Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI KULIT JERUK SIAM KINTAMANI (Citrus nobilis) SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK: ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, TOTAL YEAST, DAN AKTIVITAS ANTIMIKROORGANISME TERHADAP BAKTERI PENYEBAB FOODBORNE DISEASE Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Sintyadewi, Putu Rima
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.10023

Abstract

Pemanfaatan BAL banyak dikembangkan dalam produksi pangan fungsional seperti minuman probiotik. Jeruk siam (Citrus nobilis) adalah salah satu varietas jeruk yang umum dibudidayakan, memiliki rasa dan manfaat yang baik untuk tubuh. Kulit jeruk siam merupakan limbah yang memiliki peluang untuk diolah sebagai bahan baku industri pertanian, karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang menjadikan kulit jeruk siam sebagai salah satu bahan potensial untuk minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total BAL, yeast, dan aktivitas antimikroorganisme terhadap bakteri penyebab foodborne disease seperti Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. Desain eksperimen penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari, serta 4 kali ulangan. Analisis penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa total BAL dan yeast tertinggi masing-masing sebesar 1,13 x 106 CFU/ml dan 1,09 x 106 CFU/ml. Daya hambat terhadap bakteri Stapylococcus aureus dan Salmonella sp. tertinggi masing-masing sebesar 12,49 ± 0,79 mm dan 11,99 ± 0,79 mm.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DAN DAUN MINT (Mentha arvensis) TERHADAP JUMLAH SEL TESTIS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11234

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan fungsi sistem reproduksi jantan, terutama melalui kerusakan pada sel-sel germinal di testis. Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang banyak terkandung dalam tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan daun mint ((Mentha arvensis) terhadap jumlah sel testis dan berat testis mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar stres. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak kombinasi 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 300 mg/kgBB (P3). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint diuji menggunakan metode DPPH dengan hasil nilai IC50 tergolong kuat. Parameter yang diamati meliputi berat testis serta jumlah sel spermatogonium, spermatosit, dan spermatid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi secara signifikan meningkatkan (p < 0,05) berat testis dan jumlah sel testis pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok yang hanya dipapar stres (K+). Kelompok P3 memberikan hasil paling optimal dalam menjaga struktur dan fungsi yang dapat dilihat dari histologi testis. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22.0 menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji lanjutan Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa  ekstrak kombinasi daun pegagan dan mint berpotensi sebagai agen fitoterapi dalam mengurangi dampak stres oksidatif terhadap sistem reproduksi jantan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN GINSENG (Panax ginseng) SEBAGAI BAHAN MINUMAN HERBAL ALAMI Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degenerative akibat faktor lingkungan dan makanan. Kunyit (Curcuma longa) dan ginseng (Panax ginseng) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, namun informasi mengenai efektivitas kombinasinya dalam bentuk minuman herbal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kunyit dan ginseng menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tunggal kunyit dan ginseng memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC₅₀ masing-masing 76,40 µg/mL dan 82,75 µg/mL. Kombinasi ekstrak memberikan aktivitas lebih tinggi, terutama rasio 1:1 dengan IC₅₀ 43,25 µg/mL, yang tergolong sangat kuat dan berbeda nyata (p < 0,05) dibanding perlakuan lain. Kesimpulannya, kombinasi kunyit–ginseng, khususnya rasio 1:1, menunjukkan efek sinergis dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif minuman herbal fungsional.
EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13391

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kewaspadaan Terhadap Gangguan Neurologi Melalui Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.790

Abstract

Neurological disorders are among the growing public health problems associated with aging and lifestyle changes. Lack of knowledge and awareness of early neurological symptoms often hinders efforts in early detection and prevention. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of neurological disorders through health examinations and educational interventions. The program was conducted in Renon Village, involving 50 participants from the general public and elderly groups. The methods included pre-test, basic neurological health screening, interactive health education, and post-test evaluation. The results showed a 32% increase in participants’ average knowledge scores after the intervention, with 22.4% of participants identified as having potential neurological risk factors such as hypertension, hyperglycemia, and decreased reflexes. The improvement in knowledge and community participation demonstrated the effectiveness of the participatory approach applied. These findings support the importance of integrating medical screening and community-based education as preventive strategies to maintain neurological health.
Edukasi Kandungan Antioksidan Kombinasi Daun Pegagan dan Mint sebagai Alternatif Minuman Herbal Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.792

