Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Diversity of Coral Genus Scleractinia in Tidung Island Waters, Seribu Islands, DKI Jakarta Province Ekel, Jouvan Randy; Manembu, Indri Shelovita; Manengkey, Hermanto Wem Kling; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Ompi, Medy; Sambali, Hariyani
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.34917

Abstract

Coral reefs are one of the most productive and diverse ecosystems on earth and provide ecosystem services. One of the islands of the Seribu Islands that has a coral reef ecosystem is Tidung Island. It is strategic and developing location makes this island used as a residential area, conservation area, and tourist destination. But the utilization has an impact on the damage of coral reefs through environmental and anthropogenic pressures. This study aims to determine coral diversity by identifying the coral genus Scleractinia and the factors that affect coral diversity. Observations were done on three different stations include 2 snorkeling areas and 1 natural area. The method used is LIT (Line Intercept Transect) and coral genus identification with Coral Finder Toolkit Indo Pacific 3.0. The results of identification obtained 16 coral genera namely genus Acropora, Montipora, Isopora, Favites, Leptastrea, Favia, Goniastrea, Montastrea, Platygyra, Echinopora, Porites, Pocillopora, Stylophora, Ctenactis, Pavona, dan Symphyllia, with the value of Diversity Index (H') in the waters of Tidung Island ranges from 0.94 – 2.34  in the category of low to moderate diversity. The parameters of water quality in Tidung Island, temperature, salinity, and acidity (pH) are relatively good for coral growth, but brightness is still relatively poor for coral growth. The impact of human activities such as snorkeling, ship anchors, fishing with destroyers, oil and waste pollution, and rock mining are factors that affect coral growth and diversity.Keywords: Coral Scleractinia; Limiting Factors; Coral Finder; Tidung IslandAbstrakTerumbu karang adalah salah satu ekosistem yang paling produktif dan beragam di bumi serta menyediakan jasa ekosistem. Salah satu pulau dari gugusan Kepulauan Seribu yang memiliki ekosistem terumbu karang yaitu Pulau Tidung. Letaknya yang strategis dan berkembang menjadikan pulau ini dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman, daerah konservasi, dan kawasan tujuan wisata. Namun dari pemanfaatan tersebut memberikan dampak terhadap kerusakan pada terumbu karang melalui tekanan-tekanan lingkungan maupun antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman karang dengan mengidentifikasi genus karang Scleractinia dan faktor yang mempengaruhi keanekaragaman karang. Pengamatan di tiga stasiun berbeda yaitu di antaranya 2 kawasan wisata snorkeling, dan 1 kawasan yang masih alami. Metode yang digunakan yaitu LIT (Line Intercept Transect) dan identifikasi genus karang dengan Coral Finder Toolkit Indo Pasific 3.0. Hasil identifikasi didapatkan 16 genus karang yaitu genus Acropora, Montipora, Isopora, Favites, Leptastrea, Favia, Goniastrea, Montastrea, Platygyra, Echinopora, Porites, Pocillopora, Stylophora, Ctenactis, Pavona, dan Symphyllia, dengan nilai Indeks Keanekaragaman (H’) di perairan Pulau Tidung berkisar 0,94 – 2,34 berada pada kategori keanekaragaman rendah hingga sedang. Parameter kualitas perairan di Pulau Tidung, suhu, salinitas, dan derajat keasaman (pH) tergolong baik bagi pertumbuhan karang, namun kecerahan masih tergolong kurang baik bagi pertumbuhan karang. Dampak aktivitas manusia seperti snorkeling, jangkar kapal, penangkapan ikan dengan alat perusak, pencemaran minyak dan sampah, serta penambangan batu karang menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan keanekaragaman karang.
Composition Of Types And Distribution Of Faviidae Corals In The Bahowo Reef Fall, Tongkaina, Manado City Wewengkang, Fabiola; Pratasik, Silvester B.; Lalamentik, Laurentius Th. X.; Rembet, Unstain; Manu, Gaspar; Sambali, Hariyani
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.37295

