Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

A Wirausaha Baru: Menganalisis Potensi Usaha Menggunakan Analisis SWOT: Wirausaha Baru: Menganalisis Potensi Usaha Menggunakan Analisis SWOT Sabran
Jurnal Pengabdian Masyarakat (PAKDIMAS) Vol. 2 No. 02 (2025): PAKDIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : LPPM STIE Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan calon wirausahawan baru dalam menganalisis potensi usaha melalui penerapan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pelatihan dilaksanakan pada kelompok masyarakat produktif, pelaku UMKM pemula yang memiliki minat untuk memulai usaha mikro dan kecil. Metode pelaksanaan meliputi mengenalkan konsep kewirausahaan, pelatihan menggunakan analisis SWOT dalam rencana usaha yang akan dijalankan, pendampingan penyusunan rencana usaha, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Pelatihan wirausaha baru melalui penerapan metode analisis SWOT dapat dikatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan bagi para wirausaha baru untuk merumuskan ide usaha apa yang kemudian akan dijalankan dan menyadari potensi internal maupun eksternal usahanya. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mebentuk mindset wirausaha yang strategis dalam menghadapi tantangan usaha. Harapanya kedepan dapat dibuat kembali kegiatan serupa yang mengarah pada pendampingan intensif terkait aspek manajemen keuangan dan pemasaran digital serta dari keseluruhan hasil analisis SWOT yang di rumuskan, dengan harapan dapat mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis yang lebih berkembang di Kabupaten Tolitoli.
EFEKTIVITAS TEKNOLOGI ALAT TENUN OTOMATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF PELUANG USAHA BAGI SISWA SMK Yasser A. Djawad; Sabran; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai teknik/metode menenun dengan menggunakan alat tenun terotomatisasi, (2) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat tenun terotomatisasi, (3) meningkatkan keterampilan merangkai alat tenun terotomatisasi, (4) meningkatkan keterampilan dalam melakukan perbaikan terhadap bagian komponen alat tenun terotomatisasi jika terjadi kendala, (5) meningkatkan keterampilan mengoperasikan alat tenun terotomatisasi, (6) mampu mendesain corak baru sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya (makna corak sarung dari segi filosofis); (7) mengurangi waktu proses pembuatan sarung, (8) meningkatkan pengetahuan manajerial pemasaran produk tenun lipa sabbe berbasis IT (Toko Online); Objek sasaran adalah kelompok usaha tenun Desa Pambusuang, Kabupaten Polman. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, sedangkan penerapan menggunakan metode demonstrasi. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: (1) Kegiatan diawali dengan penjajagan lokasi yang dilakukan pada saat pembuatan proposal, (2) persiapan awal penyiapan kelompok pengrajin sarung sutera, (2) identifikasi peralatan yang akan digunakan,(3) menetapkan motif sutera yang akan diterapkan, (4) pengadaan bahan dan alat penunjang pelatihan (5) pelaksanaan kegiatan (6) pendampingan kegiatan. Penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM terhadap Pelaksanaan pelatihan dan kualifikasi Narasumber diperoleh penilaian dengan rerata skor 4,8 dengan kriteria sangat Baik. Guru dan sekolah berharap pengusaha tekstil, terutama batik, mempunyai kesadaran bekerja sama membina siswa SMK. Agar tak bergantung pada industri dan untuk menaikkan nilai jual batik dan tenun, siswa kriya tekstil mempelajari mata pelajaran busana sebagai muatan lokal. Harapannya, siswa memiliki keterampilan mengolah tenun dan batik dan berwirausaha mulai dari hulu ke hilir.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK MENUMBUHKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMODIFIKASI PERALATAN PERTANIAN PADA LAHAN TERABATAS (TERASSERING) Badaruddin; Hendra Jaya; Sabran
