Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Bridging Technology and Pedagogy: A Qualitative Study of Deep Learning-Based Hybrid Learning in English for Business Restu Januarty Hamid; Rampeng Rampeng; Rosmawati Abdul Maing; Asdar Asdar
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 12 No. 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v12i2.16014

Abstract

This study investigates how deep learning–based artificial intelligence (AI) can effectively support hybrid learning in English for Business courses. In response to rapid technological change in higher education, the research explores how digital tools can complement human teaching and learning. Using a qualitative case study design, data were collected from 10 lecturers and 15 students through interviews, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that AI-enabled features, such as personalized learning paths, instant feedback, and gamified activities, enhanced students’ motivation, supported self-paced learning, and improved awareness of individual strengths and weaknesses. However, participants also reported challenges, including limited digital literacy, unstable internet access, and difficulty managing multiple platforms. Importantly, both lecturers and students emphasized that human interaction remains crucial, with real-time discussion, collaborative activities, and instructor guidance playing key roles in developing confidence and business communication skills. The study concludes that successful AI-enhanced hybrid learning requires not only technological innovation but also strong institutional support and thoughtful pedagogical practice. AI should be viewed as a complementary tool rather than a replacement for the human connections essential to meaningful language learning.
Integrating Project-Based Learning and Deep Learning Principles to Foster Speaking Fluency and Critical Thinking in EFL Rampeng Rampeng; Restu Januarty Hamid; Rosmawati Abdul Maing; Sujariati Sujariati
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 12 No. 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v12i2.17578

Abstract

This study investigates how integrating Project-Based Learning (PBL) with deep learning principles can simultaneously improve speaking fluency and critical thinking among Indonesian EFL learners. Recognizing that these two competencies are mutually reinforcing yet rarely taught together, a Project-Based Deep Learning (PBDL) model was implemented across three educational institutions involving 180 students. The study employed a quasi-experimental design to examine the model’s impact on learners’ oral performance and analytical reasoning. Findings revealed substantial improvements in both speaking fluency and critical thinking, with the strongest gains observed in discourse management and analytical reasoning. More importantly, students who engaged in authentic, problem-driven projects and received iterative feedback demonstrated greater confidence, coherence, and reflective judgment in communication tasks. These outcomes suggest that PBDL not only enhances linguistic proficiency but also fosters deeper cognitive engagement, helping learners connect language use with reasoning and decision-making. The study provides empirical and practical insights for EFL teachers, emphasizing that authentic tasks, collaboration, and structured reflection can transform traditional classrooms into active learning environments that cultivate integrated 21st-century skills.
Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo Rampeng, Rampeng; Bakri, Muhammad; Hamid, Restu Januarty; Abeng, Andi Tenri; Amaliyah, Syaila Nur; Wahid, Areski
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program Makassar Goes to School dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses edukasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, Makassar Goes to School berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Implementasi Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Paropo, Kota Makassar Hamid, Restu Januarty; Idris, Syahril; Wellang, Marini Ambo; Khaerani, Sri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3687

Abstract

Permasalahan sampah organik di kawasan perkotaan masih menjadi isu lingkungan yang kompleks dan berkelanjutan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta keterbatasan ruang pengolahan sampah di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan melalui implementasi Teba Modern sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan di Jalan Amkop, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif-partisipatif, dengan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pengelolaan sampah organik, pembangunan fisik Teba Modern secara gotong royong, serta pendampingan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah organik serta meningkatnya partisipasi warga dalam memanfaatkan Teba Modern sebagai sarana pengolahan sampah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di sekitar lokasi mulai menggunakan fasilitas tersebut secara rutin. Selain berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, Teba Modern juga berperan sebagai media edukasi lingkungan berbasis ruang publik yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi keterbatasan waktu dan variasi tingkat partisipasi warga, pengabdian ini memberikan pembelajaran penting mengenai pentingnya pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang aplikatif, partisipatif, dan berpotensi direplikasi di lingkungan perkotaan dengan karakteristik serupa.
Program Pembangunan TEBA (Tempat Sampah Organik) sebagai Upaya Pengurangan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Untia Sri Khaerani Rahman; Restu Januarty Hamid; Idris Syahril; Marini Ambo Wellang
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.655

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata bertujuan memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelurahan Untia sebagai kawasan permukiman perkotaan menghadapi permasalahan meningkatnya volume sampah organik rumah tangga yang belum terkelola dengan optimal. Artikel ini membahas program pembangunan TEBA (Tempat Sampah Organik) sebagai upaya pengurangan sampah rumah tangga di Kelurahan Untia. Program ini dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pembangunan infrastruktur TEBA, pelatihan pengelolaan sampah organik, serta pendampingan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti urban farming. Pelaksanaan program meliputi pembangunan 6 unit TEBA yang ditempatkan di 5 titik strategis dan 1 titik komunal. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik, pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta terbentuknya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi pengelolaan sampah organik di kawasan perkotaan lainnya.
Pre-Service English Teachers’ Digital Pedagogy Development through Project-Based Learning in TEFL Classrooms Samsidaris; Restu Januarty Hamid; Areski Wahid; Farida
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 7 No. 3 (2026): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v7i3.494

