Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN HOTEL TERINTEGRASI DENGAN BANDARA APT.PRANOTO TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Wibi Aryandhanu; Breeze Maringka; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara APT Pranoto berdiri sejak 2018 dan masih membutuhkan beberapa fasilitas penunjang salah satunya adalah hotel, pengelola bandara APT. Pranoto menginginkan adanya hotel yang bisa terhubung dengan bandara tersebut maka pada tahun 2020 direncanakan untuk membangun sebuah hotel terintegrasi dengan bandara APT. Pranoto, Dengan demikian diharapkan perancangan Hotel ini dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pendukung pada bandara APT Pranoto. Perencanaan hotel ini menggunakan pendekatan tema Arsitektur Kontemporer sedangkan dalam metode perancangan, proses perancangan pada hotel ini adalah kualitatif dan kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data pada lokasi dan pengumpulan data melalui kajian literatur dari berbagai sumber yang ada, kesimpulan dari perancangan hotel ini nantinya akan menghasilkan hotel yang akan terintegrasi langsung dengan bandara APT. Pranoto dengan menggunakan kaidah dalam tema arsitektur kontemporer.
GEDUNG PERTUNJUKAN SENI DI KOTA MANOKWARI TEMA: ARSITEKTUR MODERN Ahmad Syaifudin; Breeze Maringka; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan seni adalah wadah yang digunakan untuk tempat pementasan musik dan teater. Perancangan gedung ini tidak terlepas dari peran Pemerintah daerah baik wilayah maupun kabupaten/kota di Papua Barat untuk menyediakan infrastruktur bagi seniman asli Papua, karena banyak bakat seni yang belum terpuaskan karena daerah tersebut cela belum ada, infrastruktur adalah Gedung pementasan seni. Pendekatan desain arsitektur..yang digunakan pada Gedung Seni Pertunjukan Kota Manokwari ini menggunakan metode studi pengumpulan data mulai dari isu permasalahan dan mempelajari objek yang sejenis konsep desain arsitektur modern seperti penggunaan yang terkini, pengutamaan fungsionalisme ruang dan fasad kubus dan minimalis yang sederhana. ornamen namun berpenampilan modern, seni pertunjukan di wilayah dan kabupaten/kota Papua Barat kedepannya bisa menampung bakat seni masyarakat Papua sehingga pengembangan wisata seni daerah menjadi salah satu daya terima pariwisata daerah.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Carmen do R. B. Gonçalves; Breeze Maringka; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Kota sangat penting bagi kehidupan budaya dan pendidikan negara karena merupakan satu-satunya perpustakaan yang melayani semua tingkatan lembaga perpustakaan, khususnya bagi masyarakat kota Malang. Perpustakaan bertujuan sebagai tempat penelitian, pelestarian budaya bangsa, dan rekreasi ilmiah agar kecintaan membaca dapat dikembangkan guna memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan Umum Kota Malang bertujuan untuk menjadi tujuan utama bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kecintaan membaca sejak dini. Sehingga perancangan sistem pelayanan dan bangunan perpustakaan sesuai dengan tema arsitektur modern yang mengikuti pola dan kebutuhan pengunjung. Gedung perpustakaan didesain semenarik mungkin, dengan desain interior yang sesuai, sehingga pengunjung dapat dengan nyaman menggunakan fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Desain interior, cat dan elektronik untuk mendukung kebutuhan akses pengunjung dan memfasilitasi kebutuhan membaca dan aktivitas lainnya.
