Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The effect of using grain collage media on the development of fine motor skills in children aged 5-6 years Siregar, Ronni Naudur; Simanjuntak, Netti Meilani; Purba, Agnes
International Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v6i3.3752

Abstract

According to World Health Organization (WHO) data, 5–25% of preschool-aged children have mild brain dysfunction, such as fine motor impairments, which is a common cause of preschool developmental failure.  According to data from the United Nations Children's Fund (UNICEF), up to 1,375,000 out of every 5 million toddlers had both fine motor and gross motor developmental impairments. The capacity to move smoothly is known as fine motor development, and it has an impact on cognitive development. This study aims to determine the effect of grain collage media stimulation on the fine motor development of children aged 5-6 years at Kharis Kids Tanjung Gusta Kindergarten in 2023. This type of research is a pre-experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were all students at Kharis Kids Tanjung Gusta Kindergarten aged 5-6 years as many as 20 students in the 2023 Academic Year who will be studied, the sampling technique used was Total Sampling. The research instrument used KPSP (Pre-Screening Development Questionnaire) which was assessed before and after grain collage stimulation on the picture pattern. The results of the study showed that the Wilcoxon statistical test revealed a significant value of 0.001 (p-value <0.05). This study discovered that children's fine motor development was significantly impacted by the use of grain collage.  It is expected that parents of children between the ages of five and six will be able to keep an eye on their development in accordance with their age in order to optimize their health.
Pelaksanaan Diaphgragma Breathing Exercise Pada Ibu Hamil Trimester 3 DiKlinik Bidan Ronni Naudur Simanjuntak, Netti Meilani; Purba, Agnes; Sembiring, Rinawati; Garamba, Kesty
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5df2vv35

Abstract

Kecemasan atau anxietas merupakan ketegangan dapat timbul dari perasaan khawatir, takut , gelisah dan bingung yang dialami oleh ibu. Perasaan tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi ibu hamil trimester 3 dalam  menghadapi persalinan dan jika berlanjut sampai persalinan maka akan mempengaruhi kemajuan persalinan. Manfaat kegiatan ini untuk mengatasi masalah kecemasan yaitu dengan diafragma breathing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan April 2025 di PMB Ronni Siregar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara atraktif menggunakan metode latihan langsung ke ibu hamil. Penjelasan tentang manfaat latihan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, resitasi, kolaboratif. Peserta kegiatan ini adalah ibu hamil trimester 3 sebanyak 12 orang. Peserta kegiatan PkM mayoritas usia kehamilan 24-28 minggu yaitu 10 orang ibu hamil (83,3%), sedangkan karakteristik paritas mayoritas sekundigravida sebanyak 8 orang ibu hamil (66,7%) serta kondisi status gizi melalui pengukuran LiLA yaitu  ≥ 23,5 cm sebanyak 11 orang (91,7%) dan terdapat LiLA < 23,5 cm yaitu sebanyak 1 orang (8,3%). Seluruh ibu hamil sangat antusias mengikuti kegiatan ini, manfaat yang dirasakan ibu hamil yaitu  mengurangi kecemasan, meningkatkan relaksasi, mengurangi nyeri punggung dan meningkatkan kualitas tidur. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari bidan secara rutin memberikan latihan diafragma breathing pada setiap kunjungan atau pemeriksaan kehamilan dan pada kelas ibu hamil.
HUBUNGAN USIA DAN MASA KERJA DENGAN SIKAP SIAGA BENCANA Putri, Surya; Handini, Myrnawati Crie; Purba, Agnes; Sitorus, Mido Ester. J; Siagian, Mindo Tua
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.4083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Sikap Siaga Bencana Perawat di Rumah Sakit Permata Bunda Medan dan bagaimana hubungannya dengan Usia dan Masa Kerja mereka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei. Populasi adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Permata Bunda Medan, dengan sampel berjumlah 100 responden yang diambil dengan tehnik pengambilan sampel consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba validitas dan reliabiltasnya. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik dengan batas kemaknaan (α = 0,05). Hampir seluruh responden (96%) memiliki sikap siaga bencana yang baik. Baik pada analisis bivariat (p=0.073) maupun multivariat (p=0.0573) menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dengan sikap siaga bencana perawat, namun terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan sikap siaga bencana perawat di RS Permata Bunda Medan, baik pada analisis bivariat (p=0.000) maupun analisis multivariat (p=0.008).
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) RASIONAL DIMASA PANDEMI COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI RSU CUT MEUTIA LHOKSEMAWE TAHUN 2022 Harahap, Muhammad Fahrizal Fahmi; Warouw, Sonny Priajaya; Purba, Agnes
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27153

