Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Uji Imunostimulan (Vitamin C, Probiotik)Terhadap Manajemen Kualitas Air Sawah Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Deket Wetan Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan Mukhammad Nur Hasim; Endah Sih Prihatini; Dona Wahyuning Laily; Farid Wajdi; Tri Wahyudi; Suyoto Suyoto
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 12, No 1 (2021): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v12i1.78

Abstract

Peningkatan pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit tidak hanya dapat dilakukan dengan pemberian pakan dengan komposisi nutrisi yang seimbang, melainkan dapat juga disertai pemberian imunostimulan dalam pakan. Tujuan dari penelitan ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat kesesuaian parameter kualitas air untuk budidaya polikultur tradisional padi, udang dan ikan pada sawah tambak di desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan; (2) Menguji efektivitas beberapa immunotismulan yang tersedia di pasaran guna meningkatkan angka kehidupan udang. (3) Menemukan teknik aplikasi dan formulasi beberapa imunostimulan untuk meningkatkan angka kehidupan udang dan produktivitas lahan sawah tambak  secara berkelanjutan. Metode penelitian ini merupakan metode exsperimental yang dilakukan dalam peneliti termasuk alat-alat yang digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data  dilapangan pada saat melakukan penelitian. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tambak tradisional sebanyak 4 tambak dengan ukuran 1000m, pH, DO, Timbangan Digital. Adapun bahan yang di gunakan dalam penelitian adalah air tawar dan benur udang vanamei PL 12 dengan salinitas 0 dan pakan.Hasil penilitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air yang di teliti yaitu parameter fisika dan kimia kimia parameter fisika (suhu, kecerahan) parameter kimia (pH, Nitrit,Nitrat, Amoniak, sulfat, phosfat) dari hasil kualitas air semua mumpuni baku mutu. Tetapi tidak berpengaruh dengan tingkat kelulusan hidup dan hasil uji imunotismulan yang menunjukan pertumbuhan yang sangat cepat pada stasiun dua dengan variable x2 probiotik dengan tingkat kelulusan hidup 13,5% dan berat per ekor 13,5g.
MANAJEMEN PEMBENIHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DI DESA KEDUNGLOSARI KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG Endah Sih Prihatini
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.095 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v9i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembenihan ikan lele Sangkuriang dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat usaha pembenihan ikan lele Sangakuriang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang dengan tiga responden usaha pembenihan ikan lele Sangkuriang. Hasil penelitian didapatkan bahwa manajemen pembenihan ikan lele Sangkuriang dilihat dari aspek kelembagaan, aspek tehnik dan aspek pemasaran cukup baik. Aspek finansial diperoleh nilai R/C sebesar 1,87. Faktor pendukung usaha pembenihan ini adalah sumber air yang cukup, lokasi dekat dengan jalan raya. Faktor penghambatnya adalah perbedaan suhu tinggi pada siang dan malam hari, banyak benih stress dan mati. Faktor kritis kematian benih pada saat pergantian pakan benih dari kuning telur, dengan cacing sutra atau pellet berprotein tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KEPALA UDANG SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN UDANG WINDU Endah Sih Prihatini
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.037 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v1i1.8

Abstract

Dalam rangka meningkatkan expor non migas, salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah budidaya udang windu. Keberhasilan usaha budidaya udang ditunjukkan oleh cepatnya laju pertumbuhan atau rendahnya mortalitas, akhirnya meningkatkan produksi. Dalam usaha intensif makanan buatan mutlak diperlukan. Tepung kepala udang adalah alternatif bahan pilihan yang bisa digunakan sebagai campuran makanan buatan bagi udang. Diharapkan nantinya tepung kepala udang dalam ransum bisa meningkatkan laju pertumbuhan dan pertumbuhan udang.Penelitian yang dilakukan penulis di Unit Pembinaan Pembenihan Udang Wind (UPPUW) Pasir Putih Situbondo. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kepala udang sebagai substitusi tepung ikan dalam ransum terhadap laju pertumbuhan udang windu dan tujuannya adalah mendapatkan prosentase tepung kepala udang dalam ransum yang memberikan laju pertumbuhan terbaik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengambilan data secara observasi langsung sedangkan analisa datanya dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Adapun kelima perlakuan adalah prosentase tepung kepala udang sebesar 0 prosen (A), 3 prosen (B), 6 prosen (C), 9 prosen (D), dan 12 prosen (E), dalam hal ini sebagai variabel X, sebagai variabel Y adalah udang windu yang diukur laju pertumbuhannya. Berdasarkan uji sidik ragam dan uji BNT didapatkan bahwa prosentase protein tepung kepala udang dalam ransum menunjukkan perbedaan nyata terhadap laju pertumbuhan harian individu. Hubungan antara prosentase tepung kepala udang yang berbeda dalam ransum (X) dengan laju pertumbuhan harian individu udang windu :Y = –0,03624X2 + 0,2449X + 6,1534Laju pertumbuhan harian terbesar adalah 6,753. prosentase dengan pemberian ransum 4,1 prosen protein tepung kepala udang sehingga dapat disimpulkan bahwa prosentase protein tepung kepala udang dalam ransum yang memberikan hasil maksimum berkisar antara 3,8 prosen sampai dengan 4,4 prosen.
Analisis Kualitas Air Waduk Palangan di Desa Palangan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan Tri Wahyuni; Endah Sih Prihatini; Muntalim Muntalim; Farid Wajdi; Tri Wahyudi; Dona Wahyuning Laily
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 12, No 2 (2021): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v12i2.89

