Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Terapi Inhalasi Uap pada Status Pernapasan pada Balita dengan Bronkopneumonia di Ruang Jasmine Lantai 5 RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Ilham, Ferdy; Enis Rosuliana, Novi; Herliana, Lia; Mariani, Dini
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2024): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v2i02.652

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu bagian dari penyakit pneumonia. Pneumonia adalah penyakit infeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, yang mengakibatkan anak-anak sulit bernapas karena paru-paru mereka terisi nanah dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan terapi Steam Inhalation terhadap status pernapasan pada balita dengan bronkopneumonia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah keperawatan dan teknik penyelesaian masalah klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 orang anak yang mengalamai bronkopneumonia. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kelompok intervensi mengalami perubahan perbaikan status pernapasan setelah dilakukan intervensi terapi steam inhalation. Kesimpulan dalam penelitian ini penerapan terapi steam inhalation minyak kayu putih bermanfaat bagi pernapasan dan meningkatkan status respirasi pada balita sebagai terapi komplementer dalam terapi medis rumah sakit.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet dan Audiovisual terhadap Pengetahuan, Sikap Ibu Batita dalam Pencegahan Stunting Di Puskesmas Kahuripan Ressa Wardeni; Mariani, Dini; Asep Riyana; Kusmiyati
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.513

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya, stunting terjadi karena kekurangan gizi dalam jangka waktu cukup panjang. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai status gizi, pola asuh menjadi faktor penyebab tidak langsung namun berpengaruh terhadap kejadian stunting. Upaya alternatif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dengan media alat bantu berupa leaflet dan audiovisual yang dapat membantu seseorang bertindak langsung untuk meningkatkan pengetahuan, sikap serta dapat diakses kembali medianya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki batita dengan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan audiovisual terhadap pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Metode Peneletian ini adalah quasy eksperimental dengan pendekatan Kuantitatif dan menggunakan rancangan 2 group pretest posttest. Dengan teknik Purposive Sampling berjumlah 72 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan metode univariat dan bivariat yaitu Uji Wilcoxone. Hasil penelitian menunjukkan tingkat Pengetahuan Dan Sikap Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Dan Audiovisual Terhadap Kelompok Intervensi mengalami peningkatan dengan rerata Pengetahuan 7.44 menjadi 8.11 (p-value 0.002) dan Sikap 35.05 menjadi 37.36 (p-value 0.001), sedangkan pada Kelompok Kontrol sebelum dan sesudah tindakan Pengetahuan 7.39 menjadi 7.86 (p-value 0.032) dan Sikap 35.00 menjadi 36.00 (p-value 0.031). Terdapat perbedaan yang signifikan   rerata   skor   sebelum   dan   sesudah   tindakan   antara   kedua  kelompok nilai p = 0.000 <0.05 menandakan nilai p lebih kecil dari α maka dikatakan hipotesa diterima. Kesimpulannya terdapat perbedaan skor dan pengaruh media leaflet dan audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan, sikap ibu batita dalam pencegahan stunting. Hasil dari penelitian ini terbukti ada perbedaan skor antara Kelompok Interveni dan Kelompok Kontrol serta terdapat ada pengaruh dari media leaflet dan audiovisual yang digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan dari keseluruhan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan nilai rata-rata peningkatan pengetahuan, sikap ibu batita sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol serta terdapat ada Pengaruh dari Media Leaflet Dan Audiovisual dengan p-value 0.000 atau <0.05. Hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan literature bagi masyarakat, mahasiswa di instansi pendidikan serta peneiti selanjutnya mengenai penyuluhan pencegahan stunting menggunakan media pembelajaran seperti leaflet dan audiovisual pada ibu yang memiliki batita ataupun bagi calon ibu yang memiliki keluhan dan kurang informasi mengenai stunting. Diharapkan pada penelit selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan cara lain yang dapat mempengaruhi atau mengatasi stunting dan berkurangnya angka stunting seperti dari faktor sosial budaya, ekonominya, dan dapat menambah responden dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda serta mampu memperbaiki, menambahkan referensi untuk di bagian kuesioner Pengetahuan untuk memperkaya hasil penelitian.
Pengembangan Sereal Bar Makanan Tinggi Serat sebagai Produk Makanan Darurat dan Sifat Kimia-Mikrobiologi serta Kandungan Gizi: Development of High Dietary Fiber Cereal Bar as Emergency Food Product and The Chemical-Microbiological Properties and Nutritional Content Radiati, Ani; Sumarto, Sumarto; Hafid, Fahmi; Kamelia, Emma; Nurcahyani, Lia; Mariani, Dini; Badriah, Siti; Muhandri, Tjahja
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2SP.2024.67-74

