Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Distribution and Diversity of Ascidian in Manado Bay, North Sulawesi Leleran, Andreas J. P. L.; Pratasik, Silvester B.; Salaki, Meiske S.; Lumingas, Lawrence J. L.; Kambey, Alex D.; Undap, Suzanne L.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.38842

Abstract

The purpose of this study was to determine the distribution and the diversity of ascidians in Manado Bay including species composition, density, diversity, and dominance. This study used the quadrat transect method. This study found differences in the number of ascidian species with water depth, 11 species of 5 families at 15 M depth, and 8 species of 3 families at 7 M depth. The diversity index ranged from 0.868 to 1.844 at 15 M depth and 0.965 to 1.864 at 7 M depth, the evenness index was 0.533 – 0.839 at 15 M depth and 0.600 – 0.897 at 7 M depth, the dominance index was 0.254 – 0.745 at 15 M depth and 0.254 – 0.708 at 7 M depth. Ascidian in Manado Bay had two distribution patterns, a uniform distribution pattern and a clustered distribution pattern. Environmental parameters had a water temperature of 27 oC – 31 oC, the salinity of 30 0/00 – 32 0/00, the brightness of 12 m – 14 m, and pH of 8 – 10.*Keywords: Ascidian; diversity; ecological index; distribution patternAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan keanekaragaman jenis ascidia di perairan Teluk Manado meliputi: komposisi jenis, kepadatan individu, keanekaragaman, dan dominansi. Serta mengetahui pola distribusi ascidia. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadran. Pada penelitian ini ditemukan perbedaan jumlah spesies ascidia menurut kedalaman, 11 spesies dari 5 family pada 15 M dan 8 spesies dari 3 famili pada kedalaman 7 m. Nilai indeks keanekaragaman ascidia di kedalaman 15 m = 0.868 – 1.844 dan 7 m = 0.965 - 1.864, indeks keseragaman 15 m = 0.533 – 0.839 dan 7 m = 0.600 – 0.897, indeks Dominasi15 m = 0.254 – 0.745 dan 7 m = 0.254 – 0.708. Ascdia di perairan Teluk Manado memiliki dua pola distribusi yaitu pola distribusi seragam dan pola distribusi mengelopok. Parameter lingkungan memiliki suhu air 27 oC – 31 oC, salinitas 30 0/00 – 32 0/00, kecerahan 12 m – 14 m, dan pH 8 – 10.*Kata kunci : Ascidia; keanekaragaman; indeks ekologi; pola distribusi
Polychaeta Communities in Subtidal Zone Soft Substrate of Manado Bay, North Sulawesi Lumingas, Aaron R. T.; Boneka, Farnis B.; Ompi, Medy; Mamangkey, Noldy G. F.; Manembu, Indri S.; Undap, Suzanne L.; Lumingas, Lawrence J. L.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.39518

Abstract

This study aims to analyze the structure of the Polychaeta community on the soft substrate of the subtidal zone in Manado Bay. Samples were taken by grab at 3 stations namely ST1 located at a depth of 8 m with black mud substrate; ST2 is located at a depth of 26 m with blackish sand substrate, and ST3 are located at a depth of 18 m with blackish sand as a substrate. From the three sampling stations, 27 species of 253 Polychaeta individuals were identified. Station 1, which is located near the mouth of the Bailang River, has high individual abundance but low species diversity. Station 2, which is located near the Megamas area, has moderate individual abundance but high species richness. Station 3, which is located around the Faculty of Medicine, Unsrat Malalayang, has low individual abundance but high species richness. Substrate types and anthropogenic disturbances such as enrichment of organic matter are thought to be determinants of individual abundance, composition, and species richness of Polychaeta in Manado Bay.Keywords: Polychaeta; biodiversity; soft substrate; Manado BayAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Polychaeta pada substrat lunak zona subtidal di Teluk Manado. Sampel diambil dengan grab pada 3 stasiun yakni ST1 terletak pada kedalaman 8 m dengan substrat lumpur berwarna hitam; ST2 terletak pada kedalaman 26 m dengan substrat pasir berwarna kehitaman; dan ST3 terletak pada kedalaman 18 m dengan substrat pasir berwarna kehitaman. Dari tiga stasiun sampling tersebut berhasil diidentifikasi 27 spesies dari 253 individu Polychaeta. Stasiun 1 yang terletak dekat muara Sungai Bailang memiliki kelimpahan individu tinggi tetapi keanekaragaman spesies rendah. Stasiun 2 yang terletak dekat kawasan Megamas memiliki kelimpahan individu sedang tetapi kekayaan spesies tinggi. Stasiun 3 yang terletak di sekitar pemukiman belakang Fakultas Kedokteran Unsrat Malalayang memiliki kelimpahan individu rendah tetapi kekayaan spesies tinggi. Jenis substrat dan gangguan antropogenik seperti pengayaan bahan organik diduga merupakan faktor penentu kelimpahan individu, komposisi dan kekayaan spesies Polychaeta di Teluk Manado. Kata Kunci: Polychaeta; keanekaragaman hayati; substrat lunak; Teluk Manado
Cardinal Fish Otolith Biometrics Banggai Pterapogon kauderni Koumans, 1933 In the Front Waters of Dudepo TPI Dudepo, South Bolaang Mongondow Regency and in the Lembeh Strait, Bitung City Melani, Hellen; Rondonuwu, Ari B.; Sangari, Joudy R.R; Manginsela, Fransine B.; Pratasik, Silvester B.; Undap, Suzanne L.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44002

