Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo Rampeng, Rampeng; Bakri, Muhammad; Hamid, Restu Januarty; Abeng, Andi Tenri; Amaliyah, Syaila Nur; Wahid, Areski
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program Makassar Goes to School dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses edukasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, Makassar Goes to School berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Implementasi Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Paropo, Kota Makassar Hamid, Restu Januarty; Idris, Syahril; Wellang, Marini Ambo; Khaerani, Sri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3687

Abstract

Permasalahan sampah organik di kawasan perkotaan masih menjadi isu lingkungan yang kompleks dan berkelanjutan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta keterbatasan ruang pengolahan sampah di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan melalui implementasi Teba Modern sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan di Jalan Amkop, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif-partisipatif, dengan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pengelolaan sampah organik, pembangunan fisik Teba Modern secara gotong royong, serta pendampingan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah organik serta meningkatnya partisipasi warga dalam memanfaatkan Teba Modern sebagai sarana pengolahan sampah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di sekitar lokasi mulai menggunakan fasilitas tersebut secara rutin. Selain berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, Teba Modern juga berperan sebagai media edukasi lingkungan berbasis ruang publik yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi keterbatasan waktu dan variasi tingkat partisipasi warga, pengabdian ini memberikan pembelajaran penting mengenai pentingnya pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang aplikatif, partisipatif, dan berpotensi direplikasi di lingkungan perkotaan dengan karakteristik serupa.