Abstract

Background: Dietary fiber is essential for maintaining digestive health, especially during emergencies with limited food availability. Objectives: To analyze the chemical, microbiological, and nutritional properties of high-fiber cereal bars designed as emergency food. Methods: This study used an experimental design. The cereal bars were made from rice crisps and oats and tested based on chemical and microbiological parameters. Chemical analysis included dietary fiber, carbohydrates, protein, fat, minerals, and vitamins while the microbiological analysis covered total plate count (TPC) and detection of pathogenic bacteria such as Escherichia coli, Salmonella, and Staphylococcus aureus in accordance with food safety standards from the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM). The testing was conducted from November 3–15, 2023, at PT Saraswanti Indo Genetech laboratory, Indonesia. Results: The test showed that the mixed berry cereal bar contained 9.43% dietary fiber, exceeding BPOM standards. The product was free from heavy metal contamination (arsenic, cadmium, mercury, lead, and tin) and showed no trans fats. Microbiological tests confirmed that the product was safe from pathogenic microbes, with total plate count (TPC) and Enterobacteriaceae  within safe limits. The product also did not contain Salmonella or Staphylococcus aureus. Conclusions: This high-fiber cereal bar meets strict food safety and nutritional standards, making it suitable for development as emergency food. Its high fiber content and lack of harmful contaminants make it safe and nutritious for disaster victims. Continued testing and development with diverse flavors and formulations are recommended to improve acceptance across age groups in emergency situations.
Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi dan Terapi Musik Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen (SPO2) Pada Bayi Prematur di Unit Nicu RSUD Dr.H. Mohamad Rabain Muara Enim Afridianti, Wiwin; Mariani, Dini; Novianti, Sri Wulandari; Suryaningsih, Chatarina; Apriany, Dyna
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47636

Abstract

Tingginya angka kematian bayi baru lahir sebesar 75,5% adalah bayi prematu dengan permasalahan gangguan sistem pernafasan. Perawatan bayi prematur harus dilakukan dengan baik terutama menstabilkan pernafasan dengan meningkatkan saturasi oksigen, dan frekuensi denyut jantung. Pemberian posisi pronasi dan terapi musik merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pemberian posisi pronasi disertai terapi musik terhadap peningkatan saturasi oksigen ( SPO2) pada bayi premature di Unit NICU RSUD dr. H. Mohamad Rabain Muara Enim. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment design with pre-post test with control group terhadap 56 bayi prematur yang di bagi menjadi kelompok interensi dan kontrol. Responden dipilih secara non probability sampling melalui pendekatan purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran saturasi oksigen sebelum dan setelah pemberian posisi pronasi dan terapi musik selama 3 hari. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon, uji t-dependen, dan uji t independent. Hasil: menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian posisi pronasi dan terapi music terhadap peningkatan saturasi oksigen pada bayi prematur dengan nilai p value 0,0001 ( p <0,05 ). Pemberian terapi tersebut terbukti mampu membuat bayi prematur relaks dan meningkatkan saturasi oksigen di Ruang NICU. Kesimpulan: Pemberian posisi pronasi disertai dengan terapi musik dapat dilakukan di tempat perawatan bayi premature untuk mempertahankan ketenangan bayi prematur dengan tujuan meningkatkan saturasi oksigen. Saran: diharapkan peneltiian ini dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada bayi prematur khususnya yang mengalami masalah gangguan pernafasan menggunakan posisi pronasi dan terapi musik untuk meningkatan saturasi oksigen.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Kombinasi dengan Murottal Al Qur’an Terhadap Peningkatan Berat Badan dan Kestabilan Saturasi Oksigen Bblr di Ruang Perinatologi RSUD Pandega Pangandaran Maryani, Sri; Suryati, Yayat; Nurjanah, Nunung; Mariani, Dini; Kulsum, Dewi Ummu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47898

