Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN SAINS MAHASISWA MELALUI PROYEK SINTESIS HIDROGEL POLIMER SUPERABSORBEN RAMAH LINGKUNGAN DARI PATI KULIT UBI KAYU DAN ASAM SITRAT Nasirsah Nasirsah
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 9, No 3 (2026): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v9i3.381-388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia melalui proyek sintesis hidrogel polimer superabsorben ramah lingkungan berbahan dasar pati kulit ubi kayu dengan asam sitrat sebagai agen ikat silang (crosslinking agent). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Kimia yang mengikuti mata kuliah Kimia Polimer. Data KPS dikumpulkan melalui lembar observasi dengan lima indikator, yaitu mengamati, merencanakan percobaan, menggunakan alat dan bahan, menafsirkan data, dan mengomunikasikan hasil, sedangkan data karakteristik produk diperoleh dari uji swelling ratio dan fraksi gel hidrogel pada variasi konsentrasi asam sitrat 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata KPS mahasiswa mencapai 75,2 (kategori sedang), dengan indikator mengamati memperoleh skor tertinggi (82,5) sedangkan indikator menafsirkan data memperoleh skor terendah (68,1). Uji karakteristik hidrogel menunjukkan konsentrasi asam sitrat 10% menghasilkan swelling ratio optimum sebesar 385% dengan fraksi gel 68%. Temuan ini mengindikasikan bahwa proyek sintesis hidrogel dari pati kulit ubi kayu efektif digunakan sebagai sarana pengembangan keterampilan proses sains mahasiswa, khususnya pada aspek observasi dan penggunaan alat dan bahan, namun aspek menafsirkan data masih memerlukan pendampingan yang lebih intensif
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM BIOKIMIA BERBASIS ZERO-WASTE GREEN CHEMISTRY MENGGUNAKAN BAHAN PENGAWET ALAMI DI DAERAH TAPANULI BAGIAN SELATAN Nasirsah Nasirsah
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.468-475

Abstract

Kegiatan praktikum biokimia umumnya masih bergantung pada reagen sintetis yang menghasilkan limbah laboratorium berbahaya, sementara pendekatan zero-waste green chemistry menawarkan alternatif dengan meminimalkan limbah berbahaya serta memanfaatkan bahan terbarukan yang ramah lingkungan. Daerah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, memiliki kekayaan hayati lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, seperti andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) dan gambir (Uncaria gambir), yang mengandung senyawa antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penuntun praktikum biokimia berbasis zero-waste green chemistry menggunakan bahan pengawet alami lokal, serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penuntun praktikum dikembangkan untuk mencakup percobaan uji pengawetan protein dan karbohidrat, skrining fitokimia bahan pengawet alami lokal, serta uji aktivitas antimikroba, yang seluruhnya dirancang untuk meminimalkan limbah kimia berbahaya. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji coba lapangan melibatkan mahasiswa biokimia sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons mahasiswa, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuntun praktikum yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis digunakan, mendapat respons positif dari mahasiswa, serta terbukti efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep biokimia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi kekayaan hayati lokal ke dalam penuntun praktikum berbasis zero-waste green chemistry dapat menjadi alternatif pembelajaran laboratorium biokimia yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses terhadap reagen kimia konvensional.  
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SOCIOSCIENTIFIC ISSUES (SSI) PADA TOPIK POLIMER KONDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ILMIAH PEMBELAJARAN KIMIA SISWA Nasirsah Nasirsah
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.476-482

Abstract

Materi kimia seperti polimer seringkali diajarkan secara prosedural dan berorientasi hafalan, terlepas dari praktik ilmiah yang otentik, sehingga siswa jarang dilatih untuk menjelaskan fenomena, merancang penyelidikan, menginterpretasi bukti, dan menyusun argumen ilmiah. Polimer konduktif (misalnya polianilin, polipirol, dan politiofen) merupakan konteks sosiosaintifik yang aktual dan kontroversial, karena pemanfaatannya yang semakin luas pada elektronik fleksibel dan sensor diiringi oleh persoalan limbah elektronik yang terkait dengan proses doping redoks dan ikatan terkonjugasi pada rantai polimer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis Socioscientific Issues (SSI) pada topik polimer konduktif dalam meningkatkan kemampuan ilmiah siswa pada pembelajaran kimia. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group, melibatkan dua kelas siswa kelas XII SMA yang mempelajari materi polimer, yaitu kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model SSI berkonteks isu limbah elektronik berbasis polimer konduktif, dan kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli dan tes kemampuan ilmiah yang mencakup empat indikator, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menginterpretasi data dan bukti, serta mengomunikasikan argumen ilmiah berbasis bukti, kemudian dianalisis menggunakan indeks Aiken's V, uji N-Gain, dan uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen berbasis SSI dinyatakan valid untuk digunakan, serta siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan kemampuan ilmiah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan peningkatan terbesar pada indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah dan peningkatan terkecil pada indikator argumentasi ilmiah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa mengontekstualisasikan topik polimer konduktif dengan isu sosiosaintifik yang otentik dapat memperkuat kemampuan ilmiah siswa sekaligus menjadikan materi polimer yang abstrak lebih relevan dengan persoalan teknologi dan lingkungan yang nyata.