Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN TIMBA TASIK (Clerodendrum serratum ) MENGGUNAKAN METODE DPPH Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.464

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang berpotensi sebagai bahan obat. Salah satu kekayaan itu adalah daun Timba Tasik (clerodendrum serratum) mengandung serat, vitamin, mineral,  alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin yang mempunyai aktivitas antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan (IC50) daun timba tasik dengan metode DPPH.Daun Timba Tasik diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia secara kualitatif. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi ekstrak etanol 100ppm, 200ppm 300ppm, 400 ppm dan 500 ppm. Pengukuran aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm.Ekstrak daun Timba Tasik mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid, saponin dan pada uji kualitatif menunjukan bahwa ekstrak daun Timba Tasik (clerodendrum serratum) mengandung antioksidan (IC50) sebanyak 124,800 ppm.
AKTIVITAS SEDIAAN GEL HAND SANITIZER BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dharmayanti, luky; novia, devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.459

Abstract

Daerah provinsi Bengkulu memiliki berbagai jenis tanaman salah satunya Daun sungkai atau P. canescens (Verbenaceae Jack) mempunyai potensi sebagai antibakteri karena Memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, fenolik dan steroid, yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Flavonoid berperan menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sel dan menghambat metabolisme energi. Potensi antibakteri diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel Hand sanitizer . Tujuan dari penelitian ini untuk melihat  aktivitas sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun sungkai yang berbeda yaitu (2%, 4% dan 6%) terhadap evaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antibakteri Staphlococcus aureus.Penelitian ini membuat sediaan sediaan gel Hand sanitizer  dari daun sungkai sebagai antibakteri Staphlococcus aureus dengan metode difusi agar. Daun sungkai diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun sungkai dalam penelitian ini diformulasi sebagai gel Hand sanitizer  dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak daun sungkai sebesar 2%; 4%; dan 6%) terhadap evaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antibakteri Staphlococcus aureus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sungkai dapat dibuat sediaan dalam bentuk sediaan gel Hand sanitizer . Variasi konsentrasi ekstrak daun sungkai mempengaruhi uji sifat fisik dan kimia, serta mempunyai potensi lemah dengan diameter rata-rata 3,93-7,88 mm terhadap pertumbuhan bakteri Staphlococcus aureus.Kata Kunci  : Ekstrak Daun Sungkai, Hand sanitizer , Antibakteri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIMBA TASIK (Clerodendrum serratum L. Spr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.641

Abstract

Daun Simba tasik (Clerodendrum serratum L. Spr) merupakan tumbuhan yang hidup dihutan dan juga diperkebunan yang banyak masyarakat menggunakan daun ini untuk pengobatan, banyak manfaat lain pada daun ini seperti obat bisul, borok berair, cacingan dan luka. Tumbuhan ini mengandung antioksidan dan antibakteri. Senyawa yang diduga dapat memiliki aktivitas antibakteri yaitu steroid, terpenoid, flavonoid dan alkaloid. Ekstrak daun simba tasik digunakan untuk menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus pada berbagai konsentrasi 30%, 40% dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi dengan menggunakan kertas cakram. Diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram dianggap sebagai parameter untuk mengukur aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari konsentrasi ekstrak yaitu 30% 40%, 50%, terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi efektif dari ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 50% dengan rata-rata diameter zona hambat 13,81 %. Terjadinya penghambatan pada pertumbuhan bakteri terhadap ekstrak dapat membuktikan bahwa ekstrak Daun Simba tasik memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK (SENSORI DAN DESKRIPTIF) SEDIAAN MINUMAN HERBAL SERBUK SARI DAUN PUDING HITAM (Graptophyllum pictum L.) Griff Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Melina, Melina; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21817

Abstract

Nyeri dismenore dapat berdampak negatif bagi penderitanya karena dapat mengganggu atau bahkan menghentikan aktivitas sehari-hari, terutama saat menstruasi. Terdapat dua pendekatan untuk menangani nyeri dismenore: terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis umumnya melibatkan penggunaan obat pereda nyeri, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Terapi nonfarmakologis juga dapat digunakan, salah satunya melalui pengobatan herbal berupa minuman berbahan serbuk sari daun ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff yang dimaniskan dengan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu menjadi serbuk instan sebagai minuman herbal untuk meredakan nyeri dismenore. Formulasi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi serbuk sari daun ungu untuk mengamati pengaruhnya terhadap uji organoleptik, uji pH, uji sensoris, dan uji deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi serbuk sari daun ungu memengaruhi uji organoleptik dan uji hedonik dengan panelis menunjukkan bahwa formula 3 paling banyak disukai.
Effect of Kupa Fruit Extract Concentration (Syzygium polycephalum) on Decreasing Blood Sugar Levels of Alloxan-Induced Male Mice (Mus musculus) Dharmayanti, Luky; Novia, Devi; Sella, Arinda Tri Pramay
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.93-100