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyumbang utama kematian neonatus. BBLR sangat membutuhkan perhatian dan perawatan khusus karena akan memberikan dampak yang sangat serius baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan PMK (Perawatan Metode Kanguru) kombinasi dengan murottal Al Quran terhadap peningkatan berat badan dan kestabilan saturasi oksigen BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Pandega Pangandaran.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat preeksperimental desain dengan rancangan one grup pre-post test design. Sampel penelitian ini adalah BBLR yang telah dilakukan PMK dan Murottal Al Qur’an dengan jumlah 32 bayi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.Data di peroleh melalui oservasi berat badan dan saturasi oksigen,lalu di lakukan analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan berat badan yang signifikan antara hari pertama dengan hari kedua (p=0,016) dan hari pertama dengan hari ketiga (p=0,013).namun tidak ditemukan perbedaan bermakna antara hari pertama dengan hari ke empat (p = 0,701),selain itu,terdapat peningkatan yang signifikan pada saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi (p+0,008).Kombinasi PMK dan Murottal Al quran terbukti meningkatkan kondisi klinis BBLR dalam jangka pendek.Disarankan agar perawat dan orang tua memperhatikan kontinuitas perawatan yang mencakup kehangatan,pemberian ASI dan stimulasi spiritual secara konsisten untuk hasil yang optimal.Berdasarkan hasil penelitian diharapkan selalu memperhatikan kondisi bayi mulai dari pemberian ASI sampai dengan kehangatan dan kasih sayang serta dapat lebih memperketat dalam memonitoring intervensi supaya hasil dalam penelitian lebih optimal.
Kangaroo Mother Care and Lullaby Music Intervention for Stabilizing Pulse Rate and Body Temperature in Low Birth Weight Infants Yuliana, Dewi; Herliana, Lia; Rosuliana, Novi Enis; Mariani, Dini
Journal of Pubnursing Sciences Vol 3 No 03 (2025): Journal of Pubnursing Sciences (JPS)
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jps.v3i03.275

Abstract

Background: Low Birth Weight (LBW) infants are a vulnerable group who have a high risk of experiencing instability of vital signs due to the imperfection of organs in the baby's body, especially the thermoregulation system and circulatory system. This instability can trigger serious complications and increase neonatal morbidity and mortality rates. Efforts to stabilize physiologically are important steps that need to be taken. Aims: To determine the effect of the combination of kangaroo mother care (KMC) intervention and lullaby music on the stability of pulse rate and body temperature of LBW. Method: This study uses a quantitative method with a quasi-experimental research design with a pretest-posttest with control group approach. The population was 94 people in October-December 2024 in the perinatology room. The research sample was 26 people using purposive sampling. The measuring instruments used include an axillary thermometer, stethoscope, timer, sound level meter, and observation sheet. Results: The results of the study using the paired t-test showed an increase in the average pulse rate and body temperature in the intervention group with a p value of 0.000, the control group with a p value of 0.049, while the results of the independent t-test for pulse rate after intervention with a p value of 0.012 and body temperature with a p value of 0.022. Conclusion: The combination of KMC and lullaby music is more effective in increasing the stability of pulse rate and body temperature of LBW. This combination intervention can be applied by nurses as suportive therapeutic nursing care for LBW.
The Family Psychoeducation to Improve Parents' Coping Strategies in Caring for Thalassemia Children Mariani, Dini; Muffidah, Annisa Salwa; Rosdiana, Ida
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2527

