pada anak-anak (p=0,008). Paparan debu, bulu hewan, frekuensi pernapasan yang tidak teratur, dan polutan udara memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian asma berulang pada anak-anak. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya pencegahan yang melibatkan pengelolaan debu dan alergen di rumah, pendidikan tentang pola pernapasan yang sehat, dan advokasi untuk kebijakan lingkungan yang mendukung kualitas udara bersih. Integrasi pendekatan ini dapat merancang strategi yang holistik untuk meningkatkan kesehatan pernapasan anak-anak dan mengurangi dampak asma bronkial.
Prevalence of Persistent Post-Concussion Syndrome in Adults After Mild Traumatic Brain Injury Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Kadir, Fairrul; Omar, Azizan; Singh, Sukhbeer Kaur Darsin
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.56529

Abstract

Background: Although mild Traumatic Brain Injury (mTBI) is one of the primary causes of death and disability worldwide, research on the prevalence of post-concussion syndrome (PCS) after mTBI is still extremely limited. Previous studies have shown that approximately 10-15% of mTBI patients experience PCS, yet these studies often have different methodologies and sample sizes.Purpose: This study aimed to determine and compare the prevalence of persistent PCS (more than one month post-injury) with those without PCS in mTBI patients.Methods: This study employed a retrospective cohort design and analyzed patient data from hospital records between July and December 2022, yielding a sample of 316 participants with mTBI. Patients with complete medical record data and active health checks for one month after being treated were taken as research subjects. PCS measurement was conducted using the Rivermead Post Concussion Symptoms Questionnaire (RPQ). Data were analyzed using an independent t-test with a two-tailed distribution to compare variables between groups (groups with PCS and without PCS).Results: The prevalence of persistent PCS in mTBI patients was 112 (35.4%) patients. The occurrence of persistent PCS was found to be most prevalent in the second month and in motor vehicle accident-related injuries, with 49 (43.7%) patients and 80 (71.4%) patients, respectively. Problems concentrating (37.5%), headache (30.3%), and light sensitivity (32.1%) were the most common symptoms of PCS.Conclusions: A significant proportion of persistent PCS was found, with the most prevalent occurring in the second month after mTBI and involving motor vehicle-related injuries. These findings warrant better screening guidelines and practices that patients can adopt after mTBI.
Sosialisasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Muballigh di Kabupaten Kebumen Sawiji, S; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korban henti jantung (cardiac arrest) bisa dialami oleh siapapun,kapanpun dan dimanapun. Tidak menutup kemungkinan ada korbanhenti jantung ketika sedang melakukan aktifitas ibadah, sepertipengajian, mendengarkan ceramah, atau bahkan di tempat ibadah.Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) harus segera dilakukan untukmencegah terjadinya kerusakan otak yang lebih parah, mengingatgolden period adalah 6-10 menit. Keterlambatan serta kesalahantindakan BHD dapat berakibat fatal bagi korban. Kemampuanmelakukan tindakan BHD harus dimiliki oleh tenaga kesehatanbahkan oleh semua kalangan termasuk muballigh. Para mubalighdiharapkan memiliki keterampilan BHD agar mampu memberikanpertolongan pertama kepada korban henti jantung. Tujuanpengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dansimulasi tindakan BHD pada korban tidak sadar karena hentijantung. Peserta adalah para muballigh di Kebumen sebanyak 25orang. Pretest dan posttest diberikan sebagai metode pengukurankemampuan peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pretestdidapatkan nilai rata-rata 23,28. Materi pada pertemuan pertamaadalah pengenalan korban tidak sadar meliputi cek nafas dan ceknadi. Materi pada pertemuan kedua adalah teknik pertolongankorban tidak sadar dengan tidak ada nadi dan tidak ada nafas, yaitutindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi pertemuan ketigaadalah simulasi BHD menggunakan phantom khusus BHD, yaituphantom RJP. Semua peserta diberikan waktu untuk mensimulasikanpertolongan pada korban tidak sadar, meliputi pengenalan korbantidak sadar yang dilanjutkan dengan memberikan bantuan RJP.Setelah RJP diberikan, jika korban masih tidak sadar, tidak ada nadi,dan tidak ada nafas maka tindakan selanjutnya adalah memberikanterapi kejutan listrik menggunakan automated externaldefibrillation.Hasil nilai rata-rata posttest adalah 71,35. Pesertamengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi BHDtersebut sangat bermanfaat, karena tidak hanya ilmu agama sajayang selalu mereka pelajari, tetapi juga ilmu dunia terkait kesehatanyang nantinya akan berguna bagi sesama.
