Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Identifikasi, Potensi Dan Pengelolaan Pertanian Di Kecamatan Jangkang Kurniati, Dewi; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jangkang, merupakan wilayah bagian dari Kabupaten Sanggau yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, adapun hasil pertanian yang terdapat di Kecamatan Jangkang berasal dari hasil tanaman pangan, tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan. Namun dari potensi sumber daya yang ada pengelolaan terhadap kegiatan pertanian sebagian besar masih dilakukan secara konvensional dan belum banyak mengadopsi teknologi pertanian dalam pengelolaan pertanian untuk peningkatan hasil. Melihat fenomena diatas, maka diperlukan adanya pendampingan melalui kegiatan PKM ini mencoba untuk membahas tentang beberapa langkah dan metode sederhana untuk menentukan dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh daerah agar dapat dikembangkan dalam jangka menengah dan jangka Panjang, dan mentransfer bentuk teknologi yang tepat untuk peningkatan hasil pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya daerah Kabupaten Jangkang sehingga kemandirian daerah secara ekonomi dapat terwujud. Metodel pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap : orientasi, tatap muka, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa terdapat potensi yang di miliki Kecamatan Jangkang pada hasil-hasil pertanian, pengelolaan kegiatan pertanian sangat memerlukan dukungan dan upaya dari pemerintah setempat sebagai dinamistaor dan fasilitator bersama masyarakat petani dalam pembanguan pertanian daerah serta menjalin kemitraan dengan pihak swasta dan akademisi untuk terlibat dalam pembanguan pertanian daerah. Kata Kunci: Hortikultura, Konvensional,Perkebunan, Potensi daerah, Peningkatan hasil pertanian
Pengaruh Kombinasi Biochar Sekam Padi dan Kompos Kotoran Ayam Terhadap Ketersediaan N, P, K Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Mill.) di Tanah Aluvial Andini, Bella; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Nuriman, Muhammad
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.90661

Abstract

Tanah Alluvial terbentuk di area yang sering mengalami banjir atau baru-baru ini terkena banjir, sehingga tanah Alluvial ini dikategorikan sebagai tanah muda yang belum mengalami diferensiasi horison. Umumnya, sifat tanah Alluvial bervariasi tergantung pada bahan-bahan yang diangkut dan diendapkan, dan penyebarannya tidak terpengaruh oleh ketinggian atau iklim (Fiantis, 2017). Luas dataran Alluvial di Kalimantan Barat kurang lebih 1.793.771 hektar (Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat 2019). Tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill.) adalah buah yang kaya akan vitamin dan senyawa likopen, yang memiliki manfaat kesehatan yang signifikan1. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam terhadap ketersediaan N,P,K tanah dan pertumbuhan tanaman tomat di tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 dosis   perlakuan menggunakan kombinasi biochar dan kompos kandang ayam. Dengan perbandingan rasio 25:75%, berdasarkan penelitian sebelumnya Indrawati (2024) menyatakan bahwa kombinasi biochar dan kotoran ayam sebesar 60 ton/ha dapat meningkatkan produksi tanaman tomat. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali maka terdapat 25 polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah N- Total, P-Tersedia, K-Tersedia, serta tinggi tanaman. A0 (Tanpa biochar dan kompos kotoran ayam), A1 (15 ton/ha   atau setara dengan 450g/polybag), A2 (30 ton/ha atau setara dengan 900 g/polybag), A3 (45 ton/ha atau setara dengan 1.350 g/polybag), A4 (60 ton/ha atau setara dengan 1.800 g/polybag). Pemberian kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi serta diameter batang tanaman tomat, namun berpengaruh sangat nyata terhadap ketersediaan yang meningkat seperti Karbon organic 39%, Nitrogen total 44 %,Fosfor tersedia 17,39 %, Kalium dapat ditukar 5%, dosis terbaik terdapat pada perlakuan A2 (30ton/ha) dengan peningkatan tinggi tanaman 18%, serta diameter batang 7%.
Effect of Rice Husk Bioactive Compost Charcoal Application on the Agronomic Characteristics of Peanut (Arachis hypogaea L.) on Alluvial Soil Suyanto, Agus; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Rosalina, Shinta; Kurniadi, Edi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.372-379