Abstract

Coral reef is an ecosystem built by calcium-producing marine biota, especially corals. One of the reef-building corals (hermatypic) is Faviidae that is distributed in almost all territories of Indonesia. This study was carried out in the reef flat of Bahowo, Tongkaina, Manado. Data collections used the sampling method with quadrat. There were 6 genera of Faviidae recorded in this study, Favia, Favites, Goniastrea, Leptoria, Montastrea, and Platygyra with clumped distribution patterns.Keywords: hermatypic; genera; ecosystem; quadrat. AbstrakTerumbu karang merupakan ekosistem yang dibangun oleh biota laut penghasil kapur, terutama oleh hewan karang. Salah satu karang pembentuk terumbu (hermatipik) adalah karang batu Faviidae yang memiliki penyebaran hampir di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini dilakukan di rataan terumbu Bahowo, kelurahan Tongkaina, kota Manado. Berdasarkan hasil pencatatan data dengan menggunakan metode sampling kuadrat yang kemudian diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan perangkat lunak (MS Excel) diperoleh 6 genera karang batu Faviidae, yaitu Favia, Favites, Goniastrea, Leptoria, Montastrea, dan Platygyra dengan pola distribusi yang mengelompok.Kata kunci: hermatipik; ekosistem; genera; kuadrat.
Strategies for Sustainable Use of Seagrass Ecosystem in Coastal Area around Borgo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency Losung, Agung; Paruntu, Carolus Paulus; Wagey, Billy Theodorus; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Losung, Fitje; Sambali, Hariyani
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49000

Abstract

The objective of this research is to formulate strategies for the sustainable use of the seagrass ecosystem in the coastal area around Borgo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency as a public policy recommendation that can be given to the local regional government. The research method is a survey method with an interview technique using a questionnaire addressed to the heads of relevant agencies as resource persons.  The formulation of priority strategies is analyzed through the following stages: 1) Establishing the vision, mission, and values ​of the organization, 3) Analysis of the strategic environment, 4) Analysis of the final conclusions of internal and external factors, 5) SWOT analysis matrix, and (6) Determining critical success factors through strategic choice analysis. The research results obtained 6 priority strategies, namely: 1) Make academic papers as a data base on: a) coastal and marine resource profiles, b) social, economic and cultural data, and c) legal data and community institutions in the region the coast of Borgo Village and its surroundings; 2) Carry out technical guidance, counseling and outreach to the coastal communities of Borgo Village and its surroundings; 3) Provide guidance to fishermen and input to the government of Southeast Minahasa Regency so that the seagrass ecosystem area on the coast of Borgo Village and its surroundings is not used as a boat mooring location and a location for disposal of marine debris or household waste; 4) Make standard operational procedures on boat moorings, disposal of marine debris, household waste, and marine conservation techniques for the coastal communities of Borgo Village and its surroundings; 5) Empowerment of fishermen or coastal communities in Borgo Village and its surroundings in order to carry out the task of supervising and monitoring coastal and marine resources, as well as fostering the quality and processing of fishery products; and 6) Make a spatial plan for the Minapolitan area in the coastal area of Belang Regency based on Regional Regulation Number 1 of 2017 of North Sulawesi Province. Keywords: Borgo Village, seagrass ecosystem, sustainable use, priority strategy Abstrak Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi pemanfaatan berkelanjutan ekosistem padang lamun di pesisir sekitar Desa Borgo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai rekomendasi kebijakan publik untuk diberikan kepada Pemerintah Daerah setempat.  Metode penelitian adalah metode survei dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner ditujukan kepada pimpinan instansi terkait sebagai narasumber.  Perumusan strategi prioritas dianalisis melalui tahapan: 1) Menetapkan visi, misi dan nilai organisasi, 3) Analisis lingkungan strategis, 4) Analisis kesimpulan akhir faktor internal dan eksternal, 5) Matriks analisis SWOT, dan (6) Menetapkan faktor-faktor kunci keberhasilan melalui analisis pilihan strategis.  Hasil penelitian diperoleh 6 strategi prioritas, yaitu: 1) Membuat naskah akademik sebagai database tentang: a) profil sumber daya pesisir dan laut, b) data sosial, ekonomi dan budaya, dan c) data hukum dan kelembagaan masyarakat di pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 2) Melaksanakan bimbingan teknis, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 3) Memberikan pembinaan kepada nelayan dan masukan kepada Pemerintah Kab. Minahasa Tenggara, agar di area ekosistim lamun pesisir Desa Borgo dan sekitarnya tidak dijadikan lokasi penambatan perahu dan tempat pembuangan sampah laut atau limbah rumah tangga; 4) Membuat SOP tentang tambatan perahu, tempat pembuangan sampah laut dan limbah rumah tangga, dan teknis konservasi laut kepada masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 5) Memberdayakan nelayan atau masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan dan pemantauan sumber daya pesisir dan laut, serta pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan; dan 6) Membuat perencanaan penataan ruang di kawasan Minapolitan wilayah pesisir Belang berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2017 Prov. SULUT. Kata kunci: Desa Borgo, ekosistim lamun, pemanfaatan berkelanjutan, strategi prioritas
Development Of Marine Tourism Potential In East Likupang Waters, North Minahasa District Maryen, Yakob Oskar; Manembu, Indri Shelovita; Ngangi, Edwin L. A.; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Sambali, Hariyani; Darwasito, Suria; Sumilat, Deiske Adeliene
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.52238

