Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemeriksaan mikroskopis scabies (sarcoptes scabiei) dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Quran Aceh Besar Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Munira, Munira
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v5i2.1402

Abstract

Scabies atau kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei (var hominis), yaitu sejenis tungau (kutu atau mite) yang infestasinya berupa lesi kulit dan frekuensi gatal yang hebat di malam hari. Prevalensi Scabies tinggi pada anak-anak dengan risiko kejadian di sekolah asrama dan pondok pesantren. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan screening scabies dan edukasi personal hygiene santri di Dayah Madrasatul Qur’an Aceh Besar. Mitra masyarakat yang terlibat adalah guru, siswa dan petugas kesehatan setempat, sedangkan khalayak sasaran adalah santri. Tahapan awal adalah screening scabies pada santri dengan pengambilan spesimen kerokan kulit dan ditemukan adanya tungau Sarcoptes scabiei melalui pemeriksaan mikroskopis. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media flyer tentang penyakit scabies dan personal hygiene. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri tentang personal hygiene dan penyakit scabies berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan. Hal ini menyimpulkan gambaran bahwa penyuluhan scabies dapat menjadi diseminasi informasi untuk meningkatkan derajat kesehatan santri dari penyakit menular scabies.  
Screening test asam urat dan sosialisasi dampak emping melinjo (Gnetum gnemon L.) pada masyarakat Gampong Bak Aghu Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar Wahab, Irwana; Jumadewi, Asri; Rizki, Zuriani
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v6i1.1739

Abstract

Screening test penyakit asam urat perlu dilakukan. Masyarakat desa mitra yang menjadi wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai bentuk kontribusi pengabdian masyarakat dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi urgen karena dari penjajakan awal diperoleh data meningkatnya pola konsumsi emping melinjo yang mengandung purin sebagai penyebab penyakit asam urat pada masyarakat desa Bak Aghu Kecamatan Seulimeum. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan screening test dengan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dan melakukan sosialisasi pada masyarakat bahwa emping melinjo dapat menyebabkan tingginya kadar asam urat. Tahapan awal yaitu melakukan screening test dengan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah kemudian memberikan promosi kesehatan berupa sosialisasi emping melinjo yang dapat menyebabkan peradangan sendi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perubahan kadar asam urat masyarakat dan pengetahuan masyarakat tentang kandungan purin dalam melinjo berdasarkan perbandingan hasil yang diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan. Hal ini menyimpulkan gambaran bahwa penyuluhan bahaya mengkonsumsi Emping Melinjo (Gnetum gnemon L.) Pada Penyakit Asam Urat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Gampong Bak Aghu kecamatan Seulimeum Aceh Besar.
Promotif dan Preventif Scabies Pada Santri di Dayah Modern Darul Ulum Ypui Banda Aceh Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Erlinawati, Erlinawati; Nazir, Nazir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16737

