Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pendidikan Karakter melalui Tradisi Ngebuyu sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Lampung Pesisir Nur Indah Lestari; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana3; Sumargono Sumargono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 5 No 1 (2022): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.761 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v5i1.3689

Abstract

The purpose of this study was to determine the character education of the Lampung Pesisir community through the tradition of ngebuyu local wisdom. This research method is a type of qualitative research using an ethnographic approach that describes the local culture of the Lampung Coastal Kalianda community, namely Ngebuyu. The results show that local culture contains character education values ​​that are important to be transformed to the younger generation. One such culture is the Negbuyu tradition. The Ngebuyu tradition is a tradition carried out by the people of Coastal Lampung in the Kalianda area, South Lampung Regency. The Lampung Coastal community or commonly referred to in the local language as 'Ulun Lampung Saibatin' has a ritual in welcoming the birth of a baby, the ritual or tradition is called Ngebuyu. The conclusion of the research on the character education of the ngebuyu tradition by internalizing cultural values ​​in history learning can attract students' interest in learning history and make history learning more meaningful. Keywords: Character Education, Ngebuyu Tradition, Local Wisdom
LUKISAN MURAL PENCEGAHAN COVID-19 SEBAGAI BENTUK EDUKASI KEPADA MASYARAKAT DESA RANTAU MINYAK Yusuf Perdana; Rinaldo Adi Pratama; Subian Saidi; Febi Eka Febriansyah; Muhammad Ridho Pratama; Dea Kusniar; Azzahra Zatil Irfani; Ayu Febriani; Anisa Mulyani; Zatti Alikum; Muhamad Yoga; Ferdinandus Ivanelian Jodie Tori
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2274.711 KB) | DOI: 10.23960/buguh.v2n2.1050

Abstract

Dalam dunia seni visual, tentunya sudah tak asing lagi dengan yang namanya seni mural. Mural adalah salah satu karya seni yang cukup populer di Indonesia, terutama pada kalangan remaja. Seni mural juga seolah memberikan kebebasan bagi pembuatnya untuk mengeksplorasi kreatifitas yang dimilikinya lalu dicurahkan pada media yang permanen seperti dinding. Seni mural juga dapat dijadikan sebagai penunjuk tempat, history suatu tempat, atau bahkan media edukasi bagi masyarakat. Dengan masih adanya wabah Covid-19 terutama varian terbaru yaitu Omicron yang merajalela pada saat ini, mural menjadi andalan bagi mahasiswa sebagai media edukasi untuk pencegahan penularan wabah Covid-19 bagi masyarakat di salah satu desa Kabupaten Lampung Selatan yaitu Desa Rantau Minyak Kecamatan Candipuro. Oleh karena itu, kajian melalui penulisan ini dapat menjelaskan dengan lebih terperinci mengenai seni mural sebagai media edukasi bagi masyarakat di desa Rantau Minyak, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.
Pawukon Dalam Perhitungan Hari Baik Masyarakat Jawa Di Desa Tanjung Inten Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur laelatul janah; Risma Margaretha Sinaga; Yusuf Perdana
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 8, No 1 (2020): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pawukon Dalam Perhitungan Hari Baik Masyarakat Jawa Di Desa Tanjung Inten Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui cara menentukan pawukon dalam perhitungan hari baik masyarakat Jawa di Desa Tanjung Inten, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Pawukon sendiri merupakan salah satu petungan jawa yang digunakan masyarakat Jawa untuk menentukan hari yang di anggap baik dalam melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik dokumentsi, dan teknik kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu perhitungan pawukon digunakan di saat masyarakat Jawa Desa Tanjung Inten melakukan hajat perkawinan maupun aktivitas budaya lainnya seperti membangun rumah dan bercocok tanam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perhitungan pawukon dilakukan oleh orang tua/sesepuh serta mengenai perhitungan pawukon masyarakat Jawa di Desa Tanjung Inten memiliki pandangan berbeda-beda. Kata Kunci: Pawukon¸ Perhitungan, Hari baik.
Banten Dalam Masa Blokade Ekonomi Pada Tahun 1945-1949 Resta Octavia; Risma Margaretha Sinaga; Yusuf Perdana
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 8, No 1 (2020): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banten Dalam Masa Blokade Ekonomi Pada Tahun 1945-1949. Blokade yang dilakukan Belanda pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia diwilayah Indonesia, Banten mengalami kemunduran yang signifikan. Belanda melakukan blokade yang menyebabkan Banten Lemah dan terjadi perubahan dalam sektor sosial, ekonomi, dan milter di wilayah Banten. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kondisi Banten dalam masa blokade ekonomi dan mengetahui upaya Pemerintah mempertahankan Banten dalam masa blokade ekonomi pada tahun 1945- 1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah Historis dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan, dokumentasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat Banten dalam menghadapi blokade Belanda mengalami kekurangan baik dari segi kebutuhan makanan, pakaian, dan obat-obatan, meskipun diblokade oleh Belanda masyarakat Banten masih bisa survaive dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada demi mempertahankan hidup dengan kondisi yang serba kekurangan tersebut. Keberhasilan masyarakat Banten dalam menghadapi blokade ekonomi Belanda tidak luput dari upaya pemerintah dengan diperbolehkan Banten mencetak Uang Republik Indonesia Daerah Banten, Membangun kesehatan brigade, menjaga keamanan dan mempertahankan Banten hingga Banten diakui kedaulatannya. Kata Kunci: Blokade, Belanda, Banten, Ekonomi
Problematika Tiga Kota dalam Implementasi Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Jakarta, Surabaya, dan Bogor) Yusuf Perdana; Ajeng Diah Kinanti; Feni Kurniawati; Syahna Ardani
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v5i2.926