MUSEUM PERJUANGAN DI DILI TIMOR-LESTE TEMA: ARSITEKTUR MODERN Marcelina A.DaC.Belo; Breeze Maringka; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timor Leste adalah negara dengan warisan budaya yang unik dan unik. Kebudayaan didefinisikan sebagai salah satu kategori state-building dalam UU RDTL, pasal-pasal, karena kebudayaan merupakan identitas masyarakat suatu negara (country), khususnya di Timor-Leste berdasarkan Undang-Undang RDTL psl; 59, ayat 1-5 tahun 2002. Namun pembangunan Museum budaya yang belum ada di Timor leste, sehingga masyarakat disana belum mengetahui tentang benda-benda bersejarah yang masih ada di 13 kota di Timor Leste. Maka muncullah sebuah ide untuk membangun sebuah Museum Perjuangan, Museum adalah tempat (berupa gedung dan sebagainya) untuk menyimpan dan memelihara benda-benda peninggalan sejarah dan sebagainya dan yang mempunyai fasilitas memadai dan mampu menanpung barang-barang koleksi yang bersejarah makah dari itu bangunan tersebut akan lebih memiliki nilai arsitektural jika mengunakan tema arsitektur modern.
RUANG PUBLIK HIBRIDA UNTUK ANAK DAN REMAJA TEMA: FRAKTAL Alvyan Adi Saputra; Breeze Maringka; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini mengambil isu tentang kepadatan penduduk di kota surabaya yang berdampak terhadap beberapa aspek, salah satunya dampak bagi anak dan remaja terhadap kesetaraan fasilitas agar tidak timbul kesenjangan sosial. Objek yang di rancang ialah Ruang Publik Hibrida Untuk Anak Dan Remaja dengan menciptakan suatu ruang publik yang bertujuan untuk mewadahi aktivitas anak dan remaja yang dapat mengembangkan potensi-potensi mereka dengan berbagai fasilitas ruang publik yang disediakan, di antaranya ruang edukasi seni 2D & 3D, kolam area olah raga, amphiteater terbuka hingga perpustakaan. Namun fasilitas dalam Ruang Publik Hibrida tidak hanya untuk anak dan remaja, namun juga untuk umum, seperti lapangan basket dan futsal hingga gym area, café & Resto, dll. Ruang publik dapat di jadikan sebagai sarana tempat berkumpul oleh masyarakat untuk meningkatkan jiwa sosial antar sesama serta menjadi ruang pada suatu kota agar tercipta keseimbangan alam pada padatnya kota Surabaya saat ini.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN KAPAL FERRY SOFIFI DI - HALMAHERA DENGAN TEMA GREEN ARCHITECTURE Takdir Jabir; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu simpul jaringan transportasi Disitulah transportasi laut bertemu dengan transportasi darat Pelabuhan mutlak diperlukan untuk sebuah provinsi kepulauan. Salah satu pelabuhan yang ada di pulau Halmahera adalah Pelabuhan Penumpang Ferry. Pelabuhan ini berfungsi sebagai tempat berlabuhnya transportasi laut antara Pulau Halmahera dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara. Pelabuhan Sofifi merupakan gate/gerbang untuk memasuki 2 pulau yang ada di Maluku Utara. Alhasil desain pelabuhan penyeberangan bertujuan untuk menghubungkan aktivitas transportasi masyarakat. Rekayasa hijau adalah cara untuk menangani pekerjaan dengan konsekuensi merugikan yang tidak signifikan bagi kesejahteraan manusia dan iklim. dengan memanfaatkan bahan dan metode bangunan yang ramah lingkungan dalam upaya menjaga bumi, air, dan udara. Memanfaatkan energi dan sumber daya alam, menanggapi kondisi tapak bangunan, memperhatikan pengguna bangunan, dan meminimalkan penggunaan sumber daya baru adalah bagian dari konteks Arsitektur Hijau dalam sebuah desain. Hasil dari perancangan terminal penumpang pelabuhan kapal ferry Sofifi adalah menyediakan fasilitas terminal yang layak dan nyaman sesuai standar perancangan terminal, lingkungan masyarakat, lingkungan budaya dan lingkungan alam. Penggunaan tema green architecture mampu menyelesaikan masalah pemanasan global dan ramah terhadap lingkungan.
