Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ABDIMAS

PENGABDIAN MASYARAKAT: MENGENAL FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA STROKE DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI tri wahyuni; Rts Netisa Martawinarti
ABDIMAS Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i1.14

Abstract

Stroke adalah penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan gangguan fungsi otak karena adanya kerusakan atau kematian jaringan otak akibat berkurang atau tersumbatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Tujuan pengabdain masyarakat ini untuk memberikan informasi serta pemahaman mengenai factor-faktor penyebab stroke dan upaya preventif terhadap bahaya stroke sehingga meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar di lokasi rumah ketua RT di kelurahan murni wilayah kerja puskesmas Putri Ayu dengan total peserta 30 orang terdiri dari Guru, karyawan, pedagang dan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah ceramah, pemeriksaan tekanan darah, diskusi dan evaluasi. Hasil menunjukan Peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat menuju pola hidup yang sehat dan yang tak kalah penting adalah peserta edukasi dapat menularkan ilmu yang di dapat tentang faktor-faktor pencegahan penyakit stroke Sedini Mungkin ke masyarakat sekitar, dan leaflet yang sudah mereka terima untuk di tularkan ilmunya bagi lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Edukasi Stroke, Faktor Penyebab Stroke, Pengabdian Masyarakat
PENYULUHAN EDUKASI TANDA-TANDA DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE Martawinarti, Rts Netisa; Oktaria, Rina; Tri Andini, Febri; Wahyuni, Tri
ABDIMAS Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i2.25

Abstract

Background: Diarrhea is still a public health problem in developing countries like Indonesia. Mortality studies and basic health research from year to year show that diarrhea is still the main cause of death for children under five in Indonesia. Purpose: Increase public knowledge about the signs of dehydration in children with diarrhea. Method: This education is carried out using a lecture method based on interactive communication. The audience was 25 mothers who had children under five. Pre- and post-test questionnaires were used to evaluate participants' knowledge of diarrhea. Results: before being educated, the pre-test results showed that 64% of participants had fairly good knowledge, and after being given education, participants experienced an increase in knowledge with post-test results of 96%. Conclusion: Health education or education can increase the knowledge of mothers who have toddlers about diarrhea and can be a reference for mothers in taking a stance when their child experiences diarrhea at home.
EDUKASI KESEHATAN RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA SISWA/SISWI SMK KESEHATAN BAITURRAHIM JAMBI Wahyuni, Tri; Tri Andini, Febri; Netisa Martawinarti, Rts; Oktaria, Rina; Suryati, Suryati
ABDIMAS Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i1.21

Abstract

Latar Belakang : Stres adalah respons tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang mengganggu, suata fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari. Teknik relaksasi nafas dalam merupakan intervensi mandiri keperawatan dimana perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan. Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan : kegiatan Edukasi Kesehatan relaksasi nafas dalam Untuk Menurunkan Tingkat Depresi Pada Remaja di SMK Baiturrahim Jambi Metode : kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancer di SMK Baiturrahin Jambi dengan total peserta 18 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah , diskusi dan demonstrasi. Hasil : Menunjukkan peningkatan pengetahuan pada siswa dan siswi bagaimana mengatasi stress yang mereka hadapi. Siswa dan siswi juga dapat menerapkan kepada orang lain bagaimana melakukan tekhnik relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat stress. Kesimpulan : Hasil kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pemahaman mengenai upaya preventif terhadap bahaya stres pada remaja sehingga meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan. Stres biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita stress salah satunya dengan Tarik nafas dalam. Kata kunci : Stres , Tekhnik relaksasi napas dalam, Pengabdian masyarakat
EDUKASI PENTINGNYA KEBERSIHAN TANGAN DENGAN BENAR DAN PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA KELUARGA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP SHAFA RSI ARAFAH JAMBI Gianovanza, Reren; Riansyah, Serly Fadila; Siska, Siska; Putri, Indah Ahsya; Yusnilawati, Yusnilawati; Mawarti, Indah; Supriatna, Jajang Domo; Martawinarti, RTS Netisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/abdimas.v3i1.95

Abstract

Pencegahan infeksi nosokomial dan risiko jatuh merupakan indikator mutu yang penting dalam pelayanan rumah sakit. Keluarga pasien memiliki peran sentral dalam menjaga kebersihan dan keselamatan pasien selama perawatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga pasien terhadap pentingnya kebersihan tangan dan upaya pencegahan risiko jatuh. Edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah dan demonstrasi langsung di Ruang Rawat Inap Shafa RSI Arafah Jambi dengan partisipasi 35 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO dan faktor risiko jatuh pada pasien. Peserta juga aktif berdiskusi dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan. Dengan edukasi ini, diharapkan praktik kebersihan tangan dan pencegahan jatuh dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien dapat terus ditingkatkan. Kata kunci: Kebersihan Tangan, Risiko Jatuh, Edukasi Kesehatan
EDUKASI PENTINGNYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN CUCI TANGAN 6 LANGKAH DI RUANG RAWAT INAP MARWA RSI ARAFAH JAMBI yusni, yusnilawati; Mawarti, Indah; Mahendra, Syafira Nurliza; Martawinarti, Rts Netisa; Sari, Putri Irwanti; Oktaria, Rina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/abdimas.v3i2.127

Abstract

Background: One important aspect of PHBS is handwashing with soap, which has been proven to be an effective way to prevent various infectious diseases. In the healthcare sector, handwashing with soap is very crucial, especially in preventing nosocomial infections, namely infections that occur in hospitals due to the transmission of bacteria and viruses from the non-sterile hospital environment. Medical personnel and patients' families play a major role in preventing these infections. However, many patients' families still do not pay attention to hand hygiene when visiting patient treatment rooms. Objective: This community service activity aims to increase the understanding of patient families regarding the importance of hand hygiene both before and after carrying out activities while the patient and family are in the treatment room at the hospital. Objective: This community service activity aims to increase the understanding of patient families regarding the importance of hand hygiene both before and after carrying out activities while the patient and family are in the treatment room at the hospital. Method: Education was carried out through lectures and direct demonstrations in the Marwa Inpatient Room, RSI Arafah Jambi with the participation of 15 people, using leaflets and flipcharts. Results: The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the six steps of handwashing according to WHO standards and an increase in the understanding of patient families regarding risk factors for falls in patients. Before the education, only 6 out of 15 participants (17.14%) understood the material. After the education, all participants (100%) showed a good understanding. Thus, there was an increase in understanding of 82.86%. Participants also actively discussed and showed high enthusiasm in the activity. With this education, it is hoped that hand hygiene practices using 6 steps can be applied consistently in daily life, so that clean and healthy living behavior (PHBS) by washing hands through 6 steps can be continuously implemented. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), 6-Step Hand Washing