Abstract

ABSTRAK Masih tingginya kasus scabies pada anak sekolah terutama sekolah boarding, dikarenakan penyebaran scabies yang relatif cepat melalui kontak langsung kulit dan kulit ataupun benda yang terkontaminasi tungau. Kejadian penyakit ini akibat infestasi ektoparasit tungau Sarcoptes scabiei (var hominis). Penegakan diagnosa scabies dapat dilakukan hanya dengan memenuhi 2 dari 4 kriteria scabies, yaitu mengalami gatal hebat di malam hari (pruritus noktural), hiposensitisasi atau ditemukan penderita lain di komunitas yang sama, adanya kunikulus atau terowongan di kulit dan ditemukan tungau penyebab scabies. Oleh sebab itu, peluang sekolah asrama dapat berkemungkinan sebagai lingkungan tempat penyebaran scabies. Jika, warga sekolah masih memiliki pengetahuan dan perilaku kesehatan yang rendah tentang penyakit scabies. Program pengabdian masyarakat skema PKM ini bertujuan untuk screening dan promosi kesehatan scabies melalui penyuluhan personal hygiene sebagai preventif scabies. Pelaksanaan PKM ini berlokasi di Dayah Modern YPUI Darul Ulum Banda Aceh, yang diikuti oleh 30 partisipan tingkat Madrasah Tsanawiyah. Kegiatan PKM diawali dengan penyuluhan promotif scabies, pembagian kelompok demonstrasi cuci tangan dan screening scabies pada penderita. Data awal yang diperoleh melalui post-test dan evaluasi PKM dengan pre-test sesudah pelaksanaan PKM. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan perilaku personal hygiene dari tidak baik menjadi baik sebesar 83%. Hal ini menyimpulkan bahwa edukasi promosi kesehatan dapat memberikan informasi  dan wawasan pengetahuan kesehatan  yang sebelumnya belum cukup. Peningkatan pengetahuan ini akan menjadi diseminasi informasi bagi warga Dayah. Kata Kunci:  Promosi Kesehatan, Sarcoptes scabiei, Scabies, Screening  ABSTRACT There are still high cases of scabies in boarding school children, due to the relatively fast spread of scabies through direct skin and skin contact or objects contaminated with mites. This disease occurs due to infestation with the ectoparasite mite Sarcoptes scabiei (var hominis). The diagnosis of scabies can be made only by fulfilling 2 of the 4 criteria for scabies, namely experiencing severe itching at night (noctural pruritus), hyposensitization or being found by other sufferers in the same community, the presence of cuniculi or tunnels in the skin and the mites that cause scabies being found. Therefore, the opportunity for boarding schools can potentially be an environment where scabies spreads. If, school residents still have low knowledge and health behavior about scabies. This PKM scheme community service program aims to screen and promote scabies health through personal hygiene counseling as a preventive measure for scabies. The implementation of this PKM was located at Dayah Modern YPUI Darul Ulum Banda Aceh, which was attended by 30 participants at the Madrasah Tsanawiyah level. The PKM activity began with scabies promotive counseling, hand washing demonstration group division and scabies screening in sufferers. Initial data obtained through post-test and PKM evaluation with pre-test after the implementation of PKM. The results obtained were an increase in personal hygiene behavior from bad to good by 83%. This concludes that health promotion education can provide information and insight into health knowledge that was previously insufficient. This increase in knowledge will be the dissemination of information for Dayah residents. Keywords: Health Promotion, Sarcoptes Scabiei, Scabies, Screening
REVIEW: SCREENING PENYEBAB SCABIES JUMADEWI, ASRI; SIMEULU, PUTRO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3220

Abstract

Scabies is another name for scabies, which is caused by the flea/mite Sarcoptes scabiei var hominis, which is a class of parasites that can infest scabies. Symptoms include the appearance of pimples (papules), festering (pustules), followed by scratch marks (excoriation). Female fleas will place eggs in the layers of skin to form a tunnel (cuniculus), which is what causes intense itching at night. Bacteria can infect and complicate the occurrence of scabies due to secondary infestation. This disease is easily transmitted quickly, such as skin contact with the sufferer for a long time. The aim of this research is to determine the factors that can cause the infectious disease scabies (Sarcoptes scabiei). This research uses a literature review method through national journals for the last 10 years (2012-2023) with the keywords scabies, Sarcoptes scabiei, personal hygiene and santri. Search for review articles using web sources such as Google Scholar and other sources. The results of the review show that scabies sufferers are predominantly caused by personal hygiene behavior and environmental sanitation.. ABSTRAKKudis adalah nama lain scabies, yang disebabkan oleh jenis kutu/tungau Sarcoptes scabiei var hominis, yaitu golongan parasit yang dapat melakukan infestasi terhadap kejadian scabies. Gejala berupa munculnya bintil-bintil (papula), bernanah (pustula), diikuti adanya bekas garukan (ekskoriasi). Kutu betina akan menempatkan telur di dalam lapisan kulit hingga membentuk terowongan (kunikulus), inilah yang memacu rasa gatal hebat di malam hari. Bakteri dapat menginfeksi dan memperumit kejadiaan scabies akibat infestasi sekunder. Penyakit ini mudah menular dengan cepat, seperti kontak kulit dengan penderita dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit menular scabies (Sarcoptes scabiei). Penelitian ini menggunakan metode literatur review melalui jurnal nasional pada 10 tahun terakhir (2012-2023) dengan kata kunci scabies, Sarcoptes scabiei, personal hygiene dan santri. Pencarian artikel review menggunakan sumber web seperti Google Scholar dan sumber lainnya. Hasil review menunjukkan bahwa penderita scabies dominan disebabkan oleh perilaku personal hygiene dan sanitasi lingkungan.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DIET SEIMBANG DI SMA NEGERI 3 BIREUEN KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Irwana Wahab; Asri Jumadewi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 1 (2023): EDUNOMIKA : Vol. 07, No. 01, 2023
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i1.7305

