Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT KULINER DAN OLEH – OLEH DI KABUPATEN JEMBER TEMA: ARSITEKTUR MODERN Marchita Putri Maharani; Debby Budi Susanti; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Jawa Timur yang memiliki keragaman makanan, budaya, dan wisatanya. Kabupaten Jember merupakan salah satu kota atau kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur. Kabupaten Jember berbatasan dengan 3 kabupaten meliputi: Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten Jember selain memiliki wisata alamnya yang merupakan Gunung Argopuro, kabupaten ini memiliki penghasilan kebun seperti kopi, tembakau, coklat, dan singkong yang dapat dijadikan makanan khas Kabupaten Jember. Maka dari itu, dengan adanya penghasilan kebun Kabupaten Jember dapat mengembangkan kekreatifan dalam membuat makanan khas untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DI KOTA MALANG TEMA: HEALING ARCHITECTURE Erwin Sanjaya; Breeze Maringka; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian yang paling umum di Indonesia, dan situasi serupa terlihat di Kota Malang berdasarkan data dari Dinas Kesehatan. Terdapat 2.489 kunjungan pasien dengan kasus jantung koroner dan 3.458 kunjungan dengan diagnosa gagal jantung. Selain itu, RSUD Kota Malang juga mencatat sebanyak 996 kunjungan pasien rawat jalan yang menerima diagnosis penyakit jantung. Kondisi iklim Malang yang memiliki suhu udara rendah memberikan manfaat tambahan bagi penderita penyakit jantung, menjadikannya tempat yang ideal untuk mendirikan rumah sakit khusus jantung. Seringkali, banyak pihak yang mengelola rumah sakit, baik yang bersifat publik maupun swasta, meyakini bahwa kesembuhan hanya dapat dicapai melalui prosedur medis, tetapi kenyataannya tidak demikian. Psikologis adalah salah satu faktor yang paling penting dalam pemulihan kesehatan seseorang.
CO-WORKING SPACE DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Putu Ayu Novita Sari Dewi; Breeze Maringka; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres bekerja merupakan masalah yang sedang banyak dialami oleh para pekerja. Suasana kantor yang terkesan hening dan memerlukan banyak konsentrasi dapat menambah beban pikiran pekerja. Berdasarkan permasalahan yang ada maka diperlukan sebuah tempat dimana mereka tetap bisa bekerja namun tidak terlalu merasakan stress yang berlebihan. Tempat tersebut adalah sebuah co-working space, berlokasi di Kota Malang yang akan dirancang menggunakan konsep arsitektur kontemporer baik pada fasad maupun interiornya. Perancangan co-working space ini menggunakan metode glassbox yang berarti pemikiran rasional seorang arsitek secara objektif dan sistematis pada hasil konsep rancangan. Komponen yang akan menjadi fokus dari perancangan adalah bagian interior sehingga dapat menyelesaikan permasalahan stress bekerja.
PUSAT KERAJINAN TENUN IKAT di KOTA WAINGAPU TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Gizelle Rambu Dukka; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Waingapu merupakan kota yang memiliki potensi investasi di bidang pariwisata dan sektor ekonomi kreatif. Potensi pariwisata sendiri terdiri dari wisata alam dan wisata kebudayaan. Salah satu potensi wisata kebudayaan berupa tenun ikat. Tenun ikat sendiri merupakan kerajinan tangan khas Sumba Timur yang terkenal dijadikan sebagai souvenir. Selain itu, kain tenun memiliki filosofis tersendiri bagi masyarakat Sumba Timur dan terdapat nilai serta makna dalam setiap simbolnya. Kain tenun sangat berpotensi sebagai sarana dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat dan sebagai wisata budaya dalam rangka melestarikan kain tenun ikat. Pusat Kerajinan Tenun Ikat diharapkan menjadi wadah terpusat dan mewadahi kegiatan sesuai dengan fungsi bangunan dengan fasilitas berupa galeri, balai tenun ikat, exhibition hall, workshop, perpustakaan dan fasilitas penunjang lainnya. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis dengan tujuan mampu mengatasi permasalahan yang terdapat di dalam tapak. Pusat Kerajinan Tenun Ikat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mewadahi seniman tenun ikat dan memfasilitasi kegiatan produksi, ekonomi kreatif dan memberikan edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan.
