Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Keterampilan Warga Binaan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo melalui Pendampingan Pembuatan Kue Pukis dan Perhitungan Harga Pokok : Penelitian Putri, Alvianita Gunawan; Ardiansah, M. Noor; Hidayati, Ulfah; Murtiasri, Eka; Murtini, Sri; Asrori, Muhammad; Raharjanti, Rani; Eviyanti, Novitasari; Haris, Moh.; Mansur, Ahmad Wafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5000

Abstract

The PGOT Mardi Utomo Social Service Center is a social rehabilitation institution for beggars, homeless people, and abandoned people that focuses on increasing independence through skills training, but still faces obstacles such as low motivation of inmates, limited facilities, lack of understanding of business management, and inaccurate calculation of cost of goods produced (HPP). This community service activity aims to improve the skills of inmates through mentoring in making pukis cakes and training in calculating HPP as the basis for a simple culinary business. The implementation method includes needs identification, technical training, learning the concept of HPP, entrepreneurial motivation, production practice, and evaluation. The results of the activity show a significant increase in pukis cake production skills and the ability of inmates to calculate HPP independently to determine a rational selling price. This program also increases entrepreneurial motivation and opens up opportunities for economic independence, making it effective as a model for sustainable social empowerment.
Kemampuan Interaksi Sosial Anak Melalui Model Pembelajaran Sentra Imtaq Wiwin Ernawati; Ratih Hidayanti; Ulfah Hidayati
Liberi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Liberi: Pendidikan Islam Anak Dini
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/wemew309

Abstract

Abstrak Kurangnya interaksi sosial anak dengan temannya atau anak dengan guru. Adapun hal lain yaitu anak cenderung bermain soliter ketika teman lainnya bermain dalam kelompok atau bermain bersama, kurangnya anak dalam bergaul dengan temannya, tidak saling tegur sapa, masih jarang melakukan kontak mata saat bercakap-cakap. Selain itu proses pembelajaran masih berpusat pada guru yang menyebabkan pembicaraan lebih banyak didominasi oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan interaksi sosial anak, model pembelajaran sentra Imtaq, dan mendeskripsikan optimalisasi kemampuan interaksi sosial anak melalui model pembelajaran sentra Imtaq di TK Putra Bangsa Trimulyo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian menganalisis data dengan langkah langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan interaksi sosial anak di TK Trimulyo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2022/2023 keberhasilan di tahap awal mempengaruhi peluang keberhasilan di tahap berikutnya. Dalam hal ini, peserta didik sendirilah yang mengembangkan keseimbangan tahapan demi tahapan. 2) Model pembelajaran sentra Imtaq di TK Trimulyo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2022/2023 merupakan salah satu model pembelajaran yang diselenggarakan dengan model pembelajaran sentra menjadi model yang diminati anak usia 2-4 tahun. Model pembelajaran sentra IMTAQ agar peserta didik mampu menirukan gerakan ibadah wajib dan berlatih untuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap ciptaan Allah. 3) Kemampuan interaksi sosial anak melalui model pembelajaran sentra Imtaq di TK Putra Bangsa Trimulyo. Kata kunci : Anak usia Dini, Interaksi Sosial, Model Pembelajaran Sentra IMTAQ
Implementasi psikoterapi perkembangan melalui metode desain riset longitudinal dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar anak usia dini di tk al-azhar pati Hidayati, Ulfah
Liberi Vol. 4 No. 1 (2025): LIberi Jurnal: Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/q5g7yf55

