Claim Missing Document
Check
Articles

BANTUAN TEKNIS PERENCANAAN SITE PLAN – REST AREA DESA KALISONGO, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Breeze Maringka; Debby; Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i2.3690

Abstract

Lokasi perencanaan Site Plan – Rest Area terletak di jalan Dieng Atas, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang sementara ini berfungsi sebagai fasilitas olah raga, pasar malam, serta tempat pelaksanaan acara-acara pertemuan besar dan festival serta karnaval. Seiring dengan kemajuan teknologi pertanian di desa Kalisongo dalam wujud wisata petik buah serta perkembangan Kota Wisata Batu, menjadi pemicu bertambahnya jumlah wisatawan dan intensitas kendaraan bermotorpun meningkat, maka dibutuhkan Rest Area. Berdasarkan data kondisi lokasi yang ada maka perlu dilakukan pendampingan berupa bantuan teknis perencanaan Site Plan – Rest Area untuk memfasilitasi kebutuhan para wisatawan.
Tampilan Bangunan Sekolah Sebagai Penanda Kawasan Gaguk Sukowiyono; Debby Budi Susanti; Breeze Maringka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4248

Abstract

Salah satu potensi dalam sebuah kawasan adalah menghadirkan sebuah landmark, agar bangunan yang dirancang dapat mudah ditemukan dalam lingkup suatu wilayah. Demikian juga yang kondisi yang terjadi pada SMK Widya Dharma Turen Kabupaten Malang. Kondisi rencana pengembangan sekolah tersebut berada pada lahan yang tidak terlihat langsung dari jalan arteri utama kawasan. Kajian desain dibutuhkan agar bangunan sekolah dapat mudah diketahui dan dikenali oleh masyarakat pengguna jalan, sekaligus dapat meningkatkan kualitas fisik bangunan.
PUSAT SENI FOTOGRAFI TEMA: ARSITEKTUR FUTURISTIK Andry Zaen Pratama Putra; Breeze Maringka; Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan fotografi di Indonesia dan khususnya kota Mataram memiliki banyak komunitas dan pecinta fotografi dengan inilah muncul ide desain untuk membuat pusat seni fotografi sebagai tempat belajar, sharing, studio foto, pameran karya, dan sebagai tempat jual beli alat tentang fotografi dengan berkonsep modern futuristik yang sangat melekat dengan kaitan hal nya teknologi dan masa depan. Gaya arsitektur modern futuristik ini sangat cocok dalam desain Pusat Seni Fotografi dengan menampilkan bentuk bangunan masa depan seperti teknologi, material yang digunakan seperti bajaringan, kaca, dan aluminum menampilkan kesan futuristik agar lebih terasa. Metode perancangan yang saya terapkan menganalisa dari rumusan masalah yang saya dapatkan. Pemilihan metode berdasarkan judul dan tema, dimana judul “Pusat seni fotografi” dengan tema “arsitektur futuristik” membutuhkan pendekatan fungsi ruang yang mengenalkan bangunan di tengah kota dengan penyelesaian arsitektural. Dengan perkembangangan fotografi serta banyaknya komunitas dan pecinta fotografi maka adanya Pusat Seni Fotografi di kota mataram tepat untuk didirikan di kota mataram dengan harapan sebagai wadah dan pengembangan kreativitas dalam bidang fotografi.
MALL PELAYANAN PUBLIK DI KOTA PALANGKARAYA TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Maria Angelina Arie Shintany; Breeze Maringka; M. Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Mall Pelayanan Publik ini merupakan sebuah fasilitas yang dibangun khusus untuk masyarakat Kota Palangkaraya, yang dimana gedung ini mewadahi instansi baik itu BUMN maupun swasta yang berhubungan dengan pelayanan publik. Gedung ini dirancang karena belum adanya Gedung Mall Pelayanan Publik di Kota Palangkaraya. Sejak tahun 2020 sudah adanya rencana untuk pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik ini namun hingga sekarang masih belum juga dilaksanakan. Metode yang digunakan pada perancangan ini yaitu berupa pengumpulan data baik itu observasi secara langsung maupun tidak langsung dikawasan setempat serta juga didapatkan dari literatur. Pendekatan yang mengacu pada tema yang digunakan yaitu Arsitektur Neo Vernakular yang merupakan arsitektur yang menggabungkan antara arsitektur modern dengan arsitektur tradisional setempat. Jadi bentuk Gedung Mall Pelayanan Publik ini akan berupa gedung yang modern tetapi terdapat sentuhan tradisional setempatnya, misalkan pada atap bangunan akan menggunakan atap Rumah Betang serta ornament tradisional dengan motif khas Dayak. Maka dengan itu dengan adanya Gedung Mall Pelayanan Publik ini diharapkan dapat membantu mempercepat serta mempermudah masyarakat kota Palangkaraya dalam proses layanan publik, salah satu contohnya yaitu seperti pembuatan SIM dan KTP.
SENTRA KERAJINAN DAN CENDRAMATA DI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Intan Fadhilah; Breeze Maringka; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra kerajinan dan cendramata di Kota Banjarmasin merupakan keinginan masyarakat lokal untuk memperkenalkan hasil kerajinan khas Banjar serta mempelajari cara membuat kerajinan dengan belajar anyaman purun yang merupakan khas dari Banjarmasin. Selain itu, fasilitas ini juga untuk meningkatkan ekonomi kreatif serta menjadi wadah pemasaran yang memadai di Kota Seribu Sungai ini. Kota Banjarmasin di dominasi oleh bangunan-bangunan panggung dengan atap bubungan tinggi. Dalam perancangan desain bangunan ini menggunakan tema Arsitektur Neo-vernakular, sehingga penerapan desain tersebut dapat dijumpai dari penggunaan Atap bubungan pada penerapannya. Konsep bangunan berfokus pada penerapan tema yang disesuaikan dengan lokasi yang dipilih yaitu Kota Banjarmasin. Pada penerapan strukturnya, bangunan ini menggunakan struktur yang disesuaikan dengan jenis tanah rawa di Kota Banjarmasin. Penataan ruang dalam di tata dengan memanfaatkan material yang memberikan kesan alami pada ruangan dan memiliki pola linear pada tatanan ruangnya. Dengan demikian fasilitas yang disediakan diharapkan bisa menjadi salah satu wadah pemasaran yang dapat berkembang dengan baik bagi para penjual kerajinan di Kota Banjarmasin dalam mengembangkan usahanya. Dan diharapkan pula, fasilitas ini mampu mengembangkan kerajinan serta memperkenalkan cendramata khas Banjar ke masyarakat luas.