TEKNIK EVAKUASI BENCANA TANAH LONGSOR UNTUK WARGA DESA TUNJUNGSETO KECAMATAN SEMPOR Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Yuda, Hendri Tamara; Prasetyaningsih, Wati; Isnaeni, Wahidah; Amalia, Septi Ayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia secara geografis terletak pada pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Australasia, lempeng Pasifik, lempeng Eurasia dan Filipina. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan terhadap geologis. Disamping itu, kurang lebih 5.590 daerah aliran sungai yang terdapat di Indonesia, yang terletak antara Sabang dan Merauke, mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko tinggi terhadap ancaman bencana gempa bumi, tsunami, deretan gunung api (129 gunung api aktif) dan gerakan tanah. Berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2011 yang disusun oleh BNPB, potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, jumlah kerugian fisik, ekonomi dan lingkungan berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi dimana Jawa merupakan wilayah yang paling banyak mengalami potensi bencana. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan informasi dan teknik evakuasi bencana tanah longsor. Selain itu, merencanakan dan mendorong latihan kesiapsiagaan bencana pada warga Masyarakat. Proses Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi bantuan hidup dasar dan teknik evakuasi transportasi korban bencana. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan soal dari rata-rata nilai 36 menjadi 82. para peserta juga antusias dan saling bergantian dalam mempraktikan teknik bantuan hidup dasar dan evakuai korban bencana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dan praktik langsung dalam penanganan korban bencana diperlukan sebagai salah satu langkah pra-bencana dalam pengurangan risiko bencana.
Perbedaan Penyuluhan Kesehatan dengan Metode Jigsaw dan Simulasi terhadap Pengetahuan dan Motivasi Siswa tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Rizky, Irfan Fajar; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Setianingsih, Endah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat sekitar 1,2 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta lainnya mengalami luka-luka (WHO, 2016). Kurangnya pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan menyebabkan berkurangnya motivasi untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedan penyuluhan kesehatan dengan metode jigsaw dan simulasi terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan. Penelitian ini menggunakan desain Quasy eksperimen design dengan pendekatan pretest dan posttest control group design. Tempat penelitian di SMK Wongsorejo Gombong. Sampel berjumlah 100 siswa yang diambil secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji normalitas kolmogrov-smirnov test , analisis deskriptif dan wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukan Sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan dengan metode jigsaw dan simulasi menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori cukup (76,0%) dan motivasi kategori cukup (76,0%). Sama halnya pada perlakuan simulasi sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori cukup (76,0%) dan motivasi kategori cukup (80,0%). Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan metode jigsaw dan simulasi menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kategori baik (92,0%) dan motivasi kategori baik (90,0%). Sedangkan pada perlakuan simulasi seluruh siswa memiliki pengetahuan kategori baik (100,0%) dan motivasi kategori baik (94,0%). Ada perbedaan penyuluhan kesehatan dengan metode jigsaw dan simulasi terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang pertolongan pertama pada kecelakaan. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti tentang penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan dengan metode yang lain.
Penerapan ESI (Emergency Severity Index) terhadap Response Time Pasien di IGD PKU Muhammadiyah Gombong Bahari, Zaenab Kartika; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Setyaningsih, Endah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Prevalensi kunjungan pasien IGD semakin tahun meningkat, di Indonesia tahun 2014 kunjungan pasien IGD sebanyak 4.402.205. Data peningkatan tersebut menunjukan IGD adalah Unit Critical Phoint atau gerbang utama penanganan kasus kegawatdaruratan yang menentukan kualitas pelayanan Rumah sakit. Indikator Mutu IGD PKU Muhammadiyah Gombong adalah kematian <8 jam dan Response Time <5 menit. Cara meningkatkan indikator mutu pelayanan adalah dengan meningkatan manajemen dari indikator mutu IGD, salah satunya meningkatkan manajemen tatalaksana IGD yaitu pelaksanaan triase terhadap Response Time. IGD PKU Muhammadiyah Gombong menggunkan triase klasik tiga tingkat yang tidak cocok diterapkan di IGD level empat, triase yang cocok adalah triase lima tingkat salah satunya ESI, karena menggunkan skala 1-10, ada indikator triase kusus Pediatric, penilaiaan berdasarkan sumber daya yang digunakan, dan penilaian response time lebih mudah dan cepat. Tujuan; Untuk mengetahui pengaruh ketepatan penerapan ESI terhadap response time pasien di IGD PKU Muhammadiyah Gombong. Metode Penelitian; Jenis penelitian kuantitatif metode quasi eksperimen rancangan one group dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 93 dengan teknik Accidental sampling. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan analisa bivariat menggunakan uji mann-whitney. Hasil; Response Time paling dominan pada kategori ESI 3 sebanyak 46 pasien (49,5%). Ketepatan Triase pada kategori tepat berjumlah 83 pasien (89,2%), Sedangkan Response Time pada kategori Cepat berjumlah 77 pasien (82,8%) dengan rata-rata response time ESI 1 = 1 menit, ESI 2 = 4,3 menit, ESI 3 = 4.7 menit, ESI 4 = 5,5 menit, dan ESI 5 = 6,1 menit. Kesimpulan Ada Pengaruh Ketepatan Penerapan triase Terhadap Response Time Pasien Di IGD PKU Muhamamadiyah Gombong dengan hasil (p=0.002 < 0.05).
