Keterlambatan dalam proyek infrastruktur, khususnya pembangunan jalan perkebunan, seringkali disebabkan oleh penjadwalan dan alokasi sumber daya yang kurang optimal. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu dan biaya dalam proyek perbaikan jalan sepanjang 2.600meter di PTPN IV Regional 4, Perkebunan Batanghari, menggunakan Metode Jalur Kritis (Critical Path Method/CPM). Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan staf proyek, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen proyek resmi, yang mencakup durasi aktivitas, biaya, dan hubungan prioritas. Diagram jaringan dibangun menggunakan pendekatan Activity on Arrow (AOA), diikuti oleh analisis maju dan mundur untuk menghitung waktu mulai/selesai paling awal/paling lambat dan total float. Hasil menunjukkan bahwa jadwal dasar yang dimulai adalah 120 hari dengan total biaya Rp 1.075.197.832, namun analisis CPM mengungkapkan durasi minimum yang layak yaitu 117 hari, mengurangi total biaya proyek menjadi Rp 1.069.692.832 atau penghematan sebesar Rp 5.505.000. Pengurangan ini terutama disebabkan oleh penghapusan jadwal kelonggaran selama 3 hari, yang menurunkan biaya tenaga kerja (Rp 1.835.000/hari × 3 hari). Jalur kritis terdiri dari aktivitas A, B, D, E, F, G, H (total kelonggaran = 0), sedangkan aktivitas C (mobilisasi/demobilisasi) menunjukkan kelonggaran 2 hari dan karena itu tidak kritis. Studi ini menegaskan bahwa CPM tidak hanya menentukan aktivitas yang penting untuk waktu tetapi juga memungkinkan efisiensi biaya waktu yang terukur, mendukung pengendalian proyek yang lebih responsif dalam pengembangan infrastruktur perkebunan.