Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KORELASI KEMAMPUAN BERPIDATO DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA Yulistio, Didi; Fhitri, Anita
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 6 No 2 (2023): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v6i2.2645

Abstract

. The purpose of this study was to determine the correlation of Speech Ability with the Ability to Write Speech Texts of Class XI Students of SMAN 2 Bengkulu City. This research used correlational method. The research population was all students of class XI of SMAN 2 Bengkulu city with the research sample using purposive sampling technique that is with special consideration only taking students of class XI-E MIPA as many as 30 people. Research design with independent variable (X) speech skills and dependent variable (Y) ability to write speech text. Data collection used speech practice tests and speech text writing tests. The research instruments were (1) instructions and rubrics for writing speech texts including aspects of content, text structure, diction, formal sentences, and mechanics (BI spelling) and (2) rubrics for assessing speech practice including five elements of linguistic aspects and five elements of non-language aspects. The data analysis technique used the average formula for each variable and the product moment correlation formula to test the research hypothesis. The results showed that students' speech skills were categorized as good followed by students' speech text writing skills which were also categorized as good. The alternative hypothesis test results with kk of 0.977 at the 5% significance level or rhit (0.977) > rtabel (0.361) are accepted. That is, there is a positive and significant correlation between Speech Proficiency and Speech Text Writing Ability of Class XI Students of SMAN 2 Bengkulu City. This means that the high value of speech text writing ability occurs because of the high value of students' speech ability or vice versa
EVALUASI PEDOMAN (ALAT PENILAI) PENYUSUNAN KARAKTERISTIK TES (SOAL) BAHASA INDONESIA RANAH KOGNITIF BERBASIS HOTS Yulistio, Didi; Nugroho, Agung
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 7 No 1 (2024): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v7i1.2763

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengevaluasi pedoman (alat penilai) Penyusunan Karakteristik Tes (Soal) bahasa Indonesia Ranah Kognitif berbasis HOTS pada Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Bengkulu. Ruang lingkup penelitian ini berkaitan dengan analisis evaluatif pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS meliputi; aspek menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6) dan penerapannya pada soal BI untuk Kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif deskriptif dan pendekatan kuantitatif serta prosedur penelitian PTK. Data penelitian ini berupa pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS untuk kelas X SMA. Sumber data penelitian ini mahasiswa semester III Program S2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman evaluasi (alat penilai) untuk penyusunan tes (soal) bahasa Indonesia berbasis HOTS untuk kelas X SMA. Analisis data menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui rumus rerata. Hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengevalusi pedoman (alat penilai) penyusunan karakteristik tes (soal) bahasa Indonesia ranah kognitif berbasis HOTS. Hal ini dapat dilihat dari hasil PTK pembelajaran pada siklus I berkategori baik (rerata nilai 70,7) meningkat pada siklus II berkategori lebih baik (rerata nilai 81,7) dengan deskripsi bahwa karakteristik soal bahasa Indonesia sudah disusun sesuai tujuan pembelajaran yang menggunakan kata kerja operasional level penalaran (HOTS) aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil ini diikuti dengan perubahan aktivitas mahasiswa dalam proses pembelajaran pada siklus I berkategori aktif meningkat pada siklus II menjadi berkategori sangat aktif. Khususnya, perubahan aktivitas mahasiswa pada sikap disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, kemandirian, dan kejujuran
Pelatihan PKBI bidang Kalimat Bahasa Indonesia Tenaga Administrasi Lembaga Pemerintah Kota Bengkulu Yulistio, Didi
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v4i1.27578