Abstract

Peanut production on alluvial soil faced challenges due to low soil fertility. The application of soil amendments such as bioactive compost charcoal (BCC) was necessary to improve alluvial soil fertility. The aim of the study was to assess the effect of rice husk BCC application on the agronomic characteristics of peanut in alluvial soil. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed using the F-test and Tukey's test at 5% significance level. The study design included 4 samples and 6 treatment levels: d1 (20 g/polybag), d2 (40 g/polybag), d3 (60 g/polybag), d4 (80 g/polybag), d5 (100 g/polybag), and d6 (120 g/polybag). The observation variables included plant height, number of branches, number of pods, pod wet weight per plant, and pod dry weight per plant. The data analysis results showed that the application of BCC had a significant effect on the agronomic characteristics of the peanut plants. The application of BCC at a dose of 120 g/polybag showed the best results and was recommended for use on alluvial soil with crop yield of of 31.72 g fresh pod or 24.86 g dry pod weight. Keywords: Agronomic characteristics, Alluvial soil, Bioactive compost charcoal, Peanut, Rice husk.
KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN LAMAT PAYANG DESA TIRTA KENCANA KABUPATEN BENGKAYANG Hafsari, Afriani; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74475

Abstract

Aktivitas penambangan emas menimbulkan dampak buruk berupa turunnya kualitas tanah seperti sifat fisik, sifat kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik kimia tanah pada lahan pasca penambangan emas tanpa izin dan untuk menentukan saran pemupukan pada lahan sawah dan lahan jagung. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil secara diagonal kedalaman 0-30 cm. Setiap lahan terdiri dari 5 titik pengamatan masing-masing dikompositkan menjadi 1 sampel, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 4 sampel. Pengambilan sampel tanah utuh dilakukan pada lahan jagung dan sawah dengan jumlah sampel sebanyak 2 sampel. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan analisis sifat fiska tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian. Parameter sifat kimia tanah terdiri dari Reaksi Tanah (pH ), Karbon Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Kapasita Tukar Kation, Kejenuhan Basa dan parameter pendukung terdiri dari tekstur dan bobot isi. Hasil analisis data berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah sebagai berikut: pH kriteria (masam, agak masam, netral), Karbon (C) Organik (sangat rendah, rendah, tinggi), Nitrogen (N) total (sangat rendah, rendah, sedang), Fosfor (P) tersedia (sangat rendah, sedang), Kalium (K)-dd (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (rendah, sedang, tinggi), Kejenuhan Basa (sangat rendah, rendah).Kata Kunci : Lahan Pasca PETI, Penggunaan Lahan, Sifat Kimia Tanah
Edukasi Inovasi Pertanian: Produksi Cabai Katokkon Berbasis Slow Release Organik dan Pengembangan Olahannya di Lembang Rantedada Kabupaten Tana Toraja Karuru, Perdy; Asdar, Muh.; Pakanan, Janny Jovita; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Komaryati, Komaryati
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak terdiri dari 150-200 kata, memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi tunggal dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata. Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. Pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut. Lembang Rantedada merupakan wilayah dengan potensi pertanian cabai Katokkon yang tinggi, namun produktivitasnya masih rendah akibat ketergantungan pada pupuk kimia dan belum berkembangnya pengolahan hasil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah cabai Katokkon melalui penerapan pupuk organik berbasis teknologi slow release berbasis biochar dan kotoran kambing serta pelatihan pengolahan produk olahan cabai katokkon. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, observasi, serta uji pasar produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik slow release meningkatkan produktivitas tanaman hingga 25,4% dan efisiensi biaya pupuk sebesar 18%. Produk olahan berupa bubuk katokkon, hard candy, dan pikel katokkon dan buah memberikan peningkatan pendapatan petani hingga 45% dan mendapat respons positif dari pasar lokal. Pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi pertanian juga meningkat secara signifikan. Kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun perubahan perilaku menuju pertanian berkelanjutan. Kesimpulannya, inovasi pertanian berbasis teknologi pupuk organik dan hilirisasi hasil mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan layak untuk direplikasi di wilayah dengan kondisi serupa.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS PELEPAH SAWIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MENGHASILKAN (TM) DI SINGKAWANG TIMUR Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5850

Abstract

Mitra pada kegiatan ini adalah para petani sawit di Kelurahan Maya Sopa, Kecamatan Singkawang Timur, yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas Tanaman Menghasilkan (TM) akibat penurunan kesuburan tanah Ultisol dan belum adanya keterampilan dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pengolahan kompos pelepah sawit guna meningkatkan kapasitas petani, sekaligus membantu memperbaiki kesuburan tanah sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman sawit. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai bahan kompos, serta tersusunnya prototipe kompos yang siap diaplikasikan pada lahan Ultisol. Disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan keterampilan pengolahan limbah organik, sehingga mendukung perbaikan kualitas tanah dan berpotensi meningkatkan produktivitas TM.
TRANSFER TEKNOLOGI PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DI DESA PARIT KELADI II, KECAMATAN SEI KAKAP Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6228

