Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kecerdasan Emosional Dengan Kinerja Perawat Dalam Menerapkan Asuhan Keperawatan Silitonga, Erwin; Sitanggang, Antonij Edimarta; Aryan, Novita; Sinaga, Nensy Maranata
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10511

Abstract

Kinerja sumber daya manusia yang baik merupakan hal terpenting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan atau organisasi. Bila sebuah perusahaan ingin berkembang dengan pesat, perusahaan tersebut haruslah memiliki sumber daya manusia yang mampu menampilkan kinerja yang baik. Kinerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain adalah kecerdasan emosional. Di antara kemampuan-kemampuan tersebut hanya kecerdasan emosional yang tidak di dapatkan dari bangku pendidikan formal sehingga tidak semua orang yang mempunyai keterampilan kognitif dan kemampuan teknis memiliki juga kecerdasan emosional ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Advent Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian ini menggunakan deskriptif kolerasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruangan rawat inap di RS Advent Medan sebanyak 88 dengan metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah probability sampling dengan proportionate stratified random sampling alasan peneliti menggunakan metode ini karena jumlah perawat pelaksana pada setiap ruangan tidak sama serta metode ini lebih mudah dalam mengambil responden. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar kecerdasan emosional perawat kategori cukup sebanyak 24 orang (51,1%) dan kinerja perawat sebagian besar kategori cukup sebanyak 26 orang (55,3%). Hasil analisa terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2023 dengan nilai p value = 0,001 < 0,05. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahan variabel bebas yang mempengaruhi kinerja perawat seperti kecerdasan spritual, kecerdasan intelegensim dan lain sebagai
Hubungna Gaya Hidup Terhadap Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Sri Padang Kota Tebing Tinggi Aryani, Novita; Sitanggang, Antonij Edimarta; Silitonga, Erwin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9771

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dalam jangka yang lama dan dalam jumlah yang sering/banyak diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 5 menit. Berbagai faktor terkait dengan genetik dan pola hidup seperti aktivitas fisik yang kurang, asupan makanan asin dan kaya lemak serta kebiasaan merokok dan minum alkohol berperan dalam melonjaknya angka hipertensi Tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Gaya Hidup Terhadap Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Sri Padang Kota Tebing Tinggi, Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan Case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Sri Padang tahun 2023 yaitu sebanyak 120 orang. Kemudian jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin maka didapatlah sampel berjumlah 82 responden. Sampel didapat dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa gaya hidup secara signifikan berhubungan dengan kejadian penyakit hipertensi; kebiasaan merokok (p=0.001,) kebiasaan konsumsi makanan asin (p=0.016), kebiasaan mengkomsumsi alkohol (p=0.002), stress (0.001). Disarankan kepada masyarakat khususnya wilayah kerja Puskesmas Sri Padang agar dapat mengelola gaya hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.
Pelatihan Pencegahan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam Sipayung, Rosetty Rita; Lasma Rina Efrina Sinurat; Erwin Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pencegahan kecemasan bagi ibu hamil dalam menghadapi persalinan selama masa pandemi Covid-19 di Aek Nagali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 30 ibu hamil yang terdaftar di Di Rsu Sari Mutiara Lubuk Pakam berpartisipasi dalam pelatihan yang mencakup teknik relaksasi, informasi tentang proses persalinan, dan strategi coping. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kecemasan ibu hamil sebelum pelatihan memiliki rata-rata skor 18,5 (SD = 3,2), sedangkan setelah pelatihan, rata-rata skor kecemasan menurun menjadi 12,3 (SD = 2,5). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah pelatihan (p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pencegahan kecemasan efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan selama pandemi.
Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Kartika 2 Medan Tambunan, Formaida; Erwin Silitonga; Ida Ria Sidabukke; Pinkan Soraya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja yaitu masa transisi atau peralihan yang kritis sebagai kunci berkembangnya pengalaman yang baru yang terjadi pada masa usia 10-19 tahun. Pada masa remaja sebagian individu dihadapkan pada dorongan untuk mengkonsumsi alkohol, merokok, atau obat-obatan lain serta memulai perilaku pergaulan. Pergaulan bebas merupakan pergaulan yang luas di kalangan remaja. Hal ini tidak berarti menekankan pada pengelompokkan yang kompak antara dua individu, melainkan antara banyak orang atau remaja. Pergaulan bebas ialah perilaku negatif yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Ada beberapa kategori yang termasuk dalam pergaulan bebas di masa remaja, diantaranya adalah merokok, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, membuat kerusuhan, sering menghabiskan waktu di dunia malam. Pergaulan bebas berdampak pada kepribadian individu. Peran keluarga sangat penting untuk mengatasi pergaulan bebas salah satunya orang tua berperan sebagai motivator dan inspirator bagi anak remajanya, orang tua harus mampu menjadi sahabat bagi anak remajanya supaya anak lebih terbuka tentang dirinya, orang tua memberikan Pendidikan seks pada anak remaja. dengan demikian mereka juga dapatmengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas, di samping itu selain peran orang tua terutama dari diri sendiri sangatlah penting yaitu, membentuk karakter yang positif, jangan salah memilih teman, memilih tempat lingkungan yang baik. Banyak alasan atau faktor yang menyebabkan anak bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Kecerdasan Emosional Dengan Kinerja Perawat Dalam Menerapkan Asuhan Keperawatan Silitonga, Erwin; Sitanggang, Antonij Edimarta; Aryan, Novita; Sinaga, Nensy Maranata
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10747