APARTEMEN MAHASISWA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Mochamad Syahriel Ari Purnomo; Breeze Maringka; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari permasalahan yang timbul dan menjadi fokus perhatian di tengah-tengah masyarakat Kota Malang, akhir-akhir ini yaitu antara jumlah pendatang baru khususnya mahasiswa yang semakin tahun semakin bertambah dengan jumlah fasilitas huni yang kurang memadai menjadi sebuah polemik yang tak kunjung ada titik temu. Permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang. Dampak yang ditimbulkan yaitu banyaknya bangunan baru yang dibangun secara horizontal, dan presentase RTH yang semakin tahun semakin berkurang. Penulis membuat alternatif dengan merancang fasilitas komersial apartemen mahasiswa dengan menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Metode dalam perancangan yang penulis telah buat yaitu menggunakan metode mixed method. Penulis merancang sebuah apartemen mahasiswa dengan menggabungkan tema Arsitektur Hijau menjadikan objek rancangan yang memenuhi persyaratan GBCI. Poin penting yang ditekankan pada kategori efisiensi dan konservasi energi, tepat guna lahan, serta konservasi air. Hasil yang diharapkan yaitu fasilitas ini nantinya mampu menjadi titik terang dan juga sebagai jawaban dari beberapa isu yang ada di Kota Malang tentang banyaknya permintaan fasilitas hunian sewa serta kurangnya presentasi RTH yang ada.
MUSEUM ARKEOLOGI DI KOTA MADIUN TEMA: ARSITEKTUR MODERN Achmad Nurali; Breeze Maringka; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap museum, hingga kini, masih jauh dari harapan, artinya: hanya sedikit sekali orang yang tahu dan ingin memahami bahwa museum bermanfaat bagi dunia pendidikan dan rekreasi. Masyarakat umum melihat museum tidak lebih dari gudang tempat penyimpanan barang tua dengan suasana ruangan yang menyeramkan. Untuk mengubah persepsi masyarakat tentang museum merupakan tempat yang kuno, maka diperlukannya pembaruan terhadap konsep museum menjadi modern. Arsitektur modern merupakan suatu bangunan dengan gaya yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala ornamen. Menerapkan prinsip arsitektur modern menjadi bangunan fungsional dan efisiensi. Fungsional yang artinya bangunan tersebut harus mewadahi aktifitas pengunjung dan efisiensi harus mampu diterapkan ke berbagai hal seperti efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan aspek free maintenance pada museum. Museum Arkeologi yang berisi benda-benda penginggalan sejarah akan dikemas secara modern dalam segi interior dan exsterior untuk membuat suatu kebiasaan baru pada pengunjung agar lebih tertarik pada museum. Pemaduan Museum Arkeologi dengan tema arsitektur modern, yang diharapkan dapat membuat pengunjung tertarik dan dapat juga menjadi bangunan yang memiliki ciri khas.
HOTEL RESORT DI KUTA MANDALIKA LOMBOK TENGAH TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Faris Assambarani; Breeze Maringka; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok dikenal sebagai pulau yang memiliki keindahan pantai dan kekayaan adat budaya yang sangat kental , Lombok adalah salah satu pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lombok adalah pulau andalan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat dikarenakan Pulau Lombok merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang cukup populer di Indonesia. Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Lombok khusus nya kawasan Pantai Kuta Mandalika, sehingga dibutuhkan fasilitas penginapan untuk menunjang peningkatan jumlah wisatawan. Pantai Kuta Mandalika terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan perancangan fasilitas penginapan diantaranya lokasi yang berada di pesisir pantai dan menerapkan unsur adat dan budaya kedalam bangunan di era modern. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memberikan fasilitas penginapan dan menunjang kebutuhan wisatawan yang terus meningkat ke Pulau Lombok berupa hotel resort dengan menghadirkan pendekatan desain bangunan yang bisa mengangkat budaya dan adat istiadat Pulau Lombok kedalam bentuk desain bangunan yang lebih modern. Metode desain yang digunakan yakni studi literatur, survei lokasi tapak, dan mencari solusi permasalah yang ada di sekitar lokasi tapak. Desain perancangan hotel resort ini menggunakan pendekatan Neo Vernakular dengan mengangkat bangunan adat Lombok yakni lumbung padi dan bale tani yang di implementasikan dalam bentuk bangunan yang modern tanpa melupakan adat dan budaya Pulau Lombok.
BANTUAN TEKNIS PERENCANAAN DETAIL DESAIN PUJASERA DESA KALISONGO, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Breeze A. S. Maringka; Gaguk Sukowiyono; Debby Budi Susanti
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i1.4632