Abstract

An unhealthy lifestyle, such as poor diet and lack of physical activity, increases the risk of degenerative diseases due to oxidative stress caused by free radicals. Antioxidants play a crucial role in neutralizing free radicals and protecting cells from damage. Gotu kola and mint leaves are known to contain high levels of antioxidants; however, their use as an herbal beverage remains underutilized. This study aims to enhance public understanding of the benefits of combining gotu kola and mint leaf extracts and to promote their consumption as a natural herbal drink. The methods used include a pretest, direct material presentation with leaflets, and a posttest. The pretest results indicated low to moderate initial knowledge among participants. After the session, posttest results showed a significant improvement in understanding. This education effectively increased public awareness of natural ingredients for a healthy lifestyle. Similar initiatives should be conducted continuously.
Pemberdayaan Pelayanan Pengobatan Tradisional Melalui Terapi Akupunktur Berbasis Median Nerve (Neuropuncture) Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Di Masyarakat Harditya, Kadek Buja; Anak Agung Istri Mas , Padmiswari; Suweca, I Gede; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.854

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kardiovaskular global dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu pengendalian tekanan darah melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis median nerve neuropuncture stimulation, sekaligus mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 120 responden dewasa dengan riwayat atau risiko hipertensi di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Kegiatan dilaksanakan oleh tim kompeten yang terdiri dari dosen, terapis akupunktur bersertifikat, tenaga kesehatan, serta mahasiswa, dengan dukungan pihak kelurahan dan koordinasi bersama Puskesmas Denpasar Selatan II dalam skrining dan pengawasan medis. Intervensi meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kesehatan, serta terapi akupunktur pada titik PC6, GB20, LI4, LR3, dan ST36. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,017) serta penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,001). Kesimpulannya, kombinasi edukasi dan terapi akupunktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membantu menurunkan tekanan darah, serta memperkuat pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Disarankan agar kegiatan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan layanan kesehatan setempat melalui penguatan peran kader, pemantauan rutin tekanan darah, serta integrasi program kelurahan dan Puskesmas Denpasar Selatan II guna meningkatkan efektivitas pengendalian hipertensi di masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, akupunktur, edukasi, pemberdayaan kesehatan
Edukasi Dan Terapi Akupunktur Sebagai Terapi Neuroimunomodulator Pada Rhinitis Alergika Harditya, Kadek Buja; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji; Suweca, I Gede; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.860

Abstract

  Rhinitis alergika merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas atas dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Gejala seperti bersin, rinore, hidung tersumbat, dan rasa gatal pada hidung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu mengurangi gejala rhinitis alergika melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis neuropuncture. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 80 responden usia remaja hingga lansia di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Intervensi meliputi edukasi kesehatan dan terapi akupunktur pada titik LI20 (Yingxiang), Bitong, Yintang, LI4 (Hegu), dan ST36 (Zusanli). Parameter yang dinilai meliputi skor pengetahuan, Total Nasal Symptom Score (TNSS), dan Visual Analog Scale (VAS) sumbatan hidung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,002) serta penurunan signifikan skor TNSS (p = 0,002) dan VAS (p = 0,003) setelah intervensi. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, membantu mengurangi gejala rhinitis alergika, serta mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan kader kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Rhinitis alergika, neuropuncture, TNSS, VAS, edukasi kesehatan
Antioxidant activity screening of Centella asiatica as a biology learning innovation Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Nadya Treesna Wulansari; Kadek Buja Harditya; Putu Indrayoni; Made Asmarani Dira
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.25751

