Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Application of Biosecurity Strategies for the Control of MAS (Motile Aeromonas Septicemia) in Tubifex Worms (Tubifex sp.) for Larval Catfish (Pangasius sp.) Culture Firdausi, Amalia Putri; Indriastuti, Cecilia Eny; Surahman, Nur Prasetyo Ari; Permatasari, Sheny
Applied Research in Science and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Applied Research in Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/areste.v5i1.90

Abstract

Background: Catfish (Pangasius sp.) is one of the high-value freshwater aquaculture commodities in Indonesia. To ensure sustainable production, hatchery management plays a crucial role, as the larval and juvenile stages are the most vulnerable to environmental stress and disease outbreaks. During the larval phase (7–14 days post-hatch), Tubifex worms (Tubifex sp.) are commonly used as a natural feed due to their high nutritional content and digestibility.Aims & Methods: This study aimed to evaluate the effectiveness of formalin in suppressing Aeromonas hydrophila in Tubifex worms (Tubifex sp.), which are used as natural feed for larval catfish (Pangasius sp.). The research was conducted in two phases: in vitro and in vivo assays. The in vitro assay was carried out to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and inhibition zone of formalin against A. hydrophila. The in vivo assay consisted of two parts: a toxicity test of formalin on Tubifex worms and an evaluation of the effect of treated worms as feed on the survival of catfish larvae. A completely randomized design (RAL) was employed, consisting of four treatments with three replicates each: K (control—untreated Tubifex), A (400 ppm formalin immersion without rinsing), B (400 ppm formalin immersion with one rinse), and C (400 ppm formalin immersion with two rinses).Result: The results demonstrated that a 400 ppm formalin concentration effectively inhibited the growth of A. hydrophila. Treatment C (two rinses following immersion in 400 ppm formalin) significantly reduced the toxic effects of formalin on the Tubifex worms used as natural feed. Consequently, this treatment led to an improvement in the survival rate of catfish larvae, reaching 44.6 ± 11.5% over a 14-day rearing period.
Pemetaan potensi budidaya perikanan berdasarkan kondisi kualitas air dan jenis tanah di Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat Iskandar, Andri; Kusumanti, Ima; Hendriana, Andri; Ramadhani, Dian Eka; Wiyoto, Wiyoto; Firdausi, Amalia Putri; Indriastuti, Cecilia Eny; Mulya, Muhammad Arif; Wahyudi, Imam Tri; Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Permatasari, Sheny; Priatna, Mohamad Fahri; Fachrezi, Muhammad Hafidz; Maha, Indah Permatasari
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i4.2844

Abstract

Kelurahan Mulyaharja, Bogor, memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya perikanan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kualitas air dan jenis tanah. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perikanan budidaya yang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan berdasarkan parameter kualitas air dan tanah yang mendukung pertumbuhan ikan. Metode studi yang digunakan meliputi metode deskriptif dengan pendekatan survei dan analisis spasial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi, IPB University dengan peserta terdiri dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok wanita tani dan kelompok pembudidaya ikan yang ada di Kelurahan Mulyaharja yang memiliki keunikan dan juga mata pencaharian beragam, salah satunya pada bidang perikanan. Saat ini, aktivitas perikanan berkelanjutan belum tercipta bagi masyarakat di Kelurahan Mulyaharja. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya pengelolaan sumberdaya air dan tanah untuk kegiatan budidaya serta pemilihan komoditas budidaya yang kurang cocok dengan lingkungan yang ada, sehingga berdampak pada timbulnya penyakit pada ikan, air yang cepat berbau hingga kematian ikan dalam jumlah banyak menjadi kendala untuk kegiatan perikanan dapat terus dikembangkan. Pengukuran sampel air secara in situ pada sumber air, situ dan kolam milik pembudidaya, serta identifikasi struktur tanah di Laboratorium Produksi Perikanan Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB, menjadi langkah awal untuk menemukan hipotesis yang tepat. Selain itu, dilakukan diskusi secara langsung dalam forum focus group discussion dengan para pemangku kepentingan yang terdiri dari pembudidaya dan juga pemerintah setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa beberapa area di Mulyaharja memiliki kualitas air yang masih berada dalam baku mutu perairan, dan jenis tanah yang mendukung untuk budidaya ikan air tawar, seperti ikan hias jenis koi, maskoki, udang hias air tawar red cherry, lobster hias air tawar serta ikan konsumsi seperti ikan nila dan ikan bawal air tawar.  Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di Mulyaharja.
Effects of Spirulina Meal Supplementation On Growth and Survival Rate of Royal Whiptail Catfish Fry (Sturisoma panamense) Firdausi, Amalia Putri; Mauladina, Annas Yudha; Rahman, Rahman; Prama, Ega Adtiya; Tunisah, Risma Arafah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.67727

