Articles
PENATAAN KAWASAN TUNJUNGSEKAR SEBAGAI GERBANG KOTA MALANG (RE-DESAIN KAMPUNG KONSERVASI SUNGAI)
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.648 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v3i02.890
Kampung tematik yang menjadi ikon wisata baru di kota Malang cukup menarik perhatian masyarakat, salah satunya adalah Kampung Konservasi Sungai yang terletak di Desa Tunjungsekar kecamatan Lowokwaru kota Malang. Dengan karakter tematik yang berbeda dapat dijadikan sebagai identitas/petanda wilayah tersebut. Dalam perencanaan wilayah kota jangka panjang Desa Tunjungsekar masuk dalam perencanaan wilayah kota bagian Utara sehingga desa ini perlu dilakukan penataan yang berkarakter agar nantinya dapat dijadikan sebagai gerbang masuk Kota Malang dari sisi yang lain. Dengan melihat potensi seperti itu dan keinginan masyarakat yang di dukung oleh pemerintahan setempat (kelurahan) yang menyediakan lahan/tanah bengkok untuk mewujudkannya, maka diperlukan pendampingan. Dengan ilmu yang dipunyai Tim Pendamping dari ITN Malang berupaya untuk mewujudkan ide dan keinginan masyarakat tersebut dengan konsep-konsep penataan kawasan. Pengumpulan dan pengolahan data tentang lokasi penataan dan sekitarnya dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan Tim Pendamping yang selanjutnya data–data tersebut dianalisa secara diskriptif untuk di buatkan konsep-konsep yang mengacu pada kondisi lingkungan setempat yang nantinya dituangkan dalam sketsa desain rancangan. Diskusi mematangkan konsep-konsep tersebut dilakukan secara berkala dan terus menerus secara rutin dengan melibatkan unsur masyarakat dan perangkatnya, akademisi, dan unsur pemerintah setempat (kelurahan).
FUNGSI PAWON SEBAGAI DESAIN PEROLEHAN PANAS PADA HUNIAN DI DAERAH DINGIN
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.982 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v2i01.1078
Pawon adalah dapur bagi masyarakat Jawa yang berupa tempat memasak yang menggunakan tungku sebagai pembakaran dengan kayu sebagai bahan bakarnya dan menghasilkan abu (awu) sepanjang hari. Pawon pada jaman dahulu dikenal sebagai daerah privat bagi kaum wanita dan merupakan area yang tabu bagi kaum pria. Karena pawon juga kerap menjadi tempat berkumpul wanita penghuni rumah dengan kaum wanita di lingkungan sekitar rumahnya.Saat ini di beberapa desa bisa ditemui pawon yang sudah beralih fungsi. Tidak hanya sekedar sebagai tempat memasak bagi kaum wanita saja, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan pusat aktifitas bagi seluruh penghuni rumah. Mereka terbiasa berkumpul, berinteraksi dan melakukan sebagian besar aktifitasnya selama berada di rumah di dalam ruang pawon. Mereka juga terbiasa menerima tamu dan berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam ruang pawon. Perapian yang terletak pada ruang pawon dapat dijadikan sebagai salah satu konsep yang relevan dalam peningkatan suhu udara di dalam bangunan. Model perapian dan besaran api penghasil panas sangat menentukan dalam terwujudnya tingkat kenyamanan.
STREET FURNITURE SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF PENATAAN WAJAH JALAN DI KOTA TALIWANG
Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (707.787 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v1i02.2012
Dalam upaya meningkatkan hubungan antar ruang yang ada di kawasan Kota Taliwang diperlukan juga upaya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjangnya, di antaranya adalah jalan arteri beserta elemen dekoratifnya yang biasa disebut dengan istilah street furniture. Selain sebagai pengarah dan penghubung street furniture juga akan mampu memberikan ciri khas tersendiri pada suatu kota. Sehingga penataan street furniture perlu didesain sesuai fungsi dan kaidah estetika yang sesuai dengan peruntukannya
KEBERADAAN RUMAH SEDERHANA DALAM KONTEKS PEMENUHAN KEBUTUHAN BAGI MASYARAKAT EKONOMI MENENGAH KE BAWAH
Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.967 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v1i02.2014
Semakin pesatnya pertambahan penduduk di kota-kota besar, termasuk juga di Kota Malang, mengakibatkan pula meningkatnya kebutuhan akan perumahan bagi masyarakat. Sehingga, dewasa ini banyak perumahan yang dibangun oleh pengembang, baik swasta maupun pemerintah. Dalam upaya untuk dapat mewadahi kebutuhan perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat dari segala strata sosial, maka pemerintah mewajibkan para pengembang tidak hanya membangun perumahan bertipe besar saja, tetapi juga perumahan tipe kecil. Sayangnya, upaya pemerintah tersebut tidak banyak membantu memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat kelompok menengah ke bawah dan terkesan hanya menguntungkan kelompok menengah ke atas saja. Sedangkan kelompok menengah ke bawah mayoritas lebih memilih membangun rumahnya di kampung-kampung tradisional. Sehingga, kondisi yang ada pada perumahan dalam domain publik saat ini banyak yang tidak tepat sasaran konsumen sesuai yang diharapkan.