KONSEP RANCANGAN TAMAN REKREASI UNTUK PEMANFAATAN LAHAN TERBUKA HIJAU DI PUNCAK DIENG, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Breeze A. S. Maringka; Gaguk Sukowiyono; Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.6063

Abstract

KONSEP RANCANGAN TAMAN REKREASI UNTUK PEMANFAATAN LAHAN TERBUKA HIJAU DI PUNCAK DIENG, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Breeze A. S. Maringka Dosen Prodi Arsitektur, Fak. Teknik Sipil dan Perencanaan, ITN Malang e-mail: breezemaringka@gmail.com Gaguk Sukowiyono Dosen Prodi Arsitektur, Fak. Teknik Sipil dan Perencanaan, ITN Malang e-mail: gaguksukowiyono@yahoo.com Debby Budi Susanti Dosen Prodi Arsitektur, Fak. Teknik Sipil dan Perencanaan, ITN Malang e-mail: budisusantidebby@gmail.com ABSTRAK Desa Kalisongo dulunya terkenal sebagai kawasan perkebunan rakyat yang menghasilkan jeruk, namun pada perkembangannya lahan perkebunan mulai hilang dan tergantikan oleh semakin berkembangnya perumahan-perumahan. Cepatnya pertumbuhan perumahan yang disediakan oleh pengembang membuat timbulnya permasalahan pada fasilitas sosial dan fasilitas umum yang kurang diperhatikan, dan lebih parah lagi ruang terbuka hijau pada desa ini tidak terawat yang memberi kesan kumuh. Proses desain yang dilakukan berdasarkan referensi dan penyesuaian dari teori Bryan Lawson. Berdasarkan analisis penyusunan konsep pintu masuk ke dalam taman dibagi menjadi pintu masuk utama dan pintu masuk pendukung. Tugu Identitas dibuat minimalis dan sederhana dengan menggunakan beton lalu diberi batu alam sebagai penutup permukaannya dan diberi tulisan identitas menggunakan material aluminium komposit. Hardscape pedestrian menggunakan material paving block warna merah dilengkapi dengan guiding block warna kuning. Hardscape area bermain berisi terowongan. Hardscape area baca menggunakan tempat duduk yang dibentuk abstrak. Hardscape area santai berbentuk lingkaran mengelilingi pusat taman/titik fokus utama taman. Hardscape area olahraga didesain mengikuti bentuk tapak. Hardscape area parkir meliputi paving sebagai penutup tanah, atap kanopi parkiran motor, rak sepeda. TPS menggunakan hardscape berupa dinding. Kata kunci : Rancangan Taman Rekreasi, Lahan Terbuka Hijau ABSTRACT Kalisongo Village was once famous as a people's plantation area that produced oranges, but in its development, the plantation land began to disappear and was replaced by the development of housing estates. The rapid growth of housing provided by developers has created problems with social facilities and public facilities that have received little attention, and even worse, the green open spaces in this village are not maintained which gives the impression of slums. The design process was carried out based on references and adjustments from Bryan Lawson's theory. Based on the analysis of the drafting of the concept, the entrance to the park is divided into the main entrance and the supporting entrance. The Identity Monument is made minimalist and straightforward by using concrete and then giving natural stone as a surface covering and giving identity inscription using aluminum composite material. Pedestrian hardscape uses red paving block material supplemented with yellow guiding blocks. The hardscape of the play area contains tunnels. The hardscape of the reading area uses an abstract-shaped seat. Hardscape relaxing area in a circle around the center of the garden/the main focal point of the garden. The hardscape of the sports area is designed to follow the shape of the site. The hardscape of the parking area includes paving as ground cover, a canopy roof for motorbike parking, and bicycle racks. TPS uses hardscape in the form of walls. Keywords : Recreational Park Design, Green Open Land PENDAHULUAN Desa Kalisongo