Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI RSUD PREMBUN: POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN HYPERTENSION PATIENTS WITH COMORBID DISEASES AT PREMBUN HOSPITAL Kurniawati, Desi; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Khusnul
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 13 No. 2 (2024): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v13i2.1762

Abstract

In the treatment of hypertension accompanied by comorbidities, there are many occurrences, so the potential for polypharmacy is very large, which causes the possibility of drug interactions. Drug interactions cause various problems such as decreased therapeutic effects, increased toxicity, or altered pharmacological effects of a drug.This study aims to describe the potential interaction of hypertension drugs in inpatients at Prembun Hospital for the 2023 period. This research is descriptive research by collecting data retrospectively. Data on the use of antihypertensive drugs and data on inpatient visits were obtained from the Inpatient Institution of Prembun Hospital for the 2023 Period. Out of a total of 100 patients, there were 93 interactions (93%). There were 3 interactions, namely the most severe level, namely moderate interactions as many as 150 interactions (58.3%) occurred in drugs between Aspirin and Amlodipine, the severity of minor interactions as many as 71 interactions (27.6%) occurred between Amlodipine drugs and Furosemide, and the least severe level of drug interactions was major interactions as many as 36 interactions (14%) occurred between Spironolactone and Candesartan. From the results of the study, it can be concluded that there is 93% interaction in the use of hypertension drugs, and 7% there is no interaction in the use of hypertension drugs. Keywords:  Hypertension, Comorbidities, Interaction
Profil Penggunaan Obat Tradisional oleh Konsumen Apotek Karanganyar Wahyu Eka Sakti; Anwar Sodik; Chondrosuro Miyarso; Widiastuti, Tri Cahyani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.49997

Abstract

Obat tradisional merupakan obat yang berasal dari bahan alam. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari studi pendahuluan yang telah dilakukan  di beberapa apotek di Kecamatan Karanganyar menunjukan bahwa Apotek Karanganyar memiliki penjualan obat tradisional paling banyak serta memiliki penyediaan obat tradisional paling lengkap di-Kecamatan Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penggunaan obat tradisional oleh konsumen Apotek Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observational yang bersifat deskriptif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan sembilan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukan jenis obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah jamu (65%), obat herbal terstandar (28%) dan fitofarmaka (7%). Mayoritas responden menggunakan bentuk obat tradisional cairan yang diminum (40%)  dan beralasan memilih obat tradisional karena lebih aman (90%), dan menggunaan obat tradisional didasari oleh keinginan sendiri (73%). Obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah buatan pabrik (100%) dan responden merasa menjadi lebih baik setelah mengonsumsi obat tradisional (100%). Penyakit yang sering diatasi dengan menggunakan obat tradisional yaitu batuk (14%) dan ambeien (25%). Obat tradisional yang paling banyak digunakan  adalah jamu dengan bentuk sediaan cairan obat dalam. Dari hasil penelitian ini disarankan  dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi rasionalitas penggunaan obat tradisional yang ada di masyarakat.
KAJIAN PENGGUNAN OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA MAYOR DI RSUD X KEBUMEN TAHUN 2023 Nurhasanah, Lutfia; Ainni, Ayu Nissa; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muh. Husnul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.531

Abstract

Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang harus menjalankan transfusi darah seumur hidup. Obat kelasi besi digunakan untuk mengurangi peningkatan kadar besi dalam tubuh karena efek samping transfusi darah. Penggunaan obat kelasi besi, dapat menyebabkan efek yang signifikan, sehingga penting untuk mengkaji terapi pengobatan selama penggunaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien dan ketepatan penggunaan obat kelasi besi berdasarkan tepat indikasi, dosis, pasien, obat, dan rute pemberian obat di RSUD X Kebumen periode tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, pengambilan data secara retrospektif. Populasi seluruh rekam medis pasien dengan diagnosis talasemia mayor periode Januari-Desember 2023 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien talasemia mayor yang sedang menjalani pengobatan kelasi besi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 74 pasien sesuai kriteria inklusi, jenis kelamin terbanyak perempuan (61%) dengan usia13-64 tahun (70,1%), obat kelasi besi yang paling banyak yaitu Deferipron 500 mg (68,9%). Ketepatan dosis Deferipron 500 mg (4%), Deferasirox 250mg (20%), Deferasirox 500 mg (67%), dan tepat rute pemberian (100%). Berdasarkan hasil penlitian etsrbut dapat disimpulkan bahwa kajian penggunaan obat kelasi besi pada pasien talasemia mayor di RSUD X masih terdapat beberapa pemberian obat yang tidak tepat dosis obat sebesar 59 pasien (79%).
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Rambutan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin Pradani, Lintang Oktavian; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muhammad Husnulq
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v11i2.9887

