Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Klaster Industri Olahan Siput Gonggong Sebagai Upaya Penguatan Circular Economy Di Kabupaten Bintan Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Suprayogi, Suprayogi; Prihanto, Asep Awaludin; Pranowo, Dodyk; Tri Widayanti, Vindhya; Septifani, Riska; Gandhatyasri Rohmah, Wendra; Linggar Rucitra, Andan; Morita Ikasari, Dhita
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6242

Abstract

Siput gonggong merupakan slah satu komoditas yang diunggulkan di daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari daging siput gonggong dengan memanfaatkan daging siput gonggong menjadi berbagai inovasi produk makanan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, pada pengabdian ini akan mengolah daging siput gonggong menjadi bakso gonggong, nugget gonggong, dan juga sambal gonggong. Dengan pelatihan dan pendampingan, masyarakat di Desa Pengujan mampu memproduksi produk-produk secara mandiri dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta daya simpan yang panjang. Nantinya, pengabdian ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan menciptakan klaster industri baru yang memiliki sifat berkelanjutan. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan olahan laut lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan juga membuka peluang pasar yang lebih luas. 
Studi Kelayakan Teknis dan Finansial Usaha Keripik Ubi “Mbok Wo” sebagai Model Pengembangan UMKM Berbasis Pangan Lokal Hidayat, Arif; Rucita, Andan Linggar; Laeliocattleya, Rosalina Ariesta; Nugroho, Tri Wahyu; Ziauddin Ulya, Muhammad; Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Morita Ikasari, Dhita; Al Ghifari, Ibrahim; Rahma Putri, Callista Ammara; Rahmawati, Jurdannia; Fithri Urbaningrum, Dini; Purnama Aziz, Rusydian; Kamilia, Inas
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7707

Abstract

Pengembangan UMKM berbasis pangan lokal merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan. Salah satu contohnya adalah usaha keripik ubi Oemah Pawon Mbok Wo di Dusun Mardiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, yang masih menghadapi kendala teknis dan finansial. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis biaya dan penerimaan dengan menggunakan instrumen pembukuan arus kas dan perhitungan indikator finansial. Hasil analisis teknis menunjukkan usaha dinyatakan layak karena didukung lokasi yang dekat dengan sentra ubi, ketersediaan bahan baku yang stabil, penggunaan teknologi vacuum frying yang meningkatkan kualitas produk, serta distribusi yang cukup lancar. Sementara itu, hasil analisis finansial secara kuantitatif memperlihatkan bahwa sebelum ekspansi investasi awal sebesar Rp 1.565.000 dengan biaya operasional Rp 65.432.500 menghasilkan NPV Rp 216.071.159, IRR 72,27%, dan Payback Period 9,7 bulan. Setelah ekspansi, investasi awal meningkat menjadi Rp 32.515.000 dengan biaya operasional Rp 125.912.500, tetapi nilai NPV naik menjadi Rp 317.898.191, IRR tercatat 67,07%, dan Payback Period 11,6 bulan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun efisiensi relatif menurun, keuntungan absolut serta kapasitas produksi meningkat secara signifikan. Analisis sensitivitas juga menegaskan bahwa meskipun perubahan harga bahan baku atau harga jual berpotensi memengaruhi margin dan periode pengembalian, kapasitas produksi yang lebih besar setelah ekspansi membuat usaha lebih adaptif. Oleh karena itu, penambahan mesin vacuum frying dapat dipandang sebagai strategi pengembangan yang tepat untuk memperkuat keberlanjutan dan daya saing UMKM keripik ubi di pasar yang lebih luas.
Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produksi Mie Buah Naga Dalam Upaya Penguatan Ekonomi Lokal Di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Cakra Nirwana, Wa Ode; Mulyadi, Arie Febrianto; Laili, Fitrotul; Eka Pertiwi, Fenty Nurtyastuti; Ikasari, Dhita Morita; Rucitra, Andan Linggar; Tri Widayanti, Vindhya; Pratama, Muhammad Firza; Effendi, Rio Saputra; Adinda, Adella Tata; Bambang, Rahel Aisyiah; Aulia, Azmy; Lawalata, Svitzer Gerald
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7702

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil buah naga terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai lebih dari 82.000 ton per tahun. Pasokan buah naga yang melimpah saat panen raya sering menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, sehingga petani dan pelaku usaha mengalami kerugian. Diversifikasi produk menjadi mie buah naga yang dilakukan oleh UD. Sri Mulyo merupakan salah satu upaya strategis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun, proses produksi yang masih manual, pengeringan yang mengandalkan sinar matahari, kemasan yang kurang kedap udara, serta manajemen usaha yang belum profesional menjadi kendala utama yang membatasi kapasitas dan kualitas produksi. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas kemasan, memperkuat manajemen usaha, serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaannya meliputi identifikasi masalah, pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), instalasi peralatan produksi baru (mixer, mesin pencetak, oven pengering), inovasi kemasan kedap udara, dan pendampingan digital marketing. Populasi kegiatan adalah seluruh karyawan UD. Sri Mulyo, dengan partisipasi aktif pemilik dan lima mahasiswa program pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, perbaikan mutu produk, pengurangan waktu pengeringan dari 2-4 hari menjadi 2-3 jam, kemasan lebih menarik dan fungsional, serta terbentuknya sistem manajemen keuangan dan jadwal produksi yang lebih terstruktur. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan jangka panjang dan monitoring keberlanjutan penerapan program agar kualitas tetap terjaga.