Abstract

COVID-19 menjadi masalah kesehatan masyarakat (Public Health Emergency CONCERN) di dunia. Indonesia telah melaporkan 4.26 juta kasus terkonfirmasi dan 144 ribu meninggal dunia. Di masa pandemi COVID-19, pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) mendapat perhatian khusus, terlebih di rumah sakit rujukan. Perlindungan terhadap staf rumah sakit, terutama tenaga Kesehatan, menjadi hal yang sangat penting. Hal tersebut disebabkan karena mereka terus berperang melawan COVID-19 dengan cara berhadapan langsung melayani pasienpasien COVID-19. Tujuan Penelitan ini mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Rasional Dimasa Pandemi COVID-19 Pada Tenaga Kesehatandi RSU Cut Meutia Lhoksemawe tahun 2022. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi adalah tenaga kesehatan di RSU Cut Meutia sebanyak 790 tenaga kesehatan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah 89 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, lama kerja, pelatihan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Rasional Dimasa Pandemi COVID-19 Pada Tenaga Kesehatandi RSU Cut Meutia Lhoksemawe, umur dengan p value 0.331 >0.05. Diharapkan kepada RSU Cut Meutia meningkatkan pelayanan dengan membuat pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dan melakukan pengawasan penggunaan APD rasional.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Status Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Simanjuntak, Netti Meilani; Siregar, Ronni Naudur; Purba, Agnes
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1148

Abstract

Kurang energi kronis (KEK) dan anemia dalam kehamilan adalah kondisi dimana ibu hamil mengalami kekurangan asupan zat gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis) dan kekurangan asupan zat besi. Kurang energi kronis (KEK ) dan anemia akan memberikan dampak terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas baik pada ibu maupun janin. Dampak tersebut diantaranya berat badan ibu tidak bertambah sesuai usia kehamilan, keguguran, infeksi kehamilan, pendarahan, bayi lahir mati, stunting, dan risiko operasi sesar. Pemerintah dalam menangani permasalahan KEK dan anemia membuat program pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil berupa biskuit dan pemberian tablet zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi makanan tambahan (PMT) dan tablet zat besi terhadap kurang energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Deli. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Deli dengan sampel ibu hamil trimester II dan III dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 72 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan diolah secara statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan signifikan antara konsumsi biskuit PMT terhadap KEK pada ibu hamil (p=0,001), ada hubungan signifikan antara konsumsi PMT terhadap anemia pada ibu hamil (p=0,001), ada hubungan signifikan atara konsumsi tablet zat besi terhadap KEK (p=0,003) dan ada hubungan signifikan antara konsumsi tablet zat besi terhadap anemia (p=0,002). Untuk itu diharapkan agar ibu hamil tetap memperhatikan asupan zat gizi dan zat besi selama kehamilan sehingga terhindar dari KEK dan anemia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA (6-24 BULAN) DI PUSKESMAS BUHIT SAMOSIR Purba, Agnes; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi akan muncul ketika asupan zat gizi dan kebutuhannya tidak sesuai. Kekurangan nutrisi yang terjadi pada bayi dapat menimbulkan berbagai permasalahan gizi yang dapat dinilai dari status gizi. Permasalahan gizi yang mayoritas terjadi di Indonesia yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Paling banyak kasus gizi dan saat ini sedang banyak dilakukan intervensi untuk perbaikannya adalah kurang gizi kronis dengan bentuk anak pendek (stunting) dan anak kurus (wasting). Data di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir jumlah balita bulan Februari tahun 2023 sebanyak 2.455 orang dan yang mengalami stunting sebanyak 98 orang (4%). Data bulan Agustus tahun 2023 jumlah balita 2.404 orang dan yang mengalami stunting 129 orang (5.4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi baduta (6-24 bulan) desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penlitian ini adalah ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. Data diambil melalui wawancara menggunakan kuisioner terhadap 45 orang ibu baduta dan juga melalui pengukuran langsung berat badan dan panjang badan baduta. Kemudian data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi baduta dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi (BB/PB). Oleh sebab itu penting untuk peningkatan konseling tentang pemenuhan gizi seimbang pada ibu baduta dan tentang ASI eksklusif yang dilakukan pada saat pelaksanaan posyandu, saat melakukan ANC dan saat ibu menyusui dan suami/keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN POSYANDU IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS HELVETIA MEDAN Purba, Agnes; Rani Kawati Damanik; Rosetty Sipayung; Monika Saragih; Goklas Royani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6758

