Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Alternatif Kebijakan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Gowa Sirnan, Sirnan; Parassa, Helni Sadid; Annas, Aswar
JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Vol 13, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiap.v13i1.28334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi indikator kinerja yang diterapkan pemerintah, tantangan yang dihadapi, serta alternatif kebijakan untuk meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pengumpulan data melalui wawancara dengan informan kunci dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan dokumentasi, seperti laporan resmi pemerintah. Nvivo 12 Plus dipilih sebagai alat untuk analisis data. Indikator kinerja yang ditetapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa menunjukkan pentingnya strategi komprehensif untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya perhatian pada distribusi pangan yang merata, stabilitas harga baik di tingkat konsumen maupun produsen, serta pengelolaan cadangan pangan. Selain itu, Tantangan utama yang dihadapi pemerintah Kabupaten Gowa termasuk ketergantungan masyarakat yang tinggi pada beras sebagai sumber pangan utama, serta keterbatasan keterampilan masyarakat dan kurangnya penyuluh khusus ketahanan pangan. Selain itu, ada kekurangan infrastruktur untuk mendukung layanan ketahanan pangan, serta terbatasnya sumber daya manusia di pemerintah yang menghambat efektivitas pengelolaan dan implementasi program ketahanan pangan. Pemerintah perlu fokus pada diversifikasi pangan dan edukasi konsumsi, pengembangan keterampilan masyarakat, serta peningkatan infrastruktur dan dukungan regulasi untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan dan mendukung keberlanjutan sistem pangan di daerah.
PENGEMBANGAN PARIWISATA KAMPUNG PENYU DESA BARUGAIA TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN Muhajir, Humaidid; Tassakka, Asmi Citra Malina A.R.; Assir, Andi; Mandala, Satria; Alimuddin, Ilham; Marmin, Hidayat; Annas, Aswar; Indrayuni, Armi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38274

Abstract

Kampung Penyu Desa Barugaia salah satu tempat wisata yang menaik dan menjadi ikon pariwisata di Kabupaten Kepuluan Selayar. Ragam permasalahan yang terjadi di tempat wisata Kampung Penyu meliputi. Kondisi pantai yang kotor akibat sampah, pesisir pantai terdampak abrasi, prasarana dan sarana pantai wisata rusak, belum tersedianya mapping wilayah dan peta wisata yang terstruktur, belum tersedianya media promosi, kemampuan sumberdaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terkait sapta pesona masih minim, dan rusaknya penangkaran penyu yang mengancam kepunahan penyu diwilayah ini, dari uraian permasalahan ini sehingga pengembangan pariwisata berkelanjutan sangat perlu dilakukan. Metode pengabdian yang dilakukan menggunakan model. Pertama sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, Kedua pelatihan dan penyuluhan terkait teknologi tepat guna yang diberikan, Ketiga penerapan teknologi inovasi yang diberikan, dan Kempat melakukan pendampingan dan evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil penerapan teknologi inovasi pemilah sampah dan pengeruk sampah memanimalisir volume sampah di wilayah pesisir, penataan kelembagaan Pokdarwis yang baik terkait pengelolaan wisata dan sapta pesona, tersedianya inovasi akun promosi dan peta wisata, dan terealisasinya pelestarian penyu yang dilakukan oleh Pokdarwis. Pentingnya hasil pengabdian ini untuk mengembalikan Kampung Penyu sebagai tempat wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar
Makassar City Climate Change Handling Policy Annas, Aswar; Amalia P, Resky
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.9530

