Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

“Jika Diedukasi, Kami Siap”: Perspektif Kesiapan Pokdarwis Dalam Kesehatan Jiwa Berbasis Pariwisata Shofi Khaqul Ilmy; Made Bayu Oka Widiarta; I Komang Gunawan Landra; Kadek Dwi Pitriyani; I Gusti Ayu Armadhira Iswa Adi
Optimal Nursing Journal Volume 2 No. 2 Desember 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740309

Abstract

Introduction: Local tourism has the potential to serve as a platform for mental-health promotion and prevention; however, the readiness of community actors-particularly tourism awareness groups (Pokdarwis)-remains poorly understood. This study aimed to explore Pokdarwis members’ perceptions and meanings of readiness to advance mental-health efforts through local tourism in Buleleng District, Bali. Methods: A qualitative descriptive phenomenology was conducted with seven Pokdarwis members (including two coordinators) through semi-structured interviews. Data were analyzed using Template Analysis, treating the Community Readiness Model (CRM) as sensitizing concepts (prior knowledge). Trustworthiness was ensured via member checking, peer debriefing, and an audit trail. Results: Six themes emerged: (1) meanings of health along the mental-health dimension (knowledge of the issue); (2) a “quiet yet important” issue (community climate); (3) abundant but unguided potential (existing community efforts); (4) mental-health benefits that remain unpublicized (knowledge of efforts); (5) “If educated, we are ready” (leadership); and (6) potential that is not yet connected (resources). A core theme was synthesized, conditional readiness: “If educated, we are ready.” CRM mapping indicated a position spanning vague awareness to preplanning. Discussion/Recommendations: Stage-matched priorities include strengthening culturally sensitive mental-health literacy; reframing destination narratives toward “restorative tourism”; appointing and training relevant actors; piloting small-scale packages with clear standard operating procedures and referral pathways; and consolidating assets-networks-funding. Community mental-health nurses should act as key collaborators linking Pokdarwis and puskesmas (primary health centers) to support standardization, capacity building, and ongoing quality monitoring of the program.
ANSIETAS SAAT HAMIL MENURUNKAN PRODUKSI ASI SAAT 24 JAM PERSALINAN Made Bayu Oka Widiarta; Putu Sukma Megaputri
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2310

Abstract

Kecemasan ibu pada saat hamil mempengaruhi berbagai hal, apalagi saat ini didukung dengan kondisi pandemic covid-19. Banyak ibu yang selama kehamilannya jarang berkunjung ke bidan atau tenaga kesehatan lainnya untuk melakukan antenatal. Kecemasan selama proses kehamilan dapat mempengaruhi proses persalinan dan pada saat masa nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ansietas ibu hamil dengan produksi ASI saat 2 jam persalinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel dari penelitian ini adalah ibu hamil yang akan bersalin di klinik anugerah sebanyak 50 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, instrument yang digunakan adalah kuesioner dengan menilai karakteristik responden dan tingkat kecemasan ibu selama hamil ini. Kemudian menggunakan lembar observasi untuk menilai produksi ASI ibu selama 2 jam persalinan. Setelah itu data dikumpulkan untuk dianalisis menggunakan rank spearmen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ansietas yang tinggi selama hamil dapat menurunkan produksi ASI 2 jam persalinan (nilai p : <0,001, r:0,431). Simpulannya bahwa kecemasan selama kehamilan berhubungan dengan produksi ASI ibu saat 2 jam persalinan.