Abstract

Covid-19 cases in Indonesia continue to increase sharply, the latest date is on July 22 2020 saw reactive patients reaching 91,751 cases, an increase there were 1,882 cases, deaths due to Covid-19 also increased by 139 people, the accumulative total of cases of death was 4,459 people. Assessment the effectiveness of government policies related to efforts to break the chain of transmission of Covid-19 continues to be carried out, including the implementation of social restriction policies large scale (PSBB) enforced in varios major cities in Indonesia. This study aims to analyze various conditions and problems implementation of large scale social restriction policies (PSBB) to allocating social assistance funds in the cities of Jakarta, Surabaya, and Bogor amidst unstable socio-economic conditions due to the Covid-19 pandemic refers to new habits in living everyday life, remembering these three big cities are cities with the intensity of socio-economic activities population with a heterogeneous background. Method which used in research is a qualitative method with collection techniques library data and interviews. The qualitative method is research which are descriptive in nature, using analysis, referring to data, utilize existing theory as supporting material, and produce a theory. The result of the study show that there are pros and cons to application this large scale social policy (PSBB), even the PSBB is considered useless and does not exist because there are still many fields that are still operating, distribution of social assistance funds that are considered a solution for the community many low income earners are still not on targetKeyword: Covid-19, PSBB, Jakarta, Surabaya, Bogor.ABSTRAKKasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat tajam, data terbaru pada 22 Juli 2020 menunjukkan pasien yang reaktif mencapai 91.751 kasus, peningkatan terjadi sebanyak 1.882 kasus, kematian akibat Covid-19 juga meningkat 139 orang, total akumulatif kasus kematian menjadi 4.459 orang. Pengkajian kefektifan kebijakan pemerintah terkait upaya memutus rantai penularan Covid19 terus dilakukan, tak terkecuali pada penerapan kebijakan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) yang diberlakukan di berbagai kota besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai kondisi serta problematika penerapan kebijakan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) hingga pemberian alokasi dana bantuan sosial di kota Jakarta, Surabaya, dan Bogor ditengah kondisi sosial ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi Covid-19 yang merujuk pada kebiasaan baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mengingat tiga kota besar ini merupakan kota dengan instensitas kegiatan sosial ekonomi yang padat dengan latar belakang penduduk yang heterogen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan serta wawacara. Hasil penelitian menunjukan adanya pro kontra terhadap penerapan kebijakan sosial bersekala besar (PSBB) ini, bahkan PSBB dianggap sia-sia dan tak ada karena masih banyaknya bidang-bidang yang tetap beroperasi, penyaluran dana bantuan sosial yang dianggap solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah pun masih banyak yang tak tepat sasaran.Kata Kunci: Covid-19, PSBB, Jakarta, Surabaya, Bogor. 
Perkembangan Tembakau di Distrik Lampung Masa Kolonial Abad XIX Syanila Indah; Sonia Ayuning; Yusuf Perdana
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 6, No 2 (2022): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v6i2.21280