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk menunjang kehidupannya sehari-hari. Meski keberadaan air sangat berlimpah akan tetapi hal ini juga berbanding lurus dengan permasalahan yang dihadapi terkait dengan persediaan air bersih di permukaan bumi yang jumlahnya terus berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui kualitas air berdasarkan kelasnya ditinjau dari parameter fisika, kimia dan Biologi dan mengklasifikasikan mutu air Waduk Palangan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan sesuai dengan baku mutu kualitas air dengan metode Storet. Untuk Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kuantitatif, Total skor nilai Storet dari stasiun I, II dan III untuk kelas III yang diperuntukkan untuk budidaya perikanan adalah 0. Hasil analisis parameter kualitas air waduk Palangan III menunjukkan bahwa baik dari parameter Fisika, Kimia dan Biologi masih dalam batas normal dari batas baku mutu air kelas III yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
ALTERNATIF AMPAS TAHU YANG DIFERMENTASI DENGAN PROBIOTIK SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN NILA (Oreochromis niloticus) Endah Sih Prihatini
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.774 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v8i2.22

Abstract

Usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya akan mempercepat kelangsungan dan pertumbuhan. Ampas tahu merupakan salah satu alternatif pengganti pakan buatan yang cukup murah dan mudah didapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ampas tahu yang difermentasi dengan probiotik sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan ikan nila . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Media yang digunakan adalah bak dengan volume air 50 liter dengan kepadatan benih nila 50 ekor dengan panjang 1 – 2 cm dan berat 1–2 gr. Pertumbuhan diukur pada awal pemeliharaan, setiap minggu sekali selama satu bulan. Perlakuan yang digunakan adalah A (Perlakuan tanpa ampas tahu), B(Perlakuan ampas tahu 25% yang difermentasi dengan probiotik), C(Perlakuan ampas tahu 50% yang difermentasi dengan probiotik), D (Perlakuan ampas tahu 75% yang difermentasi dengan probiotik).diulang lima kali. Hasil penelitian didapatkan perlakuan C yang terbaik diikuti perlakuan B, A dan D. Penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian ampas tahu yang difermentasi dengan probiotik berpengaruh nyata pada pertumbuhan.ikan nila dan disarankan penelitian pada skala yang lebih besar misal pada tambak atau sawah tambak.
KAJIAN PENDAPATAN PEDAGANG UDANG VANNAMEI ( Litopenaeus vannamei ) DI DESA LASEM KECAMATAN SEDAYU GRESIK Endah Sih Prihatini
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.278 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v2i1.13