Abstract

Malnutrisi atau pola makan yang buruk adalah alasan banyak remaja menderita kekurangan gizi dan kekurangan energi kronis (KEK). Di bawah pengaruh lingkungan dan media massa, remaja putri di perkotaan cenderung melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan agar terlihat lebih kurus. Penelitian ini mengkaji tentang penjelasan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang di SMA Negeri 3 Bireuen. Desain penelitian adalah deskriptif. Karena metode survei menggunakan sampling proporsional, maka sampel survei adalah 100 siswa. Kendaraan survei adalah kuesioner dengan total 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang gizi seimbang termasuk dalam kategori cukup baik (51%). Penulis berspekulasi bahwa kebanyakan remaja sadar akan diet seimbang, tetapi tidak cukup. Para remaja ini menerima informasi tidak hanya dari orang tuanya, tetapi juga dari media elektronik dan cetak. Namun, sebagian remaja masih belum tertarik untuk mengetahui tentang kesehatan dan kurangnya pengetahuan tentang diet seimbang.Kami mendorong Anda untuk mengembangkan minat membaca buku dan majalah, banyak bertanya, dan mengikuti saran kesehatan dari penyedia layanan kesehatan Anda.
PERAN SUAMI DAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU YANG BEKERJA, MENYUSUI DAN MEMILIKI BAYI DIATAS 7 BULAN ORISINAL, ORISINAL; YASNI , HILMA; FATHIMI, FATHIMI; JUMADEWI, ASRI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3396

Abstract

The growth of the golden period of newborns really needs nutritional intake obtained from breast milk. Existing data shows that the prevalence of exclusive ASI by mothers to their children is very low, this is influenced by various factors such as the reasons for mothers who work as career women, problems with breast milk production with insufficient production, women with modern lifestyles, health problems, easy access to formula milk and family readiness to provide support to breastfeeding mothers. The purpose of the study was to obtain an overview of information support, assessment support, and emotional support for working mothers in readiness to provide full breast milk without complementary foods for 6 consecutive months (exclusive breastfeeding). The location of the study was in Samadua Village, South Aceh in 2023, this study was explanatory research with an accidental sampling technique obtained as many as 57 mothers with inclusion criteria being breastfeeding mothers, career mothers (working) and having babies 7-12 months. Primary data collection through questionnaires (direct interviews) on mothers who met the inclusion criteria. Statistical tests were used to analyze the results of the data obtained descriptively and analysis of the relationship between variables with the chi square test and multiple logistic regression statistical tests. The results of the study obtained in the form of information support as much as 14% are dominated by the role of the husband. While the distribution of forms of support from husbands and family members is categorized as less good in all support, both information support (78.9%), assessment (75.4%) and emotional support (70.2%). The results of statistical tests with a p-value <0.05 concluded that there was an influence of assessment and emotional support that influenced mothers towards exclusive ASI. ABSTRAKPertumbuhan masa-masa emas bayi baru lahir sangat memerlukan asupan nutrisi yang diperoleh dari ASI. Data yang telah ada menunjukkan prevalensi ASI eksklusif oleh ibu kepada anaknya sangat rendah, hal ini dipengaruhi berbagai faktor seperti alasan ibu yang bekerja sebagai wanita karier, masalah ASI dengan produksi yang kurang, wanita dengan gaya hidup modern, masalah kesehatan, mudahnya mendapat susu formula dan kesiapan keluarga untuk memberikan dukungan kepada ibu menyusui. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran dukungan informasi, dukungan penilaian, dan dukungan emosional pada ibu yang bekerja dalam kesiapan memberikan full ASI tanpa makanan pendamping selama 6 bulan berturut-turut (ASI eksklusif). Lokasi penelitian di gampong Samadua Aceh Selatan tahun 2023, penelitian ini bersifat explanatory research dengan teknik sampel secara accidental sampling yang diperoleh sebanyak 57 orang ibu dengan kriteria inklusi adalah ibu yang menyusui, ibu karier (bekerja) dan mempunyai bayi 7-12 bulan. Pengambilan data secara primer melalui kuesioner (wawancara secara langsung) pada ibu yang memenuhi syarat kriteria inklusi. Uji statistik dipakai untuk menganalisis hasil data yang diperoleh secara deskriptif dan analisis keterkaitan antar variabel dengan uji chi square dan uji statistik regresi logistik berganda. Hasil penelitian yang diperoleh berupa dukungan informasi sebanyak 14% adalah didominasi oleh peran suami. Sedangkan distribusi bentuk dukungan suami dan anggota keluarga masuk kategori kurang baik pada semua dukungan, baik dukungan informasi (78,9%), penilaian (75,4%) dan dukungan emosional (70,2%). Hasil uji statistik dengan nilai p-value <0.05 menyimpulkan adanya pengaruh dukungan penilaian dan emosional yang memengaruhi ibu terhadap pemberian ASI ekslusif.
PRAKTIK PEMBELAJARAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN MEDIA LEAFLET JUMADEWI, ASRI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3370