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 7, Issue 2, Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan vokasional merupakan bagian dari konsep keterampilan hidup (life skills) dalam sistem persekolahan. Selama ini keterampilan vokasional lebih banyak diberikan pada Sekolah Menengah Kejuruan, sedangkan bagi remaja seperti tidak begitu penting. Keterampilan vokasional pada remaja dapat diberikan melalui pelajaran keterampilan. pembelajaran berbasis potensi lokal dapat diselenggarakan melalui tiga cara, yaitu pengintegrasian dalam kajian yang relevan, muatan lokal, dan keterampilan yang berorientasi pada pembuatan hasil karya yang ditunjang oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan produk yang dihasilkan dalam hal ini inovasi dalam bidang pertanian. Peroses modifikasi alat pemotong padi kelompok Remaja Desa Pala’e kabupaten Sinjai dapat dilihat pada penjelasan berikut ini: Modifikasi Alat Pemotong Padi: a) Menyiapkan Alat berupa Kunci dan perkakas; b) Menyiapkan bahan berupa desain penyangga batang padi (Hal ini didesain agar batang padi tidak berhamburan); c) Menyiapkan bahan berupa pisau piringan bulat (Didesain khusus untuk memotong batang padi). Berdasarkan kegiatan diperoleh bahwa warga remaja desa Pala’e dapat menggunakan hasil pelatihan dan keterampilan dengan sangat baik. Hal ini dilihat melalui tahapan dalam merencanakan hingga menghasilkan hasil produk yang layak dipasarkan, kemampuan mengidentifikasi alat yang akan dimodifikasi. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada remaja Desa Pala’e adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian berwirusaha bagi remaja desa Pala’e dalam memodifikasi alat pemotong padi telah berjalan secara optimal. Melalui proses pelatihan dan mengedepankan pendekatan diskusi dalam megidentifikasi dan membantu mengatasi masalah yang dihadapi remaja desa Palae. Dengan peran pendamping sebagai fasilitator, dan motivator memudahkan warga kelompok remaja desa Palae dalam merencanakan usaha. Sebagai fasilitator, pendamping memberikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dan sesuai dengankebutuhan remaja dalam menjalankan usaha yang digeluti. Sebagai motivator, pendamping memberikan dorongan motivasi untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada remaja desa Palae. Dengan pemanfaatan hasil pelatihan keterampilan oleh warga kelompok remaja dan peran pendamping memberikan dampak pada kehidupan warga kelompok remaja khususnya dalam kemandirian usaha, hal demikian dapat ditunjukkan perubahan sikap dan perilaku seperti percaya diri, berani mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab. Mampu mengelola sendiri usaha, menjalin kemitraan usaha dan bahkan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat yang berada disekitarnya. Disamping itu terdapat peningkatan aspek ekonomi dan aspek status sosial. Peningkatan ekonomi yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan.
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Perguruan Tinggi Indonesia Sabran; Julaiha, Siti
Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/adrg.v6i1.2697

Abstract

This article aims to analyze the extent to which the two quality assurance systems SPMI and SPME operate synergistically, as well as their effectiveness in improving the quality of higher education. The research adopts a library research approach, employing critical review techniques of primary literature, including accredited journal articles, institutional accreditation documents, and national regulations published between 2015 and 2025. The hypothesis proposed in this study states that the success of external accreditation is significantly influenced by the consistency and effectiveness of SPMI implementation at the institutional level. Findings indicate that SPMI has not been fully implemented in a systematic and sustainable manner, while SPME achievements often reflect administrative success rather than the actual strength of internal quality systems. This article offers a conceptual contribution by reinterpreting the relationship between SPMI and SPME as a two-way, evaluative, and reflective process. The results of this study are essential for strengthening strategies to develop a quality culture in higher education and for encouraging accreditation policies that are more contextual and substantive. In particular, the synergistic implementation of SPMI and SPME has direct implications for improving learning quality through enhanced continuous evaluation, curriculum refinement, and faculty professionalism.