Abstract

Kinerja sumber daya manusia yang baik merupakan hal terpenting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan atau organisasi. Bila sebuah perusahaan ingin berkembang dengan pesat, perusahaan tersebut haruslah memiliki sumber daya manusia yang mampu menampilkan kinerja yang baik. Kinerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain adalah kecerdasan emosional. Di antara kemampuan-kemampuan tersebut hanya kecerdasan emosional yang tidak di dapatkan dari bangku pendidikan formal sehingga tidak semua orang yang mempunyai keterampilan kognitif dan kemampuan teknis memiliki juga kecerdasan emosional ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Advent Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian ini menggunakan deskriptif kolerasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruangan rawat inap di RS Advent Medan sebanyak 88 dengan metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah probability sampling dengan proportionate stratified random sampling alasan peneliti menggunakan metode ini karena jumlah perawat pelaksana pada setiap ruangan tidak sama serta metode ini lebih mudah dalam mengambil responden. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar kecerdasan emosional perawat kategori cukup sebanyak 24 orang (51,1%) dan kinerja perawat sebagian besar kategori cukup sebanyak 26 orang (55,3%). Hasil analisa terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2023 dengan nilai p value = 0,001 < 0,05. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahan variabel bebas yang mempengaruhi kinerja perawat seperti kecerdasan spritual, kecerdasan intelegensim dan lain sebagainya
Edukasi Manajemen Diri Dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual Silitonga, Erwin; Tambunan, Formaida; Barus, Ernawati; Soraya, Pinkan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19768

