Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Bridging Technology and Pedagogy: A Qualitative Study of Deep Learning-Based Hybrid Learning in English for Business Restu Januarty Hamid; Rampeng Rampeng; Rosmawati Abdul Maing; Asdar Asdar
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v12i2.16014

Abstract

This study investigates how deep learning–based artificial intelligence (AI) can effectively support hybrid learning in English for Business courses. In response to rapid technological change in higher education, the research explores how digital tools can complement human teaching and learning. Using a qualitative case study design, data were collected from 10 lecturers and 15 students through interviews, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that AI-enabled features, such as personalized learning paths, instant feedback, and gamified activities, enhanced students’ motivation, supported self-paced learning, and improved awareness of individual strengths and weaknesses. However, participants also reported challenges, including limited digital literacy, unstable internet access, and difficulty managing multiple platforms. Importantly, both lecturers and students emphasized that human interaction remains crucial, with real-time discussion, collaborative activities, and instructor guidance playing key roles in developing confidence and business communication skills. The study concludes that successful AI-enhanced hybrid learning requires not only technological innovation but also strong institutional support and thoughtful pedagogical practice. AI should be viewed as a complementary tool rather than a replacement for the human connections essential to meaningful language learning.
Integrating Project-Based Learning and Deep Learning Principles to Foster Speaking Fluency and Critical Thinking in EFL Rampeng Rampeng; Restu Januarty Hamid; Rosmawati Abdul Maing; Sujariati Sujariati
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v12i2.17578

Abstract

This study investigates how integrating Project-Based Learning (PBL) with deep learning principles can simultaneously improve speaking fluency and critical thinking among Indonesian EFL learners. Recognizing that these two competencies are mutually reinforcing yet rarely taught together, a Project-Based Deep Learning (PBDL) model was implemented across three educational institutions involving 180 students. The study employed a quasi-experimental design to examine the model’s impact on learners’ oral performance and analytical reasoning. Findings revealed substantial improvements in both speaking fluency and critical thinking, with the strongest gains observed in discourse management and analytical reasoning. More importantly, students who engaged in authentic, problem-driven projects and received iterative feedback demonstrated greater confidence, coherence, and reflective judgment in communication tasks. These outcomes suggest that PBDL not only enhances linguistic proficiency but also fosters deeper cognitive engagement, helping learners connect language use with reasoning and decision-making. The study provides empirical and practical insights for EFL teachers, emphasizing that authentic tasks, collaboration, and structured reflection can transform traditional classrooms into active learning environments that cultivate integrated 21st-century skills.
Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo Rampeng, Rampeng; Bakri, Muhammad; Hamid, Restu Januarty; Abeng, Andi Tenri; Amaliyah, Syaila Nur; Wahid, Areski
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program Makassar Goes to School dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses edukasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, Makassar Goes to School berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Implementasi Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Paropo, Kota Makassar Hamid, Restu Januarty; Idris, Syahril; Wellang, Marini Ambo; Khaerani, Sri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3687

Abstract

Permasalahan sampah organik di kawasan perkotaan masih menjadi isu lingkungan yang kompleks dan berkelanjutan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta keterbatasan ruang pengolahan sampah di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan melalui implementasi Teba Modern sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan di Jalan Amkop, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif-partisipatif, dengan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pengelolaan sampah organik, pembangunan fisik Teba Modern secara gotong royong, serta pendampingan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah organik serta meningkatnya partisipasi warga dalam memanfaatkan Teba Modern sebagai sarana pengolahan sampah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di sekitar lokasi mulai menggunakan fasilitas tersebut secara rutin. Selain berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, Teba Modern juga berperan sebagai media edukasi lingkungan berbasis ruang publik yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi keterbatasan waktu dan variasi tingkat partisipasi warga, pengabdian ini memberikan pembelajaran penting mengenai pentingnya pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang aplikatif, partisipatif, dan berpotensi direplikasi di lingkungan perkotaan dengan karakteristik serupa.