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi psikoterapi perkembangan melalui metode desain riset longitudinal dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar anak usia dini di TK Al-Azhar Pati. Psikoterapi perkembangan dalam konteks pendidikan anak usia dini merupakan pendekatan yang menekankan pada dukungan psikologis dan emosional sesuai tahapan perkembangan anak, dengan tujuan untuk menumbuhkan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan sosial. Pendekatan ini diterapkan sebagai bentuk intervensi yang membantu anak mengelola emosi, meningkatkan kemampuan konsentrasi, membangun rasa percaya diri, serta mengoptimalkan interaksi sosial selama proses pembelajaran di kelas. Desain riset longitudinal digunakan untuk mengamati secara berkesinambungan perubahan perilaku, emosi, dan kemampuan belajar anak dalam jangka waktu enam bulan. Dengan desain ini, peneliti dapat merekam dinamika perkembangan anak dari waktu ke waktu, sehingga diperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai efektivitas penerapan psikoterapi perkembangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena fokus utamanya adalah menggambarkan fenomena dan proses implementasi secara naturalistik. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi catatan perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan psikoterapi perkembangan secara konsisten mampu memberikan perubahan positif terhadap perilaku belajar anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berkonsentrasi, memahami instruksi, dan menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga berkembang, ditandai dengan meningkatnya kemampuan bekerja sama, saling membantu teman, dan berkurangnya perilaku negatif seperti tantrum atau enggan berpartisipasi. Guru juga melaporkan bahwa suasana kelas menjadi lebih kondusif, komunikatif, dan hangat setelah pendekatan terapeutik diterapkan secara sistematis. Kesimpulannya, penerapan psikoterapi perkembangan melalui metode desain riset longitudinal terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar anak usia dini secara menyeluruh di TK Al-Azhar Pati. Intervensi ini tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat keseimbangan emosional dan sosial anak yang menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar jangka panjang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan praktisi PAUD dalam mengembangkan model pembelajaran yang berpihak pada perkembangan psikologis anak secara holistik dan berkelanjutan.
Accounting Students' Perceptions of the Use of Artificial Intelligence (AI) in Higher Education at Semarang State PolytechnicAccounting Students' Perceptions of the Use of Artificial Intelligence (AI) in Higher Education at Semarang State Polytechnic Putri, Alvianita Gunawan; Hidayati, Ulfah; Murtini, Sri; Mansur, Ahmad Wafa; Ardiansah, Noor
Dhana Vol. 3 No. 1 (2026): DHANA - MARCH
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/tbfey665

Abstract

This study aims to explore the perceptions of accounting students at Politeknik Negeri Semarang regarding the use of Artificial Intelligence (AI) in higher education. The rapid development of AI has significantly transformed learning processes, requiring students to integrate technological literacy with accounting competencies. This research employed a quantitative survey method using a structured questionnaire distributed to 39 accounting students. The instrument measured several variables, including the effectiveness of AI use, the effectiveness of chatbot-based learning assistance, students’ AI proficiency, lecturers’ AI competence, and overall student perceptions of AI integration in learning. The data were analyzed using SPSS through descriptive statistics, validity and reliability testing, and factor analysis. The findings indicate that students generally hold positive perceptions toward AI utilization in higher education. They consider AI tools, including chatbots, helpful in supporting learning efficiency, improving understanding, and assisting in completing academic tasks. Students also reported adequate levels of AI proficiency, although improvements in AI-related teaching competence among lecturers are still needed. Overall, the study highlights the importance of strengthening AI literacy in accounting education to enhance students’ readiness for future professional demands
Integrated Total Quality Management Model from the Perspective of Islamic Education Hidayati, Ulfah
Global Education Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i3.1078

Abstract

This study aims to comprehensively examine the concept and implementation of the Total Quality Management (TQM) model from the perspective of Islamic education. TQM, as a managerial approach emphasizing the involvement of all organizational elements, process control, continuous improvement, and stakeholder satisfaction, is believed to offer effective solutions to the challenges of improving the quality of educational institutions. However, in the context of Islamic education, TQM cannot be applied mechanically as in industrial or business sectors; instead, it needs to be adapted to align with Islamic spiritual and moral values such as amanah (professional responsibility), ihsan (pursuit of excellence and perfection in work), and akhlaq (ethics and personal integrity). This research employs a qualitative-descriptive approach, utilizing an extensive literature review of studies and scientific publications from nationally accredited journals (Sinta 1-2) published between 2021 and 2025. The reviewed sources include empirical studies on the application of TQM in Islamic schools, madrasahs, pesantrens, and Islamic higher education institutions in Indonesia, as well as contemporary quality management theories relevant to Islamic values. The analysis maps the alignment between TQM principles, such as leadership, continuous improvement, customer focus, and teamwork, and Islamic management principles, including tauhid, syura, trust, and istikamah (steadfastness). The findings reveal that the implementation of TQM in Islamic educational institutions significantly contributes to academic quality enhancement, managerial efficiency, and the strengthening of value-based organizational culture. Institutions that integrate TQM principles with Islamic values show improvements in accreditation status, student satisfaction, teacher and lecturer productivity, and public trust. Moreover, the integration of spiritual values with modern management principles has proven to be a key factor in achieving competitive excellence and global relevance while maintaining Islamic identity. Therefore, this study emphasizes the importance of the Islamic Total Quality Management (TQM-I) model as a holistic quality management paradigm that not only focuses on achieving performance standards and efficiency but also on reinforcing the moral, spiritual, and social dimensions of education. This model serves as a strategic foundation for developing internal quality assurance systems across Islamic educational institutions, aiming to establish excellence, competitiveness, and a strong Islamic character.
Pelatihan pemasaran digital melalui marketplace bagi ibu rumah tangga Hidayati, Ulfah; Aw, Suranto; Wisataone, Voettie; Fathinah, Nadalia Silmi; Fathinah, Permata Dian
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.53105