adalah desa yang ada di Kecamatan Dau. Kabupaten Malang yang tumbuh berkembang menjadi kota. Desa ini dulunya terkenal sebagai kawasan perkebunan rakyat yang menghasilkan jeruk, namun pada perkembangannya lahan perkebunan mulai hilang dan tergantikan oleh semakin berkembangnya perumahan-perumahan. Cepatnya pertumbuhan perumahan yang disediakan oleh pengembang membuat timbulnya permasalahan pada fasilitas sosial dan fasilitas umum yang kurang diperhatikan, dan lebih parah lagi ruang terbuka hijau pada desa ini tidak terawat yang memberi kesan kumuh. Terdapat juga permasalahan pada sarana untuk bersosialisasi, olahraga dan rekreasi untuk masyarakat di lingkungan tersebut yang tidak memadai. Dengan memperhatikan kondisi yang ada, selanjutnya masyarakat telah mengusulkan penyediaan sarana rekreasi dan olahraga pada lahan terbuka hijau yang sudah ada tetapi kurang terawat kepada pengembang dan kepala desa. Sesuai dengan usulan tersebut maka Kepala Desa telah permintaan bantuan kepada LPPM ITN Malang agar dapat memberikan bantuan teknis berupa penugasan kepada Tim Dosen dan Mahasiswa untuk melaksanakan perencanaan taman bermain pada lahan terbuka hijau yang sudah ada, lahan tersebut memiliki luas total 2.309,65 m2. Lokasi tapak berada pada pertemuan antara Perumahan Puncak Dieng Eksklusif dengan Bukit Dieng Permai dan Akses jalan Istana Dieng serta Lembah Dieng. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Tanam Pengertian taman secara umum adalah sebuah lahan terbuka hijau dengan luasan tertentu didalamnya terdapat pepohonan, perdu, rerumputan, semak, dan sebagainya yang dapat digabungkan dengan bahan lainnya yang telah dikreasikan. Berdasarkan peraturan oleh (Menteri Pekerjaan Umum, 2008) tentang Pedoman Penyedian dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, pengertian ruang terbuka hijau adalah berupa area jalur, memanjang atau mengelompok yang umumnya bersifat terbuka dan tempat tumbuh beberapa tanaman yang tumbuh secara alamiah ataupun yang sudah direncanakan. Menurut (Ashihara, 1970), selain indah secara estetika, dalam perancangan taman perlu adanya proses penataan dan pemilihan secara detail pada setiap elemen-elemen taman yang dapat membuat taman menjadi lebih fungsional. Adapun 3 kategori klasifikasi elemen taman, yaitu: Berdasarkan jenis dasar elemen ; Elemen alami (ciptaan Tuhan). Elemen non-alami (buatan manusia) Berdasarkan kesan yang ditimbulkan ; Elemen lunak (soft material), Seperti tanaman, air, satwa. Elemen keras (hard material), seperti, patung, pagar, paving, bangku taman, pergola, lampu taman dan kolam. Berdasarkan kemungkinan perubahan. Elemen mayor (elemen yang sulit diubah), contohnya seperti pantai, gunung, sungai, kabut, hujan, suhu, kelembaban udara, angin, radiasi matahari, angin dan petir. Elemen minor (elemen yang dapat diubah) contohnya seperti, tanaman, bukit kecil, sungai kecil dan elemen buatan manusia. 2.2. Teori Tema Rancangan Taman Menurut (BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur, 2021) Iklim tropis umumnya berada pada rentang 0° - 23° lintang utara dan lintang selatan dari belahan bola dunia. Indonesia termasuk dalam iklim tropis karena terletak tepat di sekitar garis katulistiwa. Menurut (Susanto, 1984) modernisasi adalah proses pembangunan kesempatan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan. Kesimpulan Tema Rancangan Taman Berdasarkan Teori 1) Taman Tropis Taman tropis adalah perpaduan dalam kombinasi banyak jenis tanaman dengan berbagai jenis varian jenis tumbuhan dan tanaman yang tumbuh subur dengan adaptasi iklim tropis. 2) Taman modern Pengertian taman modern disini adalah sebuah taman yang memiliki wahana dan alat-alat bermain lebih modern dan beda dari wahana dan alat-alat bermain pada taman bermain konvensional lainya, selain dari aspek wahana dan alat bermain, konsep modern ini juga akan diterapkan pada pola-pola hardsacape pada taman dengan unsur gradasi dan kontras. 