Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Digital Smart Care pada Kader Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting Annah Hubaedah; Yuni Khoirul Waroh; Anik Latifah
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol2.iss1.128

Abstract

This Community Service (PPM) was carried out in Siwalankerto Village, Wonocolo District, Surabaya Municipality with the title "Implementation of Digital Care for Health Cadres as Stunting Prevention Efforts", which aims to reduce the incidence of stunting by increasing knowledge and skills for the community, especially mothers. Toddlers, Posyandu Cadres, and PKK in Siwalankerto Urban Village through the use of Digital Care. From the results of the preliminary study, data on the number of toddlers in Siwalankerto in 2019, 1,010 people, 25 children with malnutrition. Seeing this condition, a solution is needed to overcome problems in toddlers, especially those related to stunting. The method used in this Community Service is the use of Digital Care. The targets are: toddler mothers, Posyandu cadres, and PKK in the Siwalankerto Village area. The hope of the results of PPM activities is to increase knowledge and skills in preventing stunting.
Perbedaan Antara Pemberian Skin Wrap Dan Pemberian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Kejadian Hipotermia Pada Bayi Baru Lahir Annah Hubaedah; Susmiati Ningsih; Retno Setyo Iswati
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.865

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result : Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan:. Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.
Smart Parenting Melalui Edukasi Gizi untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita pada Orang Tua Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Keputih Setiana Andarwulan; Yuni Khoirul Waroh; Indria Nuraini; Annah Hubaedah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3037

Abstract

Permasalahan gizi pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua melalui program Smart Parenting dengan edukasi gizi guna optimalisasi tumbuh kembang balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan adalah orang tua yang memiliki balita sebanyak 30 peserta. Hasil analisa kuesioner dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Pada pengukuran awal, kategori pengetahuan baik sebesar 43%, dan kurang 33%. Setelah dilakukan edukasi, kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 61% dan kategori kurang menurun menjadi 12%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi Smart Parenting dan gizi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pengasuhan dan pemenuhan gizi balita. Kesimpulannya dengan meningkatnya pengetahuan orang tua, diharapkan dapat mendukung penerapan pola asuh yang tepat sehingga tumbuh kembang balita dapat berlangsung secara optimal.
Formulasi dan Uji Karakterisasi Fisikokimia Gel Ekstrak Ranting Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) Nadya Ambarwati; Fajar Jamaluddin Sandhori; Annah Hubaedah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1525

Abstract

Euphorbia tirucalli L. twigs contain various secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, which have potential antibacterial activity. This study aimed to evaluate the effect of different concentrations of Euphorbia tirucalli twig extract on the physicochemical characteristics of gel formulations. Three gel formulations containing 15% (F1), 20% (F2), and 25% (F3) extract were prepared and evaluated for organoleptic properties, pH, spreadability, adhesiveness, homogeneity, and irritation potential. Quantitative data were analyzed using One-Way ANOVA at a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that all formulations produced homogeneous, semi-solid gels with a soft texture and did not cause skin irritation. The pH values ranged from 5.14 ± 0.193 to 5.67 ± 0.011, which were within the physiological skin pH range. The spreadability values ranged from 5.08 ± 0.310 to 5.19 ± 0.209 cm, meeting the acceptable criteria for topical gel preparations. All formulations exhibited good adhesiveness, with adhesion times exceeding 4 seconds (4.45 ± 1.673 to 4.46 ± 1.075 seconds). Statistical analysis indicated that variations in extract concentration had no significant effect on pH, spreadability, adhesiveness, homogeneity, or irritation parameters, with all p-values greater than 0.05. However, increasing extract concentration resulted in a visually darker gel color. In conclusion, all gel formulations fulfilled the physicochemical requirements for topical preparations, and extract concentrations ranging from 15% to 25% did not significantly affect the physicochemical characteristics of the gel, indicating their potential for further development as a natural topical dosage form.