Abstract

Kupa fruit is a rare fruit that has a blackish purple color which has antioxidant potential, in vitro research is supported by the high levels of antioxidants and vitamin C in kupa fruit so that it can reduce blood sugar levels. Syzygium polycephalum is a plant that contains flavonoids so it has pharmacological potential as an antidiabetic, because it contains flavonoid compounds which can be used as antidiabetic prevention. This research aims to find out how effective Kupa fruit extract is and determine the right dose to reduce minimum blood sugar levels in mice that have been induced by alloxan. The research used an alloxan-induced testing method. There were 30 mice grouped into 6 treatments including normal control group mice, negative group mice, positive control mice, kupa fruit extract at a dose of 500 mg/Kg BW, fruit extract at a dose of 750 mg/kg BW and fruit extract at a dose of 1000 mg/Kg BW. The inducer to increase blood sugar levels in mice was Aloxan monohydrate using a dose of 150 Mg/KgBW using the intraperitoneal route of administration. The extract was administered for 14 days, the blood sugar levels of H0, H7 and H14 were measured using a glucotest strip (Easy Touch GCU) by taking samples from mice whose blood was taken through the tail of the lateral vein. Analysis of Results Through the SPSS One Way Anova test, the test was continued with a confidence level of 95% (p<0.05) using Posct Hoc. The results of the research were that there was a change in effect, namely a decrease in blood sugar levels in mice treated with extract from kupa fruit and the most effective dose was a decrease in blood sugar levels in mice, namely a dose of 1000 Mg/KgBW, followed by a dose of kupa fruit extract of 750 Mg/KgBW and finally with a dose of 500 Mg/KgBB.
FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR DARI EKSTRAK DAUN MANGROVE (Rhizophora apiculata Blume) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Streptococcus Mutans Novia, Devi; Lestari, Gina; Saputra, Rendi Adi
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.3.2.87-96

Abstract

Mangrove merupakan jenis tumbuhan dengan habitat berada di air laut, daun mangrove dengan nama latin Rhizophora Apiculata mengandung senyawa flavonoid dan saponin, pemanfaatan daun mangrove sebagai sediaan obat kumur merupakan suatu alternatif untuk mengganti sediaan obat kumur yang pada umumnya mengandung antiseptik dan alkohol.Penelitian ini memformulasikan ekstrak daun mangrove menjadi sediaan obat kumur yang memenuhi persyaratan fisik dan mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan media MHA dengan metode difusi cakram. Uji persyaratan fisik meliputi uji organoleptis, uji pH, uji kejernihan, uji homogenitas, uji sentrifugasi, dan uji panelis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak daun mangrove mempunyai pH diluar range pertumbuhan optimum bakteri, yaitu 4,7 – 5,0. Aktivitas antibakteri Streptococcus mutans pada F1 menghasilkan zona hambat sebesar 3,83 mm, F2 sebesar 4,48 mm, dan F3 sebesar 4,71 mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun mangrove konsenstrasi 5%, 10%, dan 15% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan obat kumur.
Antibacterial Activity Of Kenikir Flower Fractions (Cosmos caudatus Kunth) Against The Bacteria Staphylococcus aureus Novia, Devi; Lestari, Gina; Ananda, Ananda
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.59-64

Abstract

Cosmos caudatus Kunth which is also known as kenikir is a traditional plant that is eaten as a vegetable and has medicinal properties. From previous studies it is known that kenikir leaves contain active antibacterial substances such as saponins, phenols, flavonoids, and tannins. However, kenikir flowers have not been found as antibacterial. So this study aims to determine how much kenikir flowers can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The disc paper diffusion method with a diameter of 6 mm was used in the antibacterial activity test. The concentrations used were 20%, 30%, 40% and using Clindamycin as an antibiotic. The test results were explained with descriptive analysis. From the study it can be concluded that the kenikir flower fraction (Cosmos caudatus Kunth) can inhibit the development of Staphylococcus aureus bacteria, the aquadest fraction got the best results at a concentration of 40% with an inhibition zone of 8.12 mm and the ethyl acetate fraction with a concentration of 40% produced an inhibition zone diameter of 9.9 mm.
Uji Total Bakteri Asam Laktat Pada Minuman Kefir Dengan Kombinasi Sari Buah Jeruk Gerga (Citrus Sp) Novia, Devi; Dharmayanti, Luky; Khoiriya, Ria
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.073 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.298