3) Taman Tropis Modern Konsep taman bermain tropis dengan sentuhan modern, konsep taman ini adalah desain taman yang menerapkan prinsip-prinsip perancangan taman tropis yang dikombinasikan dengan unsur-unsur modern wahana bermain ataupun melalui pola hardscape taman. Selain menggunakan tanaman tropis, pada konsep taman ini pemilihan jenis tanaman juga dapat menerapkan jenis tanaman non-tropis METODE PENYUSUNAN KONSEP RANCANG Menurut Lawson (2005) peta proses desain menunjukan negosiasi antara permasalahan dan solusi dengan masing-masing dilihat sebagai refleksi dari analisis, sintetis, dan evaluasi, namun dalam peta tersebut tidak menunjukan arah aliran dari satu aktivitas ke beberapa aktivitas lainya atau titik awal dan akhir. Diagram 1. Peta Umum Proses Desain Sumber : (Lawson, 2005) Analisis adalah urutan dan penataan masalah, Sintetis dicirikam oleh sebuah upaya untuk berkembang dan menciptakan respon terhadap permasalahan dan memberikan solusi. Evaluasi melibatkan evaluasi kritis yang disarankan solusi terhadap tujuan yang telah diidentifikasi dalam fase analisis. Sebagai tolak ukur dalam proses perancangan konsep rancangan taman rekreasi untuk pemanfaatan lahan terbuka hijau di Puncak Dieng, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berikut merupakan peta proses desain yang dilakukan berdasarkan referensi dan penyesuaian dari teori Bryan Lawson: Diagram 2. Penyesuaian Peta Proses Desain Sumber : Analisa Pribadi, 2022 Berikut merupakan kerangka atau alur proses dalam penyusunan konsep rancang taman untuk pemanfaatan lahan terbuka hijau di Puncak Dieng, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Diagram 3. Kerangka alur proses penyusunan konsep rancangan taman Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 ANALISIS PENYUSUNAN KONSEP Konsep Pintu Masuk Taman Pintu masuk ke dalam taman dibagi menjadi pintu masuk utama dan pintu masuk pendukung. Pintu masuk utama didesain dengan jalur yang tegas dan lurus menuju ke arah pusat taman yaitu pohon beringin. Komponen hardscape yang dipakai sebagai jalur adalah paving block berwarna merah dan guiding block berwarna kuning dengan lebar jalur 3 meter serta diberi lampu taman sebagai penerang pintu masuk. Komponen softscape yang ada pada pintu masuk utama berupa rumput gajah mini dan pohon tanjung. Gambar 1. Konsep Pintu Masuk Utama. Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Pintu masuk pendukung juga didesain tegas lurus menuju pusat taman dengan diberi tangga menuju area duduk dengan tinggi per anak tangganya 10 cm, lebar anak tangga 50 cm, lebar tangga 300 cm, jumlah anak tangga 7 buah dan lebar bordes 4,55 m. Komponen hardscape yang dipakai sebagai jalur adalah paving block berwarna merah dan guiding block berwarna kuning dengan ukuran jalurnya adalah 3 meter serta diberi lampu taman sebagai penerang pintu masuk. Softscape yang ada pada pintu masuk pendukung ada pohon pucuk merah, rumput gajah mini, dan pohon palem raja. Gambar 2. Konsep Pintu Masuk Pendukung 01. Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Gambar 3. Konsep Pintu Masuk Pendukung 02. Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Tugu Identitas Tugu Identitas dibuat minimalis dan sederhana dengan menggunakan beton lalu diberi batu alam sebagai penutup permukaannya dan diberi tulisan identitas menggunakan material aluminium komposit. Gambar 4. Konsep Tugu Identitas Depan Parkir. Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Gambar 5. Konsep Tugu Identitas Pinggir Jl. Terusan Dieng Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Pedestrian Hardscape pedestrian menggunakan material paving block warna merah dilengkapi dengan guiding block warna kuning dengan lebar jalur pedestrian adalah 1,5 meter. Gambar 6. Konsep Pedestrian Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Area Bermain Hardscape area bermain berisi terowongan diameter 1,85 meter dengan material beton warna kuning dan garis outline dengan perkerasan lantai acian warna ungu. Fasilitas yang diterapkan pada tempat bermain berupa wahana putaran dan area bermain pasir. Gambar 7. Konsep Area Bermain Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Area Baca Hardscape area baca menggunakan tempat duduk yang dibentuk abstrak sehingga menimbulkan kesan modern dan dibuat memanjang agar menimbulkan efek garis fokus kearah pusat taman. Material yang dipakai pada tempat duduk adalah beton yang area sampingnya ditempel dengan batu alam. Grass block dipakai sebagai penutup tanah. Softscape yang diterapkan pada area taman adalah tanaman penutup tanah (Rumput Gajah Mini), tanaman pembatas (Rumput Boxwood). Gambar 8. Konsep Area Baca Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Area Santai Hardscape area santai berbentuk lingkaran mengelilingi pusat taman/titik fokus utama taman. Meliputi tempat duduk beton yang bagian sampingnya dilapisi batu alam dan penutup tanahnya menggunakan paving block warna merah dan abu-abu dilengkapi guiding block warna kuning. Softscape yang ada pada area santai meliputi pohon beringin sebagai tanaman peneduh dan pusat taman/titik fokus utama taman, pohon kerai payung sebagai tanaman peneduh. Gambar 9. Konsep Area Santai Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Area Olahraga Hardscape area olahraga didesain mengikuti bentuk tapak yaitu segitiga dengan diberi garis pedestrian pada area olahraga sebagai pembatas zona fitness dan zona callistenic material pedestrial yang berwarna kuning menggunakan acian dan untuk penutup tanahnya menggunakan grass block. Fasilitas yang disediakan yaitu alat fitness taman dan tiang olahraga callistenic. Softscape meliputi palm putri sebagai tanaman peredu dan rumput boxwood sebagai tanaman pembatas. Gambar 10. Konsep Area Olahraga Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep Area Parkir Hardscape area parkir meliputi paving sebagai penutup tanah, atap kanopi parkiran motor, rak sepeda. Softscape meliputi pohon pucuk merah sebagai tanaman perdu. Gambar 11. Konsep Area Parkir Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Konsep TPS TPS menggunakan hardscape berupa dinding sebagai pembatas dan softscape berupa bambu jepang dan lidah mertua sebagai perdu untuk mengurangi bau yang ditimbulkan sampah. Gambar 12 Konsep Tempat Pembuangan Sampah Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Lanskap Taman Gambar 13. Site Plan Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 Gambar 14. Mata Burung Sumber : Dokumen Pribadi, 2022 DAFTAR PUSTAKA Arifn, H. S. (2006). Penjagaan tanaman hiasan tampil menawan. Jakarta: Synergy Media. Ashihara, Y. (1970). Exterior Design in Architecture. New York: Van Nostrand Reinhold. BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur. (2021). Buku Saku Klimatologi - Iklim dan Cuaca Kita. Kota Malang: BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur. Hartati, A., & Ernawati, J. (2018). Pola Pemanfaatan RUang Pada Taman Tematik di Kota Malang (Studi Kasus : Merbabu Family Park dan Taman Slamet). Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya. Lawson, B. (2005). How Designers Think. Routledge. Menteri Pekerjaan Umum. (2008). 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Susanto, A. S. (1984). Sosiologi Pembangunan. Kota Surakarta: Bina Cipta. Wahyuni, E., & Qomarun. (2013). Identifikasi Lansekap Elemen Softcape dan Hardscape Pada Taman Balekambang Solo. Sinektika Vol.13 No.2, 116.