Abstract

Pelatihan PkM ini bertujuan untuk PKBI bidang Kalimat Bahasa Indonesia bagi Tenaga Administrasi Lembaga Pemerintah di Kota Bengkulu. Tempat pelaksanaan kegiatan di Aula Hotel Splash Kota Bengkulu, Rabu, 12 April 2023, Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 12.00 WIB. Sasaran kegiatan untuk peningkatan pola pikir (mindset) atau sikap, pengetahuan, dan keterampilan menulis kalimat bahasa Indonesia Tenaga Administrasi Lembaga Pemerintah di Kota Bengkulu. Peserta kegiatan ini berjumlah 50 orang dari 34 lembaga pemerintah yang diikutsertakan. Kegiatan melalui metode ceramah dan diskusi aktif peserta. Narasumber mempresentasikan materi kalimat bahasa. Target Capaian kegiatan yakni perubahan pola pikir (mindset), pengetahuan, dan keterampilan menggunakan kalimat bahasa Indonesia tenaga administrasi lembaga pemerintah di kota Bengkulu. Hasil kegiatan PkM bahwa telah terjadi PKBI bidang kalimat khususnya peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan tenaga administrasi lembaga pemerintah di kota Bengkulu berkategori baik. Hal tersebut dibarengi dengan aktivitas peserta yang juga meningkat dengan lebih bersemangat dan antusiasme yang tinggi. Hasil ini sebagaimana rincian keberhasilan kegiatan yang meliputi (1) peningkatan pola berpikir (mindset) atau sikap peserta dalam beraktivitas mengikuti pelatihan dengan motivasi, semangat, dan antusiasme dalam mewujudkan penulisan kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar, (2) peningkatan pengetahuan dan keterampilan KBI tenaga administrasi lembaga pemerintah di kota Bengkulu dengan kategori baik, khususnya bidang kalimat bahasa Indonesia. Saran hasil kegiatan dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan penulisan laporan dan surat-menyurat resmi bagi lembaga pemerintah di kota Bengkulu. 
Mengungkap Simbolis Teks Mantra Pengobatan Etnik Lembak di Kabupaten Bengkulu Tengah Efrianti, Nova; Sarwono, Sarwit; Yulistio, Didi
Proceeding International Conference on Malay Identity The 2nd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts and Culture
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap simbolisme teks mantra dalam ritual pengobatan etnik Lembak di Kabupaten Bengkulu Tengah. Mantra sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat Lembak mengandung makna simbolis yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi realitas fisik dan spiritual. Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa simbol-simbol yang terkandung dalam teks mantra tidak hanya merepresentasikan aspek kebudayaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan kekuatan supranatural dalam proses penyembuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para dukun, pelaku ritual pengobatan, serta pengamatan langsung terhadap pelaksanaan ritual penyembuhan. Analisis teks mantra dilakukan dengan menggunakan teori simbolisme untuk memahami makna dan fungsi simbol-simbol yang terdapat dalam teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap mantra dalam pengobatan etnik Lembak memiliki peran yang signifikan dalam menjaga keseimbangan antara tubuh, alam semesta, dan kekuatan ilahi. Mantra pertama hingga kelima dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa setiap simbol yang digunakan, baik yang terkait dengan alam maupun entitas gaib, memiliki fungsi penyembuhan yang holistik. Mantra-mantra tersebut mencerminkan kepercayaan bahwa keseimbangan fisik dan spiritual harus dipulihkan agar pasien dapat mencapai kesembuhan total. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan budaya dan kesehatan. Mantra dan simbolisme dalam pengobatan tradisional dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk memperkenalkan siswa pada kekayaan budaya lokal dan memahami bagaimana tradisi spiritual memainkan peran penting dalam penyembuhan. Pendekatan holistik yang menekankan keseimbangan fisik dan spiritual juga dapat diintegrasikan dalam pengajaran ilmu kesehatan dan budaya.
PELATIHAN KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BIDANG EJAAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU SMP/MTs DI REJANG LEBONG Yulistio, Didi; Nugroho, Agung
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v4i2.777

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan Sikap, Pengetahuan, dan Kemahiran Berbahasa Indonesia bidang Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) bagi guru bahasa Indonesia SMP/MTs di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan kerjasama Kantor Bahasa dengan Diknas Kab. Rejang Lebong, dilaksanakan Selasa, 9 April 2019, Pukul 09.00—16.15 WIB., di hotel Mutiara Curup dengan peserta sebanyak 42 orang. Kegiatan dengan metode pelatihan melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi terpimpin. Narasumber mempresentasikan materi pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia dan memberikan latihan praktik menggunakan EBI secara benar. Pelatihan dilaksanakan melalui (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi penggunaan EBI. Hasil kegiatan PkM dapat dikemukakan bahwa telah terjadi perubahan pola pikir (mindset), pengetahuan, dan Kemahiran Berbahasa Indonesia Guru bahasa Indonesia SMP/MTs di Kab. Rejang Lebong dalam menggunakan Ejaan bahasa Indonesia secara tertulis. Hal ini terlihat dari perubahan (1) pola pikir guru dalam menulis kata, kalimat, dan teks pendek telah memperhatikan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia secara benar, (2) penguasaan pengetahuan dan kemahiran berbahasa Indonesia guru dalam menerapkan unsur pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan yang sesuai ketentuan (hasil pretes dan postes mengalami peningkatan kategori cukup menjadi tinggi), dan (3) aktivitas guru bahasa Indonesia dalam mengikuti pelatihan menjadi lebih antusias dan bersemangat. Hal ini juga ditunjang dengan bukti relevan hasil jawaban pertanyaan kebermanfaatan menyatakan, bahwa pelatihan Ejaan bahasa Indonesia bermanfaat dan membuka kembali wawasan guru bahasa Indonesia.
KAJIAN PESAN DAN NILAI-NILAI BUDAYA PADA BAGIAN PUNAKAWAN CERITA WAYANG KULIT Yulistio, Didi; Nugroho, Agung
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 7 No 2 (2024): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v7i2.3221

