Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Etnobotani Penggunaan Tanaman Berkhasiat Obat Pada Masyarakat di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Kurniawan, Indra; Khuluq, Husnul; Widiastuti, Tri Cahyani
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, November 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i2.328

Abstract

Latar Belakang : Tanaman berkhasiat obat telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang dilakukan secara turun temurun. Studi etnobotani dapat dijadikan sebagai parameter untuk mengabadikan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman sebagai obat. Tujuan Penelitian : Mengetahui jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya oleh masyarakat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dengan wawancara semi terstruktur. Responden berjumlah 100 orang yang berasal dari 5 desa, yaitu Desa Arjowinangun, Desa Ayam putih, Desa Brecong, Desa Indrosari, dan Desa Waluyo. Hasil Penelitian : Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui terdapat 90 jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat yang terdiri dari 44 famili tanaman. Tanaman berkhasiat obat yang paling banyak dimanfaatkan yaitu berasal dari famili Zingiberaceae 15,6%, bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan yaitu daun 41,4%, habitus herba 31.1%, cara pengolahan yang banyak dilakukan yaitu dengan di rebus 50.0% serta cara pengunaanya yaitu dengan diminum 57.8%. Kesimpulan : Terdapat 90 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdiri dari 44 famili tanaman. Zingiberacea merupakan famili tanaman yang paling banyak digunakan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun. Habitus herba merupakan habitus yang paling banyak digunakan. Cara pengolahan terbanyak adalah dengan direbus serta cara penggunaan terbanyak adalah diminum. Rekomendasi : Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya tentang studi etnobotani tanaman berkhasiat obat.
Hubungan Kejadian Efek Samping Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Kuwarasan Kabupaten Kebumen Tahun 2023 Nabilah, Zukhrufina Muthiah; Widiastuti, Tri Cahyani; Ainni, Ayu Nissa
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.324

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia termasuk dalam 3 daftar negara dengan kasus tuberkulosis tertinggi di dunia yang mencapai 9,2% kasus dan di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kebumen pada tahun 2022 ditemukan lebih dari 500 kasus tuberkulosis. Menurut Setiawan (2015) salah satu faktor kegagalan terapi tuberkulosis di wilayah Kabupaten Kebumen adalah munculnya efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat, efek samping obat anti tuberkulosis dan hubungan antara efek samping obat anti tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan metode observasional cross-sectional yang bersifat deskriptif korelatif menggunakan data dari kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu sebanyak 59 pasien patuh (98,3%) dan 1 pasien tidak patuh (1,7%). Efek samping ringan yang dirasakan oleh seluruh pasien berupa air seni menjadi kemerahan (100%) sedangkan efek samping berat yang paling banyak dirasakan adalah kemerahan di kulit dirasakan oleh 5 pasien (8,3%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara efek samping obat anti tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat dilihat dari nilai p-value sebesar 0,737>0,05.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI DESA KEDAWUNG KABUPATEN KEBUMEN Amalia, Tika; Widiastuti, Tri Cahyani; Intiyani, Rafila
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.935

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular pada pernapasan yang disebabkan oleh virus SARSCoV2. Upaya pencegahan yang direkomendasikan oleh WHO salah satunya yaitu meningkatkan imunitas tubuh. Suplemen kesehatan yang telah diteliti dan direkomendasikan oleh Kemenkes RI antara lain vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan zink. Penggunaan suplemen kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan mengetahui kegunaan suplemen kesehatan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi COVID-19 pada masyarakat di Desa Kedawung Kabupaten Kebumen. Penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Tingkat pengetahuan kategori cukup 44% dan perilaku kategori cukup 49%. Hasil chi square terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan terakhir (0,000), pekerjaan (0,003), penghasilan (0,010), tempat membeli suplemen kesehatan (0,047) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku karena nilai p value >0,05. Pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kedawung menunjukkan hasil yang cukup. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan terakhir (0,000), pekerjaan (0,003), penghasilan (0,010), tempat membeli suplemen (0,047) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku karena nilai p value >0,05. Harapannya pada penelitian selanjutnya dapat mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai dagusibu dalam upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi COVID-19.