Abstract

Health promotion is one of the courses in the field of medical laboratory technology, which includes theoretical and practical lectures. Health promotion practices with outreach practice activities and health promotion media used. The aim of the research is to describe the practices of class participants in applying health promotion courses. This research is classroom action research, which took place in the learning classrooms of the Aceh Ministry of Health Polytechnic, with a total of 95 participants obtained from a total sampling spread across three classes. The results obtained from the good category of extension practice with presentation of SAP were 49.5%, extension with demonstration was 45.3%, and the media used was 52.6%. The most dominant media results used were leaflets as much as 49.5%. ABSTRAKPromosi kesehatan merupakan salah satu mata kuliah di bidang teknologi laboratorium medis, yang mencakup perkuliahan teori dan praktik. Praktik promosi kesehatan dengan kegiatan praktik penyuluhan dan media promosi kesehatan yang digunakan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan praktik peserta kelas dalam mengaplikasikan mata kuliah promosi kesehatan. Penelitian ini merupakan classroom action research, yang berlangsung dalam ruang kelas pembelajaran Poltekkes Kemenkes Aceh, dengan jumlah peserta 95 orang yang didapatkan secara total sampling yang tersebar ke dalam tiga kelas. Hasil yang diperoleh dari praktik penyuluhan kategori baik dengan penyajian SAP 49.5%, penyuluhan dengan demonstrasi 45.3%, dan media yang digunakan adalah 52.6%. Hasil media paling dominan yang digunakan adalah leaflet sebanyak 49.5%.
Sosialisasi Pendidikan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Jahe Sebagai Sumber Kesehatan Lokal Bagi Penderita Diabetes Mellitus Asri Jumadewi
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 24 No. 1 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v24i1.915

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang pengelolaan penyakit Diabetes Mellitus (DM) menjadikan jahe sebagai alternatif dalam penanganan pasien diabetes tanpa menimbulkan komplikasi pada pasien tersebut. Tujuan studi kasus ini adalah mengidentifikasi pemanfaatan kandungan jahe pada pasien DM Desa Keumumu, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan secara wawancara langsung beserta observasi, metode ini dengan mengamati perlakuan pemberian air jahe pada pasien DM yang dikaji pada satu orang klien. Pemberian air jahe yang dilakukan pada hari pertama dengan kondisi kadar gula darah 465 TTV TD: 130/80mmhg, Pols: 88x/menit, R: 21x/menit T: 36°C mengalami penurunan di hari pengamatan selanjutnya yaitu 360 TTV TD:120/80mmhg, Pols:88x/menit, R: 21x/menit, T: 36°C dan 265 TTV TD: 120/80mmhg, Pols: 88x/menit, R: 21x/menit, T: 36°C. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa pemberian air jahe dapat mengontrol kadar gula darah (KGD) tidak normal sehingga hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada penderita DM bahwasanya jahe dapat dimanfaatkan sebagai bahan alam dalam menurunkan KGD darah pasien DM.
Kajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga dengan Metode Diff CountKajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga Dengan Metode Diff Count Asri Jumadewi; Irwana Wahab; Nazir Nazir; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14205