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to insulin deficiency or resistance. Long-term use of oral antidiabetic drugs can lead to adverse effects and high costs, making safer alternatives necessary. Herbal medicines derived from natural sources offer a promising option with relatively fewer side effects. Guava (Psidium guajava) and rambutan (Nephelium lappaceum) leaves are known to contain bioactive compounds with potential antihyperglycemic properties. This study aimed to determine the optimal dose combination of guava and rambutan leaf extracts for controlling blood glucose levels in streptozotocin-induced Wistar rats (Rattus norvegicus). The extracts were prepared using maceration, standardized, and analyzed by Thin Layer Chromatography (TLC) to identify active compounds. Thirty-two rats were divided into eight groups: healthy control, negative control (CMC-Na 0.5%), positive control (glimepiride 0.036 mg/kg BW), single extract of guava leaves (50 mg/kg BW), single extract of rambutan leaves (70 mg/kg BW), and three combinations of extracts (50%:50%, 75%:25%, and 25%:75%). Diabetes was induced intraperitoneally using streptozotocin. Blood glucose levels were measured every seven days for 21 days using a glucometer. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Games-Howell post hoc test. The extracts met standardization requirements and contained flavonoids. The highest glucose reduction (72%) was observed in the 25%:75% combination (guava:rambutan), showing a significant difference compared to the negative control. These findings suggest that the combination of guava and rambutan leaf extracts has strong potential as a natural antidiabetic agent.
Efektıvıtas Penggunaan Obat Antıhıpertensı Tunggal Angıotensın II Receptor Blockers (ARB) dan Calcıum Channel Blockers (CCB) pada Pasıen Stroke Iskemık dı Instalası Rawat Inap RSUD Dr. Soedırman Kebumen Tahun 2024 Nurhalisah, Alvina Dwi; Khuluq, Muh Husnul; Ainni, Ayu Nissa; Widiastuti, Tri Cahyani
Journal Borneo Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Issue 2 tahun 2025
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v5i2.185