PUSAT PERBELANJAAN DI KABUPATEN JEMBER TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Aulia Khairunnisa; Debby Budi Susanti; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya wisata budaya yang ada di Kabupaten Jember ini memiliki dampak sosial, seperti perpindahan penduduk yang mengakibatkan banyaknya pembangunan rumah yang dilakukan dari tahun ke tahun. Sehingga, pada area sekitar perumahan sangat membutuhkan beberapa fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat setempat, salah satunya adalah fasilitas pusat perbelanjaan. Pusat Perbelanjaan merupakan fasilitas komersil yang selain berfungsi sebagai tempat kegiatan transaksi jual beli, juga berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul dan berekreasi di lingkungan warga setempat. Pembangunan fasilitas tersebut memiliki tujuan untuk menunjang dan memfasilitasi penduduk sekitar perumahan di salah satu wilayah Kabupaten Jember yang sedang dalam pengembangan. Lokasi perumahan tersebut berada di pinggir kota yang memungkinkan untuk dibangunnya pusat perbelanjaan dikarenakan jauh dari pusat kota. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Jember ini yaitu melalui analisa kondisi sekitar tapak. Tapak menghadap kea rah timur laut dengan arah matahari terbit dari serong kanan bangunan dengan suhu rata-rata sekitar 30°C yang mengharuskan bangunan memiliki plafond yang cenderung tinggi agar bangunan terasa sejuk dan segar, serta cahaya alami dapat dengan mudah masuk ke dalam bangunan.
MUSEUM BUDAYA SUKU SASAK DI KOTA MATARAM TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Maulana Ishak; Breeze Maringka; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok merupakan pulau yang memiliki sektor pariwisata yang cukup dikenal wisatawan baik lokal maupun Internasional, salah satunya adalah budaya Suku Sasak, namun budaya Suku Sasak masih kurang diketahui oleh wisatawan, untuk itu perlu sarana dan prasarana yang mewadahi berbagai macam kegiatan budaya Suku Sasak, yaitu rancangan museum budaya suku sasak .Tujuan dari rancangan museum budaya suku sasak di kota Mataram ini untuk memperkenalkan lebih luas lagi kepada wisatawan dan membangun minat kembali rasa peduli generasi penerus tentang budaya yang ada di Suku Sasak. Metode rancangan yang digunakan dengan pendekatan tema metafora tangible yang mengadopsi bentuk dari salah satu alat musik tradisional suku sasak yaitu gendang beleq dan mandolin. Hasil dari rancangan ini menerapkan aspek arsitektur metafora yang menggunakan bentuk dari salah satu alat musik tradisional suku sasak yang dikombinasikan dengan atap tradisional suku sasak, serta mengaplikasikan pola sirkulasi linear,network di dalam ruang bangunan.
HOTEL AGROWISATA DENGAN AKOMODASI KEBUN KOPI DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Fransiskus X.L. Geli; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumba Barat Daya adalah salah satu Kabupaten dari empat Kabupaten yang ada di Pulau Sumba. Kabupaten Sumba Barat Daya juga merupakan penghasil kopi terbesar tiga tahun terakhir. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dalam musim hujan tahun ini fokus memperluas tanaman kopi jenis robusta. Kopi organik Sumba menjadi juara pertama lomba aroma kopi nasional sehingga Peminat kopi mulai melirik Sumba sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas nasional. Berdasarkan informasi tersebut dapat mendukung pengembangan Hotel wisata pendesaan di Kabupaten Sumba Barat Daya, untuk meningkatkan destinasi wisata, dan menarik wisatawan untuk berkunjung. Pemilihan tema arsitektur hijau bertujuan untuk menghasilkan bangunan yang hemat energi serta ramah lingkungan yang dapat memberikan kenyamanan kepada para pengunjung dan perencanaan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan melibatkan masyarakat lokal maupun pengunjung. Metode perancangan yang digunakan adalah mencari permasalahan/latar belakang, pemilihan lokasi, studi literatur fungsional dan tema, perancangan program, analisis dan rencana konsep. Dengan adanya perancangan ini dapat menjadi solusi salah satu bentuk inovasi dalam industri pariwisata yang menggabungkan pengalaman menginap yang nyaman dengan keindahan alam dan budaya lokal dan bertujuan untuk menjelaskan potensi dan manfaat dari pengembangan hotel agrowisata dengan akomodasi kebun kopi sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.
