Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

UPAYA OPTIMALISASI PRAKTIK DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PENJUALAN PRODUK WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN Inaya Sari Melati; Margunani Margunani; Saringatun Mudrikah; Lola Kurnia Pitaloka
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.776 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7685

Abstract

Optimization of Digital Marketing Practices to Improve Product Sales of Inamtes in the Productive PrisonAbstract. Productive prisons are prisons that are not only a place for guiding inmates (prisoners) in a conventional manner, but can also be a means to encourage the production of a good quality products, therefore productive activities in prisons can be a support for fostering prisoners. In productive prisons, inmates are taught to grow crops, raise livestock to gardening. Lapas Terbuka Kendal, one of productive prisons in Central Java, is currently only filled with 23 inmates who are fostered by the independence of various production activities, namely the agriculture, fisheries and animal husbandry sectors. The results of Lapas Terbuka Kendal production activities can be said to be quite good. Even marketing has been done well, one of them through the website. But unfortunately the existing marketing did not produce maximum results in sales. This is evaluated and resolved in the community service performed. The digital marketing training is a solution given. All officers were enthusiastic in actively participating during the training. By this training, it is expected they could maximize the digital marketing implementation to boost the sales.Keyword: Digital marketing, productive prison, prisoners, production activities, sales.Abstrak. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) produktif merupakan Lapas yang tidak hanya menjadi tempat pembinaan narapidana (warga binaan) secara konvensional, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas, oleh karenanya kegiatan produktif di lapas bisa menjadi penunjang bagi pembinaan terhadap warga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). WBP diajarkan bercocok tanam, beternak hingga berkebun di Lapas Terbuka. Lapas Terbuka Kendal, salah satu Lapas Produktif di Jawa Tengah, saat ini terisi sebanyak 23 warga binaan yang dibina kemandirian berbagai macam kegiatan produksi yaitu sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Hasil kegiatan menunjukkan produksi Lapas Terbuka Kendal dapat dikatakan cukup bagus. Bahkan pemasaran pun sudah dilakukan dengan baik, salah satunya melalui website. Namun sayangnya pemasaran yang ada ternyata tidak membuahkan hasil yang maksimal dalam penjualan. Hal tersebut yang dievaluasi dan dipecahkan pada pengabdian yang dilakukan. Pelatihan pemasaran digital menjadi solusi yang diberikan pada pengabdian ini. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, seluruh petugas Lapas antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diharapkan mereka mampu memaksimalkan fungsi pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan.Kata Kunci: Digitalisasi, pemasaran, kegiatan produksi, peningkatan penjualan.
UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA PAPERLESS MELALUI PEMANFAATAN iSPRING QUIZ MAKER DI SMK YPPM BOJA Saringatun Mudrikah; Kusmuriyanto; Kardiyem
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i1.9221

Abstract

Abstract. Increasing technology, information and communication develops, all sectors must changes, including education. The success of teaching and learning activities can be known through the evaluation of learning. Evaluation learning media that should be applied can vary not only using print evaluation media but has begun to switch to technology-based or computer-based evaluation media. If the teacher is able to use computer-based evaluation media, it is expected that the use of too much paper can be reduced. One effort to reduce the use of paper as an evaluation media is through training in making learning media using iSpring Quizmaker. The dedication activity made this learning evaluation media located at SMK YPPM Boja, Kendal. The partners who participated in the training activities consisted of all teachers in SMK YPPM Boja, Kendal, as many as 20 people. The method of service activities is to provide material (presentation) and mentoring practices. The evaluation method in this activity is through the distribution of response questionnaires. The results of the activity concluded that: 85% of partners stated that it was easy to make evaluation media using iSpring Quizmaker, 90% of partners felt interested in using iSpring Quizmaker, and 80% of partners thought that using iSpring Quizmaker was beneficial.     Abstrak. Seiring berkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi, menuntut semua sektor mengalami perubahan, tak terkecuali pendidikan. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar dapat diketahui melalui evaluasi pembelajaran. Sudah seharusnya media evaluasi pembelajaran yang terapkan dapat bervariasi tidak hanya menggunakan media evalausi tercetak namun sudah mulai berpindah kepada media evaluasi berbasis teknologi atau komputer. Apabila guru mampu menggunakan media evaluasi berbasis komputer, maka diharapkan penggunaan kertas yang terlalu banyak dapat berkurang. Salah satu upaya dalam untuk mengurangi penggunaan kertas sebagai media evaluasi adalah melalui adanya pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan iSpring Quizmaker. Kegiatan pengabdian pembuatan media evaluasi pembelajaran ini bertempat di SMK YPPM Boja, Kendal. Mitra yang mengikuti kegiatan pelatihan terdiri dari seluruh guru-guru di SMK YPPM Boja, Kendal sebanyak 20 orang. Metode kegiatan pengabdian adalah dengan pemberian materi (presentasi) dan praktik pendampingan. Metode evaluasi pada kegiatan ini melalui penyebaran angket respon. Hasil kegiatan menghasilkan kesimpulan bahwa: 85% mitra menyatakan mudah dalam membuat media evaluasi menggunakan iSpring Quizmaker, 90% mitra merasa tertarik menggunakan iSpring Quizmaker, dan 80% mitra menganggap bahwa penggunaan iSpring Quizmaker bermanfaat.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PERANCANGAN EVALUASI BERBASIS ONLINE Saringatun Mudrikah; Kusmuriyanto Kusmuriyanto; Widodo Widodo
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i2.9708