Abstract

Peningkatan prevalensi stroke iskemik dengan hipertensi menuntut pengendalian tekanan darah yang optimal. Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen, golongan CCB dan ARB menjadi pilihan antihipertensi tunggal utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbandingan efektivitas penggunaan obat antihipertensi tunggal jenis ARB dan CCB pada pasien stroke iskemik yang dirawat di instalasi rawat inap RSUD Dr. Soedirman Kebumen tahun 2024. Metode penelitian berupa analitik deskriptif dengan desain cross-sectional dan data retrospektif. Sampel berjumlah 112 pasien yang dipilih secara total sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis efektivitas terapi menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia >65 tahun (64,29%) dan berjenis kelamin laki-laki (50,89%). Kedua jenis terapi menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tekanan darah hingga mencapai target <140/90 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan ARB dan CCB (p=0,995; p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ARB dan CCB sama-sama efektif menurunkan tekanan darah pada pasien stroke iskemik tanpa perbedaan signifikan. Penelitian lanjutan dengan desain prospektif disarankan untuk mengevaluasi efek samping, kualitas hidup, dan efisiensi biaya.
Peningkatan Pengetahuan tentang Obat melalui Kegiatan Apoteker Kecil untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Selogiri Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Ledianasari, L
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan, terutama obatmasih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kitatemukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agarmemberikan manfaat klinik yang optimal. Salah satu elemen yangmemiliki keahlian dan dapat menjadi sumber informasi mengenai obatadalah apoteker atau farmasis. Peran Apoteker dalam bidang kesehatanyaitu memberikan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE),mengarahkan pasien untuk melakukan pola hidup sehat, dan melakukanmonitoring. Target atau sasaran pendidikan kesehatan dan pelayanankesehatan yang ditujukan kepada kelompok atau populasi umur tertentusangat menentukan keberhasilan suatu program kesehatan, salahsatunya adalah anak usia sekolah. Pelaksanaan program Apoteker Kecilpada siswa SD Negeri 4 Selogiri kelas 5 dan 6. SD Negeri 4 Selogirimerupakan salah satu SD Negeri yang terletak di Dukuh SipanjangDesa Selogiri, Kecamatan Karanggaram, Kabupaten Kebumen. Tujuandari kegiatan tersebut adalah meningkatkan eksistensi Apoteker dantugasnya sehingga pelaksanaan program Apoteker kecil dapat sebagaiperwujudan kader sadar obat sejak dini. Selain itu, Pengetahuan anaktentang obat semakin baik sehingga anak dapat ikut andil dalammenyampaikan informasi obat dan kepatuhan penggunaan obat secaraumum kepada keluarga dan lingkungannya sejak dini. Pelaksanaankegiatan meliputi, pengenalan apoteker, penyampaian materi mengenaipenggolongan obat, jenis obat, informasi pada kemasan dan brosurobat, cara penggunaan obat, efek samping obat, cara penyimpananobat, obat rusak dan kadaluwarsa serta praktek meracik obat. Hasil darikegiatan tersebut adalah adanya perbedaan nilai antara pre test danpost test, dimana hasil nilai rata-rata post test lebih tinggi daripada pretest. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh hasil penyampaianmateri terhadap tingkat pemahaman dan pengetahuan tentang obat danapoteker.
MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN OBAT MELALUI METODE CBIA Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Widiastuti, Tri Cahyani; Kurniasih, Kurniasih; Supriyanto, Sugeng
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah sebuah tindakan yang umum dilakukan oleh masyarakat, dan secara tidak langsung membantu pemerintah dalam upaya pemeliharaan kesehatan nasional. Swamedikasi harus dilakukan sesuai dengan penyakit yang dialami. Pelaksanaannya sedapat mungkin harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional, antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping, tidak adanya kontraindikasi, tidak adanya interaksi obat, dan tidak adanya polifarmasi. Dukuh Sikebo terletak di desa Selogiri, Kecamatan Karang Gayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Secara umum, kondisi geografis desa Selogiri berupa pegunungan dengan sarana dan prasarana pendukung terutama jalan yang masih sangat minim. Kondisi geografis yang sedemikian rupa di desa Selogiri membuat warga dituntut untuk bisa mandiri mengupayakan pertolongan pertama ketika mengalami sakit, sebelum mereka mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat Berdasarkan informasi diatas maka perlu kiranya diadakan penyuluhan mengenai pengunaan obat yang baik dan benar berdasarkan ilmu kefarmasian kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) atau “community based interactive approach”. Metode ini melibatkan para ibu agar lebih aktif dalam mencari informasi mengenai obat yang digunakan oleh keluarga. Hasil dari kegiatan ini didapatkan informasi bahwa kebiasaan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi masih kurang. Masyarakat apabila merasakan sakit lebih memilih untuk pergi ke fasilitas kesehatan atau tenaga medis atau tenaga kesehatan lainnya dibandingkan dengan melakukan pengobatan sendiri hal ini dikarenakan tingkat pemahaman masyarakat masih kurang mengenai informasi obat yang tertera di kemasan atau brosur.