Abstract

The purpose of this study was to determine the development of tobacco plantations in the Lampung district during the 19th century colonial period and as a source of learning material for the history of plantations in Lampung and local history in Lampung. The method used in this research is using the historical method with several stages, namely heusristic, verification, interpretation and historiography. The results of this study briefly describe the development of tobacco plantations in the Lampung district during the colonial period. And the dynamics of tobacco with many other plantation products can be said to be not easy, the dynamics of tobacco plants that were cultivated during the colonial period experienced many highs and lows of tobacco production. With conditions in the colonial period being in changing weather so that it had an impact on the production of its own tobacco, so that in the 1830s the colonial began to order again for farmers in the Dutch East Indies to plant plantation products that were sold on the international market.
Nilai- Nilai Kampung Transmigrasi di Pringsewu sebagai Sumber Belajar Sejarah Sumargono; Aprilia Triaristina; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.02

Abstract

The toponymy of the villages in Pringsewu is a memory that holds about past experiences. Toponymy brings a distinctive uniqueness about the names of villages, especially the names of villages that come from various aspects including physical aspects or embodiment aspects, hydrological aspects, geomorphological aspects, and biological-ecological aspects, thus changing the name of the village into an object of knowledge that can be explored and read. This research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, literature studies, and documentation. The data validity technique uses source triangulation. Furthermore, the method used in analysing the data is a qualitative method, which describes the uniqueness of the toponymy of transmigration villages in Pringsewu and their potential as a source of historical learning based on data that has been collected through literature studies, field studies and documentation. The toponymic values of village names have the potential to be integrated in history learning, as an effort to humanize the narrative (the humanizing narrative) that reveals the nuances of history, as well as to appreciate the previous communities in their struggle to open land in the form of forests to be turned into a village and empathize through lens observations from human life experiences. This shows that the local people are very instrumental in providing the names of the villages in accordance with the expectations for future progress, to create a safe, prosperous, happy village, and a beautiful village according to the name embedded in its name. Toponimi nama-nama kampung di Pringsewu merupakan sebuah memori yang menyimpan tentang pengalaman masa lalu. Toponimi membawa keunikan yang khas tentang nama-nama kampung, terutama nama-nama kampung yang berasal dari berbagai aspek antara lain aspek fisik atau aspek perwujudan, aspek hidrologi, aspek geomorfologi, serta aspek biologis-ekologis, sehingga mengubah nama kampung tersebut menjadi suatu objek pengetahuan yang dapat dieksplorasi dan dibaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui obsevarsi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik keahsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Selanjutnya metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif, yaitu mendeskripsikan keunikan toponimi kampung-kampung transmigrasi di Pringsewu dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui studi pustaka, studi lapangan dan dokumentasi. Nilai-nilai toponimi nama-nama kampung memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, sebagai upaya untuk memanusiakan narasi (the humanizing narrative) yang mengungkap nuansa sejarah, serta menghargai para masyarakat terdahulu dalam perjuangannya untuk membuka lahan yang berupa hutan untuk diubah menjadi sebuah perkampungan, dan berempati melalui pengamatan lensa dari pengalaman hidup manusia. Hal ini menunjukkan bahwa para masyarakat lokal sangat berjasa untuk memberikan nama-nama perkampungan sesuai dengan harapan untuk kemajuan dimasa yang akan datang, sehingga tercipta sebuah perkampungan yang aman, sejahtera, bahagia, serta perkampungan yang indah sesuai dengan nama yang disematkan dalam namanya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PIIL PESENGGIRI SEBAGAI PENCEGAHAN DEGRADASI SOSIOKULTURAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 Yusuf Perdana; Wulansuci Kurnia Dwianingsih; Dwi Mawarni
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.3857

