Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Korelasi antara Sosial Ekonomi Masyarakat dengan Pemanenan Air Hujan untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Warniningsih, Warniningsih; Amyati, Amyati; Triyono, Triyono; Widyaputra, Primanda Kiky
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6531

Abstract

Pemanenan air hujan merupakan upaya keberlanjutan sumber daya air bersih di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dibawah permasalahan perubahan iklim dan penurunan muka air tanah akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sosial ekonomi meliputi ATP, WTP, dan CBR sedangkan partisipasi masyarakat dianalisis dengan uji korelasi dari variabel pemanenan air hujan dan sosial masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat studi kelayakan sosial dan ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pemanenan air hujan sebagai upaya keberlanjutan sumber daya air. Hasil: nilai korelasi tertinggi atau sangat kuat adalah korelasi antara lingkungan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,74. korelasi tinggi atau kuat adalah korelasi antara air kesehatan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,68, korelasi antara sosial budaya dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,52 dan korelasi antara ekonomi dan kemauan masyarakat dengan nilai korelasi 0,46. Kesimpulan: Analisis ATP, WTP dan CBR menunjukkan jika sumur resapan merupakan metode pemanenan air hujan yang layak dari segi ekonomi. Partisipasi masyarakat terhadap pemeliharaan dan pengadaan prasarana pemanenan air hujan masih minimum. Perlunya upaya penguatan modal sosial melalui program pengembangan kapasitas komunitas pemanenan air hujan sebagai subyek yang berperan langsung dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Tersedianya air dari segi kuantitas dan kualitas akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
PERBANDINGAN KOMPOS PRODUK PEMANFAATAN LIMBAH MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DENGAN KOMPOS SAMPAH ORGANIK Haudi Hasaya; Dovina Navanti; Luthfian Rizki Ramadhan; Ibnu Susanto; Wahyu Kartika; Sophia Shanti Meilani; Elvi Kustiyah; Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.257

Abstract

Sampah organik merupakan jenis sampah paling dominan ditemui di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Indonesia. Salah satu upaya minimasi jumlah sampah yang masuk ke TPA adalah dengan mengolah sampah organik, contohnya dengan pemanfaatan sampah dalam budidaya black soldier fly (BSF) menjadi produk pakan ternak. Namun proses budidaya ini masih menghasilkan residu berupa limbah budidaya maggot (kasgot). Residu kasgot ini juga dapat dimanfaatkan menjadi campuran kompos padat, dalam upaya meningkatkan kualitas kompos. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan 2 variasi kompos, yaitu dilakukan variasi 1 (50% limbah budidaya maggot : 50% sampah organik) dan variasi 2 (100% sampah organik) untuk melihat perbedaan kualitas kompos, baik secara fisik, kimia (kandungan N, P, K, dan Kadar Air), serta neraca massa dari 2 proses pengomposan berbeda. Pengomposan dilakukan simultan selama 30 hari, dan setiap hari dilakukan pengamatan fisik, pengukuran suhu dan pH pada 2 variasi kompos. Di akhir pengomposan, variasi 1 menunjukkan hasil uji kandungan N = 3,95%, P = 1,30%, K = 2,52%, Kadar air = 34,60%; sedangkan variasi 2 menunjukkan hasil uji kandungan N = 2,22%, P = 1,06%, K = 1,08%, Kadar Air = 29,96%. Untuk kedua variasi kompos parameter kandungan N, P, K, dan Kadar Air memenuhi Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004 untuk Kompos dari Sampah Organik Domestik. Kualitas kompos variasi 1 cenderung lebih baik daripada variasi 2, dengan tekstur lebih halus dan lebih cepat menjadi kompos, serta mengandung nilai N, P, K lebih besar. Reduksi sampah organik dari pengomposan variasi 1 mencapai 63,33% dan variasi 2 mencapai 42%, sehingga berpotensi mengurangi sampah organik dibuang ke TPA.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Fasilitas Jamban di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap Triyono; Warniningsih; Amyati, Amyati
Jurnal Jaring SainTek Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/mk3bpj67

Abstract

This research aims to analyze the condition of latrine facilities and assess environmental health risks in Jetis Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. The study is part of the Environmental Health Risk Assessment (EHRA) conducted for the development of the District Sanitation Strategy (SSK). The method employed was a participatory household survey in the selected village, focusing on latrine facility indicators and sanitation behavior based on STBM pillars. The study results indicate that although private latrine access reached 93%, the greatest risk stems from fecal sludge management. A total of 95% of septic tanks were suspected to be unsafe and 67.8% were never emptied, indicating a high potential for contamination. Furthermore, Open Defecation (OD) behavior was still detected in 22.7% of households. These findings highlight the urgency of sanitation interventions focused on improving septic tank safety at the study location.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN GREEN SCHOOL Sri Sularsih Endartiwi; Warniningsih Warniningsih; Amyati Amyati; Mar'atus Sholiha; Amin Rahayu Puji Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/q7rm7k56

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan kondisi darurat sampah danĀ  terjadi penumpukan sampah di TPS. Selain itu adanya penutupan permanen TPA sampah membuat masyarakat harus mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Hal ini juga berlaku bagi sekolah-sekolah, karena sekolah juga merupakan salah satu penghasil sampah baik sampah organik maupun anorganik. Penduduk sekolah dihimbau untuk dapat mengelola sampahnya. Pengelolaan sampah sejak dini bagi anak sekolah agar tidak anak menjadi lebih cinta terhadap lingkungannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatnya pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis sekolah untuk mewujudkan Green School di SD Negeri Wirokerten. Di samping itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun perilaku peduli sampah dan lingkungan sejak dini pada siswa sekolah sehingga tercipta sekolah mandiri sampah. Harapannya bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang berada di wilayah sekitar serta merintis untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi tentang pemilahan sampah, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, pembuatan ecobrick dengan menggunakan botol bekas air mineral serta melakukan penanaman sayuran dan TOGA (tanaman obat keluarga) di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan adalah kompos yang dimanfaatkan sebagai media tanam untuk menanam tanaman hias, sayuran dan TOGA, ecobrick yang dibuat menjadi meja dan kursi. Terdapat perbedaan yang signifikan baik pengetahuan, sikap dan perilaku siswa tentang pengelolaan sampah antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan pelatihan ke arah positif
Sosialisasi dan Edukasi Perilaku Siswa dalam Menjaga Kesehatan Lingkungan Sekolah di Yogyakarta Amyati; Sri Sularsih Endartiwi; Warniningsih
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i2.3877

Abstract

Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya proses pembelajaran yang optimal. Namun, perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah masih perlu diperkuat, terutama dalam hal membuang dan memilah sampah, menjaga kebersihan kelas dan fasilitas sanitasi, mencuci tangan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku siswa dalam menjaga kesehatan lingkungan sekolah di MA Nurul Ummah Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi awal, sosialisasi, edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi konsep lingkungan sekolah sehat, pengelolaan sampah, perilaku hidup bersih dan sehat, kebersihan fasilitas sekolah, serta pentingnya partisipasi siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi perubahan positif pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Selain itu, hasil observasi menunjukkan adanya perubahan positif pada perilaku siswa, terutama dalam membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, melakukan cuci tangan dengan benar, dan berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi yang disertai praktik langsung dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran dan kebiasaan siswa untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah. Keberlanjutan program melalui pembiasaan, keteladanan guru, penguatan peran UKS, dan kegiatan kebersihan rutin diperlukan agar perubahan perilaku dapat dipertahankan.