Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sabun Pembersih Kewanitaan dari Ekstrak Alga Merah (Kappaphycus Alvarezii) Sebagai Antijamur Candida albicans Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hardiyati, Iin; Idawati, Idawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1014

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah yang banyak tumbuh dan berkembang di pesisir Indonesia. Kappaphycus alvarezii mengandung beberapa senyawa, antara lain senyawa alkaloid, fenolik (flavonoid), tannin, saponin yang berperan penting untuk menghambat pertumbuhan jamur (antijamur) salah satunya Candida albicans. Manfaat penelitian sebagai inovasi sediaan kosmetik alga merah yang dapat dijadikan komoditi pada bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sabun pembersih kewanitaan dari ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) dan mendapatkan nilai daya hambat dalam formulasi sabun pembersih kewanitaan dengan menggunakan nystatin sebagai control positif dan F0 sebagai kontrol negatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, ekstraksi alga merah menggunakan etanol 70%, dilakukan uji evaluasi alga merah meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji logam berat, skrining fitokimia dan pengujian daya hambat jamur ekstrak terhadap Candida albicans dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) memiliki kadar air 14,79%, kadar abu 67,53%, tidak mengandung cemaran logam berat pada ekstrak alga merah dan memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 2690:2016. Pada pengujian fitokimia ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) mengandung alkaloid, tannin, polifenol, saponin dan flavonoid. Hasil uji daya hambat antijamur ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) terhadap Candida albicans secara berturut-turut yaitu 2,5% sebesar 2,84 mm; 5% sebesar 5,93 mm; 10% sebesar 9,51 mm; 25% sebesar 11,19 mm; 50% sebesar 14,17 mm; dan 75% sebesar 23,68 mm. Kesimpulan ekstrak alga merah Kappaphycus alvarezii dapat dimanfaatkan sebagai sabun pembersih kewanitaan.
Formulasi Sediaan Hair Tonic Kombinasi Fraksi Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Lendir Bekicot (Lissachatina fulica) sebagai Penumbuh Rambut Astuti, Sabrina Tri; Hardiyati, Iin; Fajar, In Rahmi Fatria
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1059

Abstract

Rambut memiliki peran yang signifikan dalam menentukan penampilan fisik seseorang. Kondisi rambut yang sehat dan indah dapat meningkatkan rasa percaya diri, sementara masalah seperti kerontokan rambut seringkali menjadi sumber kekhawatiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dengan fraksi lendir bekicot (Lissachatina fulica) dalam sediaan hair tonic terhadap pertumbuhan rambut. Metode penelitian melibatkan ekstraksi etanol 70% dari daun binahong yang kemudian difraksinasi menggunakan n-Butanol dan Etil Asetat(1;1), serta ekstraksi lendir bekicot menggunakan etanol 96%. Hair tonic diformulasikan dalam tiga perbandingan zat aktif untuk menciptakan Formulasi I (1:1), Formulasi II (1:2), dan Formulasi III (2:1) masing masing sebanyak 100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi II menunjukkan pertumbuhan rambut terpanjang dengan efektivitas terbaik pada tikus putih (Rattus norvegicus) pada hari ke-14. Pengkombinasian fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari daun binahong dengan lendir bekicot dalam sediaan hair tonic memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat pertumbuhan rambut. Hal ini mengindikasikan potensi besar dari bahan alami tersebut sebagai alternatif perawatan rambut yang aman dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk-produk perawatan rambut yang berbasis pada bahan alami, serta mendorong penelitian lebih lanjut terkait penggunaan bahan-bahan alami dalam industri kecantikan.
Digital Health Service Transformation in Enhancing Patient Care Quality in the Era of Society 5.0 Situmeang, Lamria; Hardiyati, Iin; Setiati, Nova Winda; Wicaksi, Damon; Susanti, Susanti
Mandalika Journal of Medical and Health Studies Vol 3 No 2 (2025): Mandalika Journal of Medical and Health Studies
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjmh.v3i2.375

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed healthcare systems, particularly in the era of Society 5.0, which emphasizes the integration of advanced technology and human-centered values. Digital health services, including electronic health records, telemedicine, artificial intelligence, and big data analytics, play a crucial role in enhancing patient care quality. This study aims to analyze the role of digital health service transformation in improving patient care quality and to identify strategic factors supporting its sustainable implementation. A qualitative approach using a literature review design was employed by analyzing scholarly articles, books, and official reports retrieved from reputable databases such as Scopus, PubMed, and Google Scholar. Data were analyzed through content and thematic analysis to identify major patterns and conceptual relationships. The results indicate that digital health transformation improves patient safety, diagnostic accuracy, service efficiency, accessibility, and patient-centered care. Furthermore, effective implementation is influenced by technological infrastructure, leadership commitment, digital literacy, data governance, and policy support. The study concludes that digital health transformation, when aligned with human values and ethical governance, serves as a strategic foundation for building high-quality, equitable, and sustainable healthcare systems in the Society 5.0 era.
FORMULASI DAN EVALUASI SOLID PARFUMEDENGAN BASIS KARAGENANAN MENGGUNAKAN ESSENSIAL OIL CITRUS (Citrus sinensis), JASMINE (Jasminum sambac) DAN VANILA (Vanila planifolia) Iin Hardiyati; In Rahmi Fatria Fajar; Nia Novitasari
ISTA Online Technologi Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.22