Abstract

Latar belakang : Posyandu merupakan upaya kesehatan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita, kesehatan ibu hamil, dan pemberian imunisasi. Posyandu di Wilayah Puskesmas Helvetia mayoritas dikunjungi oleh ibu yang membawa balita untuk penimbangan berat badan dan imunisasi. Tujuan : Pemanfaatan posyandu oleh ibu hamil belum terbukti maksimal disebabkan oleh ibu hamil lebih banyak berkunjung ke klinik mandiri bidan dan ANC di posyandu tidak menjadi kebutuhan penting. Metode : Untuk itu PkM ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan. Hasil : Kegiatan PkM berjalan lancar di Posyandu Puskesmas Helvetia dengan jumlah peserta yang terdata sebanyak 12 orang ibu hamil, 22 orang balita dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Helvetia, menjalin komunikasi dengan kader dan masyarakat. Kesimpulan : PkM ini memberikan kesimpulan bahwa peran posyandu sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita dan perlu untuk dilakukan inovasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat penting melalui pendampingan pada kader posyandu dari puskesmas.
Reduction of Anxiety on Pregnant Women in the 3rd Trimester Through Use of Rosemary Aromatherapy Purba, Agnes; Christina Roos Etty; Julia Mahdalena; Henny Syapitri
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1129

Abstract

Background: One of the psychological problems experienced by pregnant women is anxiety. Untreated anxiety will increase the risk of premature birth, miscarriage, cesarean section, and neonatal asphyxia. Aromatherapy as a traditional and natural therapy uses inhaled fragrances and uses plants. One of these aromatherapy is rosemary (Rosmarinus officinalis L.), with minimal side effects, can provide muscle relaxation, relieve anxiety, reduce stress, relax the mind and refresh. Objective: This study aims to analyze the effect of rosemary aromatherapy intervention given by inhalation on anxiety in pregnant women in the third trimester. Methods: The design of this study was a one group pre and post-test design without control. Measurement of respondent anxiety was carried out before and after aromatherapy intervention using the PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale). Rosemary aromatherapy was given by mixing 3 drops with 40 ml of water in a diffuser, given before sleep at night. The research sample was healthy third trimester pregnant women who had no history of diseases recorded at the Martine Midwife Clinic as the research location with a total of 53 people. Data analysis used a paired t-test. Results: There is a significant influence on the anxiety of pregnant women in the third trimester before and after using inhalation rosemary aromatherapy (p=0.000). Conclusions: Rosemary aromatherapy (Rosemarinus officinalis L.) can be recommended for use by pregnant women in the third trimester as an effort to overcome anxiety. Keywords: Anxiety; pregnant; rosemary aromatherapy