Abstract

Kefir merupakan produk fermentasi susu yang melibatkan berbagai bakteri asam laktat seperti  Lactobacillus kefir, L.parakefir, L. kefiranofaciens dan L. kefirgranum. Peran dari bakteri asam laktat sebagai bakteri probiotik dapat memperbaiki proses pencernaan dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen di usus. Jeruk merupakan minuman prebiotik yang membantu bakteri baik diusus. untuk mengetahui apakah kefir dengan kombinasi sari jeruk gerga (Citrus Sp) mengandung bakteri asam laktat dan mengetahui jumlah total bakteri asam laktat. Metode penelitian : metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Hasil : hasil total bakteri dari F0 (tanpa penambahan sari jeruk gerga) yaitu sebesar 26,6x106 pada pengenceran 6 dan 24,8x107 pada pengenceran 7, F1 (dengan penambahan sari jeruk gerga 2%) sebesar 26,1x106 pada pengenceran 6 dan 29,3x107 pada pengenceran 7, F2 (dengan penambahan sari jeruk gerga 4%) 26,5x106 pada pengenceran 6 dan 32,1x107 pada pengenceran 7 dan pada F3 (dengan penambahan sari jeruk gerga 6%), 125,6x106 pada pengenceran 6  dan 167,1x107 pada pengenceran 7. hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman kefir dengan kombinasi sari  jeruk gerga memiliki bakteri asam laktat, dilihat dari total BAL yang dihasilkan.
PEMANFAATAN SERBUK SARI BUNGA TELANG PADA PRODUK MAKANAN (KERUPUK SEBLAK) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Azizah, Alvi Maratul; Monicha, Ana Hikma; Yuhalifa, Dhea; Annisa, Fevi; Attari, Likus Tri; Marzenta, Marzenta; Anggraini, Nina; Efendi, Qori; Indriani, Tri Selsa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25363

Abstract

Pemilihan penggunaan pewarna alami pada olahan pangan adalah langkah dalam melindungi konsumen dari bahaya negatif penggunaan pewarna sintetis. Penggunaan bahan sintetis dapat meningkatkan resiko terhadap kesehatan seseorang. Oleh karena itu, dengan alternatif penggunaan pewarna alami agar aman, ramah lingkungan dan mudah didapat bagi konsumen. Salah satunya adalah dengan penggunaan bunga telang. Pembuatan pewarna alami dari bunga telang (Clitoria ternatea L) dengan metode serbuk atau granul kering dengan penambahan dekstrin atau laktosa sebagai pengisi, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keawetan dan memperluas aplikasi pewarna alami dari bunga telang. Selain itu untuk mempertahankan kandungan nutrisi supaya memberikan nilai tambah yaitu memiliki umur simpan yang lebih lama, efisien dalam penyimpanan dan memiliki kadar air yang lebih rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa – siswi MAN 2 kota Bengkulu dalam pemanfaatan pewarna alami dari serbuk sari bunga telang pada penambahan olahan panagan kerupuk seblak. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa foto dokumentasi kegiatan dan data hasil kuisioner kepada responden siswa – siswi SMAN 2 kota Bengkulu sebagai laporan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi STIKES Al-Fatah Bengkulu.
PENYULUHAN OBAT KUMUR DAUN BIDARA ARAB (ZIZIPHUS SPINA-CRISTI L) SEBAGAI ANTIBAKTERI Novia, Devi; Yanuarto, Tri; Sari, Deta Puspita; Lestari, Etik; Abrori, Khadam; Rosalina, Mia; Bila, Salsa; Amarda, Vina Putri; Putri, Winda Samiya; Esti, Zalika Ridha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25598

Abstract

Infeksi yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu atau bakteri. Daun bidara arab memiliki berbagai macam khasiat salah satunya sebagai antibakteri. Antibakteri adalah suatu zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan bakteri. Daun bidara arab merupakan salah satu tanaman obat yang kaya akan manfaat. Daun bidara arab mengandung berbagai senyawa aktif seperti flvonoid, saponin, dan tanin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengatasi berbagai penyakit. Selain itu daun bidara juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi yang membuat efektif dalam menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mengurangi peradangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga di Masjid sabililhaq jalan kuala alam Rt 13, Rw 04, Kel. Nusa Indah, Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu dalam sosialisasi ”Penyuluhan Obat Kumur Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-cristi L) sebagai Antibakteri”. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa foto dokumentasi kegiatan dan data hasil kuisioner kepada responden warga sebagai laporan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi STIKES Al-Fatah Bengkulu.