TERMINAL TERPADU DI PELABUHAN MARINA LABUAN BAJO TEMA: NEO-VERNAKULAR Firmus S. Mbeok; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Terpadu di Pelabuhan Marina Labuan Bajo merupakan terminal yang menyediakan sarana transportasi yang melayani kedatangan/keberangkatan penumpang maupun pengunjung local maupun yang datang dari luar pulau, Terminal Terpadu yang dimaksud adalah menggabungkan beberapa jenis moda transportasi kedalam satu terminal seperti angkutan dalam kota Labuan Bajo, transportasi yang melayani kedatangan ataupun keberangkatan para wisatawan/penumpang dari bandara maupun yang baru keluar dari pelabuhan menuju tempat tujuan mereka. Tujuan dari desain ini adalah mengakomodasi kegiatan/aktivitas penumpang dan wisatawan yang ada di kota labuan bajo dengan memperhatikan fungsi dari terminal dan juga tema yang diambil yaitu tema Neo Vernakular.
GEDUNG PUSAT KEGIATAN ARSITEKTUR DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Tasya Savira Salsabilla; Breeze Maringka; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan Kota dengan 17 sektor industri kreatif yang saat ini sedang berkembang pesat salah satunya yaitu sektor industri kreatif di bidang Arsitektur. Pelaku Arsitektur di Kota Malang banyak meraih prestasi, namun kurangnya wadah dalam memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana khusus di bidang Arsitektur. Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur di Kota Malang hadir sebagai wadah atau pusat kegiatan bagi pelaku di bidang arsitektur dalam mengembangkan potensi di semua kegiatan yang memberikan fasilitas lengkap. Gedung ini dirancang dengan mencakup fasilitas dalam kegiatan informasi dan komunikasi yaitu ruang pameran (eksibisi), auditorium, museum arsitektur, kantor sewa biro, studi arsitektur dan fasilitas penunjang lainnya. Pendekatan tema yang diterapkan yaitu menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer yang dimana mengacu pada analisa pelaku serta pola perilaku yang menggambarkan pelaku arsitektur inovatif, kreatif dan variatif dengan mengikuti era saat ini (up to date) yang memperhatikan segi penampilan, kenyamanan, dan lingkungan disekitar. Dengan demikian diharapkan Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur mampu menjadi jawaban serta gambaran bagi pelaku dan masyarakat Kota Malang serta dapat menjadi ikon arsitektur di Kota Malang.
PUSAT PENGEMBANGAN GAME DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Alessandro Pareira Saputra Wula; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal sebagai salah satu pusat kreatif di Indonesia dengan pertumbuhan industri game yang signifikan, namun pertumbuhan ini juga berdampak pada permasalahan tata kota, sehingga rancangan ini bertujuan membuat bangunan yang beradaptasi dengan pertumbuhan industri game. Permasalahan yang ditemukan ialah bagaimana merancang bangunan dengan tema video game dan sistem yang beradaptasi dengan pertumbuhan industri game dan peningkatan kepadatan kota, bersamaan dengan berkontribusi meningkatkan RTH kota yang belum ideal. Fungsi Pusat Pengembangan Game ialah mengumpulkan berbagai keahlian dalam pengembangan permainan video game. Lokasi memiliki luas 24.286 meter persegi dan terletak di Jalan Puncak Borobudur, Kota Malang. Metode perancangan mengaplikasikan pendekatan metafora tangible. Hasil rancangan ialah konsep tapak terpusat dan bentuk yang mengadopsi elemen dari video game Tetris melalui olah bentuk. Ruang-ruang bangunan menggunakan bahan ringan, kuat, dan tahan lama. Struktur utama menggunakan ruang modular, struktur bawah menggunakan pondasi bored pile, struktur atas menggunakan modul atap dan dak beton. Rancangan Interior dan eksterior terinspirasi oleh bentuk tetrimino dan lanskap taman mengikuti pola tetrimino untuk menciptakan lingkungan yang menarik dan memperkuat karakter tema metafora Tetris.