Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN BERBASIS HOTS PADA MATA PELAJARAN SEJARAH BAGI MGMP SEJARAH Maskun Maskun; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.172 KB)

Abstract

Program pengabdian Pembelajaran Berbasis HOTS dan Pelatihan Penilaian Mata Pelajaran Sejarah pada MGMP Sejarah di Kabupaten Lampung Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Lampung Selatan dalam membuat Pembelajaran Berbasis HOTS dan Penilaian kepada siswa agar kompetensi guru dalam menyusun penilaian mata pelajaran sejarah berbasis HOTS meningkat. Sosialisasi berupa presentasi oleh nara sumber tim pengabdian dan pelatihan langsung kepada peserta berupa pendampingan peserta pengabdian merupakan metode yang digunakan dalam program pengabdian ini. Instrumen yang digunakan adalah presentasi PowerPoint, contoh evaluasi mata pelajaran sejarah, dan lembar evaluasi kegiatan berupa pre-test dan post-test. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Pembelajaran Berbasis Hots dan Pelatihan Penilaian Mata Pelajaran Sejarah untuk MGMP Sejarah di Kabupaten Lampung Selatan telah dilaksanakan dengan baik dengan indikator pencapaian tujuan pengabdian yaitu dan peningkatan kompetensi guru sejarah, dalam hal ini peserta pengabdian untuk melakukan pembelajaran dan penilaian. HOTS berdasarkan mata pelajaran sejarah.Kata Kunci : Pembelajaran Sejarah, Asesmen, HOTSDoi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v2i1.7-12
DRAMATURGI SEBAGAI UPAYA PENDAMPINGAN CHILD MENTAL HEALTH DISORDER DI PANTI ASUHAN BUSSAINA BANDAR LAMPUNG Kristian Ludovikus Marbun; Yulia Khoirunnisa; Ferdy Irawan; Dewi Anjani; Restu Widya Ningrum; Yusuf Perdana
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2023): September, 2023
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v3n3.1159

Abstract

Kesehatan mental anak memiliki posisi yang sangat penting, karena kelak anak yang memiliki kesehatan mental yang baik akan tumbuh dan berkembang menjadi anak memiliki karakter positif, mampu mengontrol diri, bersosialisasi dengan individu lain, tetapi anak yang mengalami gangguan kesehatan mental akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, dan tidak dapat mengontrol diri dengan baik. Banyak orang tua yang tidak mengetahui anak mereka mengalami gangguan kesehatan mental, terlebih bagi anak-anak yang berasal dari latar belakang kurang beruntung. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan wawasan dan pedoman mengenai pentingnya bahaya gangguan kesehatan mental dan cara untuk melakukan pendampingan melalui metode pelaksanaan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah terlaksana dalam serangkaian tahapan dengan disusun secara sistematis dan menggunakan metode observasi. Sasaran dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu anak-anak yang ada di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode dramaturgi dengan implementasi berupa penampilan drama dari anak-anak panti asuhan dan pengabdi. Hasil yang didapatkan dari adanya pengabdian ini adanya peningkatan pada pengetahuan dan pemahaman mengenai bahayanya gangguan kesehatan mental pada anak atau child mental health disorder. Cara yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk melihat data tentang peningkatan yang terjadi. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini, yaitu memberikan informasi dan pandangan mengenai upaya pendampingan child mental health disorder yang dapat diterapkan bagi para penyandang gangguan mental terutama anak-anak, sehingga pemerintah dapat mengatasi dan mendampingi gangguan kesehatan mental anak sejak dini.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PIIL PESENGGIRI SEBAGAI PENCEGAHAN DEGRADASI SOSIOKULTURAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 Yusuf Perdana; Wulansuci Kurnia Dwianingsih; Dwi Mawarni
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.3857

Abstract

Piil Pesenggiri merupakan martabat (dignity) dan harga diri orang Lampung. yang saling terhubung dan terintegrasi. Namun, keberhasilan dalam meretas dan merawat keharmonisan yang telah ditorehkan tidak dapat terjaga dan terkawal secara permanen, hingga saat ini banyak terjadi degradasi sosiokultural yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan di era revolusi industri 5.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah nilai-nilai local wisdom masyarakat suku Lampung yang disebut Piil Pesenggiri dapat menjadi acuan moral, etika, dan pandangan hidup yang dinamis untuk dapat menjawab tantangan budaya asing dalam proses transformasi sosial dan budaya di era 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data obeservasi, studi pustaka dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai local wisdom masyarakat suku Lampung yaitu nilai-nilai Piil Pesenggiri dapat menjadi acuan hidup di era industri 5.0 yang dijadikan sebagai suatu sudut pandang atau stereotip serta sebagai modal budaya dan strategi identitas kehidupan sehari-hari.
Resiliensi Pendidikan Karakter Melalui Transformasi Nilai-Nilai Local Wisdom Tuping Sekura Oktavia, Mia; Istiqomah, Istiqomah; Sakti, Muhammad Bima; Perdana, Yusuf
Intelektualita Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2.9914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi pendidikan karakter melalui Tuping Sekura sebagai upaya memperkuat karakter individu dalam menghadapi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Tuping Sekura adalah religius, toleransi, peduli sosial, kerja sama, dan bersyukur. Kedua, Tuping Sekura sebagai suatu kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter dapat menjadi sebuah pondasi dalam pembentukan ketahanan seorang individu dalam menghadapi suatu krisis. Dan ketiga, proses resiliensi pendidikan karakter melalui transformasi nilai-nilai kearifan lokal Tuping Sekura dapat dilakukan melalui penyampaian pesan moral secara langsung, hidden curriculum, nasihat dan teguran, serta sosialisai peraturan yang dikolaborasikan dengan implementasi dalam tataran akademik guna menguatkan moral dari siswa meskipun pebelajaran dilakukan melalui Daring.
PEDESAAN DI INDONESIA PADA ABAD 21 Destiana Saputri; M Aldi Rahman Indra Jaya; Yusuf Perdana
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v11i1.24352