Abstract

Abstrak Parfum merupakan produk yang tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu kebutuhan untuk tampil percaya diri. Parfum merupakan campuran senyawa aromatik, minyak essensial, fixatif, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan keharuman dan dapat dikembangkan sebagi produk aplikasi minyak atsiri dalam bentuk solid parfum. Solid parfume adalah parfum padat yang umumnya terbuat dari campuran fume oil dan wax. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental yang terdiri dari 6 tahapan diantaranya preformulasi, pemilihan bahan, pembuatan, hasil, evaluasi dan produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi solid parfume dengan basis karagenanan dengan menggunakan essesial oil citrus, Jasmine dan vanila. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan solid parfume dengan menggunakan beberapa metode diantaranya dengan uji hedonik, uji sensori, uji scoring, uji gravimetri dan uji stabilitas. Dan dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan konsentrasi terbaik dari karagenanan sebagai basis adalah karagenanan 2,5% dan nilam 2% sebagai fixatif. Dari hasil tes uji hedonik essensial oil yang paling banyak disukai dari ketiga formula adalah formula dengan essensial oil citrus. Sedangkan solid parfume dengan vanila memiliki ketahanan wangi yang lebih awet dibandingkan dengan citrus dan jasmine. Dari hasil evaluasi stabilitas ketiga formula didapatkan hasil sediaan solid parfume yang stabil. Abstract Green perfume is a familiar product used in everyday life as a need to appear confident. Perfume is amixture of aromatic compounds, essential oils, fixatives, and solvents used to provide fragrance. Solidparfume is a solid perfume that is generally made of a mixture of fume oil and wax. The method usedin this study is an experimental method consisting of 6 stages including material selection,preformulation, manufacture, yield, evaluation and finished products. This research aims to makesolid perfume formulation with karagenanan base by using essesial oil citrus, Jasmine and vanilla. Theevaluation was performed on solid solid parfume by using several methods such as hedonic test,sensory test. scoring test, garvimetry test and stability test. And from research conducted can beconcluded the best concentration of carrageenan as base is carrageenan 2,5% and patchouli 2% as fixative. From the test results of the most preferred hedonic essential oil test of the three formulas is a formula with citrus oil essensial. While solid perfume with vanilla has a more durable fragrant resistance compared with citrus and jasmine. From the result of stability evaluation of the three formulas we get solid stable parfume dosage result.
UJI STABILITAS SEDIAAN KAPSUL MINYAK IKAN FATMORGENSIA (Lepidocybium flavobrunneum) Muhammad Sadikin; Iin Hardiyati; Tika Ardila
ISTA Online Technologi Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.26

Abstract

Abstrak Ikan fatmorgensia adalah ikan pelagis dan ikan hasil samping ikan tuna ditemukan kedalaman 200 meter di bawah permukaan laut serta mempunyai kandungan kimia setara dengan ikan tuna. Minyak ikan menjadi sumber asam lemak, terutama asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal, asam lemak tak jenuh ganda. Asam lemak pada minyak ikan mudah teroksidasi jika penyimpanan dan suhu tidak diperhatikan. Solusi untuk menghindari kerentanan oksidasi dengan kapsulasi. Metode yang digunakan pada pengolahan minyak ikan ini metode dry rendering. Pengujian minyak ikan Fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum) meliputi uji stabilitas selama ± 1 bulan dalam climatic chamber pada suhu 40oC. Uji yang dilakukan diantaranya uji asam lemak bebas sesuai standar IFOS, peroksida sesuai standar IFOS hanya pada hari ke 4 sampai hari ke 20, dan bilangan Iod sesuai standar IFOS hanya pada hari ke 4 sampai hari ke 16 kunci: dry rendering, minyak ikan fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum), uji stabilitas. Abstrak Fatmorgensia fish pelagic fish and fish is a by product of tuna can be found to a depth of 200 meters below sea level and has the chemical content of tuna. Equivalent to oils fish to be a source of fatty acids, a saturated fatty acid (SFA), a monounsaturated fatty acid (MUFA), apolyunsaturated fatty acid (PUFA). Fatty acids on oil fish easly bad storage will oxidize and temperature is not noticed. Not in accordance literature a solution to avoid vulnerability oxidation with capsulation. Testing cod-liver oil Fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum) covers stability test ± a month and a half in climatic chamber at a temperature of 40oC. Conducted test of them free fatty acids, test peroxide, test the number of Iod. Standard used in this IFOS (International Fish Oil Standard). The results of the study is stated that free fatty acids according to standard IFOS, according to standard peroxide IFOS only on the day of to 4 to 20, until the day of and number of Iod according to standard IFOS only on the day of to 4 until the day of to 20.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SAMPO DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) Febri Hidayat; Iin Hardiyati; Kiki Indah Noviati
ISTA Online Technologi Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i1.36