Abstract

Musibah terjadi di awal tahun 2020, dimana seluruh dunia termasuk Indonesia terkena pandemi Covid-19 dan hal ini berdampak pada seluruh sektor termasuk pendidikan. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka, secara cepat berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau dilakukan secara daring. Pembelajaran daring yang dilakukan secara cepat ini menjadi kendala bagi guru-guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi di Kabupaten Kebumen, terutama dalam merancang evaluasi pelaksanaan pembelajaran berbasis online. Pelatihan dan pendampingan yang akan diberikan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi SMA Kabupaten Kebumen adalah dengan pemanfaatan online assesment tools, sehingga harapannya para guru tersebut dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam merancang media evaluasi pembelajaran berbasis online yang mudah dan inovatif, yang pada akhirnya dapat berdampak dalam kelancaran proses pelaksanaan pembelajaran. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) melakukan koordinasi dengan Ketua MGMP Ekonomi, (2) melakukan koordinasi seluruh tim pengabdian kepada masyarakat, (3) melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi, (5) melakukan evaluasi kegiatan pengabdian. 
Penguatan Usaha Pengrajin Gula Aren di Desa Pakis Kabupaten Kendal Saringatun Mudrikah; Jarot Tri Bowo Santoso; Dwi Puji Astuti; Lola Kurnia Pitaloka
Surya Abdimas Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.vi.940

Abstract

Desa Pakis merupakan wilayah yang memiliki banyak pohon aren sebagai komoditas potensialnya. Masyarakat setempat memanfaatkan pohon aren untuk dibuat gula aren. Gula aren biasanya diproduksi hanya dengan cetakan sederhana, tidak dikemas dengan kemasan yang baik, dan kemudian dijual dengan harga yang rendah dari harga pasar. Para pengrajin gula aren juga tidak pernah melakukan pencatatan keuangan selama kegiatan produksi hingga penjualan. Minimnya pengetahuan tentang pentingnya pengemasan produk, strategi pemasaran, dan pencatatan keuangan menjadi masalah utama yang dihadapi para pengrajin gula aren. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan hingga pendampingan pengemasan produk, pemasaran produk secara digital dan pembukuan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini telah mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu 1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengemasan produk, 2) peningkatan kemampuan pemasaran digital dalam mempromosikan gula aren melalui media sosial dan 3) peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam pembukuan sederhana
Pelatihan Edukasi Penghitungan Risiko Biaya dan Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Genengadal Kabupaten Grobogan Kardiyem Kardiyem; Dwi Puji Astuti; Saringatun Mudrikah; Abdul Khafidz; Siti Mukoyimah; Siswi Putri Sulawartisari; Windi Ivariana Novelia
Surya Abdimas Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i4.2277