Abstract

Poktan Bersatu Karya Tani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap, merupakan kelompok tani yang membudidayakan sayuran buah dan padi pada lahan sulfat masam. Kelompok ini terdiri dari 10 orang petani yang selama ini menghadapi berbagai kendala kesuburan tanah, seperti kahat unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, keberadaan pirit, serta tingginya unsur Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas sayuran buah dan padi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi dan kompos enceng gondok yang diperkaya dengan pukan ayam. Enceng gondok yang melimpah di sepanjang sungai dan parit di Kecamatan Sei Kakap selama ini menjadi gulma dan menyebabkan pendangkalan perairan, sehingga pemanfaatannya sebagai kompos menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan. Kegiatan PKM ini mencakup penyuluhan mengenai pentingnya biochar sekam padi sebagai amelioran tanah serta metode pembuatannya dengan kontiki sederhana. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktik langsung, meliputi persiapan bahan baku sekam padi, proses pembakaran menjadi biochar, penyiraman biochar, panen dan penyimpanan, serta pembuatan kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam menggunakan bak komposter berbahan terpal. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar, kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam, serta manfaatnya bagi lahan pertanian. Setelah kegiatan selesai, 90% peserta mampu membuat biochar dengan benar dan mengaplikasikannya di lahan pertanian untuk budidaya sayuran buah dan padi.
BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL : MENGOPTIMALKAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI TEBAS Hazriani, Rini; Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6270

Abstract

Kecamatan Tebas merupakan daerah penghasil jeruk siam khas Pontianak, namun produksi jeruk menurun setiap tahun akibat tanah Sulfat Masam yang kurang subur. Kelompok Tani Tanjung Pandan I, yang terdiri dari 15 petani, menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan jeruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar sekam padi, kompos pukan sapi, serta olahan jeruk siam menjadi sirup dan selai yang manis tanpa rasa pahit, sehingga meningkatkan produksi dan nilai jual jeruk. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai pentingnya biochar dan kompos untuk kesuburan tanah, teknik pembuatan biochar dan kompos, serta pelatihan pembuatan sirup dan selai jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar peserta belum memahami biochar, kompos, dan olahan jeruk, sedangkan setelah kegiatan, 90% peserta mampu membuat biochar, kompos, sirup, dan selai jeruk dengan benar. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis petani dalam produksi dan pengolahan jeruk, serta potensi pendapatan melalui penerapan teknologi tepat guna.
ANALISIS BEBERAPA HARA MAKRO PADA TANAMAN JAMBU KRISTAL PADA DESA RASAU JAYA, KABUPATEN KUBURAYA Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Agustine, Leony; Febrianti, Ristha
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4043

Abstract

Aluvial soil is soil that has low productivity because the pH is acidic, contains pyrite, and is poor in macro and macro nutrients. Rasau Jaya Tiga Village, Kubu Raya Regency is one of the centers for Crystal Guava plants, where there are differences in the productivity of Crystal Guava plants between one plantation and another. The aim of this research is to test the status of the nutrients N, P, K at 2 locations of Crystal Guava plantations, provide fertilizer suggestions at 2 research locations. This research will be carried out in a crystal guava plantation owned by 2 farmers, which covers an area of 1 Ha with a plant age of 2 years. Soil sample analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research will be conducted in January–July 2023 for 6 months starting from preparation to presenting the results. From the research results, the nutrient status of the two fields showed that the status of the Nitrogen element was included in the very high criteria, the status of the Phosphorus element was included in the very high criteria and the status of the Potassium element was included in the low criteria. Fertilization suggestions are only for K, namely at location 1 as much as 0.25 kg/plant, and location 2 as much as 0.75 kg/plant. Key words: Alluvial Soil, Crystal guava. INTISARITanah Aluvial adalah tanah yang memiliki produktivitas yang rendah karena pH yang masam, mengandung pirit, miskin unsur hara makro dan makro. Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu sentra tanaman Jambu Kristal, dimana terdapat perbedaan produktivitas tanaman jambu kristal antara kebun satu dan yang lainnya.Tujuan dari penelitian ini adalah menguji status unsur hara N, P, K pada 2 lokasi kebun jambu kristal, memberikan saran pemupukan di 2 lokasi penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di kebun jambu kristal milik 2 petani, yang luas nya 1 Ha dengan usia tanaman 2 tahun. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari–Juli 2023 selama 6 bulan dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Dari hasil penelitian,  status hara pada kedua lahan di dapatkan bahwa status unsur Nitrogen termasuk dalam kriteria sangat tinggi, status unsur Fosfor termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan status unsur Kalium termasuk dalam kriteria rendah. Saran pemupukan hanya untuk  K, yaitu pada lokasi 1 sebanyak 0,25 kg/tanaman, dan lokasi 2 sebanyak 0,75 kg/tanaman. Kata kunci: Tanah Aluvial, Jambu kristal