Abstract

Thalassemia is a genetic disorder of the synthesis of alpha or beta globin chains, either in whole or in part. Families who care for children with thalassemia will experience psychosocial problems. Ignorance is the reason why families find it difficult to adapt. Therefore, it is necessary to provide knowledge and the ability to adapt to stressors so that family coping is positive. This study aims to determine the effect of Family Psychoeducation on parents' coping strategies in caring for children with thalassemia. The research design used a "Quasi experiment pre-post-test with a control group." The purposive sampling technique was used with a sample of 44 people divided into two groups. The instrument used is Brief COPE. The results showed that in the intervention group, there was a significant difference in the average score with a p-value of 0.000. Meanwhile, in the control group, there was no significant difference in the average score with a p-value of 0.492. There is a difference in the average score between the intervention group and the control group, with a p-value of 0.023. In conclusion, there is an influence of family psychoeducation on parents' coping strategies in caring for children with thalassemia.
Terapi SEFT dalam Upaya Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kersanegara –Tasikmalaya Cahyati, Peni; Kustiawan, Ridwan; Mariani, Dini; Rosdiana, Ida; Somantri, Iwan
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.780

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are diseases that are currently the highest cause of death in Indonesia. PTM sufferers at the Kersanegara Community Health Center, especially hypertension and diabetes mellitus, are increasing over time. In Tasikmalaya City, based on data from the Health Service, in 2023, there were 55,999 people with hypertension. Therefore, one of the efforts of the Kersanegara Community Health Center to improve the quality of life for PTM sufferers so that it is more optimal is by holding Prolanis activities. Hypertension is one of the risk factors that most influences the incidence. heart and blood vessel disease. Hypertension often shows no symptoms, so it is only realized when it has caused organ disorders such as heart dysfunction or stroke. The regional development team for the Tasikmalaya health polytechnic applied undergraduate and nursing study program collaborates with the Kersanegara Community Health Center to provide health services with a proactive approach that is implemented in an integrated manner involving participants through a chronic disease management program. The activities carried out were providing exposure to material about hypertension and introducing SEFT therapy to 53 people suffering from hypertension with the aim of helping lower blood pressure. The results of the evaluation of this community service activity achieved the goals that had been set, namely 100% participant attendance, all participants were active, there was an increase in knowledge, participants were able to mention the symptoms and signs of hypertension, the consequences of hypertension, the treatment and care of hypertension and 2 participants understood and explained about therapy. SEFT with the language style of each community service participant. In general, hypertension management consists of pharmacological therapy (using anti-hypertension drugs) and non-pharmacological therapy, namely by interpreting stress with relaxation techniques, one of which is SEFT therapy.
Exploring the therapeutic effect of Calmcube play on emotional well-being in hospitalized preschool-aged children Rahayu, Devia Sri; Mariani, Dini; Rosuliana, Novi Enis; Herliana, Lia
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 18 No. 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/kia.v18i2.2869

Abstract

Hospitalization can trigger significant anxiety in preschool children (ages 3–6) due to separation from familiar environments, invasive medical procedures, and limited emotional coping strategies. Excessive anxiety during hospitalization may hinder recovery and negatively affect emotional development. Play therapy is a widely recommended non-pharmacological approach to reduce pediatric anxiety. CalmCube is an innovative play therapy tool designed to engage children's cognitive and emotional responses through interactive, age-appropriate activities. This study aimed to evaluate the effectiveness of CalmCube play therapy in reducing anxiety among hospitalized preschool children. A quasi-experimental study using a pretest-posttest control group design was conducted at Dr. Soekardjo Hospital from October to December 2024. A total of 38 preschool-aged children (3–6 years) were selected through purposive sampling and assigned to intervention (n = 19) and control (n = 19) groups. Anxiety levels were measured using the Preschool Anxiety Scale (PAS) before and after the intervention. Data were analyzed using paired and independent sample t-tests. In the intervention group, the mean anxiety score decreased significantly from 37.10 (SD = 19.83) to 29.21 (SD = 17.57) after CalmCube therapy (p = 0.000). In contrast, the control group showed a negligible reduction from 44.78 to 43.94 (p = 0.076). Between-group analysis also revealed a statistically significant difference in post-intervention anxiety levels (p = 0.016), confirming the effectiveness of CalmCube therapy. CalmCube play therapy significantly reduced anxiety in hospitalized preschool children and can be implemented as a non-pharmacological nursing intervention to improve children's psychological well-being during hospitalization. Integrating structured play therapy into pediatric care protocols may enhance emotional resilience and recovery outcomes in young patients.