CAFÉ LIBRARY DI KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIC Dhaifah Hauradita; Gaguk Sukowiyono; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bima termasuk salah satu kota yang masih berkembang, dari sisi ekonomi maupun pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahawa masyarakat Indonesia kurang dalam minat baca termasuk masyarakat Kota Bima. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Bima dapat dilakukan yaitu dengan membuat inovasi baru seperti Café Library. Café Library yaitu tempat yang menyediakan sarana dan prasarana untuk mendapatkan informasi dan memberikan akses penuh pada pengunjunng. Pengunjung yang dikhususkan yaitu alpha generation dan newlywed. Yang dimana pengunjung lebih banyak menghabiskan waktu, mengerjakan tugas dan menambah literasi untuk bidangnya masing-masing. Dan ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang memadai yang disediakan pada bangunan perancangan Café Library ini. Tema yang digunakan yaitu arsitektur biofilik yang artinya desain yang dapat mengurangi stres, meningkatkan fungsi kognitif dan kreativitas, meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat penyembuhan. Proses perancangan Café Library ini menggunakan tahapan mulai dari ide perancangan dan mengidentifikasi masalah. Menganalisa data yang sehingga mebentuk sebuah bangunan yang sesuai dengan fungsinya dan menggunakan tema arsitektur biofilik. Dan juga diharapkan bangunan ini dapat membantu masyarakat dalam minat membaca dengan kesan yang berbeda.
PERPUSTAKAAN DI KOTA BIMA TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Larasati Maria Kusuma; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan di Kota Bima berfungsi sebagai wadah penyalur minat literasi masyarakat, khususnya pelajar serta dapat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima. Tema yang digunakan dalam perancangan Perpustakaan Kota Bima ini adalah arsitektur kontemporer. Dalam perancangan perpustakaan ini digunakan metode analisis data, studi literatur dan studi preseden objek. Komponen bangunan yang akan diexplorasi adalah olah bentuk yang sesuai dengan fungsi dan tema yaitu perpustakaan dengan tema arsitektur kontemporer. Diharapkan gedung ini dapat menjadi wadah masyarakat untuk literasi dan rekreasi serta membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bima.
MUSEUM MUSIK TRADISIONAL MALUKU DI KOTA AMBON TEMA : ARSITEKTUR KONTEMPORER Feliks Relon Yokohail; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum musik merupakan sebuah bangunan yang memamerkan dan juga melestarikan alat musik tradisional dan juga tempat pentas musik, tempat ilmu pengatahuan, tempat liburan tau rekkreasi dan juga menjadi sumber informasi. Membangun museum ini bertujuan untuk menjadi wah untuk komunitas – komunitas musik yang ada di Maluku, Museum musik bukan hanya melestarikan alat – alat musik saja tetapi juga sebagai temperkenarkan budaya musik dengan cara pameran maka perlu adanya sebuag gedung museum musik. di Indonesia sendiri bagaimana banyak museum tetapi jarang kita temui museum musikdengan ciri khas daerahnya maka dari itu memperkenalakan budaya lokal terkhusunya budaya pada wilayah maluku dengan menggunakan karakter arsitektur kontemporer sehingga melalui museum ini dapat mencirikhaskan kota ambon sebagai kota musik dunia. Hasil dari perancangan ini untuk merancang museum musik yang dapat mewadawi danmeningkatkan masyarakat dalam maupun luar daerah yang ingin belajar dan mengenal serta mencari informasi lebih dalam mengenai musik, Dalam perancangan Museum musik tradisional maluku ini menggunakan metode kuantitatif menghubunkan dengan metode deskritif membahas mengenai bagaimana teknik pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder metode perancangan yang dilakukan dalam perancanagan museum musik ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat ,Hasil dari perancangan ini menunjukan tampilan bangunan yang menyerupai alat musik yaitu alat musik hadrohyang berbentuk segi enam.