Abstract

Piil Pesenggiri merupakan martabat (dignity) dan harga diri orang Lampung. yang saling terhubung dan terintegrasi. Namun, keberhasilan dalam meretas dan merawat keharmonisan yang telah ditorehkan tidak dapat terjaga dan terkawal secara permanen, hingga saat ini banyak terjadi degradasi sosiokultural yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan di era revolusi industri 5.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah nilai-nilai local wisdom masyarakat suku Lampung yang disebut Piil Pesenggiri dapat menjadi acuan moral, etika, dan pandangan hidup yang dinamis untuk dapat menjawab tantangan budaya asing dalam proses transformasi sosial dan budaya di era 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data obeservasi, studi pustaka dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai local wisdom masyarakat suku Lampung yaitu nilai-nilai Piil Pesenggiri dapat menjadi acuan hidup di era industri 5.0 yang dijadikan sebagai suatu sudut pandang atau stereotip serta sebagai modal budaya dan strategi identitas kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Pemanfaatan Sistem Pembelajaran Daring bagi Guru-Guru SMA di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan Muhammad Basri; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari; Marzius Insani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.485 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.1193

Abstract

ABSTRACTAlong with the development of information and communication technology by utilizing the internet in all aspects of life, one of the growing utilization of the internet is in the field of education. Improving the quality of teachers, especially high school teachers, needs to be improved through various skills in material selection, teaching materials, learning media to learning models that are relevant to student needs and technological developments. However, in reality not all teachers can implement online learning, so it is necessary to conduct training on the use of learning for high school teachers, especially for high school teachers in Palas District South Lampung Regency. Presentation and demonstration methods for training carried out by training in the creation of a learning management system with google class application carried out by training participants with independent and responsible assistance. The results showed that the entire out well the increase in the knowledge of high school teachers palas subdistrict, south lampung regency towards a bold learning system with several google classroom Learning Management System platforms and google meet. Keywords: Training, Utilization, Online Learning System ABSTRAKSeiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan memanfaatkan internet dalam segala aspek kehidupan, salah satu pemanfaatan internet yang sedang berkembang yakni di bidang pendidikan. Peningkatan kualitas guru-guru, khususnya guru-guru SMA perlu ditingkatkan melalui berbagai keterampilan dalam pemilihan materi, bahan ajar, media belajar hingga model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua guru dapat mengimplementasikan pembelajaran daring, sehingga perlu dilakukan pelatihan pemanfaatan pembelajaran daring bagi guru-guru Sekolah Menengah Atas khususnya bagi guru SMA di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Metode presentasi dan demonstrasi hingga pelatihan yang dilakukan dengan praktik pembuatan pengembangan learning manajemen sistem dengan aplikasi google classroom yang dilakukan oleh peserta pelatihan secara mandiri dan bertanggungjawab. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pengabdian sudah terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan guru-guru SMA Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan terhadap sistem pembelajaran daring dengan beberapa platform Learning Management Sistem google classroom dan google meet. Kata Kunci: Pelatihan, Pemanfaatan, Sistem Pembelajaran Daring
DINAMIKA INDUSTRI GULA SEJAK CULTUURSTELSEL HINGGA KRISIS MALAISE TAHUN 1830 - 1929 Yusuf Perdana; Henry Susanto; Yustina Sri Ekwandari
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.764 KB) | DOI: 10.24127/hj.v7i2.2117

Abstract

This research aims to analyze the history of the sugar industry in the Dutch East India during the period 1830-1929, the impact of the cultuurstelsel on the sugar industry, the implementation of the 1870 agrarian law, and the impact of the economic crisis on the production of the sugar in the East India. The method used in this study is the historical method, Including heuristics or collection of sources, source criticism or reviewing the truth of existing sources, interpretation of data or historical interpretation, and historiography or the preparation of qualitative descriptions that can be justified. In this research it was explained that the sugar industry in Dutch East India during the period 1830 to 1929 growth fastly. Even the period 1840-1849 the sugar industry occupied the second largest profit after coffe. The enactement of the agrarian law in 1870 had a impact on the entry of foreign capital which resulted in a drastic increase in sugar production in the Ducth East India to become one of the largest sugar exporters in the world. World War I caused economic chaos and the decline of the New York stock market resulted in a slowdown in the market, especially the sugar industry, known as the malaise crisis. The Malaise crisis has caused the sugar industry to reduce its production drastically and have an effect on the migration of plantation workers to other regions and shift to industrial and service sectors.