Abstract

This research aims to determine the potential for marine tourism in East Likupang Waters, determine the suitability of developing marine tourism in East Likupang Waters, and recommend marine tourism management, collecting primary data through observation and in-depth interviews directly with the community. Secondary data through studies of research results, scientific publications, the Minahasa Regency Maritime and Fisheries Service, and the North Minahasa Regency Maritime and Fisheries Service. Biophysical data is as follows. Observation of coral conditions using Line Intercept Transect (LIT). b) Observation of fish using Underwater Fish Visual Census (UVC). Water quality using a water quality checker (Horiba brand). Apart from that, data analysis uses a matrix of suitability for marine tourism areas, and beach tourism and provides weighting. The results of this research show that the potential that exists in East Likupang Waters and its surroundings includes physical and non-physical potential that has the potential and can be developed into a marine tourism attraction. Carrying capacity and beach recreation Surabaya Beach beach area 2000 (m²) 533 people/day Pulisan Beach 2000 (m²) 533 people/day c) Paal Beach 1000 (m²) 267 people/day Kalinaun Beach 3000 (m²) 800 people/day, It was found that the percentage of coral cover in East Likupang Waters was 47.04%, with a marine tourism suitability index value of 62, which means that the suitability of the East Likupang Waters marine tourism area is included in the conditionally appropriate criteria. Keywords: Potential, Marin Tourism, East Likupang Waters Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata bahari di Perairan Likupang Timur, mengetahui kesesuaian pengembangan wisata bahari di Perairan Likupan Timur dan merekomendasikan pengelolaan wisata bahari, pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam langsung kepada masyarakat. Data sekunder melalui kajian hasil penelitian, publikasi ilmiah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Utara. Data biofisik adalah sebagai berikut. Pengamatan kondisi karang menggunakan Line Intercept Transect (LIT). b) Pengamatan ikan menggunakan Underwater Fish Visual Census (UVC). Kualitas air menggunakan alat pemeriksa kualitas air (merek Horiba). Selain itu analisis data menggunakan matriks kesesuaian kawasan wisata bahari, dan wisata pantai serta memberikan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang ada di Perairan Likupang Timur dan sekitarnya meliputi potensi fisik dan non fisik yang mempunyai potensi dan dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata bahari. Daya dukung dan rekreasi pantai Pantai Surabaya Luas pantai 2000 (m²) 533 orang/hari Pantai Pulisan 2000 (m²) 533 orang/hari c) Pantai Paal 1000 (m²) 267 orang/hari Pantai Kalinaun 3000 (m²) 800 orang/hari, Diketahui persentase tutupan karang di Perairan Likupang Timur sebesar 47,04% dengan nilai indeks kesesuaian wisata bahari sebesar 62 yang berarti kesesuaian kawasan wisata bahari Perairan Likupang Timur termasuk dalam kriteria layak bersyarat. Kata Kunci: Potensi; wisata bahari; Perairan Likupang Timur.
Management Strategies for Sea Cucumber (Holothuroidea) Fisheries Resources in West Likupang Sub-district Kudato, Vania; Sambali, Hariyani; Kreckhoff, Reni L.; Salindeho, Indra R. N.; Durand, Swenekhe S.; Tumembouw, Sipriana S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.59365