Abstract

The number of lymphocyte cells is one indicator of the body's immunity. Vaccination is carried out to increase immunity against COVID-19 disease. Injecting the third dose of the COVID-19 vaccine is expected to increase the lymphocyte cell count. This study aims to investigate the increase in the number of lymphocytes after the third stage of COVID-19 vaccination in adolescents. The research design applied in this study was cross-sectional. This study involved a sample of 80 adolescents, based on inclusion criteria, with a sampling technique that was purposive sampling. This research was conducted at the Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Aceh, in September 2022. The blood samples obtained were then processed and analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that there was an increase in the number of lymphocytes by 46.25%, the number of normal lymphocytes was 40%, and the number of lymphocytes decreased by 13.75% with an average value of 36.89% and a standard deviation of 12.68. It was concluded that the number of lymphocyte cells increased in respondents due to the third phase of the COVID-19 vaccine. This increase is expected to provide herd immunity against the spread of COVID-19 which has hit since 2019.Keywords: COVID-19; vaccination; lymphocyte count; diffcount; herd immunity ABSTRAK Jumlah sel limfosit merupakan salah satu indikator imunitas tubuh. Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit COVID-19. Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga diperkirakan dapat meningkatkan limfosit cell count. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan jumlah limfosit setelah vaksinasi COVID-19 tahap ketiga pada usia remaja. Desain penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan sampel dari 80 remaja, berdasarkan kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Aceh, pada pada bulan September tahun 2022. Sampel darah yang didapatkan selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah limfosit sebanyak 46,25%, jumlah limfosit normal sebanyak 40%, dan jumlah limfosit menurun sebanyak 13,75% dengan nilai rata-rata sebesar 36,89% dan deviasi standar 12,68. Disimpulkan bahwa jumlah sel limfosit meningkat pada responden akibat pemberian vaksin COVID-19 tahap ketiga. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi herd immunity terhadap penyebaran COVID-19 yang telah melanda semenjak tahun 2019 lalu.Kata kunci: COVID-19; vaksinasi; jumlah limfosit; diff count; herd immunity
Identifikasi bakteri gram negatif batang pada urine suspek infeksi saluran kemih mahasiswi di Poltekkes Kemenkes Aceh Erlinawati Erlinawati; Asri Jumadewi; Fitriana Fitriana
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i2.1547

Abstract

Background: Urinary tract infection is a disease caused by the growth of microorganisms in the human urinary tract.  25-35% of adult women experience UTIs based on data from clinical epidemiology studies. On this campus, students are predominantly female with busy activities, so they tend to consume less drink according to the standard and often experience symptoms of UTI caused by gram-negative rod bacteria.Objectives: to determine the presence or absence and type of gram-negative rod bacteria in the urine of female students suspected of UTI in the D-III TLM Study Program.Methods: analytical observational design with cross sectional design, which was conducted at UPTD Labkes Center and Medical Device Testing in August 2023 with a sample of 20 female students' urine.  Data analysis in this study is univariate analysis to find the number and type of gram-negative rod bacteria and observe bacterial growth.Results: the identification results showed that the number of positive samples was 75% and the negative samples were 25%.  The types of bacteria are: Escherichia coli (35%), Enterobacter Sp (20%), Citrobacter disversus (5%) and Serratia rubidae (15%).  This is because most D-III TLM students have high activity, so they pay less attention to water intake or rarely drink and they also often experience anyang or difficulty urinating which is a symptom of UTI.Conclusion: In the urine of female students suspected of UTI in the D-III TLM Study Program of the Poltekkes Kemenkes Aceh there are gram-negative rod bacteria.