MAKNA ASPEK FISIK DAN NON FISIK DALAM TATANAN RUANG HUNIAN MASYARAKAT DI DATARAN TINGGI KEC. PONCOKUSUMO, KAB. MALANG
Debby Budi Susanti;
Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.936 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2343
Penelitian ini berupaya untuk menggali makna yang ada dalam hunianmasyarakat di dataran tinggi berdasarkan aspek fisik dan non fisik yangditampilkan pada rumah tinggal masyarakat di kawasan KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Kecamatan Poncokusumo merupakankawasan hinterland Kota Malang yang berbatasan langsung dengankawasan Desa Ngadas, Tengger. Dengan posisi yang demikianmasyarakat di kawasan Kecamatan Poncokusumo mendapat pengaruhdari dua budaya, yaitu budaya dari masyarakat Kota Malang dan budayadari suku Tengger Bromo. Sehingga penataan hunian masyarakat dikawasan Kecamatan Poncokusumo menyesuaikan dengan tradisi danbudaya masyarakat dari dua kawasan yang berdekatan denganwilayahnya, yaitu Kota Malang dan Suku Tengger Bromo.
PERENCANAAN GEDUNG KELAS SEBAGAI TAMPAK DEPAN KOMPLEKS SMK WIDYA DHARMA, TUREN
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti;
Breeze Maringka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2803
SMK Widya Dharma yang terletak di Jl. Dharmawangsa, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang merupakan sekolah kejuruan dengan jurusan komputer yang terakreditasi A. Jumlah siswa baru yang masuk setiap tahunnya terus meningkat, akibatnya perlunya adanya penambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya, seperti: ruang praktikum, aula, tempat parkir, lapangan olahraga, dan sebagainya. Berdasarkan data kondisi tapak yang ada diperlukan pendampingan dalam upaya perencanaan penambahan gedung kelas sekaligus perencanaan masterplan kompleks sekolah tersebut.
PENATAAN MASSA BANGUNAN PADA LAHAN SEMPIT Studi Kasus : SMK WIDYA DHARMA, TUREN, KAB. MALANG
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti;
Breeze Maringka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3325
Meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana belajar mengajar pada SMK Widya Dharma Turen, Kabupaten Malang mendorong pihak sekolah untuk berusaha memaksimalkan pemanfaatan lahan yang dimilikinya sesuai dengan standar ruang dan kenyamanan bagi seluruh pengguna sekolah tersebut, termasuk juga perancangan ruang luar pada lingkungan sekolah. Kata kunci : lahan, ruang luar, sarana prasarana
Tampilan Bangunan Sekolah Sebagai Penanda Kawasan
Gaguk Sukowiyono;
Debby Budi Susanti;
Breeze Maringka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4248
Salah satu potensi dalam sebuah kawasan adalah menghadirkan sebuah landmark, agar bangunan yang dirancang dapat mudah ditemukan dalam lingkup suatu wilayah. Demikian juga yang kondisi yang terjadi pada SMK Widya Dharma Turen Kabupaten Malang. Kondisi rencana pengembangan sekolah tersebut berada pada lahan yang tidak terlihat langsung dari jalan arteri utama kawasan. Kajian desain dibutuhkan agar bangunan sekolah dapat mudah diketahui dan dikenali oleh masyarakat pengguna jalan, sekaligus dapat meningkatkan kualitas fisik bangunan.
PEMANFAATAN SEMPADAN SUNGAI KAMPUNG KOTA DALAM UPAYA KONSERVASI MATA AIR
Debby Budi Susanti;
Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2022): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v6i2.5231
Sungai merupakan salah satu unsur yang penting dalam perkembangan sebuah kota. Perubahan dan perkembangan lingkungan ekosistem pada kawasan sepanjang daerah aliran sungai dapat memberi gambaran kondisi perkembangan permukiman di kawasan kampung kota. Potensi yang terdapat pada lokasi penelitian ini adalah kawasan sempadan sungai yang memiliki sumber mata air. kondisi lahan sempadan sungai yang tidak terawat dan pemanfaatan sumber mata air untuk konsumsi dan kegiatan sehari-hari masyarakat yang bermukim di sekitarnya menyebabkan perlunya pengelolaan kawasan sempadan sungai dan pelestarian ekosistem di kawasan tersebut. Pengelolaan kawasan dengan tanpa merusak kondisi sumber mata air yang ada sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas sumber mata air yang ada.
PERCEPATAN DESAIN STRATEGIS DESA: Menjembatani Gap Data dan Permodelan Spasial pada Perencanaan Wisata Desa Baturetno, Dampit, Malang
Antonio Heltra Pradana;
Debby Budi Susanti;
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2022): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v6i2.5232
Desa Baturetno, Dampit merupakan desa yang ingin menjadi desa mandiri dengan ditopang salah satunya oleh sektor wisata desa. Persoalannya desa tidak memiliki kemampuan mengumpulkan, mengolah dan memaknai konteks spasial desanya. Sehingga dalam eksekusi rintisan wisata desa tidak maksimal dan pada akhirnya tutup karena pandemi. Di sisi lain percepatan digitalisasi yang semakin kencang membuat desa mau tidak mau harus lebih sigap dan cekatan menata desanya jika ingin berkembang maju dari sisi wisata. Kajian ini berusaha menjembatani gap ketersediaan data dan permodelan spasial dalam ranah digitalisasi pada kasus perencanaan wisata desa. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menghasilkan eksplorasi dan model konseptual yang sejalan dengan transformasi dan digitalisasi desa menggunakan teknologi murah dan mudah didapat. Selain itu pertimbangan peran dari pemangku kepentingan juga ikut dikaji. Hasil ini nantinya dapat digunakan sebagai alat percepatan penyusunan desain wisata desa.