Abstract

This study aims to find out the extent to which technology has influenced changes in rural areas and the impact caused after the presence of technology in rural areas. The research method uses qualitative methods. The results showed that technology can help agriculture from the level of production, implementation, planting, marketing and analysis of the development of the farm itself. The conclusion of this research is that the development of technology will never stop along with the development of the times where in this case technology coexists with humans. In agriculture, technological advances can be seen from the use of tractors, grass removal machines, and water pumps that support rice field waters. One of the communication methods used is the use of internet services, but the existence of internet media must be used with a positive purpose or a healthy Internet.
KONTRIBUSI MULI MEKHANAI DALAM MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL TRADISI BELANGIRAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Perdana, Yusuf; Oktavia, Mia; Istiqomah, Istiqomah; Sari, Novita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.12279.2022

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki keanekaragaman tradisi dan latar belakang kearifan lokal yang berbeda. Kebudayaan daerah yang dimiliki Bangsa Indonesia harus dijaga dan dilestarikan oleh semua warga negara terutama generasi muda yang dalam Bahasa Lampung disebut Muli Mekhanai. Muli Mekhanai harus memiliki nilai-nilai luhur, cinta tanah air, dan harus mempertahankan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Salah satu kearifan lokal yang dapat yang harus tetap dilestarikan yakni Tradisi Belangiran yang terdapat di Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui studi pustaka, kemudian metode yang digunakan yaitu metode wawancara, metode yang digunakan juga berupa metode dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung Pada Bulan Juni hingga Juli Tahun 2020. Subjek penelitian ini adalah ibu Helina selaku Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Indina Khansa dan Tri Wulandari selaku muli mekhanai yang turut melestarikan Tradisi Belangiran di Desa Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Masyarakat dan pemerintah dalam pelestarian Tradisi Belangiran, salah satu bentuk upaya pelestarian yang dilakukan yaitu menjadikan Tradisi Belangiran sebagai event tahunan, 2. Adanya kontribusi Muli Mekhanai dalam upaya pelestarian Tradisi Belangiran, salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan oleh Muli Mekhanai yaitu dengan berkontribusi langsung dalam acara Tradisi Belangiran, 3. Tradisi Belangiran memberikan dampak kepada kehidupan masyarakat diantaranya dalam bidang religi, sosial budaya dan ekonomi.
Hubungan Banten dan Lampung pada Abad XVII Cahyani, Arini Gita; M, Syaiful; Perdana, Yusuf
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 11, No 1 (2023): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relationship between Banten and Lampung in the 17th century AD was motivated by several factors, such as the procurement of pepper commodities, securing trade routes in the Sunda Strait, and the development of pepper plantations. This study aims to analyze the relationship between Banten and Lampung, especially in politics and economics. The research method used in this study is the historical method because it examines events in the past. Historical research methods. consists of heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. In the heuristic stage, researchers try to collect historical sources, such as archives, books and journals. Next, the researcher investigates the authenticity of historical sources, both internally and externally. After examining historical sources, researchers will interpret the data obtained from historical sources in the interpretation stage. Finally, the author will present the results of the reconstruction of historical events through historical writing in the historiography stage. Then, the data analysis technique used in this study, namely historical data analysis techniques. The results of this study indicate that there was a relationship between Banten and Lampung in the 17th century AD in economic and political aspects. As a result, Banten is increasingly developing as a port city that promotes trading activities. The location of Lampung and Banten, which are connected to the Sunda Strait, further supports smooth relations between the two parties. In addition, the commodity of pepper produced in Lampung increased in the 17th century AD.
IMPLEMENTASI POLITIK ETIS KOLONIAL BELANDA DI PRINGSEWU TAHUN 1925-1942 Fauziyah, Latifah Asmul; Arif, Suparman; Perdana, Yusuf