Abstract

Royal Whiptail Catfish (Sturisoma panamense) have high-stress levels in the early stages of their life. This is a significant concern in the field of fish farming. One of the crucial factors in the cultivation of royal whiptail catfish is the addition of vegetable or algae protein to the feed according to the habits of herbivorous fish. This study aimed to determine the best dose of spirulina that can enhance the growth and survival rates of royal whiptail catfish fry. There were four treatment groups, i.e. feed without spirulina (K), a dose of 3% (SP-3%), a dose of 6% (SP-6%), and a dose of 9% (SP9%). The study was conducted at the Tetra Aquaria Company in Sukabumi City in April - May 2024. The spirulina culture was dried in an oven at 60 ℃ for 24 hours and ground using a mortar. The powdered feed was mixed with spirulina according to the treatment dose. The fish larvae used were newly hatched larvae, and the maintenance period during the treatment was 21 days. The maintenance container uses a tray measuring 40 cm x 30 cm x 15 cm. The study results showed that the best group was SP-6% with an average survival rate of 87% ± 4.62, significantly different compared to the K, SP-3%, and SP-9% treatments. The daily growth rate value of SP-9% showed the best significant difference (P <0.05) from the control treatment and 3% dose, however not significantly different (P> 0.05) with SP-6%.
Co-Authors , Rahman, , Abrisam Hadi Bintoro Achmad Zidan Akmal Maulana Adna Sumadikarta Adna Sumadikarta Adycha, Pricila Aurora Alhaq, ⁠Sofyan Anassyahtira, Aliffia Andri Iskandar Aulia Herlita Bintan Naktavia Bintoro, Abrisam Hadi Cecilia Eny Indriastuti Choerunnisa, Hasna Najla Dian Eka Ramadhani Fachrezi, Muhammad Hafidz Fika Ismaladewi Filibertus Tantio Firdaus, Mujammad Ridlo Firjatullah, Muhammad Sahlan Hendriana, Andri Herlita, Aulia Hikmal Yumilzam Ihsan, Muhammad Fajar Maulana Ima Kusumanti Indriastuti, Cecilia Eny Iqbal Kurniawinata, Mohamad Ishaq, ⁠Maulana Iskandar, Andri Ismaladewi, Fika Jemmy Erwanda Maulana Khalisha, Nadira Lesmana, Dudi M. Isya Rais A. Maha, Indah Permata Sari Br Maha, Indah Permatasari Mauladina, Annas Yudha Maulana, Achmad Zidan Akmal Maulana, Jemmy Erwanda Muarif Muarif Muhammad Aqshol Dafa Ramadhan Muhammad Arif Mulya Muhammad Sahlan Firjatullah Mulanti, Rahmah Mulya, Muhammad Arif MUNTI YUHANA Nadira Khalisha Nainggolan, Zacky Naoval Naktavia, Bintan Permatasari, Sheny Pradian, Yassar Ariq Prama, Ega Adtiya Pratiwi, Rifqah Priatna, Moh. Fahri Aulia Priatna, Mohamad Fahri Rahmah Mulanti Rahman Rahman Rahman, Riem Rahayu Rais A., M. Isya Ramadhan, Muhammad Aqshol Dafa Ramadhani, Dian Eka Rangkuti, Gavrilan Hafiz Ranta Sumadi Respati Mahadhika Reta Sagita Riem Rahayu Rahman Risma Arafah Tunisa Rivasa, Varel Raihan Rizky, M. Fizry Alnur Sagita, Reta Sasmita, Galih Amar Taufiqurrahman Satrio Yudha Wisesa Sheny Permatasari Sopacua, Ivana Oktarina Sri Nuryati Sukenda Sukenda Surahman, Nur Prasetyo Ari Syafira, Nadia Tunisa, Risma Arafah Tunisah, Risma Arafah Wahyudi, Imam Tri Wida Lesmanawati Wildan Nurussalam Wiyoto Wiyoto Wiyoto Wiyoto, Wiyoto Yumilzam, Hikmal Zacky Naoval Nainggolan ⁠Maulana Ishaq ⁠Sofyan Alhaq