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penjualan dan  kelayakan usaha pedagang udang vannamei di Desa Lasem Kecamatan Sedayu Gersik.  Manfaat dari penelitian ini, untuk mengetahui pendapatan pedagang udang vannamei yang nantinya bisa digunakan sebagai pendapatan mandiri dari masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data meliputi observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi.Cara penjualan udang vannamei yang di lakukan di Desa Lasem Kecamatan Sedayu Gresik dengan mengambil udang ke pembudidaya tambak dan menjualnya ke pasar. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan ( TR ) = Rp.26.320.000 dan total biaya ( TC ) =  Rp.16.438.000 dan keuntungan ( Ώ ) = Rp.9.884.667 R / C Rasio = 1,6 jadi usaha pedagang udang vannamei di Desa Lasem Kecamatan Sedayu layak di kembangkan dan disarankan untuk penelitian pada pedagang udang vannamei lebih dari satu desa sehingga hasilnya lebih bisa bersaing.
PEMELIHARAAN UDANG VANNAME (Litopenaeus Vannamei) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP Endah Sih Prihatini
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Grouper
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v8i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan udang vanname dengan padat tebar yang berbeda terhadap kelangsungan hidup udang vanname. Penelitian dilaksanakan mulai tgl 25 September sampai dengan 05 Oktober 2016 di desa Dlanggu kecamatan  Deket Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Udang vanname yang digunakan berukuran PL 5 berasal dari Situbondo dengan berat 0,001-0,002 gram. Media yang digunakan adalah bak dengan volume air 20 liter, dengan perlakuan A (440 ekor per 20 liter) , B (500 ekor per 20 liter), C (560 ekor per 20 liter), D (620 ekor per 20 liter) dan E (680 ekor per 20 liter) masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Perhitungan kelangsungan hidup dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Hasil analisis penelitian bahwa pemeliharaan udang vanname dengan padat tebar yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada kelangsungan hidup , perlakuan B memberikan jumlah hidup udang vanname lebih banyak  sehingga memberi produksi yang tinggi. Kesimpulan pemeliharaan udang vanname dengan padat tebar yang sesuai akan menghasilkan kelangsungan hidup yang tinggi, dan memberikan produksi yang tinggi
KAJIAN KUALITAS AIR SUNGAI DEKET DILIHAT DARI SIFAT FISIKA DAN KIMIA DI KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN Endah Sih Prihatini; Faisol Mas'ud; Fuquh Rahmat Shaleh; Ady Kurniawan
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 10, No 1 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.934 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v10i1.46

Abstract

Sungai Deket  merupakan  salah  satu  sungai di Kabupaten Lamongan yang  telah mengalami  penurunan  kualitas,  karena  terkontaminasi  limbah  (Dinas Perikanan dan Kelautan, 2004). Sumber pencemaran Sungai Deket berasal dari limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian dan limbah peternakan (Bachtiar 2002). Beberapa  parameter  pencemar  yang  telah melampaui  baku  mutu  yaitu  :  BOD,  COD,  Total  Fosfat,  Total  coliform,  dan  Faecal coliform. Tujuan penelitian untuk menentukan kadar limba tiap station pada sungai dapur Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan dan kualitas air sungai dapur secara fisik dan kimia. Syarat penentuan/pengambilan lokasi adalah Lokasi sungai dapur yang dekat dengan pasar (stasiun 1), Lokasi sungai dapur yang dekat dengan perumahan penduduk (stasiun 2), Lokasi sungai dapur yang dekat dengan rumah dan pasar (stasiun 3). Dari penentuan lokasi, pengambilan sampel diulang sebanyak lima kali ulangan. Secara  spasial  kondisi  kualitas  air  di  Sungai Deket  selama  periode  Mei hingga  Juni 2015  mengalami  perbaikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan konsentrasi dari parameter kualitas air yang diteliti seperti TSS, BOD5, TAN, total fosfat, dan ortofosfat, baik pada aliran yang berasal dari pasar, perumahan dan pasar serta perumahan. Hasil analisis indeks STORET berdasarkan baku mutu yang ditetapkan oleh Aquaculture Certification Council tahun 2005 menunjukkan bahwa kondisi badan perairan sungai deket dari masing-masing stasiun tergolong baik dan baik sekali.
Strategi Pemasaran Gelondongan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Di Kabupaten Lamongan Norma Aprilia Fanni; Endah Sih Prihatini; Moh. Azus Syarof
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 11, No 2 (2020): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v11i2.70