Abstract

Desa Kalisongo adalah salah satu desa di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang terkenal sebagai kawasan industry wisata perkebunan. Keberadaan wisata perkebunan ini berdampak pada ketersediaan fasilitas penunjangnya. Salah satu fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan petik buah adalah tempat parkir kendaraan yang sekaligus menjadi tempat istirahat (rest area) bagi wisatawan yang akan menuju Kota Batu sebagai kota wisata. Untuk pengembangan rest area tersebut, sudah tersedia dokumen pra rancang yang salah satunya berisi tentang pra rancang pujasera (Maringka et al 2021), yang sekarang ini akan di bangun. Untuk merealisasi pembangunan pujasera, dilakukan pengumpulan data tentang lokasi dan lingkungan sekitarnya dengan cara survey lapangan kembali bersama-sama antara pimpinan desa dengan tim pengabdian kepada masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang, selanjutnya data-data yang sudah diperoleh tersebut dianalisa dan disesuaikan dengan dokumen pra rancang sebelumnya untuk menjadi dasar pengembangan rancangan detail desain pujasera. Hasil bantuan teknis detail desain ini adalah; gambar-gambar untuk pelaksanaan pembangunan, rencana kerja dan syarat-syarat serta rencana anggaran biaya bangunan.
OPTIMALISASI LAHAN MIRING DI SEKITAR SEMPADAN SUNGAI SEBAGAI PELINDUNG SUMBER MATA AIR Gaguk Sukowiyono; Debby; Breeze Maringka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2023): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v7i1.6113

Abstract

Konservasi sumber mata air sangat diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas dan kuantitas air yang ada. Upaya konservasi alami dan buatan dibutuhkan mendukung usaha tersebut. Selain itu, secara tidak langsung konsep-konsep desain yang muncul juga dibutuhkan untuk mengurangi kondisi rawan longsor yang ada pada tapak. Partisipasi masyarakat di sekitar tapak sangat dibutuhkan untuk upaya tersebut. Sinergitas antara masyarakat dan pemerintah setempat dalam mewujudkan optimaslisasi perlindungan sumber mata air diperlukan sebagai modal utama bagi keberhasilan konservasi.