Abstract

Desa Genengadal Kecamatan Toroh adalah daerah penghasil bawang terbesar di Kabupaten Grobogan. Sebanyak 200 petani aktif melakukan budidaya bawang merah, dengan masa tanam dua kali dalam setahun. Kelompok tani yang paling aktif di desa ini adalah Kelompok Tani Lestari dan Kelompok Tani Rahayu yang sudah berdiri sejak tahun 2013. Berdasarkan hasil observasi persoalan yang dihadapi oleh petani bawang merah di Desa Genengadal adalah ketidakmampuan petani memperhitungkan risiko produksi pertanian sehingga terjadi ketidakmerataan alokasi permodalan. Ketimpangan alokasi biaya menimbulkan risiko pendapatan yang seringkali tidak seimbang dengan pengeluaran produksi dikarenakan fluktuasi harga jual serta ketidakoptimalan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Persoalan ini belum mendapatkan solusi yang tepat sehingga sering kali petani mengalami kerugian yang dapat mencapai Rp 40.000.000,00/ha, nominal tersebut belum termasuk kalkulasi biaya tenaga kerja yang sering diabaikan oleh para petani. Ketidakmampuan memperhitungkan besaran risiko biaya yang dihadapi dengan hasil pendapatan di kemudian hari menjadi faktor kelesuan ekonomi bagi petani. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan program pemberdayaan secara berkesinambungan untuk menciptakan petani yang memiliki manajemen usaha yang tepat dan mampu memperhitungkan risiko sehingga kesejahteraannya meningkat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep pelatihan perhitungan risiko biaya dan pendapatan usaha pertanian. Pelaksanaan kegiatan menggunakan 5 Metode (diskusi, ceramah, tutorial, latihan, monitoring dan valuasi yang dilakukan secara bertahap dengan pendekatan Community Development dan Edukatif. Melalui pemberdayaan ini petani lebih terampil dalam memperhitungkan akuntansi pertanian bawang merah sehingga dapat memperbaiki menajamen usahanya dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, disamping itu juga mampu membantu pemenuhan sarana prasarana pertanian.
Peningkatan Kemampuan UMKM di Sukoharjo dalam Melakukan Analisis Kelayakan Usaha Saringatun Mudrikah; Heri Yanto; Syam Widia; Margunani Margunani
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2677

Abstract

Dampak Covid-19 bukan hanya berpengaruh terhadap perubahan tatanan kehidupan sosial tetapi juga menurunkan kinerja perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan survey dampak Covid-19terhadap pelaku usaha yang dilakukan oleh BPS RI terdapat 8,76% usaha yang berhenti beroperasi. Aktivitas bisnis pelaku UMKM juga ikut terdampak efek dari pandemic termasuk pelaku UMKM di kabupaten Sukoharjo. Dikondisi saat ini, pelaku usaha UMKM harus mampu merencanakan pengembangan usaha pasca Covid-19, untuk itu pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM mengenai studi kelayakan usaha sangat diperlukan. Tujuan pengabdian ini adalah: (1) Memberikan pelatihan dan pendampingan analisis kelayakan usaha pelaku UMKM di Sukoharjo. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah diskusi, ceramah, tutorial, latihan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kelayakan usaha penting diberikan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka dalam menjalankan usaha bisnis yang jauh lebih lebih baik. Dari hasil pelatihan dan pendampingan kepada peserta, diperoleh peningkatan hasil pre-test dan post-test pada semua aspek penilaian dari pengetahuan dasar analisis kelayakan usaha dan aspek-aspek penilaian bisnis.
Learning Styles, Sense of Classroom Community and Student Engagement In Hybrid Learning Saringatun Mudrikah; Anna Kania Widiatami
Edueksos Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 12, No 01 (2023)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v12i01.13315

Abstract

ABSTRACTThe aims of this study were: to analyze differences in learning outcomes, learning satisfaction, a sense of class community, and student involvement between the experimental and control classes, to analyze the effect of learning styles on learning outcomes, learning satisfaction, a sense of class community, and student involvement. This type of research is a quasi-experimental, with a population of accounting education students. The sampling technique uses purposive. Data collection techniques in the form of tests and questionnaires. Data analysis techniques in the form of prerequisite tests and hypothesis testing. The results of the study are: there is no difference in learning outcomes and learning satisfaction between hybrid and face-to-face learning, in hybrid learning there is a difference in sense of classroom community with face-to-face learning, in hybrid and face-to-face learning there is also no difference in student engagement, overall learning style. has a positive effect on learning outcomes, learning satisfaction, and sense of class community, and learning styles have no effect on student engagementKeywords: Learning styles, Sense of Classroom Community, Students' engagement, Hybrid learning
PENGARUH TECHNOSTRESS DAN COMPUTER SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA GURU SELAMA PEMBELAJARAN DARING Saringatun Mudrikah; K Kusmuriyanto; W Widodo
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v10i2.11073