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Pemberian Oksigenasi dan Head Up 30° terhadap Perubahan Haemodinamik pada Pasien Cedera Kepala Dewi, Tri Sejati Kartika; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Triyowati, Muji Ageng
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Head injury is a traumatic disorder of brain function accompanied or without interstitial bleeding the brain bleeding. In the world for the incidence of head injuries every year reaches 500,000 cases of the number above 10% sufferers die before reaching the hospital and more than 100,000 experience disability due to head injury. Head injuries usually involve young people (15-19 years old) and older adults over 65 years old with the male of number more often than women. Objective: Analyzing of nursing care for oxygenation and head up 30° given to clients with head injuries in the Emergency Room and High Care Unit of the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital at Purwokerto. Method: The method in this study use a descriptive case study method. Nursing care results: Nursing problems that arise in these three patients are cerebral tissue perfusion disorders. The intervention that will be carried out is head up 30o and oxygenation. From the results of the implementation, it was found two of the patients experienced hemodynamic changes such as improvement in blood pressure, oxygen saturation, and breathing in patients and significant changes in consciousness during in emergency room and high care unit. This on action evaluation the secondpatient aged nineteen years old aged twentyseven years old experienced hemodynamic changes and awareness, patients aged sixty years old died. Recommendation: It is expected that the hospital provides a tool to measure cranial pressure to it knows the severity of bleeding in the brain and the patient immediately gets the right action according to the extent of brain bleeding.
Kontrol Asma Menggunakan Latihan Breathing Retraining Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Kupitasari, Melia Dwi; Setianingsih, Endah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan gangguan inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang berakibat hiperresponsif, reversible dimana trakea dan bronkus hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Breathing retraining dapat digunakan sebagai rujukan untuk membantu mengontrol gejala dan mencegah asma berulang pada pasien asma dalam kondisi istirahat maupun beraktifitas. Seseorang yang menderita asma akan mengalami tanda dan gejala berupa sesak nafas, batuk dan suara napas tambahan mengi serta gangguan tidur. Kontrol asma dilakukan dengan menggunakan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan breathing retraining terhadap kontrol asma pada pasien asma. Penelitian ini menggunakan desian pra eksperimen dengan one group pre and post test design. Subjek penelitian berjumlah 18 responden terbagi menjadi 2 kelompok yang diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan independent t-test dan uji normalitas menggunakan saphiro wilk. Hasil penelitian didapatkan nilai ACT 0.001 pada diaphragmatic breathing exercise dan 0.003 pada nafas dalam. Teknik breathing retraining efektif menurunkan dan mengurangi kekambuhan asma.
Efektifitas Pemberian Semi Fowler dan Fowler terhadap Perubahan Status Pernapasan pada Pasien Asma Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Amalia, Wahyu Rizki; Waladani, Barkah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah kelainan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan sesak napas sehingga dalam keadaan klinis dapat terjadi penurunan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan pada pasien asma untuk memaksimalkan ventilasi paru adalah pemberian posisi semi fowler dan fowler. Tujuannya adalah untuk mengetahui evidence base exercise efektifitas pemberian poisisi semi fowler dan fowler terhadap perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pasien asma. Metode menggunakan literatur review dengan penelusuran artikel penelitian melalui Sciencedirect, Pubmed, Researchgate, Ebsco dan Proquest periode 2018-2020 dengan kata kunci asma, semi fowler dan foweler.. Dari hasil penelusuran didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang dinilai menggunakan Duffy’s Research Apparasial Cheklist Approach dengan rata-rata skor 205-306. Hasil analisis penelusuran didapatkan bahwa posisi semi fowler lebih efektif dalam menurunkan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada pasien asma dibandingkan posisi fowler atau posisi lainnya, serta berpengaruh terhadap perubahan frekuensi pernapasan menjadi normal (16-24 kali/menit) dan meningkatkan saturasi oksigen, dengan variasi metode, penilaian, dan jumlah responden.
PENCEGAHAN DEKUBITUS MENGGUNAKAN POSISI ALIH BARING PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Laraswati, Arista; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Waladani, Barkah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dekubitus merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien yangdirawat di ruang ICU. Oleh karena itu, pencegahan dekubitus sangatdiperlukan untuk menghindari keterlambatan program rehabilitasibagi pasien. Alih baring merupakan salah satu tindakan keperawatanyang efektif untuk mencegah dekubitus apabila dilakukan dengantepat dan rutin. Tujuannya adalah untuk menganalisis hasil-hasilpenelitian terkait pencegahan dekubitus pada pasien menggunakanposisi alih baring di Ruang ICU dan menganalisis hasil-hasilpenelitian terkait pengkajian skala dekubitus di Ruang ICU.Penelitian ini menggunakan stratetegi penelusuran artikel penelitiandari tahun 2018 hingga 2020 dengan database pubmed, googlescholar, sagepub, science direct, dan research gate danmenggunakan kata kunci tertentu. Sebanyak 16 artikel yang sesuaidengan kriteria inklusi dinilai dengan Duffy’s Critical ApraisalApproach sehingga terpilih 10 artikel yang masuk ke dalam superioraverage dengan rata-rata skor 254,3. Hasil Literatur reviewmenunjukkan bahwa tindakan alih baring dapat mencegah risikodekubitus di ruang ICU sebanyak 10 artikel (100%) dengan waktualih baring setiap 2 jam.