Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value <0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Asupan Protein Hewani berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir: Asupan Protein Hewani Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Haryani, Verrenisa Melati; Putriana, Dittasari; Hidayati, Ririn Wahyu
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.139-146

Abstract

Background: Stunting in children under fives years of age still become crucial problem. One of the factors that influenced directly to stunting is lack of nutritional intake especially protein. Most of protein consumed by under-fives children must be in high quality such as animal-based protein because it has more complete composition of essential amino acids than plant-based protein. Objectives: The study aimed to analyzed the association between animal-based protein and stunting in children in Primary Health Care of Minggir. Methods: This study was analytical observational with cross-sectional design. A total of 50 mothers that have 24–59 months old children were involve in this study and taken by using purposive sampling. Data of animal-based protein intake were collected by SQ-FFQ for the last three months. Height-for-age in z-score was used to determine stunting that were obtained from the last measurement and recorded in Maternal and Child Book. The association between stunting and the animal-based protein intake was analyzed descriptively through cross-tabulation. Results: More than half of under-five children were stunting (56%). Inadequate animal-based protein intake was observed in 46% of under-fives children. Sources of animal-based protein were eggs, chicken, catfish, ice cream and UHT milk. Children who have adequate animal-based protein intake were not stunted (67%), however children who have inadequate animal-based protein intake were stunted (83%). The prevalence of stunting in children who consume inadequate animal-based protein is 2 times greater than in children who consume adequate animal-based protein (PR: 2.478). Conclusions: Based on this study, animal-based protein intake is associated with stunting in under-fives children in Primary Health Care of Minggir. Mothers should improve their children's animal-based protein intake by local food sources supplied from side dishes to prevent stunting.
Analisis Implementasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasca Penyuluhan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul Nurul Soimah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.726

Abstract

Penyakit kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Upaya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana, dapat dilakukan oleh setiap perempuan untuk mengenali adanya kelainan sejak dini. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesadaran dan perilaku untuk melakukan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan implementasi SADARI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan waktu cross-sectional. Total populasi sejumlah 123 Siswi yang telah menjadi sampel penelitian sebelumnya, teknik sampling yang digunakan yaitu Total sampling yang memenuhi kriteria Inklusi yaitu bersedia menjadi responden, didapatkan sejumlah 97 Responden, Pengumpulan data pengetahuan dilakukan menggunakan data sekunder hasil penelitianperimen 2 bulan sebelumnya, dengan hasil uji statistik menunjukan terdapat pengaruh yang ditujukkan dengan nilai 0,000 (p < 0,05), data Implemetasi dengan menggunakan kuesioner terkait praktik sadari serta frekuensi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden dengan implementasi SADARI dengan kriteria sedang, sehingga bermakna bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin besar kemungkinan melakukan SADARI secara rutin dan benar, Adapun prediksi lain dimungkinkan pengetahuan baik belum tentu akan menghasilkan perilaku positif secara utuh, tingkat kesadaran merupakan faktor yang penting terhadap perilaku melakukan deteksi dini, Peran UKS sebagai fasilitas Kesehatan tingkat sekolah diperlukan adanya upaya membangun dan memantau perilaku deteksi dini kanker payudara dengan memanfaatkan media sosial Whatsapp grup di setiap kelas khusus remaja putri, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan.
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Status Gizi Balita Usia 0-23 Bulan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Hanifa Al Zanira; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1788

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, prevalensi gizi kurang pada balita masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024, terdapat 16,8% balita dengan status gizi kurang dan 3,4% balita dengan status gizi lebih. Di Kota Yogyakarta, gizi kurang 14,5% dan gizi lebih sebesar 2,5%. Sementara itu, wilayah kerja puskesmas umbulharjo I, gizi kurang 5,5% dan gizi lebih 11%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan target prevalensi gizi kurang di bawah 5% dan gizi lebih di bawah 10%. Salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu program pemerintah yang digunakan sebagai media pencatatan, pemantauan dan edukasi kesehatan untuk mendukung peningkatan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan status gizi balita usia 0–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 147 balita dan sampel sebanyak 60 responden ibu yang memiliki balita usia 0–23 bulan, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA dan data status gizi balita berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Kendall Tau. Sebagian besar responden memiliki pemanfaatan Buku KIA kategori baik (83,3%) dan status gizi balita kategori normal (66,7%). Hasil uji Kendall Tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,008 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan status gizi balita usia 0–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan Buku KIA secara optimal sebagai sarana edukasi dan pemantauan kesehatan balita.