Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Ecolab

Pemodelan Dispersi Emisi SO2 menggunakan Gaussian Dispersion Model (Studi Kasus Cerobong PLTU Kabupaten Probolinggo) Muhammad Rusydi Arif; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Jurnal Ecolab Vol 14, No 2 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.2.137-145

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Probolinggo sebagai industri pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara menghasilkan beberapa parameter emisi dari proses industrinya, salah satunya Sulfur Dioksida (SO2). Emisi SO2 ini dikeluarkan melalui cerobong dimana nantinya akan menyebar ke kawasan sekitar plant. Emisi SO2 ini dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar apabila Flue-Gas Desulfurization (FGD) sebagai instalasi pengendali emisi SO2 sedang bermasalah dan membutuhkan corrective maintenance. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait analisis dispersi emisi SO2 agar dapat mengestimasikan dampak dari emisi tersebut terhadap lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dispersi emisi SO2 dari cerobong PLTU Kabupaten Probolinggo Unit 9 pada musim kemarau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data emisi pada periode pemantauan Bulan Juli – September 2019 dan data meteorologi pada periode pemantauan Januari 2018 – Mei 2020. Pada penelitian ini, Gaussian Dispersion Model dipilih untuk memodelkan dispersi emisi SO2. Software Surfer dan Google Earth digunakan untuk penggambaran pola dispersi emisi SO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi SO2 terdispersi ke arah selatan dengan stabilitas atmosfer kelas B pada musim kemarau. Konsentrasi tertinggi emisi SO2 berdasarkan hasil model sebesar 107,74 μg/m3 dengan koordinat 7°43’43.452” LS; 113°34’17.766” BT dan memiliki jarak sebesar 1986,87 meter dari cerobong. Setelah sampai di titik maksimum, konsentrasi emisi terus menurun seiring dengan bertambahnya jarak dari cerobong.
Co-Authors , Lukman Handoko Achmad Fatoni Adelia Tanti Ramadhani Adhi Setiawan Adi Wirawan Husodo Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad, Mahasin Maulana Alma Vita Sophia Anda Iviana J Anggara Trisna Nugraha Anggraini, Febby Dwi Melanny Arfianto, Afif Zuhri As-sajdah, Gumelar Muluk Ashifa, Naura Aqillafasha Azzahro, Annisa Bawafi, Muhammad Iqbal Ali Budi Prasojo, Budi Budianto, Ekky Nur Cahyono, Luqman Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Dianita Wardani Dika Rahayu W Dika Rahayu Widiana Dira Pratiwi, Dewi One Eko Julianto Eky Novianarenti Eky Novianarenti Fais Hamzah Fajrin, Roihana Falenia Firdatul Jannah Fariha, Chandra Nur Fatmawati, Meilinda Eka Haidar Natsir Amrullah Hanastasia, Rizka Lutfita I Putu Sindhu Asmara Ika Erawati Imah Luluk Kusminah Imaniah Sriwijayasih Indri Santiasih Kahardhini, Marina Maharani Kurniawati, An’nisa Leonard, Rikky Lintang Indra Liuqil Mahfudz Luluk Kusminah, Imah Mades Darul Khairansyah Mahardhika, Pekik Mitha Amelia Anjani Mochammad Choirul Rizal Mohamad Hakam@ppns.ac.id Muhammad Asrul Nizam Muhammad Rusydi Arif Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nindyapuspa, Ayu Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Pawitra, Tiane Priyambodo Nur Ardi Nugroho Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Puspita Sari, Devina Ramadhani, Dhiya’ Arnada Reza Fardiyan As’ad Rikky Leonard Rina Sandora Sa’diyah, Aminatus Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Subriyer Nasir Tamimah, Ni'matut Tamimah, Ni’ matut Tanti Utami Dewi Tuty Emilia Agustina Ulvi Pri Astuti Wismawati, Endah Witjonarko, R. Dimas Endro