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 11, No 2 (2023): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan politik etis dilakukan oleh kolonial Belanda dari Tahun 1901-1942. Lampung merupakan salah satu daerah koloni Belanda yang menjadi salah satu tujuan program kolonisasi. Para kolonis disebar ke beberapa daerah di dekat Gedong Tataan, salah satunya daerah Pringsewu. Sebagian besar penduduk Pringsewu adalah orang Jawa, yang berasal dari pemukiman kolonial lama Gedong Tataan. Kebijakan politik etis Kolonisasi, Irigasi, dan Edukasi, juga dilaksanakan di daerah Pringsewu. Maka peneliti tertarik untuk meneliti apa sajakah kebijakan politik etis kolonial Belanda yang terimplementasi di Pringsewu Tahun 1925-1942?. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebijakan politik etis kolonial Belanda yang terimplementasi di Pringsewu Tahun 1925-1942. Metodologi dalam penelitian ini adalah metode historis dengan empat langkah penelitian yaitu, heuristik merupakan tahap pengumpulan sumber. Kritik merupakan tahap menguji autensititas sumber. Interpretasi merupakan tahap menginterpretasikan. Tahap terakhir adalah historiografi yang merupakan tahap penulisan. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis data historis, kegiatan yang diawali pengumpulan data, kritik sumber yang dikaitkan dengan teori serta metode penelitian sejarah dan kemudian menjadi sebuah fakta sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan, kebijakan politik etis kolonial Belanda yang terimplementasi di Pringsewu Tahun 1925-1942 adalah irigasi dan edukasi (pendidikan). Implementasi sistem irigasi yang dilaksanakan di Pringsewu adalah pembuatan irigasi Way Tebu yang melalui beberapa tahapan diantaranya tahap penyelidikan dan tahap pembangunan dari Way Tebu I-II, Way Tebu III, dan Way Tebu IV. Implementasi program edukasi yang dilaksanakan di Pringsewu adalah membangun beberapa sekolah rakyat dan mendapat campur tangan oleh para kaum misionaris.Kata Kunci: Pringsewu, Politik Etis, Kolonial Belanda
WORKSHOP KOLABORASI KOMBEL SMANGGI BERBATIK DALAM KEGIATAN PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI PESERTA DIDIK SMAN 1 SRAGI Sumargono, Sumargono; Pratama, Rinaldo Adi; Perdana, Yusuf
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 4, No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan guru maupun siswa mengenai penulisan karya ilmiah siswa baik itu yang berkaitan dengan fenomena alam, sejarah maupun kearifan lokal di Lampung masih sangat kurang. Hal ini bisa disebabkan karena mayoritas tenaga pendidik dan siswa masih terfokus pada aktivitas pembelajaran formal, sedangkan peningkatan kemampuan penulisan karya ilmiah belum menjadi prioritas pada siswa SMA N 1 Sragi di Kecamatan Sragi. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk mengedukasi siswa pada tingkatan sekolah menengah atas melalui kolaborasi Kombel "SMANGGI BERBATIK" SMA N 1 Sragi yang dapat menciptakan sinergi antara kebutuhan siswa dan sumber daya yang tersedia di sekolah. Berdasarkan analisis kegiatan workshop kolaborasi Kombel Smanggi Berbatik dalam kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi siswa/i SMA N 1 Sragi diperoleh hasil nilai rata-rata pre test peserta pelatihan adalah 65,6 dan rata-rata post test peserta adalah 83,6. Adapun secara keseluruhan prosentase peningkatan hasil evaluasi peserta dari pre test ke post test mengalami peningkatan sebesar 21,5%. Prosentase peningkatan dapat menunjukan bahwa workshop kolaborasi Kombel Smanggi Berbatik dalam kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi siswa/i SMA N 1 Sragi. Melalui workshop ini siswa dan siswi dapat mengembangkan potensinya dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang menarik dan inovatif.Kata Kunci: Karya Ilmiah, Workshop, Smanggi Berbatik
Handel In Lampongsche Districten: International Trade in Lampung District 1867 – 1914 Perdana, Yusuf; Sumargono, Sumargono; Pratama, Rinaldo Adi; Suroto, Suroto
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 8, No 2 (2024): Historia Madania Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v8i2.38768

Abstract

This research aims to find out: 1). Lampung District International Trade 1867 – 1914, 2) Impact of Lampung District International Trade. This research uses historical or historical research methods, which consist of several steps, including: Heuristics or searching for sources collected from various sources such as archives, scientific journals, books, results of previous research as well as from national libraries and delpher.nl, next is criticism sources or examining the truth from existing sources, data interpretation, namely interpreting history, and historiography, namely describing it again in writing, so that it can be understood completely. The results of this research are 1). Lampung district at the end of the 20th century, especially in 1867, had become one part of the international trade chain. It can be seen how Lampung not only imports various commodities or goods, but the Lampung district also shows that the Lampung district participates in producing goods and exporting them to various world markets, such as coffee, pepper, cotton and so on. However, on the other hand, the Lampung district also imports or brings in various commodities needed in the Lampung district with various kinds of goods including: salt, manufacturing, furniture, salt, rice and even oil. 2). The impact of international trade itself is that the people of Lampung are introduced to various types of commodities that sell well on the world market, and education about agriculture or plantations properly and maximally from the Dutch colonial government and private parties from foreign investors.