Abstract

This qualitative descriptive study investigates how Project-Based Learning (PjBL) supports pre-service English teachers’ digital pedagogy development in a TEFL classroom. Although previous studies have examined technology integration and digital competence in teacher education, limited attention has been given to how pre-service teachers develop pedagogical reasoning while designing digital English teaching media through project-based experiences. This study involved 20 sixth-semester students in the English Education Study Program, Faculty of Education and Literature, Universitas Bosowa, Indonesia. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, reflective journals, and documentation of students’ digital teaching media projects. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to learning experiences, digital media development, collaboration, reflection, and challenges. The findings reveal that PjBL functioned as a bridge between TEFL theory and teaching practice by encouraging students to transform pedagogical concepts into meaningful digital learning resources. The project supported the development of pedagogical creativity, technology-informed instructional decision-making, collaboration, and reflective awareness as future English teachers. The findings also indicate that students gradually shifted from focusing on digital tools as products toward understanding technology as a means to achieve learning objectives. However, students experienced challenges related to technical skills, pedagogical alignment, and time management. The study contributes to TEFL teacher education by demonstrating how PjBL can foster digital pedagogy development through the integration of theory, practice, technology, and reflection. Practically, the findings suggest that TEFL lecturers should provide structured guidance, feedback, and reflective activities to help pre-service teachers design pedagogically meaningful digital teaching media.
Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo Rampeng Rampeng; Muhammad Bakri; Restu Januarty Hamid; Andi Tenri Abeng; Syaila Nur Amaliyah; Areski Wahid
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program Makassar Goes to School dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses edukasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, Makassar Goes to School berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Implementasi Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Paropo, Kota Makassar Restu Januarty Hamid; Syahril Idris; Marini Ambo Wellang; Sri Khaerani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3687

Abstract

Permasalahan sampah organik di kawasan perkotaan masih menjadi isu lingkungan yang kompleks dan berkelanjutan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta keterbatasan ruang pengolahan sampah di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan melalui implementasi Teba Modern sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan di Jalan Amkop, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif-partisipatif, dengan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pengelolaan sampah organik, pembangunan fisik Teba Modern secara gotong royong, serta pendampingan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah organik serta meningkatnya partisipasi warga dalam memanfaatkan Teba Modern sebagai sarana pengolahan sampah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di sekitar lokasi mulai menggunakan fasilitas tersebut secara rutin. Selain berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, Teba Modern juga berperan sebagai media edukasi lingkungan berbasis ruang publik yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi keterbatasan waktu dan variasi tingkat partisipasi warga, pengabdian ini memberikan pembelajaran penting mengenai pentingnya pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang aplikatif, partisipatif, dan berpotensi direplikasi di lingkungan perkotaan dengan karakteristik serupa.
BEYOND CONVENTIONAL JOURNALING: LEVERAGING SOCIAL MEDIA MICRO-BLOGGING PLATFORMS TO FOSTER INTERACTIVE AND ENJOYABLE LEARNING REFLECTIONS IN THE DIGITAL ERA Rifka Rindika Alwi; Dwi Rizka Amalia; Marianus Serpulus Firmanto; Achmad Fajar Muhammad; Restu Januarty Hamid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.53304

Abstract

The development of information and communication technology has brought significant changes to the field of education, particularly in students' learning patterns in the digital era. Instagram and TikTok, which were initially known as entertainment platforms, are now increasingly being utilized as learning support media. This study aims to examine how students use Instagram and TikTok as learning strategies and as media for learning reflection in higher education. This study employed a descriptive qualitative approach using a purposive sampling technique. The research subjects consisted of 50 active students from several universities in South Sulawesi, particularly in the cities of Makassar, Bone, and Barru, who belong to the digital native generation. Data were collected through open-ended questionnaires and short interviews. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students utilize Instagram and TikTok not only as entertainment platforms but also as alternative learning media. TikTok is used to access tutorial videos, concise explanations of learning materials, and practical study tips that are easy to understand. Meanwhile, Instagram is utilized through micro-blogging features such as Instagram Stories to share learning progress, learning reflections, and academic interactions. The use of these platforms has positive impacts, including increased learning motivation, easier access to information, enhanced student creativity, and more interactive learning experiences. This study demonstrates that social media has substantial potential as a supporting learning medium in the digital era, particularly for digital native generations within higher education environments.
Pelaksanaan Evaluasi Formatif Pembelajaran: Studi Deskriptif di UPT SPF SD Inpres Monginsidi Sri Wahyuni; Nurindah Nurindah; Adelia Fatrika Sari; St Nurul Hasanah; Fadlan Al Rahmat Rahantan; Restu Januarty Hamid
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi formatif dalam pembelajaran di sekolah dasar, meliputi teknik yang digunakan guru, proses pelaksanaan, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian dilaksanakan di UPT SPF SD Inpres Mongisidi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan guru kelas, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi formatif di sekolah tersebut belum berjalan secara optimal. Guru telah melakukan tanya jawab lisan dan kuis singkat, namun kegiatan tersebut belum dirancang secara sistematis sebagai instrumen diagnosis pemahaman peserta didik. Evaluasi masih didominasi oleh tes tertulis yang bersifat sumatif, sedangkan teknik formatif seperti exit ticket, pertanyaan reflektif, dan lembar refleksi diri belum diterapkan secara rutin. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya pemahaman guru terhadap ragam teknik evaluasi formatif, minimnya instrumen penilaian yang siap pakai, serta tidak adanya pendampingan profesional dari pihak sekolah. Kondisi ini menyebabkan kesulitan belajar peserta didik sering kali baru terdeteksi setelah evaluasi akhir dilaksanakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru yang komprehensif mengenai teknik evaluasi formatif, integrasi supervisi akademik yang menargetkan kualitas evaluasi formatif, serta penyediaan bank instrumen penilaian formatif yang praktis dan siap digunakan di kelas.