Abstract

Indonesia is a tropical country with high marine biodiversity, including sea cucumber. The high demand for sea cucumber has led fishermen to catch sea cucumber regardless of the type or size suitable for harvesting. The lack of cultivation and regulations governing the protection of sea cucumbers has caused some species to be endangered. Sea cucumber species with high selling prices are increasingly difficult to find in West Likupang District. This study aims to identify strategies for managing sea cucumber fisheries sustainably and provide policy recommendations for their sustainable management in West Likupang District. This study used a survey method and then analyzed it with a SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats). The SWOT analysis reveals several strategies for achieving sustainable sea cucumber fisheries: legislation, conservation efforts, aquaculture development, regulated fishing, proper post-harvest handling, and educating fishermen on regulations. Keywords: Management, regulation, conservation, sea cucumber, SWOT Abstrak Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati laut yang tinggi, salah satunya ialah sumber daya trepang (Holothuridea). Permintaan pasar yang tinggi terhadap trepang, menyebabkan nelayan menangkap trepang tanpa mengindahkan jenis dan ukuran yang layak panen. Belum adanya budi daya dan regulasi yang mengatur perlindungan terhadap trepang menyebabkan beberapa spesies sudah terancam punah. Spesies trepang dengan harga jual yang tinggi makin sulit ditemukan terutama di Kecamatan Likupang Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengelolaan sumber daya perikanan trepang, untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, dan membuat rujukan atau rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya perikanan trepang (Holothuroidea) yang berkelanjutan secara umum Di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei kemudian dianalisis dengan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa strategi yang dapat dikembangkan untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, yakni: regulasi berupa peraturan perundangan, upaya konservasi, pengembangan usaha budidaya, penangkapan yang terukur, penanganan pasca panen/penangkapan dari alam, dan sosialisasi kepada nelayan terkait peraturan Kata kunci: Pengelolaan, regulasi, konservasi, trepang, SWOT
The Effectiveness of Apu Wood Plants (Pistia stratiotes) in Reducing Detergents in Water Suwardy, Moch; Sambali, Hariyani; Rumampuk, Natalie Detty C.; Pangemanan, Novie Pankie Lukas; Sumilat, Deiske A.; Singkoh, Marina Flora Oktavine
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65931

Abstract

This study aims to (1) evaluate the concentration of detergents in the water of the Dayanan River, (2) analyze the ability of Pistia stratiotes to reduce detergents, and (3) evaluate the effect of phytoremediation media on the physiological response of carp (Cyprinus carpio). The study used a Complete Random Design (RAL) with a plant contact time treatment of 3 and 6 days on two types of media (river water and well water + 10 mg/L detergent), as well as three replicas. Detergent analysis was carried out using the SNI 06-6989.51-2005 spectrophotometry method. The results showed that the highest concentration of detergent in the Dayanan River was found in the middle (0.0497 mg/L). Pistia stratiotes effectively reduced detergent significantly (p = 0.025) with optimal time on the third day. The fish response showed an increase in the frequency of operculum opening on the third day (p = 0.004) and no mortality was found for 48 hours. These results prove that Pistia stratiotes is effectively used as a natural biofilter to reduce the detergent content in waters. Keywords: detergent, Pistia stratiotes, phytoremediation, common carp (Cyprinus carpio), Dayanan River Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi konsentrasi detergen dalam air Sungai Dayanan, (2) menganalisis kemampuan Pistia stratiotes dalam mereduksi detergen, dan (3) mengevaluasi efek media hasil fitoremediasi terhadap respon fisiologis ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan waktu kontak tanaman 3 dan 6 hari pada dua jenis media (air sungai dan air sumur + detergen 10 mg/L), serta tiga ulangan. Analisis detergen dilakukan menggunakan metode spektrofotometri SNI 06-6989.51-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi detergen tertinggi di Sungai Dayanan terdapat pada bagian tengah (0,0497 mg/L). Pistia stratiotes efektif mereduksi detergen secara signifikan (p = 0,025) dengan waktu optimal pada hari ketiga. Respon ikan menunjukkan peningkatan frekuensi bukaan operkulum pada hari ketiga (p = 0,004) dan tidak ditemukan mortalitas selama 48 jam. Hasil ini membuktikan bahwa Pistia stratiotes efektif digunakan sebagai biofilter alami untuk menurunkan kandungan detergen di perairan. Kata kunci: detergen, Pistia stratiotes, fitoremediasi, ikan mas (Cyprinus carpio), Sungai Dayanan