Abstract

Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia memaksa aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah dihentikan. Para siswa dan mahasiswa memanfaatkan gawai dan jaringan internet untuk mendapatkan materi pembelajaran dari guru di sekolah. Pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Kreativitas para pengajar sangat dibutuhkan dalam pelaksanaannya sehingga para pendidik (guru) harus keluar dari gaya konvensional. Beban pelaksanaan pembelajaran daring tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh guru. Ketidakpastian berakhirnya Covid-19 memungkinkan terbentuknya stres dalam pembelajaran, terutama saat menggunakan media atau aplikasi pembelajaran online. Di tingkat pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia, metode belajar-mengajar masih dilaksanakan dengan kombinasi online dan tatap muka di dalam kelas. Metode pembelajaran secara online dipandang baik untuk membangun kemandirian dan literasi teknologi baik untuk siswa dan guru dengan berbagai media atau aplikasi teknologi. Beban kerja untuk mencapai tujuan pembelajaran jarak jauh yang berlebihan dan ketidakamanan dalam penggunaannya dapat membentuk technostress, dan hal ini akan berdampak pada kinerja pengajaran. Selain itu, faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru adalah penguasaan computer self-efficacy. Computer Self Efficacy merupakan persepsi bagi seorang guru mengenai kemampuan dirinya dalam menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Pendampingan Strategi Harga Jual Melalui Job Order Costing Pada Komunitas UMKM Karya Mapan Salatiga Ida Nur Aeni; Anna Kania Widiatami; Lola Kurnia Pitaloka; Saringatun Mudrikah; Eka Susanti
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.515

Abstract

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang umumnya dilakukan oleh perorangan melalui kekayaan besih atau hasil penjualan. Salah satunya adalah Karya Mapan yang merupakan komunitas pelaku UMKM di Kota Salatiga yang bergerak pada usaha kuliner. Namun, sebagian besar UMKM pada komunitas Karya Mapan belum menghitung harga pokok produksi dengan tepat. Tujuan pengabdian ini adalah pelatihan kompetensi pelaku UMKM komunitas Karya Mapan dalam penghitungan harga pokok produk berdasarkan pesanan (job order costing). Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah pelaku UMKM di komunitas Karya Mapan mampu melakukan penghitungan harga pokok setiap produk yang diproduksi dan menyusun laporan harga pokok secara mudah. Selain itu dapat lebih melek terkait pentingnya penghitungan harga pokok produk sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan harga jual yang muaranya pada daya saing produk.
PENINGKATAN VALUE ADDED LIMBAH KULIT BAWANG MERAH MELALUI PROGRAM KEMITRAAN DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF Kardiyem Kardiyem; Dwi Puji Astuti; Saringatun Mudrikah; Siti Mukoyimah; Ananda ‘Afifah Nur Vathin; Noviyanti Wahyuningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17550

Abstract

Abstrak: Desa Genengadal merupakan sentra produksi bawang merah di Grobogan. Permasalahan bidang pertanian yang terjadi adalah ketidakmampuan pengelolaan limbah kulit bawang merah. Ketidakmampuan ini menunjukkan belum terimplementasinya SDGs poin 12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab di bidang pertanian. Melihat potensi besar ini maka dilaksanakanlah pemberdayaan kepada 15 kelompok tani laki-laki dan 15 ibu-ibu PKK Desa Genengadal untuk melakukan kegiatan daur ulang limbah kulit bawang merah menjadi pestisida dan kerajinan tangan. Tujuan pengabdian ini untuk menciptakan peluang usaha agribisnis dan akselerasi industri kreatif. Pelaksanaan pemberdayaan menggunakan 4 Metode (penyuluhan, Demontrasi, transfer iptek, Monitoring dan Evaluasi berdasarkan penilaian proses). Seluruh tahapan dilaksanakan dengan pendekatan Community Development dan Edukatif. Hasil dari kegiatan ini telah mampu menambah pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan limbah kulit bawang merah bagi para mitra pengabdian.Abstract: Genengadal village is the center of shallot production in Grobogan. The agricultural problem that occurs is the inability to manage shallot skin waste. This inability shows that SDGs point 12 on responsible production and consumption in agriculture has not been implemented. Seeing this great potential, empowerment was carried out for 15 male farmer groups and 15 PKK women in Genengadal Village to carry out activities to recycle shallot skin waste into pesticides and handicrafts. The purpose of this service is to create agribusiness business opportunities and accelerate the creative industry. The implementation of empowerment uses 4 methods (counseling, demonstration, transfer of science and technology, monitoring and evaluation based on process assessment). All stages are carried out with a Community Development and Educational approach. The results of this activity have been able to increase knowledge and skills about the utilization of shallot skin waste for service partners.