Abstract

The urgency of climate change is now crucial. Climate change is not only an environmental problem but also threatens the survival of urban communities, affects urban spatial planning, and encourages government initiatives to increase public capacity and integrated social services. This study aims to identify and analyze the implementation of policies and handling of climate change by the government of Makassar City. This study uses qualitative data sources, namely statements from informants and local action plan documents for climate change adaptation and disaster risk reduction. Data collection through interviews and relevant literature review. The study results show that the climate change countermeasures policies implemented include; adding green open spaces, clean water management, rehabilitation and normalization of canals, mitigation through planting mangroves, developing aquaculture to empower island communities, and socializing strengthening climate change regulations. Other policies were carried out, including the ecological dimensions of forming strategic areas and cultivation, the social dimension of public capacity building and integrated social services, technical dimensions of the development of urban spatial pattern structures.Urgensi perubahan iklim saat ini menjadi krusial. Perubahan iklim bukan hanya mengenai masalah lingkungan, tetapi juga mengancam ketahanan hidup masyarakat kota, memengaruhi penataan ruang kota, dan mendorong inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kapasitas publik dan layanan sosial terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kebijakan dan penanganan perubahan iklim yang dilakukan pemerintah Kota Makassar. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif, sumber data yaitu pernyataan yang berasal dari informan, dan dokuman rencana aksi daerah adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Pengumpulan data melalui wawancara dan telaah literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penangan perubahan iklim dilakukan, meliputi; penambahan ruang terbuka hijau, pengelolaan air bersih, rehabilisasi dan normalisasi kanal, mitigasi melalui penanaman mangrove, pengembangan budidaya perikanan pemberdayaan masyarakat pulau, dan sosialisasi penguatan aturan perubahan iklim. Kebijakan lain dilakukan, yaitu; dimensi ekologi pembentukan kawasan strategi dan budidaya, dimensi sosial peningkatan kapasitas publik dan layanan sosial terpadu, dan dimensi teknis pengembangan struktur pola ruang perkotaan.
Keamanan Data Sebagai Pilar Strategis Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Kota Makassar Salijah, Erni; Basid, Abdul; Annas, Aswar
JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Vol 13, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiap.v13i2.36656

Abstract

Di tengah perkembangan era digital, risiko kebocoran data kian meningkat dengan karakter yang semakin rumit, sehingga berpotensi mengganggu aspek kerahasiaan, keakuratan, dan aksesibilitas informasi. Urgensi masalah keamanan data dan informasi di Kota Makassar dalam konteks percepatan transformasi digital mencerminkan perlunya respons proaktif untuk melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data dari ancaman yang semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan keamanan informasi, serta untuk memetakan hambatan yang dihadapinya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui beberapa teknik, termasuk wawancara, dokumentasi, dan observasi. Informan kunci terdiri dari para pejabat dan staf di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebijakan, praktik, dan infrastruktur terkait keamanan data dan informasi. Temuan utama dari upaya pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan efektivitas keamanan data dan informasi meliputi empat aspek krusial yaitu penguatan infrastruktur keamanan, pelatihan pegawai, sosialisasi publik, serta monitoring dan evaluasi berkala. Tantangan utama yang dihadapi termasuk evolusi ancaman siber, keterbatasan anggaran, kurangnya kesadaran pegawai, kompleksitas regulasi, dan integrasi sistem. Rekomendasi untuk mengatasi tantangan tersebut mencakup penerapan prinsip keamanan berlapis, manajemen anggaran berbasis risiko, peningkatan pelatihan, pematuhan regulasi, dan desain sistem yang mendukung integrasi. Mengadopsi pendekatan berbasis risiko dan standar internasional juga dapat membantu meningkatkan keamanan, membangun kepercayaan publik, dan mendukung transformasi digital yang aman dan efisien di Kota Makassar.
Perubahan Iklim Perkotaan: Peran Pemerintah Dalam Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Di Kota Makassar Agussalim, Agussalim; Ningsih, Indriyani Kesuma; Annas, Aswar
JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik) Vol 13, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiap.v13i2.36654

Abstract

Kota Makassar menghadapi perubahan iklim ekstrem dengan peningkatan suhu rata-rata tahunan dan cuaca yang tidak terduga, menjadikannya salah satu kota dengan perubahan cuaca paling signifikan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim serta mengevaluasi langkah adaptasi pemerintah dalam mengurangi risiko. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan informan kunci seperti, serta melalui proses dokumentasi dan observasi. Selain itu, FGD (Focus Group Discussion) juga dilakukan untuk memperoleh pandangan yang lebih luas. Alat analisis yang dioptimalkan menggunakan Nvivo 12 Plus. Perubahan iklim di Makassar menyebabkan peningkatan banjir rob, anomali suhu, dan kerusakan ekosistem, berdampak pada infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Pemerintah telah melakukan langkah mitigasi seperti peningkatan drainase, edukasi masyarakat, dan kampung iklim, tetapi pendekatan proaktif, seperti pengelolaan tata ruang dan adopsi praktik internasional, diperlukan untuk meningkatkan ketahanan kota secara berkelanjutan. Pendekatan proaktif melibatkan perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan risiko iklim, seperti membangun kawasan pesisir tahan banjir dan memperluas ruang hijau sebagai area resapan air. Selain itu, adopsi praktik internasional, seperti program edukasi komunitas di Jepang, dapat memperkuat adaptasi berbasis lokal untuk menghadapi dampak perubahan iklim.