Abstract

This study aims to determine the biometric comparison of otoliths of Banggai cardinal fish based on gender and to determine the comparison of otolith biometrics at two locations in the Waters Front of TPI Dudepo Kab. South Bolaang Mongondow and in the Lembeh Strait, Bitung City. Data collection in the field using the roaming survey method. Fishing is done by snorkelling, catching a minimum of 50 individuals representing each size class using Chang net/Sibu fishing gear. The differences in otoliths in male and female sexes have seven different otolith characters in otolith length (OL), otolith width (OW), otolith area (OA) and otolith perimeter (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) and aspect ratio (Ar), and three characters that do not show significant differences, namely form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). The differences in otoliths based on location in front of the Dudepo TPI and in the Lembeh Strait have seven different otolith characters in otolith length (OL), otolith width (OW), otolith area (OA) and otolith perimeter (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell). and aspect ratio (Ar), and three characters that do not show significant differences, namely form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Keywords: Biometrics, cardinal proud fish, comparison Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingkan biometrik otolit ikan kardinal banggai berdasarkan jenis kelamin dan mengetahui perbandingan biometrik otolit pada dua lokasi di Perairan Depan TPI Dudepo Kab. Bolaang Mongondow Selatan dan di Selat Lembeh Kota Bitung. Pengambilan data di lapangan menggunakan metode survei jelajah. Penangkapan ikan dilakukan dengan penyelaman snorkling, penangkapan minimal 50 individu yang mewakili setiap kelas ukuran dengan alat tangkap Chang net/Sibu. Perbedaan otolit pada jenis kelamin jantan dan jenis kelamin betina memiliki tujuh perbedaan karakter otolit pada panjang otolit (OL), lebar otolit (OW), area otolit (OA) dan perimeter otolit (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) dan aspect ratio (Ar), dan tiga karakter yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Perbedaan otolit berdasarkan lokasi di depan TPI Dudepo dan di Selat Lembeh memiliki tujuh perbedaan karakter otolit pada panjang otolit (OL), lebar otolit (OW), area otolit (OA) dan perimeter otolit (OP), roundness (Rnd), ellipticity (Ell) dan aspect ratio (Ar), dan tiga karakter yang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu form factor (Ff), circularity (Cir), rectangularity (Rec). Kata kunci: Biometrik, ikan banggai kardinal, perbandingan
Co-Authors Adnan Wantasen Alex D. Kambey Ali Djamhuri Ari B. Rondonuwu Bawelle, Eunike Bella, Sintia S. Datunsolang, Frayogi Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Diany R.A Silalahi Dolvinus Wakman Duyoh, Marini Edwin D Ngangi Farnis B. Boneka Fransine B. Manginsela Grevo S Gerung Henky Manoppo Henneke Pangkey Indra R.N. Salindeho Indra Salindeho Indri Manembu Joppy Mudeng Juliaan Ch. Watung Kabalmay, Agmilda A. Karisoh, Yuriani S. Kepel, Rene Ch. Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Kreckhoff, Reni L. Kusen, Diane J. Langi, Edwin O. Lawrence J. L. Lumingas Lawrence J.L. Lumingas, Lawrence J.L. Leleran, Andreas J. P. L. Lumingas, Aaron R. T. Mamangkey, Noldy G.F Mamesah, Yulia Mamonto, Reva E. Mantiri, Desy M. H Markus T. Lasut Medy Ompi Melani, Hellen Mokolensang, Jeffrie F. Monijung, Revol D. Monijung, Revol J. Natalie D Rumampuk Ngangi, Edwin. L. A. Ockstan J. Kalesaran Pangemanan, Jeannette Pangemanan, Novie P. L. Pangemanan, Novie P.L. Pangemanan, Novie PL. Pangemanan, Pankie L. Pangemanan1, Novie P. L. Pankie N.L Pangemanan Paputungan, Firgiawan Patra, Frian Paulus, James Pilipus A Urbasa Pratasik, Gerald A. Putra, Stevano F.P Reiny A. Tumbol Robert J Rompas Sabono, Mateda M. Salaki, Meiske S. Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sammy N.J. Longdong Sangari, Joudy R.R Sarif Hidayat, Sarif Silvester B Pratasik Simanjorang, Daniel Sinaga, Rohana Sinubu, Wulan V. Sipriana S. Tumembouw Steelma V. Rantung Tamba, Ermaulina Telaumbanua, Beatus H. Telaumbanua, Yedieli Tokah, Christian Zebblon, Passion Ch.