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu sumberdaya hayati perairan bernilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan secara komersial adalah pada penerapan teknologi sederhana sampai intensif dalam produksi udang vaname di wilayah tropis telah menunjukkan bahwa udang vanamei memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis udang yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran gelondongan udang vaname yang diterapkan oleh pengusaha udang vaname di Kabupaten Lamongan (yang dilaksanakan di Kecamatan Glagah, Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus (case study). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif (akumulasi atas data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan, menguji hipotesis, membuat peramalan, atau mendapatkan makna atau implikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan matriks SWOT posisi. Strategi untuk pengembangan gelondongan udang vaname di Kabupaten Lamongan berada pada kuadran I yaitu menggunakan Strategi Agresif dimana pengusaha memiliki kekuatan dan peluang yang besar. Jadi di harapkan pengusaha harus lebih meningkatkan usahanya sehingga bisa mencapai peluang dan bisa menambah kekuatan dari usahanya.
Analisis Efisiensi Teknis dan Gap Teknologi Industri Pengolahan Perikanan di Indonesia: Pendekatan Metafrontier DEA M. Khairul Anam; Endah Sih Prihatini
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 17, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v17i2.10214

Abstract

Industri pengolahan perikanan di Indonesia mengalami kondisi inefisiensi yang disebabkan oleh kurangnya pasokan bahan baku, sarana yang kurang mencukupi dan penggunaan faktor produksi yang kurang maksimal. Disamping itu, lokasi industri perikanan yang menyebar di Seluruh Indonesia dan tidak terpusat menambah permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi teknis dan gap teknologi dari industri pengolahan perikanan yang ada di Indonesia.  Data yang digunakan adalah data cross section Industri Sedang/besar sebanyak 1.703 industri. Analisis metafrontier DEA digunakan untuk menganalisis dan memperkirakan metafrontier, grup frontier, dan total gap ratio (TGR) industri pengolahan perikanan yang ada di 26 provinsi seluruh Indonesia . Terdapat 1 output (hasil produksi) dan 5 input (modal, bahan baku, tenaga kerja, lahan dan energi). Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa Grup 3 (Jawa Timur) memiliki persentase perusahaan efisien terbesar, yakni 67%, kemudian disusul oleh Grup 5 (provinsi lainnya) dengan nilai sebesar 65%. Sementara itu, Grup 4 (Sulawesi) merupakan wilayah dengan persentase perusahaan dengan efisiensi paling rendah, yakni hanya sebesar 38%. Hasil dari TGR menunjukkan bahwa makin tinggi nilai TGR makin kecil kesenjangan (gap) antara grup frontier dan metafrontier. TGR di Grup 3 menunjukkan nilai tertinggi, yaitu 0,977. Artinya, perusahaan yang terdapat di grup tersebut memiliki potensi peningkatan performa perusahaan sebesar 2,3% yang dapat ditingkatkan melalui investasi, pembangunan infrastruktur, dan manajemen perusahaan. Namun, masih ada beberapa daerah yang memiliki efisiensi rendah. Oleh karena itu, tingkat efisiensi input masih perlu ditingkatkan, sedangkan biaya produksi harus dikurangi. Selain itu, perusahaan harus meningkatkan kemampuan manajemen dan meningkatkan efisiensi produksi serta efisiensi energi.Title: Technical Efficiency and Technology Gap of Fisheries Processing Industry in Indonesia: Meta-Frontier DEA Approach The fisheries processing industry in Indonesia is experiencing inefficiency caused by a lack of supply of raw materials, inadequate facilities and the use of production factors that are less than optimal. In addition, the location of the fishing industry which is spread throughout Indonesia and is not centralized adds to these problems.The purpose of this study is to analyze the technical eflciency and technological gap of the fisheries processing industry in Indonesia. The data used is cross section data for medium/large industries as many as 1,703 industries. Metafrontier DEA analysis was used to analyze and estimate the metafrontier, frontier groups, and total gap ratio (TGR) of the fishery processing industry in 26 provinces throughout Indonesia. There are 1 outputs (production) and 5 inputs (capital, raw materials, labor, land and energy). The results of this study indicate that Group 3 (East Java) has the largest percentage of eflcient companies, i.e. 67%, followed by Group 5 (another provinces) with a value of 65%. Meanwhile, Group 4 (Sulawesi) is the region with the lowest percentage of companies with eflciency at only 38%. The results of the TGR show that the higher the TGR value, the smaller the gap between the frontier and meta-frontier groups. The TGR in Group 3 shows the highest value of 0,977. This means that the companies in this group have the potential to increase the company’s performance by 2,3%, which can be increased through investment, infrastructure development, and industry management. However, there are still some areas that have low eflciency. Therefore, the level of input eflciency still needs to be improved, while production costs must be reduced. In addition, companies must improve management capabilities and improve production eflciency as well as energy eflciency.