Abstract

Abstrak Lendir bekicot mengandung enzim-enzim yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kulit dan rambut yang rusak. Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif. Salah satu sediaan perawatan rambut yaitu sampo. Sampo merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai pembersih rambut dan kulit kepala dari segala kotoran di antaranya minyak, debu, sel-sel yang sudah mati dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lendir bekicot dan formulasi sediaan sampo pada formula 1 (3%), formula 2 (4%), dan formula 3 (5%) memiliki efektivitas untuk menumbuhkan rambut pada kelinci. Hasil penelitian telah terbukti bahwa lendir bekicot dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo penumbuh rambut yang memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH, viskositas dan tinggi busa. Sampo dari lendir bekicot berwarna bening kecoklatan dengan rentang pH 4,73-5,7; viskositas 11.820-25.030 cps, tinggi busa 5,06-6,05 cm. Sampo penumbuh rambut dari lendir bekicot dengan konsentrasi 5% (F3) mempunyai efektivitas pertumbuhan rambut paling baik dibandingkan dengan konsentrasi 3% (F1) dan 4% (F2). Dengan hasil pertumbuhan rambut kelinci selama 15 hari pada konsentrasi 5% (F3) mencapai 0,7 cm, 4% mencapai 0,3 cm dan 3% mencapai 0,01 cm. Abstract Snail mucus contained enzymes that function to restored damaged skin and hair. Hair also functions as a temperature regulator, drove sweat evaporation, and as a sensitive sense of touched. One of the hair care preparation is shampoo. Shampoo is a cosmetic prepared that is used as a cleanser of hair and scalp from all dirt include oil, dust, dead cells and so on. This study aims to determined whether snail mucus and formulation of shampoo prepared in formula 1 (3%), formula 2 (4%), and formula 3 (5%) have the effectiveness to grow hair in rabbits. The results of the study have proven that snail mucus can be formulated as a preparation for hair growth shampoo that met requirements such as organoleptic, pH, viscosity and high foam. Shampoo from snail mucus is brownish cleared with a pH range of 4.73-5.7; viscosity of 11.820-25,030 cps, foam height 5.06-6.05 cm. Hair growth shampoo from snail mucus with a concentration of 5% (F3) has the best hair growth effectiveness compared to concentrations of 3% (F1) and 4% (F2). With rabbits hair growth results for 15 days at a concentration of 5% (F3) reached 0.7 cm, 4% reached 0.3 cm and 3% reached 0.01 cm.
Formulasi sediaan lip balm ekstrak daun tin (Ficus carica L.) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas l. lam) : Formulasi sediaan lip balm ekstrak daun tin (Ficus carica L.) dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas l. lam) Nurfitriyana, Nurfitriyana; Yulikasari , Devi; In Rahmi Fatria; Hardiyati, Iin
ISTA Online Technologi Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v4i1.77

Abstract

Tanaman Tin (Ficus carica L) merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Moraceae yang dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk makanan, obat dan memiliki khasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Lam) memiliki pigmen ungu antosianin yang digunakan sebagai pewarna pada sediaan lip balm. Penelitian ini bertujuan memformulasi ekstrak daun tin dan ubi jalar ungu menjadi sediaan formulasi lip balm, mengetahui nilai IC50 ekstrak daun tin, dan nilai IC50 sediaan lip balm. Daun tin dan ubi jalar ungu diekstraksi dengan etanol, uji mutu ekstrak, skrining fitokimia, uji antioksidan ekstrak daun tin, formulasi sediaan lip balm, evaluasi fisik dan antioksidan sediaan.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun tin memiliki kadar air 9,1%, kadar abu 2,6%, dan susut pengeringan 20,56%, ekstrak ubi jalar ungu memiliki kadar air 2,7%, dan kadar abu 6,11%, mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin, nilai IC50 ekstrak daun tin 109,42 mg/kg, kadar antosianin sebesar 98,72 mg/100g. Lip balm memiliki titik lebur 54-590C, uji daya sebar F1-F4 5,28-5,46 cm, pH sediaan 6,5-6,7. Nilai IC50 F2 195,28 ± 0,02 ppm, F3 184,54 ± 0,05 ppm, F4 172,81 ± 0,08 ppm Ekstrak daun tin dan ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai sediaan lip balm, sediaan lip balm memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan
Pengaruh Contingency Management Dan Dukungan Sebaya Terhadap Kepatuhan ARV Pada PSK Terduga Positif HIV Haryanto, Kusno; Hardiyati, Iin; Noordam, Errol Rakhmad
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/3sfr1z85

Abstract

Infeksi HIV pada pekerja seks komersial masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kepatuhan terapi antiretroviral (ARV). Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko penularan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh contingency management dan dukungan sebaya terhadap kepatuhan ARV pada pekerja seks komersial terduga positif HIV. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contingency management dan dukungan sebaya masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ARV. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perilaku dan sosial saling melengkapi dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan motivasi melalui insentif dan dukungan emosional dari sebaya mampu membantu pekerja seks mengatasi hambatan psikososial dan struktural dalam terapi ARV. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi multidimensional berbasis perilaku dan dukungan sosial untuk meningkatkan keberhasilan program ARV pada populasi kunci HIV.