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Pada Konsumen Apotek Kemojing Di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Widiastuti, Tri Cahyani; Putri, Ananda Rafena Hanin; Agustina, Eli Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah Antibiotik merupakan obat yang biasanya diresepkan kepada pasien yang disebabkan oleh bakteri pada infeksi. Antibiotik dapat menyebabkan resistensi jika penggunaannya tidak tepat. Menurut Menteri Kesehatan Indonesia sekitar 92% kasus masyarakat di Indonesia menggunakan antibiotik secara tidak tepat, sehingga dibutuhkan perhatian khusus mengenai penggunaan antibiotik secara tepat agar meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, tingkat perilaku dan untuk mengetahui hubungan karakteristik konsumen dengan tingkat pengetahuan di Apotek Kemojing. Jenis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Alat yang digunakan yaitu kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden 94 orang. Hasil penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik 7%, kategori cukup 31% dan kategori kurang 62%. Tingkat perilaku masyarakat menunjukkan kategori baik 61%, kategori cukup 36% dan kategori kurang 3%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Tingkat pengetahuan masyarakat sebanyak 62% termasuk dalam kategori kurang dan tingkat perilaku masyarakat sebanyak 61% termasuk dalam kategori baik. Hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan pada uji statistik chi-square parameter usia menunjukkan nilai yang signifikan yaitu 0.036 (p < 0.05).
The Relationship between Consumer Characteristics and Knowledge of Use Mefenamic Acid at Kutowinagun Pharmacy Kebumen Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muh Husnul; Awalia, Lukluatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam mefenamat adalah salah satu jenis obat OWA (obat wajib apotek) yang berfungsi sebagai penghilang rasa nyeri. Pada era sekarang masyarakat lebih menyadari pentingnya tanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan keluarga, sehingga mayoritas melakukan pengobatan sendiri saat mereka mengeluh sakit. Beberapa faktor yang mendasarinya seperti tingkat pengetahuan masyarakat yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat. Beberapa dari mereka biasanya ada yang sebelumnya sudah pernah melakukan pengobatan sendiri dengan asam mefenamat atau sudah merupakan suatu kebiasaan, ada juga yang baru pertama kalinya membeli saat merasa sakit karena disarankan oleh teman atau orang terdekat. Informasi tentang obat asam mefenamat pasien peroleh dari berbagai sumber pengetahuan contohnya televisi, internet (media sosial), teman, saudara, atau keluarga. Salah satu alasan pasien membelinya yaitu menurut mereka obat tersebut dapat dikonsumsi kapan saja saat dibutuhkan dan praktis tanpa harus menggunakan resep. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik konsumen dengan pengetahuan penggunaan asam mefenamat di apotek Kutowinagun Farma Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Instrument menggunakan kuisioner dengan jumlah responden 61 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil distribusi tingkat pengetahuan tergolong cukup tentang penggunaan obat asam mefenamat. Hasil analisis uji Chi Square menunjukan bahwa hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna yaitu Usia (0,004), Pendidikan (0,003), pekerjaan (0,000) dan penghasilan (0,000) dengan nilai p value < 0,05. Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (0,411) dengan nilai p value > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik responden dengan pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.
Knowledge Level of Over The Counter And Limited Free Medicines to The Community of Karangsambung Village of Kebumen Regency Okti, Eriska Kumala Harmilia; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muh. Husnul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas umumnya banyak dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit, yang biasanya digunakan oleh masyarakat untuk mengobati suatu penyakit atau gejala penyakit yang diderita. Obat tersebut dapat digunakan tanpa mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Hasil kuisioner yang diperoleh pada tingkat pengetahuan penggunaaan obat bebas dan obat bebas pada gambaran jenis obat nyeri dan demam menggunakan paracetamol sebesar 74,7%, pada penggunaan obat batuk mengunakan Obh Combi sebesar 29,5%, jenis obat yang digunakan oleh responden pada saluran pencernaan merupakan obat promag berjumlah 62,1%. Hasil kuisioner pada pertanyaan karakteristik responden terhadap obat bebas dan obat bebas terbatas responden yang memperoleh informasi dari tenaga medis berjumlah 48,4%, responden yang memperoleh obat dari apotek berjumlah 64 orang (67,4%). Tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas pada mayarakat Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen termasuk dalam kategori Cukup : 37,9%, Jenis obat bebas dan obat bebas terbatas yang digunakan pada masyarakat adalah obat nyeri dan demam, obat batuk, dan obat yang digunakan untuk mengatasi saluran pencernaan. Pada hasil uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pekerjaan, penghasilan, pendidikan dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin responden dengan tingkat pengetahuan.