Abstract

ABSTRAK Edukasi seksual jarang diadakan disebabkan banyaknya kekhawatiran jika edukasi seksual dilakukan dapat memicu remaja untuk berhubungan seks, yang diantaranya adalah seks bebas ataupun seks pra nikah. Edukasi seksual merupakan gerakan bersama guna melindungi generasi muda juga membantu generasi muda meraih masa depan yang lebih cerah dan realitanya, edukasi seksual cukup efektif menekan tingkat hubungan seksual di kalangan remaja, serta menekan angka penyakit menular seksual juga kehamilan yang tidak direncanakan. Penularan infeksi menular seksual (IMS) dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu hubungan seksual, berkaitan dengan prosedur medis dan dari infeksi endogen. Infeksi endogen adalah infeksi yang berasal dari pertumbuhan organisme yang berlebihan secara normal hidup di vagina dan juga ditularkan melalui hubungan seksual. maka sangat penting bagi para remaja memiliki manajemen diri yang baik agar mampu mencegah perilaku seks bebas, terhindar dari terjangkitnya penyakit menular seksual yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada para remaja. Remaja yang mempunyai wawasan ataupun pengetahuan terkait praktik seksual yang aman cenderung menunda aktivitas seksual bebas atau mempraktikkannya dengan lebih bertanggungjawab, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan remaja. Kata Kunci: Edukasi, Manajemen Diri, Penyakit Menular Seksual   ABSTRACT Sexual education is rarely held due to many concerns that if sexual education is carried out it could trigger teenagers to have sex, which includes casual sex or premarital sex. Sexual education is a joint movement to protect the younger generation and also help the younger generation achieve a brighter future and in reality, sexual education is quite effective in reducing the level of sexual relations among teenagers, as well as reducing the number of sexually transmitted diseases and unplanned pregnancies. Transmission of sexually transmitted infections (STIs) can occur in several ways, namely sexual intercourse, related to medical procedures and from endogenous infections. Endogenous infections are infections that originate from excessive growth of organisms that normally live in the vagina and are also transmitted through sexual intercourse. So it is very important for teenagers to have good self-management in order to be able to prevent promiscuous sexual behavior, avoid contracting sexually transmitted diseases which can be done by providing education to teenagers. Adolescents who have insight or knowledge regarding safe sexual practices tend to delay free sexual activity or practice it more responsibly, so as to reduce the possibility of teenage pregnancy Keywords: Education, Self Management, Sexually Transmitted Diseases 
Kejadian Peningkatan Tekanan Darah Pada Anak Muda Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Belawan Kecamatan Medan Belawan Aryani, Novita; Sitanggang, Antonij Edi Martha; Silitonga, Erwin; Halawa, Ardiman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11769

Abstract

Permasalahan peningkatan tekanan darah prehipertensi dan hipertensi menjadi perhatian global karena mempengaruhi hampir setengah penduduk dunia. Prehipertensi apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi penyakit hipertensi dan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Kebiasaan hidup yang salah pada usia muda menyebabkan degenerasi organ tubuh terjadi lebih awal dari yang seharusnya diusia tua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik penderita peningkatan tekanan darah prehipertensi dan hipertensi  di usia muda. Lokasi penelitian berada  di UPT Puskesmas Belawan Kecamatan Medan Belawan. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat usia muda di wilayah kerja UPT Puskesmas Belawan. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel ditentukan dengan Quota Samplig, Kriteria inklusi adalah usia muda (16-30 tahun) dalam kondisi sehat yang datang berkunjung ke UPT Puskesmas Belawan di tanggal 5 dan 6 Mei 2025. Maka didapat jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil penelitian didapatkan terjadi peningkatan tekanan darah sebanyak 39.4% (terdiri dari prehipertensi 30.3% dan hipertensi 9.1%) . Usia 24-30 tahun mengalami prehipertensi sebesar 38.1%, Jenis kelamin laki-laki mengalami prehipertensi sebesar 41.2% dan aktifitas fisik dengan kategori rendah mengalami prehipertensi sebesar 32.0%.Tetapi hasil uji Chi-Square = 0.198 yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktoftas fisik dengan peningkatan tekanan darah Kesimpulan : peningkatan tekanan darah  dialami oleh orang muda dengan usia yang lebih tua, berjenis kelamin laki-laki dan tidak ada hubungan signifikan aktifitas yang rendah dengan peningkatan tekanan darah. Saran: diharapkan pemerintah dan petugas kesehatan yang terkait dapat memberikan solusi dalam mengurangi tekanan darah penderita prehiperteni
EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI PADAMASYARAKAT DI DESA SEI GLUGUR KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG Rohana Sinaga, Taruli; Elisabeth Purba, Ivan; Silitonga, Erwin; Ningsih Sitompul, Winda; Rajagukguk, Bunna; Pangaribuan, Rafael
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2735-2739

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tergolong sangat berbahaya sehingga sering mendapat julukan sebagai The Silent Killer. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian setiap individu, karena dapat menyerang siapa saja tanpa gejala yang tampak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM Sipayung, Rosetty Rita; Silitonga, Erwin; Efrina Sinurat, Lasma Rina
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i1.93