Abstract

Adanya Pandemi Covid-19 berdampak pada usaha mikro yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK Kelurahan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.  Social distancing yang diterapkan pemerintah menyebabkan penjualan mereka menurun. Diperlukan skill baru dalam adaptasi teknologi untuk tetap bertahan di era pandemi, yaitu melalui pemasaran digital. Marketplace adalah salah satu langkah untuk berjualan online dengan aman, mudah, dan mampu menjangkau banyak target customer.Tujuan kegiatan pemasaran masyarakat ini untuk meningkatkan skill ibu rumah tangga dalam berjualan online melalui marketplace. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu, pelatihan secara luring dengan mematuhi protocol kesehatan dan pendampingan secara daring melalui grup whatsapp. Kegiatan tersebut dimulai dari membuat foto produk, membuat akun, hingga memasarkannya melalui marketplace.Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan khalayak sasaran, serta dapat dirasakan manfaatnya. Berdasarkan evaluasi kegiatan diperoleh masukan agar kegiatan pengabdian seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat tema lain yang relevan dengan kebutuhan khalayak. 
Pelatihan Desain Konten dan Pengelolaan Media Sosial bagi Anggota Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang Laksana, Novianto Yudha; Hidayati, Ulfah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.78782

Abstract

Desain konten dan pengelolaan media sosial sangat penting bagi bisnis dan organisasi guna meningkatkan kehadiran mereka di media sosial dan mencapai audiens yang lebih besar melalui konten yang menarik dan efektif. Salah satu organisasi yang memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi adalah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang. Sejauh ini, PCIM Jepang menggunakan Instagram sebagai media komunikasi untuk membangun hubungan dengan publik internal dan eksternal. Namun, keterbatasan keterampilan dan sumber daya dari PCIM Jepang menjadi kendala untuk mengembangkan media sosial yang efektif. Sejak tahun 2020, baru ada 91 postingan yang diunggah. Konten tersebut lebih didominasi tentang perayaan hari raya dan ucapan selamat kepada anggota komunitas. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kompetensi desain dan literasi pengelolaan media sosial anggota PCIM Jepang. Pelatihan diadakan secara daring selama 2 sesi dan 1 sesi pendampingan dengan sasaran peserta 25 orang. Peserta pelatihan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta selama pelatihan berlangsung. Mereka merasa pelatihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kapasitas keterampilan manajemen media sosial. Content design and social media management are essential for businesses and organizations to increase their presence on social media and reach a larger audience through engaging and compelling content. The Leadership of the Special Branch of Muhammadiyah (PCIM) Japan is one organization that uses social media as a communication tool. So far, PCIM Japan has used Instagram as a communication medium to build relationships with the internal and external public. However, the limited skills and resources of PCIM Japan are obstacles to developing effective social media. Since 2020, only 91 posts have been uploaded. The content is dominated by holiday celebrations and congratulations to community members. The training aims to improve the design competence and social media management literacy of PCIM Japan members. The training was held online for two sessions and one mentoring session with a target of 25 participants. The training participants responded positively to this activity. It can be seen from the participants' activeness during the training. They felt this training was beneficial for increasing their capacity for social media management skills.