Abstract

The integration of medicinal plant antioxidant research into biology laboratory learning remains limited. Therefore, this study evaluated the effectiveness of a phytochemical screening and antioxidant activity testing practicum using Centella asiatica leaf extract. This study aimed to analyze the effectiveness of a phytochemical screening and antioxidant activity testing practicum using Centella asiatica leaf extract in improving biology students’ learning outcomes, laboratory skills, and learning motivation. The study employed a mixed-method approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 second-semester students who had completed a basic pharmaceutical biology course. The practicum included preparation of plant materials, phytochemical screening, antioxidant activity testing using the DPPH method, and evaluation of learning outcomes. Data were collected through pretest and posttest instruments, laboratory skill observation sheets, and student response questionnaires. Quantitative data were analyzed using a paired sample t-test, while qualitative data were analyzed descriptively. The results showed that the practicum effectively improved students’ learning outcomes, laboratory skills, and learning motivation. Students directly observed phytochemical reactions and antioxidant activity, which enhanced their understanding of antioxidant concepts and free radical mechanisms. The average pretest score increased from 62.4 to 84.6, with a significant difference (p < 0.05). Laboratory skills were categorized as good (83%), while student responses were categorized as very good (>85%). Therefore, this practicum can be recommended as an innovative and contextual learning strategy in biology education.Abstrak. Integrasi penelitian antioksidan tanaman obat ke dalam pembelajaran laboratorium biologi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas praktikum skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan ekstrak daun Centella asiatica. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas praktikum skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan ekstrak daun Centella asiatica dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan laboratorium, dan motivasi belajar mahasiswa biologi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest yang melibatkan 30 mahasiswa semester dua yang telah menempuh mata kuliah Biologi Farmasi Dasar. Kegiatan praktikum meliputi preparasi bahan tanaman, skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta evaluasi hasil pembelajaran. Data dikumpulkan melalui instrumen pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan laboratorium, serta angket respon mahasiswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum yang dilaksanakan efektif meningkatkan hasil belajar, keterampilan laboratorium, dan motivasi belajar mahasiswa. Mahasiswa dapat mengamati secara langsung reaksi fitokimia dan aktivitas antioksidan sehingga pemahaman terhadap konsep antioksidan dan mekanisme radikal bebas menjadi lebih baik. Rata-rata nilai pretest meningkat dari 62,4 menjadi 84,6 pada posttest dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Keterampilan laboratorium mahasiswa berada pada kategori baik (83%), sedangkan respon mahasiswa termasuk kategori sangat baik (>85%). Oleh karena itu, praktikum ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran biologi yang inovatif dan kontekstual.
Guided inquiry improves undergraduate students psychomotor skills in gram staining practicum Nadya Treesna Wulansari; Ni Wayan Kesari Dharmapatni; I Putu Gede Sutrisna; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Kadek Buja Harditya; Ida Ayu Manik Damayanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.25954

Abstract

Gram staining of bacteria is an important practical material in Microbiology and Parasitology courses as part of Basic Nursing Science. This technique is widely used for the initial identification of pathogenic microorganisms. However, observations indicate that some students have not mastered the Gram staining technique optimally, leading to difficulties in interpreting microscopic findings. Until now, practical learning has been dominated by demonstration and one way instruction methods, so that the development of students' psychomotor skills has not been optimal. This study aims to evaluate the effectiveness of the guided inquiry method in improving the psychomotor skills of nursing students in Gram staining practical. The study used a quasi experimental design with a pretest–posttest control group design. The research subjects were students of the Nursing Study Program, semester II of the 2025/2026 Academic Year, consisting of two classes, namely the guided inquiry class (70 students) and the control class (72 students). Psychomotor skill data were analyzed based on the difference between posttest and pretest scores. The difference in psychomotor skill improvement between the two groups was analyzed using the Independent Samples t-test at a significance level of 0.05. The results showed a significant difference in the difference in psychomotor skill scores between the guided inquiry group and the control group, with the guided inquiry group having a higher average score. This indicates that guided inquiry learning is effective in improving students' psychomotor skills in Gram staining practicums.Abstrak. Pewarnaan Gram pada bakteri merupakan materi praktikum penting dalam mata kuliah Mikrobiologi dan Parasitologi sebagai bagian dari Ilmu Keperawatan Dasar. This technique is widely used for the initial identification of pathogenic microorganisms, so mastering these psychomotor skills is essential for students to ensure the accuracy of clinical diagnoses.  Namun, pengamatan menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum menguasai teknik pewarnaan Gram secara optimal, sehingga menimbulkan kesulitan dalam menafsirkan temuan mikroskopis. Hingga saat ini, pembelajaran praktikum masih didominasi oleh metode demonstrasi dan pengajaran satu arah, sehingga pengembangan keterampilan psikomotorik mahasiswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode inquiry terarah dalam meningkatkan keterampilan psikomotor mahasiswa keperawatan pada praktikum pewarnaan Gram. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Keperawatan, semester II Tahun Akademik 2025/2026, yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas inquiry terarah (70 mahasiswa) dan kelas kontrol (72 mahasiswa). Data keterampilan psikomotor dianalisis berdasarkan selisih skor posttest dan pretest. Perbedaan peningkatan keterampilan psikomotor antara kedua kelompok dianalisis menggunakan Uji-t Sampel Independen pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada selisih skor keterampilan psikomotor antara kelompok pembelajaran inquiry terarah dan kelompok kontrol, dengan kelompok pembelajaran berbasis penyelidikan terpandu memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inquiry terarah efektif dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa pada praktikum pewarnaan Gram.