Abstract

Dalam ‘memahami’ cerita Wayang kulit yang mengangkat potensi kearifan lokal perlu terus digali sebagai bentuk pemertahanan tradisi yang penting bagi pembinaan karakter bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pesan dan nilai-nilai budaya cerita Wayang Kulit, pada bagian "Dialog Punakawan Togog dan Bilung," versi Ki Dalang Seno Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan pragmatis. Data penelitian berupa dialog tokoh dalam bentuk transkripsi bahasa Jawa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian berupa; tujuh dokumentasi file video live Streaming cuplikan cerita wayang kulit bagian dialog punakawan Togog dan Bilung. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman pencatatan dokumen teks lisan. Analisis data menggunakan langkah-langkah deskriptif pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita Wayang kulit, bagian dialog Punakawan Togog dan Bilung, versi Ki Dalang Seno Nugroho, memiliki dimensi pesan moral, mencakup (1) dimensi perhatian, meliputi nilai kebersamaan dan empati, (2) dimensi pertimbangan, meliputi nilai kesabaran dan keselamatan, dan (3) dimensi tindakan berkenaan dengan nilai ketentraman. Pada kajian nilai-nilai budaya ditemukan budaya manusia dalam (1) hubungan dengan Tuhan, meliputi nilai ketaqwaan atau tawakal dan berdoa, (2) hubungan dengan alam, meliputi nilai kelestarian alam dan keselarasan dengan alam, (3) hubungan dengan masyarakat meliputi nilai kerja sama, kepatuhan pada tradisi, dan nilai kearifan lokal, (4) hubungan dengan manusia lain, meliputi nilai kasih sayang, nilai kebijaksanaan, nilai kesabaran, nilai kesetiaan, menghargai orang lain, dan nilai kesopanan, dan (5) hubungan dengan diri sendiri, meliputi nilai kejujuran, nilai ketabahan, dan nilai kewaspadaan.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 SELUMA Putri, Astri Lidia; Yulistio, Didi; Utomo, Padi
Jurnal Korpus Vol 5 No 1: April 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i1.13449

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 3 Seluma yang berjumlah 173 orang siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purpusive yaitu sebanyak 20% dari jumlah populasi yaitu 34 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, yaitu berupa siswa diberikan tugas menulis teks laporan hasil observasi dengan alokasi waktu 60 menit. Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi ini dinilai dari lima aspek, yaitu aspek isi, aspek struktur, aspek diksi, aspek kalimat efektif, dan aspek ejaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, statistik sederhana dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma adalah 63,75 dengan kategori cukup. Nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada berdasarkan aspek isi adalah 18,44 dengan kategori baik, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek struktur 14,75 dengan kategori cukup, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek diksi 11.80 dengan kategori cukup, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek kalimat efektif 10.05 dengan kategori baik, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek ejaan 8,69 dengan kategori cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma  telah dapat menulis teks laporan hasil observasi sudah cukup baik. Meskipun masih ada beberapa siswa dalam menulis dinyatakan kurang baik, namun secara keseluruhan para siswa sudah dapat menulis teks laporan hasil observasi.
KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEMA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 KOTA BENGKULU Yanti, Novia Fitri; Yulistio, Didi; Purwadi, Agus Joko
Jurnal Korpus Vol 4 No 3: DESEMBER 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i3.13519