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by acute respiratory syndrome coronavirus 2. Covid-19 infection can increase the risk of pneumonia in pregnant women compared to non-pregnant women. Pregnant women who experience anxiety will have an impact on the mother and fetus. One of them is miscarriage and premature birth. The principles of preventing the transmission of coronavirus in pregnant women include universal precautions by always washing hands with soap for 20 seconds or hand sanitizer, using personal protective equipment (cloth masks), maintaining body condition by diligently exercising and getting enough rest, eating with balanced nutrition, and practice cough-sneezing etiquette. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and anxiety of pregnant women facing childbirth during the COVID-19 pandemic at Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital. The research design used in this study was cross sectional. The total population in this study were 216 pregnant women and using a total sampling technique so that a sample of 43 pregnant women was obtained. From the research, it was found that there was a relationship between knowledge and anxiety of pregnant women facing childbirth during the Covid-19 pandemic at Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital. This research shows that there is a significant relationship. The results of data analysis with the Chi Square test were obtained with a significance level of <0.05, the results were p = 0.027, indicating H1 was accepted and H0 was rejected, meaning that there was a significant relationship between knowledge and anxiety of pregnant women facing childbirth during the COVID-19. It is recommended that pregnant women always pay attention to their health and increase their knowledge, especially regarding nutritious and highly nutritious foods and reduce anxiety before delivery during the COVID-19 pandemic. Abstrak Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2. Infeksi Covid-19 dapat meningkatkan risiko pneumonia pada wanita hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Ibu hamil yang mengalami rasa cemas akan berdampak pada ibu dan janinnya. Salah satunya adalah keguguran dan kelahiran prematur. Prinsip-prinsip pencegahan penularan coronavirus pada ibu hamil meliputi universal precaution dengan selalu cuci tangan memakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer, pemakaian alat pelindung diri (masker kain), menjaga kondisi tubuh dengan rajin olah raga dan istirahat cukup, makan dengan gizi yang seimbang, dan mempraktikan etika batuk-bersin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada masa pandemi covid-19 di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 216 orang ibu hamil dan menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 43 orang ibu hamil. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada masa pandemi Covid-19 di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Hasil analisa data dengan uji Chi Square diperoleh dengan tingkat kemaknaan <0,05 didapatkan hasil p=0,027, menandakan H1 diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada masa pandemi covid-19 di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Disarankan kepada ibu hamil selalu memperhatikan kesehatan dan meningkatkan pengetahuannya terutama mengenai makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi dan mengurangi kecemasan menjelang persalinan pada masa pandemi covid-19.
Hubungan Self Care Manajement Pasien Pasca Covid-19 Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan Erwin Silitonga; Taruli Rohana Sinaga; Linda Susanti Giawa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 12 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan diri (self care) merupakan sebuah tindakan mengupayakan orang lain untuk mengembangkankemampuan yang dimiliki agar dikembangkan secara maksimal, sehingga seseorang dapat mempertahankanfungsi yang optimal. Melakukan self care (perawatan diri) untuk pencegahan penularan Covid-19 yaitudengan melakukan kepatuhan protokol kesehatan. Tingkat kepatuhan dapat dimulai dari tindakmengindahkan setiap aspek anjuran hingga mematuh rencana terutama mematuhi protokol kesehatanCOVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care manajemen pasien pasca covid-19dengan kepatuhan protokol kesehatan. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalampenelitian ini yaitu seluruh pasien pasca covid-19 yang pernah dirawat di Puskesmas Pematang Johar.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 orang. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adahubungan Self Care Management dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan dengan P Value 0,000 (<0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Self Care Management denganKepatuhan Protokol Kesehatan di Puskesmas Pematang Johar. Penelitian ini memberikan pengetahuan barubagi Responden untuk menerapkan Self Care Management dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan dalampencegahan Covid-19 dan peneliti selanjutnya mampu mengembangan penelitian secara luas denganmenggunakan metode serta dapat melakukan penelitian secara mendalam kepada pasien pasca covid-19kelayakan dalam melakukan self care management dengan kepatuhan protokol kesehatan