Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENENTUAN KADAR TOTAL ANTOSIANIN SERBUK EKSTRAK AIR BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL Yanuarto, Tri; Herlina, Herlina; Novia, Devi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18671

Abstract

Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Batang Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Novia, Devi; Herlina; Luki Dharmayanty
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.635-644

Abstract

Traditionally, the castor plant (Jatropha curcas L.) has been used by the community as a traditional medicine, particularly its leaves. This plant is commonly used to treat various health complaints such as fever, skin disorders, toothaches, canker sores, wounds, rheumatism, coughs, bloating, and other ailments. Castor leaf extract is known to contain secondary metabolite compounds, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and polyphenols, while the compounds in the stem have not been determined. This study was conducted to screen for secondary metabolites and assess how much the stem of Jatropha curcas L. can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The method used to test the antibacterial activity of the ethanol extract of castor stems was the disk diffusion method. The results showed that the ethanol extract of castor stems (Jatropha curcas L.) contains secondary metabolites and has the ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The most effective concentration was found at 75%, with an average inhibition zone diameter of 19.7 mm.