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui kemampuan menulis puisi dengan tema pandemi Covid-19 pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 340 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan simple sampling purposive yaitu sampel berdasarkan pertimbangan kriteria-kriteria tertentu dengan jumlah sampel yaitu 52 orang siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa tes menulis puisi yang dikerjakan siswa. Kemampuan menulis puisi dengan tema pandemi Covid-19  ini dinilai dari lima aspek, yaitu kesesuaian tema dan isi puisi, pilihan kata atau diksi, imajinasi, gaya bahasa dan rima/ritma. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik desktiftif dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis puisi dengan pandemi Covid-19 pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu adalah 62,52 dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek kesesuaian tema dan isi puisi adalah 19,03 dengan kategori baik. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek pilihan kata atau diksi adalah 12,63 dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek imaji adalah 13,19 dengan kategori baik. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek gaya bahasa adalah 11,31dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek rima/ritma adalah 6,31 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikesimpulan bahwa kemampuan menulis puisim siswa termasuk pada kategori cukup dimana siswa masih mengalami kesulitan menulis puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi. Hal ini diharapkan perlu adanya peningkatan lagi supaya kedepannya keterampilan menulis puisi siswa dapat lebih maksimal karena hal tersebut menunjukkan bahwa siswa belum baik dalam menulis puisi berdarkan unsur-unsur pembangunnya.                                                                     Kata kunci: kemampuan menulis, puisi, pandemi Covid-19
PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 LEBONG Aisyah, Dessy Nur; Yulistio, Didi; Purwadi, Agus Joko
Jurnal Korpus Vol 5 No 2: Agustus 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i2.14937

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 4 Lebong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar bahasa Indonesia di kelas X IPS SMA Negeri 4 Lebong yang berjumlah satu orang. Data dalam penelitian ini adalah aspek kegiatan pengelolaan kelas yang meliputi pengaturan orang (siswa) dan pengaturan ruangan yang dilakukan oleh guru pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X IPS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, analisis data yang dilakukan yaitu merekam sambil mengamati guru mengajar pada saat proses belajar berlangsung, mewawancarai guru dengan pedoman wawancara yang dibuat penulis, mencatat proses jalannya proses pembelajaran di dalam kelas, mendeskripsikan data yang telah diperoleh dan menyimpulkan hasil pengamatan dan wawancara mengenai aspek mengelola kelas yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini berbentuk deskripsi mengenai aspek pengelolaan kelas yang meliputi pengaturan siswa yang terdiri dari, guru menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang menarik minat siswa, guru memberikan motivasi belajar kepada siswa agar siswa semangat belajar, guru menghargai perbedaan pendapat siswa agar siswa tidak merasa dikucilkan, guru mampu menghidupkan suasana pembelajaran, sehingga terjalin komunikasi yang aktif antara guru dan siswa, guru menciptakan suasana kelas yang kondusif. Pengaturan ruangan atau fasilitas yang terdiri dari, penataan ruang kelas yang rapi dan nyaman, pengaturan dan pemanfaatan media yang menarik minat belajar siswa, pengaturan posisi tempat duduk siswa.
BENTUK DAN DAMPAK KEMAMPUAN MEMBERI PENGUATAN DALAM PRAKTIK MENGAJAR MAHASISWA Yulistio, Didi; Kurniawan, Rio
Jurnal Korpus Vol 5 No 2: Agustus 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i2.18001

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bentuk dan Dampak dari Kemampuan Memberi Penguatan (reinforcement) dalam Praktik Pengajaran Mikro Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Ruang lingkup penelitian ini mencakup deskripsi (1) jenis penguatan mencakup penguatan verbal dan penguatan nonverbal dan (2) dampat pemberian penguatan sesuai konteks proses pembelajaraan dalam pengembangan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan wawancara melalui diskusi terbimbing kepada mahasiswa praktikkan. Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yakni mahasiswa semester 7B (kelompok D) Program Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu yang mengikuti perkuliahan Pengajaran Mikro sebanyak 11 orang. Analisis data secara kualitatif meliputi kegiatan mengamati dan mencatat proses pembelajaran, mengelompokkan data menurut jenis penguatan dan dampak penguatan, mentabulasi data sesuai masalah, menginterpretasi dan evaluasi data serta menarik kesimpulan. Hasil Penelitian dapat dikemukakan bahwa (1) bentuk kemampuan dalam memberi penguatan yang dilakukan mahasiswa meliputi (a) penguatan (reinforcement) verbal berupa kata atau frasa, seperti kata ya, oke, bagus, baik, bisa, boleh, benar, betul, tepat, seratus, baik sekali, sangat bagus, betul sekali, tepat sekali, dan (b) penguatan nonverbal berupa tepuk tangan, tanda tangan mengepal, tangan memberikan jempol, dengan senyuman, mengangguk, menepuk bahu, dan mendekati, yang biasanya dilakukan mengiringi penguatan verbal berupa kata atau frasa yang diucapkan, dan (2) dampak pemberian penguatan sesuai konteks peristiwa berbahasa, mencakup partisipan, pokok pembicaraan, lokasi, dan variasi bahasa, berdampak dalam melahirkan karakter peserta didik, seperti disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mengumpulkan tugas tepat waktu, religius, dan nasionalisme yang tinggi.